gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 7126 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN: "Penginjilan, Pendidikan dan Pengucapan Syukur Sebagai Sarana Kesaksian Gereja"

TEMA MINGGUAN: "Ketaatan Membawa Berkat, Ketidaktaatan Membawa Malapetaka"


Bahan Alkitab : Ulangan 8 : 1 - 20

Bersyukur kepada Allah karena kebaikan-Nya
8:1 "Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup dan bertambah banyak dan kamu memasuki serta menduduki negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 8:2 Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. 8:3 Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. 8:4 Pakaianmu tidaklah menjadi buruk di tubuhmu dan kakimu tidaklah menjadi bengkak selama empat puluh tahun ini. 8:5 Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya. 8:6 Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia. 8:7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung; 8:8 suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya; 8:9 suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga. 8:10 Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu. 8:11 Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; 8:12 dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, 8:13 dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, 8:14 jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, 8:15 dan yang memimpin engkau melalui padang gurun yang besar dan dahsyat itu, dengan ular-ular yang ganas serta kalajengkingnya dan tanahnya yang gersang, yang tidak ada air. Dia yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras, 8:16 dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya. 8:17 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. 8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. 8:19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa; 8:20 seperti bangsa-bangsa, yang dibinasakan TUHAN di hadapanmu, kamupun akan binasa, sebab kamu tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu."

Penjelasan:
* Ayat 1 merupakan rangkuman pendahuluan lain yang berisi panggilan dan sanksi perjanjian (Lih. juga 4:1; 5:1; 6:1).

* Ul 8:2 - mencobai engkau -
Sejauh yang berkenaan dengan angkatan lama yang masih hidup, pengembaraan di padang gurun dimaksudkan sebagai masa percobaan - mencobai engkau - (ay. 2b; bdg. 13:3) dan pembinaan (ay. 3c). Pengembaraan tersebut merupakan tindakan mendisiplin dari seorang ayah dan berguna untuk berkat yang akan mereka terima akhirnya (ay. 5; bdg. 16c).

* Ul 8:3 - Ia ... memberi engkau makan manna // "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan."
Ia ... memberi engkau makan manna. Yang dimaksudkan dengan Allah merendahkan hati orang Israel (ay. 2) diilustrasikan dengan acuan kepada penyediaan segala kebutuhan mereka dengan cara yang luar biasa selama empat puluh tahun (ay. 3, 4; bdg. 29:5, 6), khususnya melalui penyediaan manna (Lih. Kel. 16, khususnya ay. 4). Tindakan perendahan hati dilaksanakan dengan pengasingan dan kemudian penyediaan hal yang tidak dikenal, yaitu roti adikodrati dari sorga, yang memaksa bangsa itu mengakui ketergantungan mereka kepada Allah (bdg. 8:16a). Penafsiran modern yang naturalistis mengidentifikasikan manna dengan lelehan seperti madu yang dikeluarkan oleh serangga bersisik yang dijumpai di dalam semak tamaris di wilayah Sinai. Peranan menentukan apa pun yang dimainkan oleh lelehan tersebut, di dalam sifatnya sebagai bekal, roti surgawi itu jelas merupakan produk yang ajaib. Lagi pula, sekadar perubahan makanan tertentu dengan makanan lainnya, tidak akan merendahkan hati Israel dan juga tidak akan mengajarkan kepada mereka kebenaran yang diajarkan oleh manna: "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan."
Allah menuntun Israel ke dalam situasi di dalam mana Israel Mau tidak mau harus tergantung kepada roti yang turun dari surga setiap hari, yaitu roti yang merupakan hasil ciptaan firman Allah hari lepas hari. Hal ini merupakan sebuah sarana pengIngat yang efektif bahwa manusia tidak hidup sebagai makhluk ciptaan yang sanggup mencukupi keperluannya sendiri, juga bukan disokong oleh hasil bumi yang ada dan menghasilkan buah secara terlepas dari Allah. Manusia pada hakikatnya senantiasa tergantung pada sabda ilahi yang telah menjadikan dirinya dan dunia lingkungan hidupnya itu. Selanjutnya, Allah bermaksud mengajarkan kepada Israel bahwa kehidupan manusia, berbeda dengan kehidupan hewan, tidak hanya terdiri atas unsur jasmaniah yang dapat dipuaskan dengan roti saja, entah itu dari bumi atau dari surga. Karena itu Dia menyediakan roti dari surga dengan cara sedemikian rupa untuk menuntut tanggapan moral religius terhadap sabda-Nya. Tanggapan ini secara cocok difokuskan pada ketaatan untuk menghormati hari Sabat, tanda kesetiaan manusia terhadap perjanjian dan juga pengingat bahwa Allah itulah sang Khalik. Manna dengan demikian mengajarkan kepada Israel bahwa hanya jika manusia taat pada firman Tuhan yang berdaulat, yang merupakan sumber tertinggi kehidupan, barulah ia menemukan kehidupan sejati yang kekal (bdg. 30:20).

* Ul 8:7-20 - a. Negeri yang baik // b. Batunya mengandung besi
7a. Negeri yang baik. Ingatan akan pengalaman di padang gurun diperlukan di sini sebab Allah sedang memimpin Israel memasuki sebuah negeri di mana hasil alam yang normal akan memungkinkan mereka memiliki taraf hidup yang dapat dikatakan mewah (ay. 7-10a).
9b. Batunya mengandung besi. Pada lapisan kedua dari batu tanah di Palestina terdapat persediaan tembaga dan besi, dan usaha-usaha pertambangan kuno telah ditemukan di tempat batu tanah tersebut muncul ke permukaan di Araba.

* Ul 8:11 - Hati-hatilah supaya jangan engkau melupakan
Hati-hatilah supaya jangan engkau melupakan. Sekalipun semua hasil bumi ini harus diterima dengan penuh rasa bersyukur sebagai pemberian Allah seperti halnya manna (ay. 10b), kemewahan dan kemudahan tersebut akan menumpulkan kesadaran bangsa Israel mengenai Allah (ay. 12, 13).

* Ul 8:14 - Jangan engkau tinggi hati // Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan
Jangan engkau tinggi hati. Keangkuhan akan menekan ingatan akan saat-saat terhina dalam perbudakan, ancaman kalajengking dan kehausan, masa di mana untuk bebas dan untuk bertahan hidup diperlukan campur tangan ilahi melalui cara-cara yang belum pernah dikenal sampai sekarang (ay. 15, 16). Terhadap tindakan menyangkal Tuhan melalui keangkuhan itulah mereka harus waspada. Kebenaran yang harus mereka pelajari pada masa perut kosong juga merupakan kebenaran yang relevan pada masa mendatang ketika perut kenyang: bahwa sumber kehidupan manusia ialah firman Allah - Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan (ay. 17, 18a). Kebahagiaan Israel semata-mata merupakan wujud dari kesetiaan Allah kepada sumpah perjanjian-Nya (ay. 18b; bdg. Kej. 15). Pada saat yang sama Tuhan akan mendatangkan kutukan-kutukan yang ditimbulkan oleh para pelanggar perjanjian.

* Ul 8:20 - Kamu pun akan binasa
Kamu pun akan binasa. Menyangkal pemilihan mereka sebagai milik khusus Tuhan dan penyatuan diri dengan orang Kanaan yang dikutuk di dalam kefasikan penyembahan berhala mereka akan mengakibatkan penyatuan Israel dengan penyembah berhala itu dalam kebinasaan mereka.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kesiapan mental dan cara hidup sering tidak dapat mengimbangi kemajuan teknologi yang semakin canggih. Itulah sebabnya ada istilah yang dipakai untuk menyatakan ketidak-siapan suatu masyarakat dalam mengimbangi kemajuan tekno-logi. Sikap mental tidak siap dengan kemakmuran, kecanggihan dan lain-lain bisa menyebabkan orang jadi sombong, mabuk kekayaan, mabuk jabatan dan sok hebat. Kesenjangan/keter-tinggalan budaya juga dapat terlihat dalam kehidupan umat percaya yang mengalami kemerosotan iman akibat ketidak-taatan kepada Tuhan.

Pada saat ini banyak orang diminta untuk "taat hukum dan taat pajak", tetapi apakah ada ketaatan yang terjadi? Demikian juga dengan ketaatan kita dalam melaksanakan pro-gram-program gereja terlebih taat pada Tuhan.

Melalui tema yang diangkat dari Ulangan 8:1-20 ini di-gambarkan "kehidupan berbahagia" dalam persekutuan dengan Allah sambil menikmati berkat-berkat-Nya bila hidup taat dan sebaliknya akan terjadi apabila mereka melalaikan/tidak taat pada perjanjian Tuhan. Dengan demikian kita diajak untuk hidup taat untuk menikmati berkat Tuhan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Ulangan memberi pengulangan dan penekanan kembali perjanjian yang dibuat antara Allah dan umat Israel. Secara khu-sus bagian pasal 8, ditemukan penyebutan berkat yaitu hidup dan bertambah banyak serta memasuki negeri yang dijanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka (ayat 1-10, 12-13), sedangkan malapetaka karena tidak taat, seperti bangsa-bangsa yang dibinasakan Tuhan di hadapan mereka (ayat 11, 14-20).

Ayat 1-10, 12-13. Ketaatan mendatangkan berkat. Israel harus mengakui kedaulatan Allah dan menjadi bangsa yang kudus, sehingga layak bagi Allah yang Kudus. Ini berarti melaksanakan tuntutan Allah melalui ketaatan mutlak dalam segala hal (ayat 1). Mereka harus mengingat siapa Dia, apa yang telah dilakukan-Nya dan percaya penuh apa yang dilakukan-Nya (ayat 2-6). Selan-jutnya mulai ayat 7 disebutkan berkat-berkat dalam ketaatan yang mereka alami yaitu negeri yang baik dan besar (terdapat sungai, mata air, lembah dan gunung), negeri yang kaya akan sumber daya alam yang potensial seperti gandum, anggur, pohon ara, delima, zaitun dan madu, gunung-gunungnya mengandung batuan berharga. Kelimpahan ditandai dengan ungkapan bahwa mereka akan makan roti sampai kenyang tanpa takut kekurangan (ayat 10).

Di ayat 12-13 ditegaskan lagi bentuk kemakmuran dan kemajuan yang mereka alami yaitu makanan yang berlimpah, rumah yang baik, pertambahan ternak, emas dan perak, kesimpulannya dalam ayat 13, "... segala yang ada padamu bertambah banyak". Dalam ayat 14 diungkapkan bahwa Allah perjanjian memberikan kekuatan kepada mereka untuk memperoleh kekayaan dengan maksud untuk mengukuhkan, memelihara perjanjian yang telah diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang mereka.

Ayat 11, 14-20. Ketidaktaatan mendatangkan malapetaka. Kema-juan dan kesejahteraan serta kedudukan baik dapat menggerus ketaatan mereka kepada Tuhan sehingga seperti dalam ayat 14 mereka menjadi tinggi hati dan melupakan Tuhan yang mem-bawa mereka keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan dan yang memimpin mereka di padang gurun (ayat 15).   Kesenjangan/ketertinggalan budaya (culture lag) dapat membuat mereka sombong. Dalam ayat 17 diingatkan ,".... Janganlah kaukatakan dalam hatimu: kekuasaanku dan kekuatan tanganku-lah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini", karena Tuhan-lah yang memberikan itu untuk menyatakan kesetiaan pada perjanjian yang telah diberikan-Nya.

Ketidaktaatan yang disebutkan dalam ayat 19 adalah melu-pakan Tuhan, mengikuti allah lain, beribadah dan menyembah kepadanya. Allah menginginkan ibadah umat-Nya benar-benar murni. Hubungan perjanjian itu bukan sekedar memuat hak dan kewajiban pihak-pihak yang mengadakan perjanjian. Allah meng-inginkan persekutuan yang lahir dari kasih yang tulus kepada-Nya. Ketaatan yang diharapkan dari umat-Nya adalah karena mereka benar-benar mengasihi Allah. Melakukan perintah Tuhan dengan setia itulah cara umat Israel untuk bersikap sebagai bangsa yang diberkati. Dasar dari semua sikap setia umat umat Israel adalah karena mereka tetap ingat untuk bersyukur. Umat yang bersyukur alias tahu diri akan menjadi setia dan taat. Mereka yang lupa bersyukur bagai kacang lupa akan kulitnya yang akan mendapatkan murka Tuhan menuju malapetaka. Mereka akan menderita kekalahan dan pada akhirnya dimusnahkan/ dibinasa-kan seperti bangsa-bangsa lain di sekitar mereka. Apabila kita melihat Ulangan pasal 28 (tentang daftar kutuk), maka akan terlihat kesungguhan Allah melaksanakan perjanjian-Nya baik berkat bagi yang taat dan malapetaka bagi yang tidak taat atau berpaling dari-Nya.

Kehidupan mapan dan semakin makmur yang menanti umat Israel tatkala memasuki tanah perjanjian perlu diikuti dengan sikap mental yang beriman teguh kepada Tuhan agar supaya tidak tergerus oleh kemajuan hidup yang mereka peroleh. Kalau tidak demikian mereka pun dapat mengalami kesenjangan budaya,  bahkan kemerosotan iman. Musa mengingatkan bangsa Israel untuk tetap setia dan taat kepada Allah perjanjian. Ketaatan mendatangkan berkat, ketidaktaatan mendatangkan malapetaka.

Makna dan Implikasi Firman

Allah menghendaki ketaatan yang bersumber dari kasih yang tulus kepada-Nya. Melalui bacaan ini dipertanyakan lagi motivasi ketaatan kita kepada Allah melalui ketaatan menjalankan tang-gung jawab (baca: peraturan gereja). Terkadang ketaatan kita bukan mengarah kepada Dia yang adalah sumber berkat tetapi lebih berorientasi pada figur manusia: pimpinan, atasan, pelayan khusus, dll. Akibatnya ialah ketika hubungan dengan dengan pelayan khusus atau pimpinan di tempat kerja menjadi tidak baik dapat mempengaruhi kinerja atau pemberian diri dalam kehi-dupan berjemaat karena ketaatan yang berorientasi pada hak dan kewajiban. Tuhan Allah sumber berkat, pemberi kesejahteraan sebagaimana dalam bacaan ini, Dialah yang harus kita taati.

Sudah ada contoh yang disaksikan oleh umat Israel bagai-mana bangsa-bangsa di sekitar mereka dikalahkan dan meng-alami kemusnahan/kebinasaan. Begitulah nasib apabila tidak setia dan berpaling dari Tuhan, bahwa ketidaksetiaan mendatangkan malapetaka. Bagaimana dengan keluarga kita, gereja kita, bangsa kita? Kalau bangsa-bangsa dulu kala terseleksi sehingga meng-alami kebinasaan dan tinggal nama saja dalam sejarah dunia, apakah kita juga akan demikian? Punah dan tinggal catatan bahwa pernah ada jemaat GMIM, pernah ada suku-suku yang ada di Minahasa, karena ketidaktaatan

Peran Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen akan terus ak-tual untuk melanjut-lanjutkan hidup yang mendatangkan berkat Tuhan. Minggu depan kita akan merayakan HUT PI dan Pen-didikan Kristen. Biarlah dengan Injil Tuhan kita hidup dalam ketaatan

Kemajuan zaman, kemakmuran, kedudukan dan semua peluang mendapatkan kehidupan yang lebih baik kiranya tidak akan membuat kita lupa bersyukur akan kebaikan-Nya. Sikap ketaatan harus diwujudkan dalam kerendahan hati untuk melakukan kehendak-Nya, sehingga kita tidak akan mengalami malapetaka atau kebinasaan, tetapi hidup dalam kesinambungan berkat Tuhan.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Bagaimanakah sikap-sikap yang taat maupun tidak taat menurut bacaan ini?
  2. Apa yang mendasari sikap taat saudara dalam melakukan berbagai program dalam lingkup jemaat di mana saudara berada?
  3. Apakah hal-hal yang dapat membuat jemaat lebih taat dalam menopang kegiatan gereja? 

NAS PEMBIMBING: Mazmur 31:20 

POKOK-POKOK DOA:

  • Sikap taat dan peduli warga jemaat terhadap kegiatan gereja dalam berbagai bidang
  • Ketaatan warga gereja dalam berbagai bidang pekerjaannya supaya boleh menjadi berkat di manapun

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK I 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Panggilan Beribadah : KJ. No. 9 Puji Hai Jiwaku

Ses Nas Pemb:NNBT No. 6 Allah Bapa Yang Kumuliakan

Ses Pengakuan Dosa & Pemberitaan  Anugerah Allah:NNBT No. 9 Ku Akan Selalu Bersyukur

Ses Pengakuan Iman : KJ No. 424 Yesus Menginginkan Daku

Ses Hukum Tuhan: KJ. No. 371 Kumau Berjalan Dengan Juruselamatku

Ses Pembacaan Alkitab: KJ. No. 52 Sabda Tuhan Allah

Persembahan : KJ No. 60 Hai Mahluk Alam Semesta

Penutup: NKB No 207 Taat, Setia Bertekad Yang Bulat 

ATRIBUT:
Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


Label:   Ulangan 8:1-20 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab
1 Korintus 15:1-11(1)
1 Korintus 1:1-9(1)
1 Korintus 1:4(1)
1 Korintus 1:8(2)
1 Petrus 2:1-10(1)
1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11(1)
1 Tawarikh 29:1-9(1)
2 Korintus 8:1-9(1)
2 Samuel 7:18-29(1)
Amsal 3:1-10(1)
Amsal 9:1-18(1)
Ayub 36:1-15(1)
azmur 92:14(1)
Filipi 4:2-9(1)
Kejadian 11:1-9(1)
Kejadian 8:1-22(1)
Kisah Para Rasul 3:1-10(1)
Kisah Para Rasul 4:32-37(1)
Kolose 1:3-14(1)
Kolose 3:18-25(1)
Kolose 3:5-17(1)
Lukas 1:39(1)
Lukas 1:39-45(1)
Lukas 1:40(1)
Lukas 1:41-42a(1)
Lukas 1:42b(1)
Lukas 1:43(1)
Lukas 1:44(1)
Lukas 24:13-35(1)
Lukas 2:21-40(1)
Markus 12:41-44(1)
Markus 15:1-20a(1)
Matius 1:20(1)
Matius 1:24(1)
Matius 1:25(1)
Matius 28:16-20(1)
Matius 3:1-12(1)
Matius 3:1-2(1)
Matius 3:10(1)
Matius 3:11-12(1)
Matius 3:3(1)
Matius 3:4-6(1)
Matius 3:7-8(1)
Matius 3:9-10(1)
Mazmur 106:1-12(2)
Mazmur 25:1-22(1)
Mazmur 25:14(1)
Mazmur 25:15-18(1)
Mazmur 25:19-22(1)
Mazmur 25:4-6(1)
Mazmur 25:7-9(1)
Mazmur 34:1-23(1)
Mazmur 40:17-18; Lukas 4:16-19(1)
Mazmur 92:6-16(1)
Nahum 1:11(1)
Nahum 1:12(1)
Nahum 1:13(1)
Nahum 1:15b(1)
Nahum 1:9-10(1)
Nahum 1:9-15(1)
Obaja 1:1-16(1)
Obaja 1:11-12(1)
Obaja 1:15-16(1)
Obaja 1:3-4(1)
Obaja 1:5-7(1)
Obaja 1:8-10(1)
Pengkhotbah 11:1-8(1)
Roma 8:1-17(1)
Ulangan 16:1-17(1)
Ulangan 8:1-20(1)
Wahyu 2:8-11(1)
Yeremia 10:6-16(1)
Yeremia 12:1 -17(1)
Yeremia 12:10-11(1)
Yeremia 12:12-13(1)
Yeremia 12:14(1)
Yeremia 30:1-11(1)
Yesaya 11:1-10(1)
Yesaya 11:10(1)
Yesaya 11:2-4(1)
Yesaya 11:5(1)
Yesaya 11:6-7(1)
Yesaya 11:8(1)
Yesaya 11:9(1)
Yesaya 35:1-10(1)
Yesaya 49:1-7(1)
Yoel 3:12-13(1)
Yoel 3:18 (1)
Yoel 3:19(1)
Yoel 3:9-21(1)
Yohanes 17:1–26(1)
Yohanes 21:1-14(1)
Yohanes 6:48-59(1)
Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,