|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Pembacaan Alkitab TEMA BULANAN: "Diutus Untuk Membebaskan"01 Mei 2016 (Kisah Para Rasul 3:1-10)MTPJ 1 - 7 Mei 2016 Diberdayakan Bukan Diperdayakan Kisah Para Rasul 3:1-10 TEMA MINGGUAN: "Diberdayakan Bukan Diperdayakan" Kisah Para Rasul 3:1-10 ALASAN PEMILIHAN TEMA Kemiskinan sering menjadi alasan yang digunakan untuk memperdaya orang lain. Orang miskin adalah kaum papa, yang tidak mengenyam pendidikan dan tidak memiliki pekerjaan te-tap. Hak-hak hidup mereka terabaikan oleh karena ketidak-berdayaan untuk keluar dari situasi dan kondisi yang sulit. Mereka mengalami "kelumpuhan hidup" baik fisik, psikis, sosial maupun ekonomi. Di antaranya adalah para penyandang "disabilitas" (cacat mental dan fisik), pembantu rumah tangga, buruh dan lain-lain. Buruh adalah pekerja upahan dan kurang dipedulikan kesejahteraannya. Mereka sering dimanfaatkan tenaganya oleh pihak yang berkepentingan. Dengan menyan-dang status sosial ini, membuat mereka dikelompokkan sebagai masyarakat yang terpinggirkan; kaum marjinal. Mereka tidak memiliki ruang dan peluang untuk memberdayakan hidupnya. Karena itu mereka sering melakukan aksi damai, agar pihak yang berkompeten memberdayakan mereka dengan pengeta-huan, ketrampilan dan upah yang wajar. Gaung kepedulian ini seharusnya membangkitkan upaya bersama untuk mengentaskan mereka yang mengalami kelum-puhan hidup. Gereja, pemerintah dan masyarakat terpanggil untuk terus peduli melalui suatu bentuk tindakan yang konkrit yaitu pendidikan untuk kehidupan (education for life) agar supaya mereka yang miskin, tak berdaya, tak berpendidikan janganlah dibodohi atau dimanfaatkan demi kepentingan pri-badi dan kelompok. Nelson Mandela mengatakan; "Education is the most powerful weapon which you can use to change the world" (pendidikan merupakan senjata yang paling ampuh yang dapat digunakan untuk merubah dunia). Pendidikan sa-ngat strategis untuk memberdayakan manusia keluar dari ketidakberdayaan dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian setiap orang memiliki kemampuan dan kemandirian untuk memberdayakan dirinya sendiri supaya tidak diperdayakan oleh orang lain. PEMBAHASAN TEMATIS Alur cerita ini sangat menarik, intinya adalah orang yang lumpuh dapat berjalan. Awalnya dituturkan mengenai kepergian Petrus dan Yohanes ke Bait Allah menjelang waktu sembahyang (Yun = proseuche; doa, berdoa) pada pukul tiga petang. Pukul 3 petang adalah waktu kedua untuk korban syukur yang berlangsung bersama-sama dengan doa rakyat. Di pintu gerbang Bait Allah ada seorang laki-laki yang lumpuh (Yun = cholos; lumpuh, timpang) sejak lahirnya (Yun= koilia, Ingg; womb; rahim, kandungan), usianya lebih dari empat puluh tahun (Kisah 4:22). Kelumpuhan ini membuat ia tak dapat melakukan apa-apa tanpa bantuan orang lain. Setiap hari ia diusung (Yun= bastazo; membawa, memikul) dan diletakkan di pintu yang bernama "Gerbang Indah." Pintu inilah yang menghubungkan halaman muka orang kafir (pintu halaman umum) dengan bagian yang lebih tinggi, yaitu halaman wanita. Di tempat inilah, ia biasa meminta sede-kah, kondisi ini menunjukkan bahwa ia mengalami kelumpuhan fisik dan ekonomi. Hidupnya bergantung dari belas kasihan orang lain. Ada tiga kali ditemukan kata meminta sedekah (ayat 2,3,10). Cara itulah yang dapat dilakukannya untuk menafkahi hidupnya atau keluarganya. Kemungkinan yang lain, sebagai penyandang disabilitas (individu yang mempunyai keterba-tasan fisik dan mental) ia dimanfaatkan oleh orang lain, untuk setiap hari meminta sedekah. Kata sedekah adalah terjemahan dari kata Yunani "elecmosume" yang berarti kemurahan hati atau pemberian yang dianugerahkan. Hal memberi sedekah dianggap oleh orang Farisi sebagai jasa besar dan digunakan untuk memperoleh nama harum, sebagai bentuk pencitraan agar dianggap orang yang murah hati dan memperoleh kebenaran di hadapan Allah. Cara mempraktekkan kemurahan seperti itu dikecam keras oleh Yesus (Bnd Mat 6:1-4). Orang lumpuh itu sudah biasa menghadapi banyak orang yang mengunjungi Bait Allah. Ia juga terbiasa dengan mereka yang tidak menaruh perhatian padanya dan tidak menganggapnya sebagai sesama yang butuh kemurahan hati (sedekah). Tetapi kali ini berbeda, Petrus dan Yohanes melihat dia sebagai sesama manusia, ia tidak meminta perhatian, melainkan merekalah yang memerintahkanya untuk menaruh perhatian."Lihatlah kepada kami" (Yun=blepo; melihat atau mengarahkan pikiran untuk sesuatu). Kontak mata yang terjadi adalah upaya membangun kepercayaan diri orang lumpuh itu. Muncul di hatinya pengharapan besar yaitu mendapatkan sesuatu lebih dari biasanya. Tatapan rasul itu tidak berdusta, sebab hal itu keluar dari hati mereka sebagai bentuk kasih dan perhatian. Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai kuberikan padamu. Barang atau benda hanya dapat memenuhi kebutuhan sementara saja, sesudah itu akan habis. Petrus dan Yohanes memberi lebih dari itu yaitu, penyembuhan. Hal ini lebih ber-harga dari emas dan perak. Demi nama Yesus Kristus, orang Nazareth itu, berjalanlah! (Yun = peripateo; berjalan, memanfaatkan peluang, melakukan sendiri). Di pihak lain bentuk kasih yang keluar dari hati para rasul telah "meng-edukasi" si lumpuh, bahwa pemberdayaan manusia tidak hanya menyangkut emas atau uang melainkan pembebasan yang sesungguhnya dari kebutuhan esensi dari manusia. Rasul-rasul tidak yang menyembuhkan melainkan Yesus. Yesus menjawab inti dari kebutuhan manusia yaitu kebebasan dari kelumpuhan hidup. Ia menyembuhkan baik fisik maupun psikis, jasmani dan rohani. Kuasa Yesus ini memulihkan harkat kemanusiaan orang lumpuh itu. Itulah pemberdayaan hidup yang sejati, bahwa manusia diangkat dari persoalan hidup yang paling mendasar yaitu penyelamatan dari kuasa dosa dan maut. Petrus memegang tangan kanan orang itu dan mem-bantunya berdiri. Tindakan ini adalah bentuk sentuhan fisik-spiritual sebagai tanda topangan dan empati dan bukan suatu bentuk "transfer kekuatan" untuk menyembuhkan seseorang. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu, ia bisa berjalan, bukan berjalan tanpa arah dan tujuan. Melainkan berjalan mengikuti Petrus dan Yohanes ke dalam Bait Allah sambil memuji Allah. Pemberdayaan orang lumpuh sehingga ia dapat mela-kukan banyak hal secara mandiri dengan potensi yang dimilikinya, menimbulkan kekaguman. Seluruh rakyat takjub dan tercengang tentang apa yang terjadi, ia telah berubah, bukan lagi si lumpuh yang biasa mengemis. Makna dan Implikasi Firman Kita sering menjumpai orang-orang yang mengalami kelumpuhan hidup. Kelumpuhan; memiliki arti konotatif (makna/kiasan) yang menggambarkan ketidakmampuan orang untuk memberdayakan dirinya dan juga denotative (arti sebenarnya); lumpuh fisik. Mereka perlu dibantu, namun justru yang terjadi sebaliknya, mereka sering diperdayakan. Bantuan sosial yang seharusnya dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan sering salah sasaran, penerimanya adalah orang yang "berduit" termasuk penerima tiga kartu sakti (kartu keluarga sejahtera, kartu Indonesia pintar, kartu Indonesia sehat). Tak heran kalau sampai saat ini, Indonesia masih mengoleksi jumlah penduduk miskin yang terus bertambah. Meningkatnya jumlah penduduk miskin berimbas pada peningkatan kejahatan. Karena itu gereja tidak boleh diam. Gereja harus berupaya keras untuk mengatasi akar persoalannya yaitu kebodohan dan kemalasan. Pendidikan adalah cara yang paling ampuh untuk membebaskan manusia dari kelumpuhan hidup. Melalui pendidikan diberikan pengetahuan dan ketram-pilan untuk berjuang dan bangkit memberdayakan diri secara mandiri. Sekolah dan Perguruan Tinggi yang dikelola oleh GMIM harus difasilitasi agar lebih meningkatkan kualitasnya. Pelayanan Rasul Petrus dan Yohanes menjadi acuan pelayanan gereja. Gereja tidak boleh menutup mata, telinga dan hati terhadap jeritan dan kesusahan orang lumpuh (fisik, psikis, jasmani, rohan). Gereja harus mampu berbuat sesuatu agar mereka dapat bergerak maju (move on) bahkan bahkan move up (naik, bangkit), Demi nama Yesus Kristus. Bentuk pelayanan ini tidak hanya dalam bentuk barang seperti uang, makanan, minuman dan lain-lain, melainkan pemberdayaan hidup manusia seutuhnya, "from womb to tomb", dari lahir sampai mati. Pemberian berupa benda hanya akan menimbulkan ketergantungan pada pihak pemberi dan ketidakmandirian bagi yang menerima. Cara ini juga dapat dimanfaatkan (eksploitasi), demi keuntungan orang lain. Kepedulian gereja tidak hanya berlaku pada hari Natal dan Paskah berupa pelayanan diakonia karitatif yang secara konvensional masih kita lakukan. Di hari Kenaikan Tuhan Yesus ke surga ini, gereja perlu melakukan lebih dari itu, yaitu diakonia reformatif dan transformatif. Diakonia reformatif menekankan aspek pembangunan seperti sekolah, pusat kesehatan, penyu-luhan, bimas dan koperasi. Sedangkan diakonia transformatif adalah suatu upaya agar masyarakat memperjuangkan hak-hak hidup seperti hak makan, minum, pakaian, nafas, kerja, lingkungan yang sehat yang telah hilang karena dirampas atau diambil oleh pihak lain. Tidak cukup hanya dengan memberi ikan atau beras, tapi kail atau cangkul, bahkan menyiapkan alat dan tempat/lahan untuk bekerja. Gereja harus melibatkan semua orang melakukan tindakan iman ini sehingga ada banyak orang yang dibantu keluar dari realitas hidup yang tak berdaya menjadi berjaya. Sehingga sepanjang hidupnya memuliakan Tuhan. Tidak hanya menjadi penonton yang takjub dan tercengang tetapi menjadi pelaku yang meno-pang pemberdayaan sesama manusia. Itulah harapan kita merayakan Hari Buruh, Hari Pendidikan Nasional dan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus sambil menantikan kedatangan-Nya kembali. Untuk itu kita harus membangun dunia pendidikan yang berkualitas, sehingga dapat mengen-taskan kemiskinan demi peningkatan kesejahteraan hidup manusia. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
NAS PEMBIMBING: Galatia 6:10 POKOK-POKOK DOA:
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK 1 NYANYIAN YANG DIUSULKAN: Panggilan Beribadah : KJ No.454 Indahnya Saat Yang Teduh Ses Nas Pembimbing : KJ No.437 : 5,6 Kucoba Pengakuan Dosa : KJ No. 33 Suara-Mu kudengar Berita Anugerah : NNBT No. 34 Tuhanlah Perlindunganku Hukum Tuhan : KJ No. 432 Jika Padaku Ditanyakan Ses Khotbah : KJ No. 391 : 4,5 Puji Tuhan, Haleluya Persembahan:NKB No.199 Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan Penutup : Mas Perak Kutak punya ATRIBUT: Warna dasar putih dengan lambang bunga bakung dengan salib berwarna kuning. Label: Kisah Para Rasul 3:1-10
Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab 1 Korintus 15:1-11(1) 1 Korintus 1:1-9(1) 1 Korintus 1:4(1) 1 Korintus 1:8(2) 1 Petrus 2:1-10(1) 1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11(1) 1 Tawarikh 29:1-9(1) 2 Korintus 8:1-9(1) 2 Samuel 7:18-29(1) Amsal 3:1-10(1) Amsal 9:1-18(1) Ayub 36:1-15(1) azmur 92:14(1) Filipi 4:2-9(1) Kejadian 11:1-9(1) Kejadian 8:1-22(1) Kisah Para Rasul 3:1-10(1) Kisah Para Rasul 4:32-37(1) Kolose 1:3-14(1) Kolose 3:18-25(1) Kolose 3:5-17(1) Lukas 1:39(1) Lukas 1:39-45(1) Lukas 1:40(1) Lukas 1:41-42a(1) Lukas 1:42b(1) Lukas 1:43(1) Lukas 1:44(1) Lukas 24:13-35(1) Lukas 2:21-40(1) Markus 12:41-44(1) Markus 15:1-20a(1) Matius 1:20(1) Matius 1:24(1) Matius 1:25(1) Matius 28:16-20(1) Matius 3:1-12(1) Matius 3:1-2(1) Matius 3:10(1) Matius 3:11-12(1) Matius 3:3(1) Matius 3:4-6(1) Matius 3:7-8(1) Matius 3:9-10(1) Mazmur 106:1-12(2) Mazmur 25:1-22(1) Mazmur 25:14(1) Mazmur 25:15-18(1) Mazmur 25:19-22(1) Mazmur 25:4-6(1) Mazmur 25:7-9(1) Mazmur 34:1-23(1) Mazmur 40:17-18; Lukas 4:16-19(1) Mazmur 92:6-16(1) Nahum 1:11(1) Nahum 1:12(1) Nahum 1:13(1) Nahum 1:15b(1) Nahum 1:9-10(1) Nahum 1:9-15(1) Obaja 1:1-16(1) Obaja 1:11-12(1) Obaja 1:15-16(1) Obaja 1:3-4(1) Obaja 1:5-7(1) Obaja 1:8-10(1) Pengkhotbah 11:1-8(1) Roma 8:1-17(1) Ulangan 16:1-17(1) Ulangan 8:1-20(1) Wahyu 2:8-11(1) Yeremia 10:6-16(1) Yeremia 12:1 -17(1) Yeremia 12:10-11(1) Yeremia 12:12-13(1) Yeremia 12:14(1) Yeremia 30:1-11(1) Yesaya 11:1-10(1) Yesaya 11:10(1) Yesaya 11:2-4(1) Yesaya 11:5(1) Yesaya 11:6-7(1) Yesaya 11:8(1) Yesaya 11:9(1) Yesaya 35:1-10(1) Yesaya 49:1-7(1) Yoel 3:12-13(1) Yoel 3:18 (1) Yoel 3:19(1) Yoel 3:9-21(1) Yohanes 17:1–26(1) Yohanes 21:1-14(1) Yohanes 6:48-59(1) Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11(1) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,