gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 3662 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN: "Diutus Untuk Membebaskan"

TEMA MINGGUAN: "Diberdayakan Bukan Diperdayakan"
Bahan Alkitab : Kisah Para Rasul 3:1-10

Kisah Para Rasul 3:1-10
Petrus menyembuhkan orang lumpuh
3:1 Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. 3:2 Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. 3:3 Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. 3:4 Mereka menatap dia dan Petrus berkata: "Lihatlah kepada kami." 3:5 Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka. 3:6 Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" 3:7 Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. 3:8 Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. 3:9 Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah, 3:10 lalu mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya.


Penjelasan:

* Kis 3:1 - Petrus dan Yohanes, // Bait Allah. Pukul tiga petang
Petrus dan Yohanes, saudara dari Yakobus sering kali disebut sebagai dua rasul utama dalam gereja mula-mula. Para murid melanjutkan kebiasaan menyembah Allah secara Yahudi di Bait Allah. Pukul tiga petang merupakan saat berdoa dan saat mempersembahkan kurban malam hari.

* Kis 3:2 - Gerbang Indah
Para rasul melewati Pelataran untuk Bangsa Bukan Yahudi ke gerbang yang dinamakan Gerbang Indah yang menuju ke Pelataran untuk Perempuan, di mana mereka menjumpai orang lumpuh yang diletakkan di sana setiap hari untuk meminta-minta.

* Kis 3:6-8
Petrus tidak mempunyai uang untuk diberikan kepada orang tersebut, tetapi ia memberikan yang jauh lebih baik - kekuatan untuk kakinya yang lumpuh. Penyembuhan itu langsung terjadi; dan orang yang disembuhkan mengiringi para rasul memasuki Bait Allah sambil melompat-lompat karena sukacita atas kekuatan yang baru saja diperolehnya, sambil memuji-muji Allah.

* Kis 3:9-10
Seruan-seruannya menarik perhatian banyak orang, yang terperanjat menyaksikan orang yang setiap hari mereka lihat tergeletak di Gerbang Indah kini melompat-lompat karena sukacita.

* Kuasa yang menembus batas
Bagaimana kuasa Roh Kudus berkarya melalui gereja menembus batas-batas yang dibuat oleh manusia? Melalui kuasa-Nya atas para murid-Nya dan juga kepekaan yang dibangun Tuhan dalam diri mereka, sehingga mereka bertindak dalam kuasa-Nya untuk mengubah dunia ini.
Perikop hari ini memperlihatkan bagaimana dua murid Yesus mampu melihat kebutuhan terdalam seseorang yang lumpuh sejak lahirnya. Orang itu membutuhkan Tuhan Yesus untuk menjamah hidupnya (ayat 6). Lewat kesembuhan yang dia terima, ia mengalami kasih dan kuasa Allah yang membuat harkat kemanusiaannya dipulihkan. Kepekaan itu tidak dimiliki oleh orang-orang lain yang melewati si lumpuh setiap hari. Bagi mereka, si lumpuh hanyalah realitas sosial yang wajar, sehingga perhatian dalam bentuk sekadar uang sedekah untuk menyambung hidup dianggap sudah cukup. Bahkan mungkin sekali mereka memberikan uang tersebut dengan mengharapkan berkat Tuhan sebagai imbalan atas \"kesalehan\" mereka. Si lumpuh itu pun pada mulanya berpikir sama. Ia hanya menaruh harap ada orang yang berbelas kasih untuk kepapaannya sehingga ia dapat menyambung hidup sehari demi sehari (ayat 3, 5).
Tindakan Petrus dan Yohanes membuka mata orang banyak bahwa Allah berkuasa dan peduli pada manusia, melebihi kepedulian sosial. Tindakan mereka patut menjadi teladan gereja masa kini. Tugas gereja adalah memberitakan kabar baik bahwa Allah peduli dan mengasihi semua manusia, serta mewujudkan kabar baik itu dalam tindakan nyata. Kita saat ini dipanggil untuk melihat dengan kacamata Allah yang peka akan kebutuhan riil setiap manusia, terutama mereka yang menderita. Sudut pandang Allah menembus batas status ekonomi, agama, golongan, suku, budaya, dan ideologi. Belajar dari Petrus dan Yohanes, kita belajar bahwa orang percaya tidak boleh berhenti pada sikap takjub dan tercengang, tetapi mampu melanjutkan karya Allah yang telah dinyatakan itu melalui kepedulian pada sesama.

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kemiskinan sering menjadi alasan yang digunakan untuk memperdaya orang lain. Orang miskin adalah kaum papa, yang tidak mengenyam pendidikan dan tidak memiliki pekerjaan te-tap. Hak-hak hidup mereka terabaikan oleh karena ketidak-berdayaan untuk keluar dari situasi dan kondisi yang sulit. Mereka mengalami "kelumpuhan hidup" baik fisik, psikis, sosial maupun ekonomi. Di antaranya adalah para penyandang "disabilitas" (cacat mental dan fisik), pembantu rumah tangga, buruh dan lain-lain. Buruh adalah pekerja upahan dan kurang dipedulikan kesejahteraannya. Mereka sering dimanfaatkan tenaganya oleh pihak yang berkepentingan. Dengan menyan-dang status sosial ini, membuat mereka dikelompokkan sebagai masyarakat yang terpinggirkan; kaum marjinal. Mereka tidak memiliki ruang dan peluang untuk memberdayakan hidupnya.  Karena itu mereka sering melakukan aksi damai, agar pihak yang berkompeten memberdayakan mereka dengan pengeta-huan, ketrampilan dan upah yang wajar.

Gaung kepedulian ini seharusnya membangkitkan upaya bersama untuk mengentaskan mereka yang mengalami kelum-puhan hidup. Gereja, pemerintah dan masyarakat terpanggil untuk terus peduli melalui suatu bentuk tindakan yang konkrit  yaitu pendidikan untuk kehidupan (education for life) agar supaya mereka yang miskin, tak berdaya, tak berpendidikan janganlah dibodohi atau dimanfaatkan demi kepentingan pri-badi dan kelompok.

Nelson Mandela mengatakan; "Education is the most powerful weapon which you can use to change the world" (pendidikan merupakan senjata yang paling ampuh yang dapat digunakan untuk merubah dunia). Pendidikan sa-ngat strategis untuk memberdayakan manusia keluar dari ketidakberdayaan dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian setiap orang memiliki kemampuan dan kemandirian untuk memberdayakan dirinya sendiri supaya tidak diperdayakan oleh orang lain.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Alur cerita ini sangat menarik, intinya adalah orang yang lumpuh dapat berjalan. Awalnya dituturkan mengenai kepergian Petrus dan Yohanes ke Bait Allah menjelang waktu sembahyang (Yun = proseuche; doa, berdoa) pada pukul tiga petang. Pukul 3 petang adalah waktu kedua untuk korban syukur yang berlangsung bersama-sama dengan doa rakyat.

Di pintu gerbang Bait Allah ada seorang laki-laki yang lumpuh (Yun = cholos; lumpuh, timpang) sejak lahirnya (Yun= koilia, Ingg; womb; rahim, kandungan), usianya lebih dari empat puluh tahun (Kisah 4:22). Kelumpuhan ini membuat ia tak dapat melakukan apa-apa tanpa bantuan  orang lain. Setiap hari ia diusung (Yun= bastazo; membawa, memikul) dan diletakkan di pintu yang bernama "Gerbang Indah." Pintu inilah yang menghubungkan halaman muka orang kafir (pintu halaman umum) dengan bagian yang lebih tinggi, yaitu halaman wanita. Di tempat inilah, ia biasa meminta sede-kah, kondisi ini menunjukkan bahwa ia mengalami kelumpuhan fisik dan ekonomi. Hidupnya bergantung dari belas kasihan orang lain.

Ada tiga kali ditemukan  kata meminta sedekah (ayat 2,3,10). Cara itulah yang dapat dilakukannya untuk menafkahi hidupnya atau keluarganya. Kemungkinan yang lain, sebagai penyandang disabilitas (individu yang mempunyai keterba-tasan fisik dan mental) ia dimanfaatkan oleh orang lain, untuk setiap hari meminta sedekah.

Kata sedekah adalah terjemahan dari kata Yunani "elecmosume" yang berarti kemurahan hati atau pemberian yang dianugerahkan. Hal memberi sedekah dianggap oleh orang Farisi sebagai jasa besar dan digunakan untuk memperoleh nama harum, sebagai bentuk pencitraan agar dianggap orang yang murah hati dan memperoleh kebenaran di hadapan Allah.  Cara mempraktekkan kemurahan seperti itu dikecam keras oleh Yesus (Bnd Mat 6:1-4).

Orang lumpuh itu sudah biasa menghadapi banyak orang yang mengunjungi Bait Allah. Ia juga terbiasa dengan mereka yang tidak menaruh perhatian padanya dan tidak menganggapnya sebagai sesama yang butuh kemurahan hati (sedekah). Tetapi kali ini berbeda,  Petrus dan Yohanes melihat dia sebagai sesama manusia, ia tidak meminta perhatian, melainkan merekalah yang memerintahkanya untuk menaruh perhatian."Lihatlah kepada kami" (Yun=blepo; melihat atau mengarahkan pikiran untuk sesuatu). Kontak mata yang terjadi adalah upaya membangun kepercayaan diri orang lumpuh itu. Muncul di hatinya pengharapan besar yaitu mendapatkan sesuatu lebih dari biasanya. Tatapan rasul itu tidak berdusta, sebab hal itu keluar dari hati mereka sebagai bentuk kasih dan perhatian. Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai  kuberikan padamu.

Barang atau benda hanya dapat memenuhi kebutuhan sementara saja, sesudah itu akan habis.  Petrus dan Yohanes memberi lebih dari itu yaitu, penyembuhan. Hal ini lebih ber-harga dari emas dan perak. Demi nama Yesus Kristus, orang Nazareth itu, berjalanlah! (Yun = peripateo; berjalan,  memanfaatkan peluang, melakukan sendiri). Di pihak lain bentuk kasih yang keluar dari hati para rasul telah "meng-edukasi" si lumpuh, bahwa pemberdayaan manusia tidak hanya menyangkut emas atau uang melainkan pembebasan yang sesungguhnya dari kebutuhan esensi dari manusia.

Rasul-rasul tidak yang menyembuhkan melainkan Yesus. Yesus menjawab inti dari kebutuhan manusia yaitu kebebasan dari kelumpuhan hidup. Ia menyembuhkan baik fisik maupun psikis, jasmani dan rohani. Kuasa Yesus ini memulihkan harkat kemanusiaan orang lumpuh itu. Itulah pemberdayaan hidup yang sejati, bahwa manusia diangkat dari persoalan hidup yang paling mendasar yaitu penyelamatan dari kuasa dosa dan maut.

Petrus memegang tangan kanan orang itu dan mem-bantunya berdiri. Tindakan ini adalah bentuk sentuhan fisik-spiritual sebagai tanda topangan dan empati dan bukan suatu bentuk "transfer kekuatan" untuk menyembuhkan seseorang.  Seketika itu  juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu, ia bisa berjalan, bukan berjalan tanpa arah dan tujuan. Melainkan berjalan mengikuti Petrus dan Yohanes ke dalam Bait Allah sambil memuji Allah.

Pemberdayaan orang lumpuh sehingga ia dapat  mela-kukan banyak hal secara mandiri dengan potensi yang dimilikinya, menimbulkan kekaguman. Seluruh rakyat takjub dan tercengang tentang apa yang terjadi, ia telah berubah, bukan lagi si lumpuh yang biasa mengemis.

Makna dan Implikasi Firman

Kita sering menjumpai orang-orang yang mengalami kelumpuhan hidup. Kelumpuhan; memiliki arti konotatif (makna/kiasan) yang menggambarkan ketidakmampuan orang untuk memberdayakan dirinya dan juga denotative (arti sebenarnya); lumpuh fisik. Mereka perlu  dibantu, namun justru yang terjadi sebaliknya, mereka sering  diperdayakan. Bantuan sosial yang seharusnya dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan sering salah sasaran, penerimanya adalah orang yang "berduit" termasuk penerima tiga kartu sakti (kartu keluarga sejahtera, kartu Indonesia pintar, kartu Indonesia sehat). Tak heran kalau sampai saat ini, Indonesia masih mengoleksi jumlah penduduk miskin yang terus bertambah.

Meningkatnya jumlah penduduk miskin berimbas pada peningkatan kejahatan. Karena itu gereja tidak boleh diam. Gereja harus berupaya keras untuk mengatasi akar persoalannya yaitu kebodohan dan kemalasan. Pendidikan adalah cara yang paling ampuh untuk membebaskan manusia dari kelumpuhan hidup. Melalui pendidikan diberikan pengetahuan dan ketram-pilan untuk berjuang dan bangkit memberdayakan diri secara mandiri. Sekolah dan Perguruan Tinggi yang dikelola oleh GMIM harus difasilitasi agar lebih meningkatkan kualitasnya.

 Pelayanan Rasul Petrus dan Yohanes menjadi acuan pelayanan gereja. Gereja tidak boleh menutup mata, telinga dan hati terhadap jeritan dan kesusahan orang lumpuh (fisik, psikis, jasmani, rohan). Gereja harus mampu berbuat sesuatu agar mereka dapat bergerak maju (move on) bahkan  bahkan move up (naik, bangkit), Demi nama Yesus Kristus.

Bentuk pelayanan ini  tidak hanya dalam bentuk barang seperti uang, makanan, minuman dan lain-lain, melainkan pemberdayaan hidup manusia seutuhnya, "from womb to tomb", dari lahir sampai mati. Pemberian berupa benda hanya akan menimbulkan ketergantungan pada pihak pemberi dan ketidakmandirian bagi yang menerima. Cara ini juga dapat dimanfaatkan (eksploitasi), demi keuntungan orang lain.

Kepedulian gereja  tidak hanya berlaku pada hari Natal dan Paskah berupa pelayanan diakonia karitatif yang secara konvensional masih kita lakukan. Di hari Kenaikan Tuhan Yesus ke surga ini, gereja perlu melakukan lebih dari itu, yaitu diakonia reformatif dan transformatif. Diakonia reformatif menekankan aspek pembangunan seperti sekolah, pusat kesehatan, penyu-luhan, bimas dan koperasi. Sedangkan diakonia transformatif adalah suatu upaya agar masyarakat memperjuangkan hak-hak hidup seperti hak makan, minum, pakaian, nafas, kerja, lingkungan yang sehat  yang telah hilang karena dirampas atau diambil oleh pihak lain. Tidak cukup hanya dengan memberi ikan atau beras, tapi kail atau cangkul,  bahkan menyiapkan alat dan tempat/lahan untuk bekerja.

Gereja harus melibatkan semua orang melakukan tindakan iman ini sehingga ada banyak orang yang dibantu keluar dari realitas hidup yang tak berdaya menjadi berjaya. Sehingga sepanjang hidupnya memuliakan Tuhan. Tidak hanya menjadi penonton yang takjub dan tercengang tetapi menjadi pelaku yang meno-pang pemberdayaan sesama manusia.

Itulah harapan kita merayakan Hari Buruh, Hari Pendidikan Nasional dan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus sambil menantikan kedatangan-Nya kembali. Untuk itu kita harus membangun dunia pendidikan yang berkualitas, sehingga dapat mengen-taskan kemiskinan demi peningkatan kesejahteraan hidup manusia. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa yang kita pahami tentang pemberdayaan hidup menurut teks ini dan siapakah yang melakukannya serta bagaimanakah upaya pemberdayaan itu dipraktekkan ?
  2. Bagaimanakah pelayanan gereja sesuai dengan tritugas gereja (persekutuan, kesaksian dan pelayanan) untuk mem-berdayakan mereka yang mengalami kelumpuhan hidup ?.

NAS PEMBIMBING: Galatia 6:10 

POKOK-POKOK DOA:

  • Penyandang disabilitas, orang miskin, pengangguran, kaum buruh
  • Pelayanan Gereja untuk pemberdayaan jemaat
  • Peningkatan harkat dan derajat manusia melalui program pemerintah yang tepat sasaran
  • Kepedulian meningkatkan kualitas pendidikan

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK 1 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Panggilan Beribadah : KJ No.454 Indahnya Saat Yang Teduh

Ses Nas Pembimbing : KJ No.437 : 5,6 Kucoba

Pengakuan Dosa : KJ No. 33 Suara-Mu kudengar

Berita Anugerah : NNBT No. 34 Tuhanlah Perlindunganku

Hukum Tuhan : KJ No. 432  Jika Padaku Ditanyakan

Ses Khotbah : KJ  No. 391 : 4,5 Puji Tuhan, Haleluya

Persembahan:NKB No.199 Sudahkah Yang Terbaik Kuberikan

Penutup : Mas Perak Kutak punya

ATRIBUT:

Warna dasar putih dengan lambang bunga bakung dengan salib berwarna kuning.


Label:   Kisah Para Rasul 3:1-10 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab
1 Korintus 15:1-11(1)
1 Korintus 1:1-9(1)
1 Korintus 1:4(1)
1 Korintus 1:8(2)
1 Petrus 2:1-10(1)
1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11(1)
1 Tawarikh 29:1-9(1)
2 Korintus 8:1-9(1)
2 Samuel 7:18-29(1)
Amsal 3:1-10(1)
Amsal 9:1-18(1)
Ayub 36:1-15(1)
azmur 92:14(1)
Filipi 4:2-9(1)
Kejadian 11:1-9(1)
Kejadian 8:1-22(1)
Kisah Para Rasul 3:1-10(1)
Kisah Para Rasul 4:32-37(1)
Kolose 1:3-14(1)
Kolose 3:18-25(1)
Kolose 3:5-17(1)
Lukas 1:39(1)
Lukas 1:39-45(1)
Lukas 1:40(1)
Lukas 1:41-42a(1)
Lukas 1:42b(1)
Lukas 1:43(1)
Lukas 1:44(1)
Lukas 24:13-35(1)
Lukas 2:21-40(1)
Markus 12:41-44(1)
Markus 15:1-20a(1)
Matius 1:20(1)
Matius 1:24(1)
Matius 1:25(1)
Matius 28:16-20(1)
Matius 3:1-12(1)
Matius 3:1-2(1)
Matius 3:10(1)
Matius 3:11-12(1)
Matius 3:3(1)
Matius 3:4-6(1)
Matius 3:7-8(1)
Matius 3:9-10(1)
Mazmur 106:1-12(2)
Mazmur 25:1-22(1)
Mazmur 25:14(1)
Mazmur 25:15-18(1)
Mazmur 25:19-22(1)
Mazmur 25:4-6(1)
Mazmur 25:7-9(1)
Mazmur 34:1-23(1)
Mazmur 40:17-18; Lukas 4:16-19(1)
Mazmur 92:6-16(1)
Nahum 1:11(1)
Nahum 1:12(1)
Nahum 1:13(1)
Nahum 1:15b(1)
Nahum 1:9-10(1)
Nahum 1:9-15(1)
Obaja 1:1-16(1)
Obaja 1:11-12(1)
Obaja 1:15-16(1)
Obaja 1:3-4(1)
Obaja 1:5-7(1)
Obaja 1:8-10(1)
Pengkhotbah 11:1-8(1)
Roma 8:1-17(1)
Ulangan 16:1-17(1)
Ulangan 8:1-20(1)
Wahyu 2:8-11(1)
Yeremia 10:6-16(1)
Yeremia 12:1 -17(1)
Yeremia 12:10-11(1)
Yeremia 12:12-13(1)
Yeremia 12:14(1)
Yeremia 30:1-11(1)
Yesaya 11:1-10(1)
Yesaya 11:10(1)
Yesaya 11:2-4(1)
Yesaya 11:5(1)
Yesaya 11:6-7(1)
Yesaya 11:8(1)
Yesaya 11:9(1)
Yesaya 35:1-10(1)
Yesaya 49:1-7(1)
Yoel 3:12-13(1)
Yoel 3:18 (1)
Yoel 3:19(1)
Yoel 3:9-21(1)
Yohanes 17:1–26(1)
Yohanes 21:1-14(1)
Yohanes 6:48-59(1)
Zakharia 9:9-10; Lukas 2:8-11(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,