gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1443 kali
Download MP3 Music

MTPJ 20 - 26 Desember 2015

TEMA BULANAN:"Terang Yesus Kristus Bagi Bangsa"
TEMA MINGGUAN:"Yesus Kristus Terang Dunia"
Bahan Alkitab : Mazmur 27:1-4 ;Yohanes 8:12-14

Mazmur 27:1-4 ;
Konteks
Aman dalam perlindungan Allah
27:1 Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? 27:2 Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh. 27:3 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya. 27:4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.


Penjelasan:
* Mzm 27:1-3 - Tuhan adalah terangku dan keselamatanku // terangku // terang, keselamatan, // kekuatan,
Percaya Tanpa Syarat. Tuhan adalah terangku dan keselamatanku. Ungkapan-ungkapan kegembiraan ini memperkenalkan suasana tenteram. Dalam bagian lain manapun dalam Perjanjian Lama tidak pernah Tuhan disebut sebagai terangku. Karena pemazmur menyatakan Allah sebagai terang, keselamatan, dan kekuatan, maka tidak ada alasan untuk merasa takut atau panik. Ketenteramannya tidak dengan syarat-syarat lahiriah, tetapi tanpa syarat.

* Mzm 27:4-6 - Satu hal telah kuminta kepada Tuhan
Keinginan Terbesar dalam Hidup. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan. Seperti pendapat banyak penafsir, satu hal yang diminta itu tidak mungkin sama dengan Bait Allah. Itu pasti mengacu pada dasar dari keinginan yang terdiri dari tiga bagian itu. Dasar atau penyebut yang sama itu kemungkinan besar adalah kehadiran Tuhan, yang dicari dan diingini pemazmur. Realisasi dari kehadiran Tuhan ini terjadi dengan cara berdiam di dalam rumah Allah, melihat keindahan-Nya, dan menyelidiki Bait-Nya. Kehadiran yang sama ini menimbulkan rasa aman ketika menghadapi kesusahan.


Yohanes 8:12-14
Konteks
Yesus adalah terang dunia
8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." 8:13 Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar." 8:14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.


Penjelasan:
* Yoh 8:12
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya, "Akulah688 terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."
Dalam peristiwa yang baru berakhir, Tuhan Yesus bersinar sebagai terang dunia, dan mereka, saksi yang berdosa, mundur dari terang itu. Peristiwa itu menjadi batu loncatan bagi perdebatan yang berikut ini. Seolah-olah Dia meringkaskan peristiwa itu dan percakapan yang berikut dengan memakai ungkapan Akulah terang dunia. Ungkapan ini sangat mengejutkan dalam konteks akhir hari Raya Pondok Daun, karena selain menuangkan air di mezbah, mereka juga menyalakan empat lampu besar di Pelataran Wanita, dan bersukacita menari sepanjang malam dengan obor.

Ungkapan ini juga terkait erat dengan pasal 1:5, yang berkata, "Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya." Seluruh pasal 8, dan sebenarnya pasal 9 juga, merupakan uraian dari ungkapan singkat ini.

Dalam Perjanjian Lama, terang memiliki banyak konotasi. Kemuliaan TUHAN Allah bercahaya dari awan pada siang hari dan dari api pada malam hari, untuk menuntun (Keluaran 13:21-22) dan melindungi (Keluaran 14:19-25) umat Israel. Pemazmur berkata, "TUHAN adalah terangku dan keselamatanku..." (Mazmur 27:1) dan "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105). Bandingkalah juga Zakharia 14:5-7 dan Yesaya 60:19-22.689 Pernyataan Akulah terang dunia membawa kesan yang kaya bagi umat Israel. Pernyataan ini bukan hanya sekadar teologia. Ada berkat bagi orang yang menerapkannya: ia akan mempunyai terang hidup, yaitu terang yang menghasilkan hidup, sama seperti Roti Hidup menghasilkan hidup.

Tema terang dunia tidak diteruskan secara terang-terangan dalam pasal ini, karena orang-orang Yahudi menantang hak Tuhan Yesus untuk bersaksi mengenai diri-Nya sendiri. Ungkapan terang dunia, yang merupakan latar belakang pasal 9, diulangi dalam pasal 9:5. Tema ini mencapai puncak pada akhir pasal 9. Di situlah Tuhan Yesus meringkaskan seluruhnya dengan berkata bahwa orang buta melihat terang, dan orang yang dapat melihat, buta terhadap terang.

* Yoh 8:13
Kata orang-orang Farisi kepada-Nya, "Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar."
Tema "Terang Dunia" tidak ditanggapi oleh orang-orang Farisi itu. Mereka mencari peluang untuk menyerang Dia, sehingga mereka mengetengahkan masalah kesaksian-Nya. Mungkin mereka memikirkan masalah kesaksian karena dalam pasal 8:2-11 yang menuduh perempuan itu adalah saksi.
Menurut Morris690, ungkapan kesaksian-Mu tidak benar berarti bahwa bagi mereka, kesaksian-Nya tidak memenuhi syarat yang sah, sehingga tidak perlu diterima. Mereka tidak memikirkan kebenaran, mereka memikirkan prosedur.
Dalam pasal 5:31 Tuhan Yesus berkata, "Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar". Mungkin mereka mengutip Dia untuk membungkamkan Dia, tetapi maksud-Nya dalam pasal 5:31 adalah bahwa Dia tidak membawa suatu kesaksian yang bebas dari kehendak Allah Bapa.
Hukum Taurat mewajibkan lebih dari satu saksi untuk menghukum orang (Ulangan 17:6 dan 19:15) sehingga kesaksian seorang diri mengenai dirinya sendiri tidak cukup untuk menghukum orang.

* Yoh 8:14
Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya, "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.
Kebenaran yang telah diuraikan dalam 5:19-30 dan 36-37 diulangi dalam bagian ini dengan kata-kata yang hampir sama.691 Mereka menolak kesaksian-Nya, padahal mereka tidak tahu apa-apa mengenai Dia. Mereka tidak layak menilai kesaksian Tuhan Yesus.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kegelapan sering tidak menyenangkan. Dalam konteks teologi, kegelapan adalah gambaran kehidupan dalam dosa, ketiadaan harapan dan kebinasaan. Karena itu kegelapan harus dihalau atau disingkirkan dalam kehidupan manusia supaya manusia menikmati keselamatan. Di dalam Yesus, Allah datang menyinari dunia yang penuh kegelapan. Yesus Kristus adalah Terang Dunia (I am the light of the world).

Perayaan minggu adven terakhir ini mengambil tema "Yesus Kristus Terang Dunia". Pemilihan tema ini dimaksudkan agar umat dapat mempersiapkan dirinya secara pribadi ataupun persekutuan (keluarga, jemaat) untuk menerima kehadiran Kristus menerangi hidupnya, berjalan dalam terang-Nya tetapi juga ikut berperan menghadirkan terang Kristus di tengah dunia. Perayaan Natal Yesus tidak hanya dipenuhi dengan berbagai simbol dan atribut sehingga  menjadi perayaan ritual semata melainkan harus dimaknai dalam realitas kehidupan sehari-hari, menyingkirkan kegelapan dalam kehidupan manusia.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Mazmur 27:1-4 merupakan pengakuan iman pribadi pemazmur (Daud), yang lahir  dalam suatu proses hidup yang penuh dengan berbagai tantangan. Pengakuan ini dimulai dengan pernyataan iman personal, Tuhan adalah terangku, keselamatanku, dan benteng hidupku kemudian ditegaskan melalui pertanyaan,  kepada siapa aku harus takut? Terhadap siapakah aku harus gemetar ?

Realitas keseharian dipaparkannya melalui upaya para penjahat, yang disebutnya sebagai lawan atau musuh yang berusaha menghancurkannya, namun justru mereka sendiri tergelincir dan jatuh. Ketidaktakutan berkaitan keyakinan akan keselamatan oleh terang Tuhan. Ia tetap percaya, sekalipun dikepung para tentara atau berhadapan dengan peperangan.

Pengakuan pemazmur tentang Tuhan adalah terang dan kesela-matan menunjuk pada kemahakuasaan Tuhan yang menerangi umat dan mengaruniakan keselamatan. Pengakuan ini menjadi pengakuan iman umat Israel yang disampaikan dalam per-ibadatan mereka. Sebagai responnya maka pemazmur meng-utarakan keinginannya untuk diam di rumah Tuhan, menyak-sikan kemurahan-Nya, dan menikmati bait-Nya seumur hidup.

Injil Yohanes 8 : 12 -14; Yohanes menyoroti  kehadiran Yesus sebagai terang dimulai dari pasal 1 : 4, dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang berhubungan dengan hidup, dan selalu dikontradiksikan dengan gelap; kegelapan, konotasinya adalah dosa atau kebinasaan

Pengakuan Yesus yang menunjuk bahwa Akulah terang dunia. Yunani = "εγω ειμι - egô eimi", {Akulah} to phôs {Terang} tou kosmou {(manusia di) dunia}, berkaitan dengan makna kehadiran-Nya bagi dunia. Yesus terang dunia dan manusia membutuhkan kehadiran-Nya. Umat manusia diajak untuk menerima kehadiran-Nya dan berjalan mengikuti-Nya. Memilih berjalan dengan Yesus berarti menolak untuk berjalan dalam kegelapan. Umat yang menerima-Nya berarti menerima terang hidup. Penerimaan Yesus sebagai terang terjadi secara esklusif (ke dalam) dan pemaknaannya terjadi secara inklusif (keluar). Artinya bahwa pengakuan dan penerimaan Yesus sebagai terang harus termanifestasi dalam kehidupan. Kelihatan terangnya, jelas dan tidak samar-samar atau sewaktu-waktu. Seluruh kehidupan orang percaya menjadi terang, ia mempunyai terang hidup atau dapat kita katakan hidup kesehariaannya seperti lampu yang terus menyala. Karena kata terang itu berasal dari kata "phaino" (Yunani) = menyinarkan. Menerima Yesus berarti mempunyai terang hidup. Kata hidup yang di pakai di sini adalah "zoes" (Yunani yang memberi hidup kekal), bukan "bios". Tetapi "hidup" di sini, bukan sekadar hidup biologis, melainkan hidup dalam berkat dan perkenanan Allah. Bahasa Yunani, meng-gunakan dua kata  untuk kata 'hidup', yaitu 'bios' dan 'zoe'. "Bios" ialah hidup biologis; sedangkan 'zoe' ialah hidup ilahi, hidup dalam segala berkat ilahi. Orang dapat memiliki 'bios', hidup fisik, tanpa memiliki hidup ilahi, "zoe". Orang yang tidak menerima Yesus sebagai terang dalam pengertian ini adalah 'bios' tanpa 'zoe', kehidupan atau keberadaan tanpa berkat dan perkenanan Allah, inilah keadaan mereka yang dijauhkan dari hadirat Allah, mereka yang berada dalam penghukuman dan kebinasaan kekal. Siapakah yang dapat memberikan 'zoe' itu kepada kita? Yesus Kristus, sumber hidup manusia itulah satu-satunya yang sanggup memberikan kita terang hidup.

Makna dan Implikasi Firman

Perayaan menyambut natal Yesus Kristus yang kita laksanakan sering lebih bernuansa sekuler daripada religius. Makna perayaan itu telah tergantikan oleh persiapan jasmani yang porsinya lebih utama, seperti   makanan dan minuman, baju dan sepatu, meubel dan lain sebagainya. Hilanglah makna yang menjadi esensi dari perayaan natal Kristus. Makna kehadiran Yesus Kristus sebagai terang dunia terlihat menonjol dalam nuansa pemasangan lilin belaka. Hanya bersinar dalam ibadah dan redup dalam kehidupan sehari-hari, atau seperti lampu hias/natal yang sebentar menyala sesaat kemudian padam.

Menerima Yesus sebagai terang dunia, adalah suatu keyakinan iman bahwa kita tidak dapat hidup yang sesungguhnya (Zeos) tanpa Kristus. Kita butuh Kristus sebagai terang hidup kita. Proklamasi iman ini yang harus menerangi langkah dan aktivitas kita. Memaknai perayaan natal dengan berbagai acara jangan mempersempit makna sejatinya. Seharusnya ini merubah pola perayaan kita, dengan lebih menekankan arti kehadiran Kristus bagi dunia, serta tanggung jawab kita menghadirkan diri sebagai terang dalam  kehidupan sehari. Tidak sesaat menjadi dermawan, atau hanya berdiakonia di bulan Desember tetapi di bulan-bulan selanjutnya sulit bermurah hati kepada orang lain.

Ajakan untuk meninggalkan pesta pora, sebagai pola hidup konsumtif sangat relevan. Karena hal itu sangat bertentangan dengan kehadiran Kristus.Yesus datang untuk mengusir kege-lapan, yang membinasakan, dan memberikan hidup baru yang penuh kedamaian. Kalau pola perayaan lebih menonjol adalah pemenuhan keinginan sekuler maka sebenarnya kita merayakan natal Kristus dan tidak berjalan dalam terang tapi menghadirkan kegelapan baru untuk menaungi hidup kita yang kelihatan hidup tetapi sebenarnya mati (bios). Miris memang melihat bahwa kualitas hidup beriman merosot tidak sebanding dengan  kuantitas peribadatan. Cukup signifikan jumlah pemabuk, penjudi, pemin-jam/orang berhutang/kredit, pesta pora, pencurian, dan lain-lain justru di bulan Desember.

Fokus kita adalah bagaimana terang Kristus menerangi hati kita, keluarga, kolom, jemaat dan masyarakat  kita. Dan bagaimana orang lain akan dapat menyambut kehadiran Sang Terang dalam kehidupannya.

PERTANYAAN DISKUSI:

  1. Mencermati persiapan menyambut natal, relevankah pelak-sanaannya sesuai dengan makna kehadiran Yesus Kristus terang dunia?
  2. Bagaimana seharusnya kita memaknai perayaan natal Yesus Kristus ?

NAS PEMBIMBING: Yesaya 9:1 

POKOK-POKOK DOA:

  • Orang percaya menerima kehadiran Yesus Kristus terang dunia
  • Panggilan orang percaya untuk memaknai perayaan natal dengan benar
  • Kesediaan orang percaya untuk menerangi dunia di sekitarnya
  • Dijauhkan dari pesta pora, mabuk-mabukkan, pencurian, dan pola hidup yang komsumtif
  • Hidup keluarga yang rukun dan damai 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU ADVEN IV 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: KJ No. 85:1, 10 Kusongsong Bagaimana

Tahbisan & Salam: PKJ No. 2 Agunglah

Nas Pemb/Nyanyian Masuk:  DSL No. 139 Jalan Diterang

Hukum Tuhan:  KJ No. 84 Ya Yesus, Dikau Kurindukan

Pengakuan Dosa & Pemberitaan Anugerah Allah:  NNBT No. 27 Ya Tuhan, Engkaulah

Ses Khotbah KJ No. 424:1,3 Yesus Menginginkan Daku

Persembahan  KJ No. 422 Yesus Berpesan

Penutup: KJ. No. 107 Tebitlah Dalam Kegelapan 

ATRIBUT:

Warna dasar biru muda dengan simbol empat buah lilin berwarna ungu.


Label:   Mazmur 27:1-4 ;Yohanes 8:12-14 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab 2015
1 Samuel 26:23-24; Matius 13:36-43(1)
Amsal 23:12-16; Wahyu 14:6-7(1)
Amsal 3:11-12; Titus 2:11-15(1)
Daniel 12:1-4; Lukas 24:25-27(1)
Kejadian 18:16-33(1)
Mazmur 119:163-168; Yakobus 3:13-18(1)
Mazmur 27:1-4 ;Yohanes 8:12-14(1)
Mikha 7:7-8; 1Korintus 4:1-5(1)
Ulangan 6:1-9; Efesus 2:19-22(1)
Yeremia 17:1-15(1)
Yesaya 60:1-3; Yohanes 1:1-5(1)
Yesaya 9:1-2; 1 Petrus 3:10-12(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab 2015..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,