gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 2737 kali
Download MP3 Music
Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat

TEMA BULANAN: "Terang Yesus Kristus Bagi Bangsa"
TEMA MINGGUAN: "Terang Tuhan Menyinari Kegelapan Bumi"
Bahan Alkitab : Yesaya 60:1-3; Yohanes 1:1-5

Yesaya 60:1-3;
Kemuliaan Sion yang akan datang
60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. 60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. 60:3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.

Penjelasan:
* Yes 60:1-3
Nabi menyatakan bahwa kegelapan dunia akan dikalahkan oleh terang Israel. Sudut pandangnya di sini ialah kedatangan pertama kali Kristus, sebab Dialah Terang yang akan terbit atas bangsa Yahudi. Dan Jemaat atau Gereja-Nya akan merupakan terang itu, yakni yang memancarkan kesempurnaan dan kasih-Nya yang mulia, serta saluran bagi kebenaran-Nya untuk menjangkau orang yang belum mengenal TUHAN. Injil Perjanjian Baru akan memiliki daya tarik kuat bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi, yang mana tidak pernah dimiliki oleh Kabar Baik Perjanjian Lama.

Yohanes 1:1-5
Konteks
Firman yang telah menjadi manusia
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Penjelasan:
* Yoh 1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Dalam bahasa Ibrani judul Kitab Kejadian diambil dari kata pertama, yaitu Pada mulanya. Pasti dua kata pertama dalam Injil Yohanes dimaksudkan untuk mengingatkan para pembaca akan kata pertama dari Kitab Kejadian. Kitab Kejadian menceritakan permulaan dari ciptaan Allah. Injil Yohanes menceritakan Ciptaan Baru. Ciptaan pertama terjadi karena Allah berfirman. Ciptaan Baru juga terjadi karena Firman Allah.

Waktunya yang dimaksudkan dengan ungkapan Pada mulanya adalah Firman lebih nyata kalau dibandingkan dengan 1 Yohanes 1:1, di mana bukan pada38 yang dipakai, tetapi kata "sejak". Tampaknya 1 Yohanes 1:1 membahas zaman ciptaan Allah, sedangkan Yohanes 1:1 membahas keberadaan Firman pada waktu ciptaan Allah diciptakan.

Kata Firman ini dipakai kira-kira 330 kali dalam Perjanjian Baru, tetapi di luar Yohanes pasal 1 dan Wahyu 19:13 (dan mungkin beberapa ayat yang lain, yang sulit ditafsirkan), kata ini mempunyai arti seperti "kata", "hal", "akal", "alasan", dan "pertanggungjawaban", yaitu arti-arti yang jelas berbeda dari apa yang dimaksudkan dalam nas ini, di mana Firman itu adalah seorang pribadi.

Pada zaman Yohanes, kata Firman dipakai oleh begitu banyak orang, dengan begitu banyak arti, sehingga artinya dapat menjadi sangat luas. Kata Firman dapat menunjuk pada apa yang diekspresikan oleh manusia, sehingga diterjemahkan "kata", "ucapan", "pesan", atau Firman, tetapi kata Firman juga dapat menunjuk pada apa yang menetap dalam pikiran manusia, sehingga diterjemahkan "pikiran", "akal", atau "logika". Arti yang kedua itu dikembangkan oleh filsuf-filsuf zaman itu.

Kira-kira tahun 600 SM seorang filsuf yang bernama Heraclitus menjadi filsuf yang pertama yang mengembangkan kata Firman. Bagi dia, Firman adalah akal ilahi, atau rencana ilahi yang mengatur semesta alam. Menurut dia, Firman, Allah, dan api adalah sama. Bagi orang Stoic, kata Firman menunjuk pada prinsip akal yang olehnya (menurut mereka) segala sesuatu berada, dan yang merupakan inti dari akal manusia. Bagi Philo dan pengikutnya, Firman menunjuk pada alam yang ideal, yang ada di balik alam yang kelihatan. Dalam karangan Philo, kata Firman juga dapat menunjuk pada manusia yang ideal, tetapi manusia yang ideal itu tidak menjelma menjadi manusia yang sejati.

Tampaknya kalau seandainya sepuluh filsuf Yunani dikumpulkan untuk membahas arti dari kata Firman, sepuluh pendapat yang berbeda-beda dikemukakan! Tetapi Yohanes tidak memakai kata Firman dengan arti mereka, karena pada dasarnya menurut filsafat Yunani, itu terpisah dari keadaan manusia, sedangkan dalam Injil Yohanes, "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya...." Maka sebenarnya, pemeriksaan latar belakang dalam sastra dan filsafat Yunani tidak begitu menolong kita untuk memahami arti dari istilah Firman yang dimaksudkan oleh Rasul Yohanes. Paling, dapat dikatakan bahwa seorang Yunani yang membaca Injil Yohanes sudah mengerti bahwa Firman itu mempunyai arti yang dalam, tetapi jika dia sungguh mau memahami maksud Yohanes, dia harus menjaga sikap keterbukaan, dan sungguh mempelajari apa yang dikatakan oleh Yohanes sendiri mengnai identitas Firman itu.

Tetapi ternyata ada latar belakang yang lebih tepat yang perlu diperiksa untuk lebih memahani maksud Yohanes, yaitu latar belakang dalam Perjanjian Lama dan sastra Yahudi. Dalam Perjanjian Lama kata Firman44 Allah terlibat dalam proses penciptaan segala sesuatu (misalnya dalam Mazmur 33:6), pewahyuan (Yeremia 1:4; dan Yesaya 9:7), dan keselamatan (Mazmur 107:20; dan Yesaya 55:11). Kalau Tuhan Allah datang berbicara dengan nabi, maka kita membaca bahwa Firman Allah datang kepada nabi.45 Tampaknya melalui suatu kiasan, kata Firman dapat berarti "Tuhan Allah". Kiasan tersebut lebih dikembangkan lagi dalam sastra Yahudi yang lain, seperti dalam Kebijaksanaan Salomo 18:15, yang berkata, "maka firman-Mu yang mahakuasa laksana pejuang yang garang melompat dari dalam surga, dari atas takhta kerajaan ke tengah tanah yang celaka."

Kiasan ini juga dikembangkan melalui suatu kebiasaan orang Yahudi zaman itu. Ternyata mereka sudah tidak berani mengucapkan nama pribadi Allah, yaitu "Yahweh", sehingga nama atau kata lain harus diucapkan di tempat nama itu dalam pembacaan Firman Tuhan. Dalam kebaktian mereka, Firman Tuhan dibacakan dalam bahasa aslinya (yaitu bahasa Ibrani) lalu diterjemahkan ke dalam bahasa sehari-hari (yaitu bahasa Aram), dan kata "Memra", yang berarti Firman, seringkali dipakai sebagai pengganti.46

Singkatnya, bagi orang Yahudi istilah Firman merujuk pada ekspresi Tuhan Allah, dan melalui kiasan istilah ini merujuk pada diri Allah sendiri. Tetapi Injil Yohanes mengisi istilah Firman dengan arti yang lebih dalam, arti yang lebih jelas dan mulia daripada apa yang dimengerti oleh orang Yahudi sebelum mereka membaca Injil Yohanes.

Dalam ayat yang pertama tiga hal dikatakan mengenai Firman. Pertama, seperti apa yang dijelaskan di atas, Pada mulanya adalah Firman. Yang kedua adalah bahwa Firman itu bersama-sama dengan Allah. Ini berarti bahwa Firman memiliki kepribadian yang lain dari Allah Bapa, tetapi Firman dan Allah Bapa bersekutu bersama-sama.47

Hal yang ketiga yang dikatakan mengenai Firman adalah bahwa Firman itu adalah Allah. Yohanes tidak mengatakan bahwa Allah adalah Firman itu. Dia tidak mengatakan bahwa Firman merupakan salah satu sebutan untuk Allah. Yang dia katakan adalah bahwa Dia, yang sudah berada dengan Allah Bapa sejak semula, adalah Allah. Lagipula dia tidak berkata bahwa Firman itu ilahi. Bukan kata "ilahi"48 yang dipakai, tetapi kata Allah.

Yohanes tidak mengatakan bahwa Firman itu adalah seorang allah, atau salah satu allah. Susunan kata dalam bahasa sumber menegaskan ini.49

* Yoh 1:2
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Dalam ayat ini apa yang sudah dikatakan oleh Yohanes diulangi untuk menekankan bahwa sejak semula - ataupun sebelum semula - Firman itu, yang Allah adanya, bersekutu dengan Allah Bapa.

* Yoh 1:3
Segala sesuatu dijadikan melalui50 Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Setelah membahas hubungan antara Firman dan Allah Bapa, Yohanes membahas peranan Firman dalam ciptaan. Ini sangat wajar, karena justru dalam menciptakan, Allah menyatakan diri-Nya.51 Ayat ini dapat dibagi dua. Apa yang dikatakan dalam bagian pertama, yaitu Segala sesuatu dijadikan melalui Dia, diulangi dalam bentuk negatif dalam bagian kedua, yaitu tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Pengulangan seperti ini sering terdapat dalam Injil Yohanes. Pengulangan ini menekankan pernyataan bagian pertama. Dalam kasus ini Yohanes menekankan bahwa segala sesuatu diciptakan melalui Firman.52

* Yoh 1:3
Segala sesuatu dijadikan melalui50 Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Setelah membahas hubungan antara Firman dan Allah Bapa, Yohanes membahas peranan Firman dalam ciptaan. Ini sangat wajar, karena justru dalam menciptakan, Allah menyatakan diri-Nya.51 Ayat ini dapat dibagi dua. Apa yang dikatakan dalam bagian pertama, yaitu Segala sesuatu dijadikan melalui Dia, diulangi dalam bentuk negatif dalam bagian kedua, yaitu tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Pengulangan seperti ini sering terdapat dalam Injil Yohanes. Pengulangan ini menekankan pernyataan bagian pertama. Dalam kasus ini Yohanes menekankan bahwa segala sesuatu diciptakan melalui Firman.52

* Yoh 1:4
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Pasal 1:3 membahas penciptaan "segala sesuatu". Dalam ayat ini adanya hidup dalam ciptaan Allah dibahas. Yohanes tidak mengatakan bahwa hidup itu diciptakan "oleh" atau "melalui" Firman. Dia hanya dapat mengatakan bahwa hidup itu ada dalam Firman. Rupanya hidup yang sebenarnya itu tidak mempunyai keberadaan di luar Firman.53
Di dalam Perjanjian Lama arti yang tepat bagi istilah hidup (atau "hayat") dapat ditemui. Mazmur 36:9 berkata, "Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang." Seluruh Mazmur 133 menguraikan ciri khas hidup.

* Yoh 1:4
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Pasal 1:3 membahas penciptaan "segala sesuatu". Dalam ayat ini adanya hidup dalam ciptaan Allah dibahas. Yohanes tidak mengatakan bahwa hidup itu diciptakan "oleh" atau "melalui" Firman. Dia hanya dapat mengatakan bahwa hidup itu ada dalam Firman. Rupanya hidup yang sebenarnya itu tidak mempunyai keberadaan di luar Firman.53
Di dalam Perjanjian Lama arti yang tepat bagi istilah hidup (atau "hayat") dapat ditemui. Mazmur 36:9 berkata, "Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang." Seluruh Mazmur 133 menguraikan ciri khas hidup.

* Yoh 1:5
Terang itu bercahaya54 di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.55
Kalau konteks ayat ini, yang membahas penciptaan "segala yang ada", dipertimbangkan, maka ayat ini dapat diartikan secara jasmani, yaitu bahwa terang yang dimaksudkan adalah terang jasmani. Pada waktu Allah Bapa menciptakan semesta alam melalui Firman, apa yang sebelumnya gelap menjadi terang. Tetapi kalau seluruh Injil Yohanes dibaca, maka arti kiasan bagi dua hal ini sudah jelas. Istilah terang merujuk pada keselamatan dalam Yesus Kristus, dan istilah kegelapan merujuk pada kuasa dosa.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Dalam realitas hidup manusia tak bisa disangkal banyak orang Kristen sekarang ini memiliki pola dan gaya hidup yang modern dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang makin canggih, sehingga tak jarang sebagai efek sam-ping, banyak orang Kristen (orang tua maupun orang muda) terjebak pada pelbagai bentuk keduniawian (korupsi, judi, narkoba, miras dan lain-lain). Kecenderungan pada gaya hi-dup hedonisme (berfoya-foya), bersenang-senang dan, konsu-merisme (gaya hidup boros) dan materialisme, menjadi daya tarik. Kehidupan yang 'jadul' (jaman dulu) dan kaku/eksklusif atau introvert (menutup diri) dipandang tidak gaul.

Gaya hidup seperti ini, berdampak pada kehilangan jati diri sebagai orang percaya. Hal itu terasa dalam pelayanan dan hidup berjemaat serta hidup bermasyarakat. Juga ber-dampak pada kehidupan berbangsa dan bernegara dalam hal pertumbuhan ekonomi, peningkatan kwalitas sumber daya manusia serta kejayaan sebagai bangsa dan gereja.

Tema yang diangkat tentang "Terang Tuhan menyi-nari kegelapan bumi", hendak mengingatkan agar orang Kristen menjaga jati dirinya dan misinya di dunia. Terang Kristus diamini sebagai sumber cahaya yang menyinari segala aktivitas hidup manusia. Sehingga orang Kristen akan menjadi terang yang dapat menyinari semua orang, yaitu menjadi berkat bahkan menjadi sumber inspirasi yang membawa sukacita bagi semua orang yang membutuhkan kepuasan jiwa/rohaninya.

Hidup di luar terang Tuhan dapat membawa kegagalan, kehancuran dan kehilangan pengharapan hidup, serta masa depan bagi masyarakat dan warga gereja kita.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Yesaya 60:1-3, adalah bagian akhir dari kitab Yesaya yang berbicara tentang bangsa Israel yang baru kembali dari pembuangan di Babilonia. Pulang ke tanah air yang telah hancur berpuing-puing sangat menyedihkan hati dan rasa pesimis dengan keadaan, bingung dan ragu berkecamuk dalam hati bangsa Israel. Bagi mereka mungkinkah negerinya, serta kejayaan mereka sebagai bangsa akan kembali dibangun, seakan tidak ada gunanya lagi, dan sia-sia kepulangan mereka.

Berita nabi di ayat 1a: "bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang" merupakan berita sukacita kepada bangsa Israel yang sedang ragu dan kehilangan percaya terhadap Allah. Seruan nabi ini disampaikan berapi-api dan penuh puji-pujian yang melukiskan berkat-berkat yang akan dianugrahkan kepada umat-Nya.

Sekaligus berita itu mengandung perintah untuk menyemangati dan mengembalikan rasa percaya diri dan kepercayaan mereka kepada Allah. Itulah sebabnya Nabi menyampaikan bahwa kemuliaan Tuhan dan terang Tuhan akan terbit atas bangsa Israel bahkan bangsa-bangsa serta raja-raja dunia (1b-3). Artinya bahwa peran umat di antara bangsa-bangsa dan raja-raja dunia kembali akan mengalami kejayaan dan pemulihan, ketika terang Tuhan dan kemuliaan-Nya datang meliputi bumi ini. Bahwa kesetiaan sebagai keteladanan umat Allah sangat berperan da-lam misi Allah bagaikan sinar cahaya yang menerangi bumi ini.

Selanjutnya dalam Yohanes 1:1-5, Prolog Yohanes memiliki hubungan erat dengan pembukaan (Kejadian pasal 1:1), kata pertama dalam Injil Yohanes dimaksudkan untuk mengingatkan para pembaca akan kata pertama dari kitab kejadian "Pada mulanya". Kitab kejadian menceritakan permu-laan dari ciptaan Allah. Yohanes menceritakan ciptaan baru. Ciptaan baru yakni ciptaan pertama terjadi karena Allah ber-firman dan ciptaan baru juga terjadi karena Allah berfirman. Bahwa Firman itu telah ada sebelum dunia dijadikan, dan firman itu ada sebelum dunia diciptakan 1:1-2; 8:24. Yohanes-lah yang jelas mengungkapkan bahwa firman itu sebagai pribadi berada sejak kekal. (Ibrani 1:1-2). Ia telah datang ke dunia dan diutus Allah (Yohanes. 3:17, 5:36) untuk menunaikan tugas (4:34) yaitu menyampaikan kepada dunia suatu kabar kesela-matan 3:11. Setelah tugas-Nya selesai maka Dia kembali kepada Bapa (7:33; 13:3). Selanjutnya pada zaman Yohanes, kata Firman (bhs Yun: 'Logos') mempunyai banyak pengertian. Sehingga arti kata Firman/logos dapat menjadi sangat luas. Pertama 'logos' dapat menunjuk pada apa yang diekspresikan oleh manusia, yang artinya: "kata", "ucapan", "pesan", " Firman", kedua 'logos' dapat menunjuk pada apa yang menetap dalam pikiran manusia yang diartikan dengan kata: "pikiran", "akal", atau "logika.

Lalu Yohanes memberi pandangannya bahwa 'Fir-man'  bukan sekedar kata, ucapan atau pikiran, tapi 'Firman' itu berpribadi dan Firman itu telah menjadi manusia (bandingkan ay.14). Yohanes hendak mengungkapkan bahwa Firman itu adalah "Tuhan Allah" sendiri. artinya 'logos' telah berada dengan Allah Bapa sejak semula, Logos adalah Allah.

Dikatakan tadi bahwa Firman itu adalah berpribadi dan Pribadi itu telah datang dan hadir ke dunia, diam di antara manusia dan di dalam dunia. Di dalam Dia/Firman/Logos ada 'hidup' dan hidup itu adalah terang manusia untuk menerangi kegelapan dunia. Kita ingat Yesus pernah berkata: "Akulah jalan , kebenaran dan hidup"; "Akulah Terang dunia", Yohanes 14:6, 8:12; ucapan-ucapan ini hendak mengatakan tentang Yesus menyebut diri-Nya bahwa Dia-lah Hidup dan Dialah Terang manusia, artinya hanya di dalam Dia baik dunia maupun manusia mengalami kehidupan dan memberi cahaya/terang yang akan menyinari bumi ini. Di luar Dia tidak ada kehidupan. Ditegaskan di ayat 5 bahwa Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan tidak menguasainya

Dengan demikian setiap orang percaya yang mengalami keterpurukan oleh berbagai pergumulan, diajak untuk datang kepada Tuhan Yesus sebagai sumber hidup yang akan meng-antar umat-Nya menjadi terang di tengah kehidupan di dunia ini. Dan menjadi teladan yang meneladani bangsa-bangsa di dunia.

Makna dan Implikasi Firman

  • Perilaku yang kehilangan jati diri, dan kehilangan harap-an hidup menjadi penghambat untuk percaya pada Allah.
  • Semangat umat merupakan daya dorong untuk bangkit dan menjadi terang.
  • Terang Tuhan akan menghalau kegelapan dan keke-laman bumi.
  • Allah adalah sumber pengharapan dan Terang bagi bangsa-bangsa di dunia.
  • Kemuliaan Allah telah nyata bagi bangsa-bangsa di dunia
  • Allah adalah Firman yang telah menjadi manusia.
  • Allah orang percaya adalah Allah yang hidup yang membawa terang untuk menyinari kehidupan manusia di dunia

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa pendapat saudara tentang tema "Terang Tuhan menyinari kegelapan bumi" sesuai bacaan kita?
  2. Bagaimana peran gereja sebagai terang dalam menghadapi kelesuan iman, kehilangan pengharapan, berikan tang-gapan saudara.

NAS PEMBIMBING: Matius 5:16 

POKOK-POKOK DOA:

  • Kehilangan pengharapan dan mengalami hidup yang terpuruk.
  • Kehidupan yang membawa terang
  • Terang Kristus menyinari kegelapan bumi.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU ADVEN II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: NKI. No.206  Hormat Maha Besar Tuhan

Tahbisan & Salam: NNBT. No.4. Naikkan Doa Pada Allah

Nas Pemb/Nyanyian Masuk: KJ No.83 Terbitlah Bintang Timur

Hukum Tuhan: KJ No. 424 Yesus Menginginkan Daku

Pengakuan Dosa & Pemberitaan Anugerah Allah: KJ. No. 76:1-2 Kau Yang Lama Dinantikan

Ses. Pembacaan Alkitab: KJ. No. 87 Gapuramu Lapangkanlah

Persembahan: KJ. No. 85. Kusongsong Bagaimana

Berkat: KJ No. 422 Yesus Berpesan.

ATRIBUT:

Warna dasar biru muda dengan simbol empat buah lilin berwarna unggu.


Label:   Yesaya 60:1-3; Yohanes 1:1-5 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab 2015
1 Samuel 26:23-24; Matius 13:36-43(1)
Amsal 23:12-16; Wahyu 14:6-7(1)
Amsal 3:11-12; Titus 2:11-15(1)
Daniel 12:1-4; Lukas 24:25-27(1)
Kejadian 18:16-33(1)
Mazmur 119:163-168; Yakobus 3:13-18(1)
Mazmur 27:1-4 ;Yohanes 8:12-14(1)
Mikha 7:7-8; 1Korintus 4:1-5(1)
Ulangan 6:1-9; Efesus 2:19-22(1)
Yeremia 17:1-15(1)
Yesaya 60:1-3; Yohanes 1:1-5(1)
Yesaya 9:1-2; 1 Petrus 3:10-12(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab 2015..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,