|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music TEMA BULANAN: " Solidaritas dalam Panggilan Gereja" Yesaya 49:5-6 ALASAN PEMILIHAN TEMA Kehadiran gereja di tengah dunia dapat dianggap "sepi" atau tidak memberi pengaruh yang penting manakala ia tidak berfungsi sebagai gereja. Tentu untuk mengukur peran gereja, diperlukan keberanian mengevaluasi dirinya dalam terang firman. Berbagai harapan dipundakkan kepada gereja, sebagai umat kudus yang diutus ke tengah dunia, yang bergumul di tengah dan bersama dunia. Tentunya gereja perlu terus memberi perhatian pada jati diri yang dikenakan Tuhan kepadanya. Di antara pengenaan yang disandangnya, gereja diberi arti selaku garam dan terang dunia. Banyak hal yang dapat mempengaruhi gereja untuk mempertahankan atau mengurangi makna identitas garam dan terang yang diberikan kepadanya. Berbagai persoalan dari dalam dan luar gereja, akan memberi andil yang besar bagaimana gereja menampakkan jati dirinya yang sebenar-nya, karenanya ketergantungan pada Sang Terang yaitu Yesus Kristuslah yang menjadi sumber dan memampukan gereja untuk tidak hanya semata bertahan, namun lebih jauh mempengaruhi atau menjadi berkat bagi dunia. Persekutuan, kesaksian dan pelayanan yang diperan-kan gereja, hendak juga mencerminkan sejauhmana ia ber-pola, seperti pada fungsi yang dikenakan pada unsur garam dan terang. Untuk itu, gereja perlu selalu membarui diri supaya ia dapat berguna, membawa diri dengan baik, bukan-nya justru dirinya menjadi ancaman bagi organisasi atau masyarakat sekitarnya. Sehingga kehadirannya tersebut me-nawarkan fungsi garam dan terangnya kurang/tidak berca-haya. Padahal seharusnya aktifitas dan keseharian gereja dan warganya hendaklah menyentuh pergumulan umat dan bang-sa di mana ia diutus dan bekerja. Tema "Gereja Hadir sebagai Garam yang Mengasinkan dan Terang yang Bercahaya", menuntun kita selaku gereja pada pengenalan diri dan mengarahkan kita pada peran yang harus dijalankan dengan baik. PEMBAHASAN TEMATIS Yesaya dalam bahasa Ibrani artinya "Tuhan menyela-matkan". Ia adalah seorang nabi yang menyampaikan peng-harapan kelepasan bagi umat Israel yang hidup di pem-buangan dalam konteks pasal 40-55. Dalam bagian ini ditu-liskan tentang janji-janji Allah bahwa mereka akan kembali dari pembuangan di Babel, bahkan mereka dipilih Tuhan sebagai hamba untuk menyatakan keagungan Tuhan (Yesaya 49:3). Dalam Yesaya 49:5-6 Yesaya mengakui bahwa ia ditetapkan Tuhan sejak dari kandungan untuk menjadi ham-ba-Nya, untuk membawa umat-Nya kembali kepada-Nya. Ia akan dipermuliakan Tuhan. Tuhan adalah kekuatannya. Sebagai hamba ia dan umat Israel telah ditetapkan Tuhan menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan Tuhan sampai ke ujung bumi. Di dalam Matius 5:13-16, kita menyimak perumpamaan Yesus yang meminta para murid menjadi garam dan terang dunia. Yesus meminta para murid dan orang banyak yang mendengar khotbah-Nya supaya menjadi atau berlaku seperti garam dan terang dunia. Ia sedang berbicara tentang menjadi "yang dibutuhkan" serta "berfungsi". Tujuannya supaya sesuatu yang dibutuhkan itu, mampu berfungsi atau berguna seperti yang dikehendaki orang yang menggunakannya. Pada masa itu garam yang digunakan oleh manusia memiliki beberapa fungsi, sedangkan terang merupakan keadaan yang diperlukan dalam rangka kelancaran aktifitas sehari-hari. Kata Yesus dalam khotbah di Bukit: "Kamu adalah garam dunia..." Garam adalah hasil alam yang biasanya bersumber dari air laut. Setelah diuapkan dengan kelembaban dan sinar matahari yang cukup, garam akan membentuk butiran-butiran seperti kristal. Setelah melalui proses tertentu, garam siap digunakan. Di sini ia akan berfungsi sebagai keper-luan dapur yang mengasinkan dan menyedapkan makanan. Ia juga digunakan untuk mengawetkan ikan dan daging. Bahkan di beberapa tempat, sebuah sumber mengatakan, garam dihubungkan dengan tradisi penyambutan tamu. Di mana seorang tamu akan disajikan roti dan garam sebagai makanan yang tinggi nilainya. Bagaimana "garam dapat menjadi tawar", seperti diungkap-kan Yesus? Garam di Palestina yang diambil dari laut mati, dapat menjadi tawar bila tercampur dengan bahan kimia lainnya. Inilah kiasan yang menunjukkan keganjilan dari "seorang percaya yang tidak berguna", yang tidak dapat menunjukkan jati dirinya sebagai pengikut Kristus. Garam sebagai pengawet makanan yang tidak berfungsi, menunjuk pula pada ketidakmampuan orang percaya "menahan" kerusakan moral dunia sekitar atau juga melindungi dunia dari pembusukan. Sama seperti garam, hal 'terang' tidaklah sulit untuk dicerna para pendengar masa itu. Setiap rumah pastilah mempunyai alat penerang atau kaki dian yang ditaruh pada bagian atas suatu ruangan dalam rumah. Terang bukanlah untuk disembunyikan. Sama seperti kota, menunjuk pada Yerusalem yang terletak di atas perbukitan, ia mencolok, sehingga menjadi pusat perhatian. Terang harus berfungsi "menerangi" orang di tengah kegelapan. Ini mengungkapkan betapa para murid selaku pengikut Yesus Kristus adalah terang yang bersumber dari terang-Nya sendiri. Apakah terang itu? Dijelaskan Yesus sebagai "perbuatan-perbuatan baik" kita. Katanya: "Biarlah orang melihat perbuatanmu yang baik dan mereka akan memuliakan Bapamu yang di sorga." Tujuan akhir dari perbuatan baik ada pada Bapa yang bekerja di tengah anak-anak-Nya untuk menerangi dan melindungi dunia dan seisinya. Makna dan Implikasi Firman Kenyataan garam dan terang selalu dibutuhkan sejalan dengan fungsi yang diharapkan kepadanya. Jika tidak men-jalankan fungsinya, untuk apa ia dibutuhkan? Adapun bentuk kehadiran orang percaya di tengah dunia ini, pada satu pihak "mencair" layaknya garam di dalam makanan, tidak kelihatan lagi unsurnya, seperti juga kehidupan kristen yang berada di tengah dunia, yang memberi "pengaruh" cita rasa kristiani untuk menahan segala bentuk pembusukan yang disebabkan oleh dosa dan kegagalan melihat rancangan Allah yang baik bagi dunia. Kristus sendiri adalah suluh, pokok keselamatan, yang membebaskan kita dari segala bentuk dominasi kuasa dosa dan berkenan membarui manusia. Melalui ungkapan ini, kita diterangi pada pemahaman bahwa berlaku baik bukan hanya sebatas standar moral yang karenanya dituntut berlaku, melainkan karena kepercayaan kepada Kristus sendiri. Perbuatan baik mencakup, baik per-buatan kasih maupun perbuatan iman. Yang diungkapkan bukan hanya kesetiaan kita kepada Allah, tapi kasih sayang kita juga kepada sesama manusia dan alam ciptaan. Makna-nya harus praktis, yaitu melakukan perbuatan nyata yang me-nunjukkan pada keprihatinan, kepedulian dan kasih sayang. Melalui karakter dan perbuatan kristiani pengikut Kristus, Allah dimuliakan. Tanpa perbuatan baik yang dapat ditunjukkan kepada dunia, Injil Kerajaan Allah dapat saja mengalami penurunan kepercayaan. Padahal berkat Allah itu menjangkau semuaorang dari berbagai latar belakang dan perbedaan usia, pengalaman, bangsa, bahasa kelompok. Tersirat pula, bahwa perbuatan baik yang memancarkan terang kemuliaan Kristus dalam diri kita merupakan anugerah yang turut menentukan sikap orang lain untuk menerima atau menolak pemberitaan Injil Kerajaan Allah. PERTANYAAN DISKUSI
NAS PEMBIMBING : 1 Yohanes 2:7-8 POKOK-POKOK DOA :
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK IV NYANYIAN YANG DIUSULKAN : Nyanyian Masuk : NNBT No. 42 Mentari Pagi T'lah Bersinar Pengakuan Dosa : KJ No 40 Ajaib Benar Anugerah Berita Pengampunan: NNBT No.36 Barang Siapa yang Percaya Ses Khotbah: NNBT No. 46 O Alangkah Indah Hidupku Persembahan : PKJ No. 216 Berlimpah Sukacita di Hatiku Penutup: KJ No.422 "Yesus Berpesan" ATRIBUT YANG DIGUNAKAN Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang
Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab 2015 1 Samuel 26:23-24; Matius 13:36-43(1) Amsal 23:12-16; Wahyu 14:6-7(1) Amsal 3:11-12; Titus 2:11-15(1) Daniel 12:1-4; Lukas 24:25-27(1) Kejadian 18:16-33(1) Mazmur 119:163-168; Yakobus 3:13-18(1) Mazmur 27:1-4 ;Yohanes 8:12-14(1) Mikha 7:7-8; 1Korintus 4:1-5(1) Ulangan 6:1-9; Efesus 2:19-22(1) Yeremia 17:1-15(1) Yesaya 60:1-3; Yohanes 1:1-5(1) Yesaya 9:1-2; 1 Petrus 3:10-12(1) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,