gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 2753 kali
Download MP3 Music
Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat   

TEMA BULANAN: " Membangun Solidaritas Dalam Keluarga"
TEMA MINGGUAN: "Keluarga menurut Pandangan Kristen"
Bahan Alkitab: Ulangan 6:1-9; Efesus 2:19-22

Ulangan 6:1-9
Penjelasan:
* Ul 6:3 - Supaya Baik Keadaanmu dan Keluargamu
Supaya baik keadaanmu. Kesinambungan dari kesejahteraan Israel selama tinggal di negeri anugerah Allah, seperti halnya kesinambungan kesejahteraan Adam di firdaus yang asli, tergantung pada kesinambungan ketaatan mereka kepada Tuhan. Beberapa perbedaan penting tertentu diperlukan dalam membuat perbandingan semacam itu. Ketaatan tanpa cacat melupakan syarat bagi Adam untuk tetap tinggal di Taman Eden; namun masa tinggal Israel di Kanaan tergantung pada pemeliharaan taraf kesetiaan religius, yang tidak perlu bersifat komprehensif untuk seluruh Israel atau sempurna pemeliharaannya bahkan di antara orang Israel sejati. Terdapat kebebasan di dalam pemberlakuan hukuman oleh Allah, sebuah kebebasan yang bersumber pada prinsip kasih karunia yang berkuasa di dalam Ia memerintah Israel. Sekalipun demikian, Allah mengatur penghukuman-Nya sedemikian rupa sehingga kepentingan dari pesan sejarah Israel yang bersifat sebagai lambang tetap terjaga (Lih. taf. selanjutnya atas ps. 27-20).

* Ul 6:4-9 - Keluarga dengan segala keberadaannya Harus Tunduk kepada Tuhan
Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa. Pengakuan yang dapat diterjemahkan dengan berbeda namun tetap dapat dibenarkan secara tata bahasa ini rupanya paling baik dipahami sebagai setaraf dengan pernyataan monoteisme dalam 4:35 dan 32:39 (bdg. I Taw. 29:1). "Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah," baik di sorga maupun di bumi - dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian - namun bagi kita hanya ada satu Allah saja ... dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus" (I Kor. 8:5, 6). Allah itu unik; dan keilahian itu adalah milik-Nya semata. Bangsa Israel hanya boleh tunduk dalam perjanjian religius kepada Dia saja, dan hanya Dia saja yang harus mereka layani dengan seluruh keberadaan mereka, dengan segenap kasih mereka (6:5). Tuntutan Allah akan pengabdian yang eksklusif dan intensif kepada diri-Nya inilah yang oleh Yesus dinamakan "perintah yang pertama dan utama" (Mat. 22:37, 38; Mrk. 12:29, 30; bdg. Luk. 10:25-28). Perintah itu merupakan perintah inti dari peraturan perjanjian.

Efesus 2:19-22
Penjelasan:
* Keluarga Yang Kudus
Demikianlah. Kesimpulan dari apa yang telah dikemukakan. Bukan lagi orang asing dan pendatang. Kedudukan dari orang bukan Yahudi saat ini sudah terbalik sama sekali dari kedudukan mereka sebelumnya sebagaimana dikemukakan sebelumnya. Melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus. Di dalam Kristus, orang Yahudi dan bukan Yahudi memiliki kewargaan yang baru (bdg. Flp. 3:20, 21).

* Keluarga Yang Sudah Diperdamaikan Dengan Allah
Dosa menyebabkan orang melupakan Allah. Akibatnya egoisme, curiga, sombong, dan perseteruan antaretnis menyambangi kehidupan manusia. Dalam keadaan demikian bagaimana mungkin kita dapat bersekutu dengan Allah di dalam hadirat-Nya? Komunitas Allah di sini tidak lagi menunjuk pada etnis Yahudi saja, tetapi juga kepada etnis non Yahudi. Oleh sebab itu Paulus menempatkan etnis non Yahudi sebagai umat yang juga dapat menikmati karya Kristus (ayat 13). Paulus menjelaskan hal ini karena kebanyakan petobat baru di jemaat Efesus berasal dari etnis non Yahudi, dan mereka sungguh mengetahui dan menyadari bahwa program Allah dalam Perjanjian Lama sebagian besar memang hanya melibatkan orang-orang etnis Yahudi. Kondisi ini menimbulkan kesombongan dalam diri orang-orang Yahudi yang selalu berusaha agar orang-orang non Yahudi tidak pernah melupakan hal itu. Bangsa Israel salah besar jika menganggap Allah dan karya-Nya adalah mutlak hak mereka, sebab Allah juga berjanji bahwa Ia akan menciptakan "damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat" (bdk. Yes. 57:19); dan janji itu dipenuhi dalam Yesus Kristus. Melalui peristiwa salib, Yesus Kristus tidak hanya memperdamaikan perseteruan etnis Yahudi dengan etnis non Yahudi, tetapi memperdamaikan keduanya dengan diri-Nya dalam satu tubuh yaitu jemaat (ayat 13-18). Umat yang diperdamaikan itu dilihat sebagai Bait Allah Perjanjian Baru. Penggenap perjanjian Allah itu bukan pada bangunannya tetapi pada persekutuan yang hidup dari anggota keluarga Allah yang didasari oleh pewartaan janji Allah melalui para nabi PL dan kesaksian para rasul tentang Kristus.

Renungkan: Di dalam ibadah, pergaulan, dan karya kita, sepatutnyalah nama Tuhan ditinggikan.

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Keluarga merupakan unit yang sangat berharga dalam kehidupan umat Kristen di mana di dalamnya terbina hubungan antara orang tua dan anak-anak. Dalam keluarga kita semua mendapat-kan nilai-nilai Kristen yang diajarkan berdasarkan cinta kasih Kristus  supaya keluarga dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang jahat. Keluarga adalah inti dari kehidupan berjemaat untuk pertumbuhan iman anggota Keluarga yang dapat terus berbuah. Calvin mengatakan bahwa keluarga adalah "gereja kecil". Keluarga tempat beribadah, baik ibadah keluarga maupun ibadah kolom, BIPRA, kelompok fungsional lansia. Dalam ibadah tersebut Gereja mengingatkan dan menyatakan pelayanan kasih kepada keluarga Kristen GMIM, agar supaya orang tua dapat mengajarkan nilai Kristen yang berdasarkan kesaksian Alkitab. Tuhan memakai keluarga Kristen untuk menjadi berkat bagi gereja dan masyarakat. Tuhan sudah memberikan keselamatan dari Yesus Kristus kepada keluarga. Namun masih terdapat beberapa keluarga yang mengalami perceraian yang diakibatkan oleh pelbagai permasalahan seperti perselingkuhan, ketidak-harmonisan  yang  dilakukan oleh suami maupun istri, anak-anak dalam keluarga sering tidak menghormati lagi orang tua anak-anak lebih banyak menggunakan waktu dalam permainan "video game" yang sangat menyita waktu, daripada belajar. Untuk itu tema minggu ini adalah "Keluarga Menurut Pandangan Kristen".

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Ulangan adalah kitab Hukum kedua yang merupakan penyampaian kembali oleh Musa kepada generasi Israel yang siap memasuki tanah yang dijanjikan. Tuhan memilih orang Israel untuk keluar dari perbudakan di Mesir dan memberikan mereka hukum-hukum, perintah-perintah untuk dipatuhi. Bahkan kitab Ulangan ini dimaksudkan untuk mengadakan pembaharuan ter-masuk menghancurkan ilah-ilah lain yang bertentangan dengan hukum Tuhan dan Israel diajarkan agar supaya hanya mengakui apa yang telah dilakukan oleh Tuhan. Ketika umat Israel mema-tuhi dengan setia apa yang diperintahkan Tuhan, maka keber-hasilan selalu dinyatakan kepada mereka, tetapi sebaliknya ketika mereka meninggalkan Tuhan maka kegagalan dan kesulitan akan dialaminya. Perintah Tuhan harus disampaikan oleh orang tua Israel dari satu generasi ke generasi berikutnya, bahkan disampai-kan berulang-ulang di mana saja dan di segala tempat.

Karena dalam bacaan Ulangan 6:1-9 menceritakan tentang bagaimana hukum dan peraturan Tuhan diajarkan terus menerus  kepada orang Israel ketika mereka menduduki negeri atau tanah yang telah dijanjikan. Supaya mereka takut akan Tuhan Allah yang artinya hanya mengandalkan Tuhan secara utuh yang terlihat dalam hidup yang mempraktekkan ketetapan/perintah Tuhan. Dan apa jaminan yang diberikan Tuhan Allah kepada umat Israel apabila mereka takut akan Tuhan yaitu supaya lanjut umur dan baik keadaaanya serta diberikan berkat jasmani yaitu "susu dan madu". Jadi ada jaminan pemenuhan kebutuhan pokok ketika umat Israel setia melakukan aturan Tuhan dan hanya percaya kepada Tuhan Allah. Penegasan Musa mengenai pokok pengajaran yaitu Ayat 4 dan 5; Dengarkanlah hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Dengan maksud ada kuasa Tuhan yang kekal untuk mengingatkan orang Israel supaya mengakui hanya satu-satunya Tuhan dan percaya sungguh-sungguh secara total (hati, jiwa dan raga), mengasihi Tuhan dengan utuh dalam segala aspek kehidupan-Nya. Hal ini meru-pakan suatu "credo" atau pengakuan iman orang Israel yang harus terus menerus serta berulang-ulang disampaikan dalam keadaan dan situasi apapun entah waktu duduk di rumah (dalam keluarga), sedang dalam perjalanan, berbaring atau bangun dan di mana saja, tentang  siapa Tuhan Allah itu dalam hidup orang Israel. Bahkan ada kebiasaan orang Israel yaitu perintah dan ketetapan Tuhan harus diikat di tangan (seperti jam tangan) di dahi (sepeti bando) bahkan di tiang pintu sebagai tanda untuk selalu mengingatkan akan kasih Tuhan kepada orang mereka.

Dalam kitab Efesus 2:19-22. Menceritakan bagaimana setiap  orang yang beriman kepada Yesus Kristus menjadi bagian dari tubuh yang sama sebaga anggota keluarga Allah yang kudus, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus sebagai batu Penjuru, atau Kristus adalah dasar dari segala sesuatu serta turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah. Dibangun berarti juga mengajarkan secara aktif terus menerus tentang Kasih Allah di dalam Kristrus Yesus yang telah mempersatukan umat-Nya. Betapa pentingnya anugerah Allah yang telah diberikan kepada setiap orang percaya dan dari anu-gerah itu kita dapat mempraktekkan hukum Tuhan dalam hidup.

Makna dan Implikasi Firman

Firman Tuhan yang dinyatakan kepada setiap orang percaya merupakan hal yang absolut dan harus dipraktekan dalam kehidupan kita. Perintah dan ketetapan yang diajarkan Tuhan kepada orang Israel adalah mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh atau sepenuh hati, hal itu harus dipraktekan oleh gereja dan keluarga. Pendidikan agama Kristen yang mempunyai nilai-nilai Kristen harus dimulai dari keluarga. Oleh karena itu orang tua hendaknya mengajarkan kasih Allah yang telah memberikan peraturan dan ketetapan Tuhan kepada anak-anak. Bisa saja dalam program GMIM dikemudian hari menetapkan hari raya keluarga GMIM.

Tidak dapat dipungkiri bahwa berbagai masalah dalam keluarga sering bermunculan seperti perceraian, hubungan suami istri yang tidak harmonis, percekcokan, anak-anak terjerumus pada seks bebas, narkoba, menyalahgunakan internet. Bahkan ada keluarga yang dililit utang yang berkepanjangan dan masih banyak lagi permasalahan yang dihadapi oleh keluarga Kristen.

Keluarga menurut pandangan Kristen hendaknya berdasarkan kasih Allah di dalam Yesus Kristus. Keluarga diajarkan supaya berakar dan dibangun di dalam Kristus. Sebab ketika keluarga Kristen dibangun dan berakar di dalam Kristus pasti keluarga itu dapat menangkal permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Walaupun dunia semakin berkabut, badai gelombang menerpa namun Tuhan tetap menolong kita.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI  

  1. Bagaimana saudara memahami keluarga menurut pandangan kristen menurut perikop pembacaan Alkitab Ulangan 6:1-9 dan Efesus 2:19-22 ini?
  2. Bagaimana pandangan kita tentang hanya oleh anugerah Allah kita sudah diselamatkan?
  1. Apakah melakukan perbuatan baik tidak lagi menjadi penting dalam kehidupan kita sebagai orang percaya dan bagaimana kita memahami hal ini?

NAS PEMBIMBING: 1 Tawarikh 17:27.

POKOK-POKOK DOA :

  • Supaya keluarga tetap mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh.
  • Keluarga dimampukan menghadapi berbagai persoalan hidup
  • Keluarga GMIM menjadi berkat bagi banyak orang.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK I

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Nyanyian Persiapan  : NNBT No 1, Pujilah Dia, Pujilah Dia

Sesudah Nas Pembimbing : NKB No.126 Tuhan Memanggilmu

Sesudah Berita Angurah Allah. NKB No.195 Kendati Hidupku Tent"ram Dan Damai

Hukum Tuhan: KJ No. 451:1,2 Bila Yesus Berada Di tengah Keluarga

Persembahan: KJ No. 402 Kuperlukan Jurus"lamat

Nyanyian Penutup: KJ No. 318 Berbahagia Tiap Rumah Tangga

ATRIBUT :

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.


Label:   Ulangan 6:1-9; Efesus 2:19-22 





Daftar Label dari Kategori Pembacaan Alkitab 2015
1 Samuel 26:23-24; Matius 13:36-43(1)
Amsal 23:12-16; Wahyu 14:6-7(1)
Amsal 3:11-12; Titus 2:11-15(1)
Daniel 12:1-4; Lukas 24:25-27(1)
Kejadian 18:16-33(1)
Mazmur 119:163-168; Yakobus 3:13-18(1)
Mazmur 27:1-4 ;Yohanes 8:12-14(1)
Mikha 7:7-8; 1Korintus 4:1-5(1)
Ulangan 6:1-9; Efesus 2:19-22(1)
Yeremia 17:1-15(1)
Yesaya 60:1-3; Yohanes 1:1-5(1)
Yesaya 9:1-2; 1 Petrus 3:10-12(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat



MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Pembacaan Alkitab 2015..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,