gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 492 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2026
Minggu, 22 Maret 2026

Khotbah GMIM Minggu, 22 Maret 2026 - IA HARUS DIHUKUM MATI - MATIUS 26:57-68
1. Pengadilan yang Sudah Diputuskan Sebelumnya, 2. Tuduhan yang Dipaksakan, 3. Yesus Memilih Diam, 4. Pengakuan Yesus yang Mengguncang, 5. Penghinaan terhadap Yesus, 6. Mengapa Yesus Mau Mengalami Semua Ini?, 7. Pelajaran bagi Kita

MATIUS 26:57-68
Yesus di hadapan Mahkamah Agama
26:57-68
(Mrk. 14:53-65; Luk. 22:54-55, 63-71; Yoh. 18:12-14, 19-24)
57Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. 58Dan Petrus mengikuti Dia dari jauh sampai ke halaman Imam Besar, dan setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal-pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.
59Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, 60tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang, 61 yang mengatakan: ”Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.” 62Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: ”Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” 63Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: ”Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.” 64 Jawab Yesus: ”Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” 65 Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: ”Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. 66Bagaimana pendapat kamu?” Mereka menjawab dan berkata: ”Ia harus dihukum mati!”

Penjelasan:

Shalom jemaat yang dikasihi Tuhan.
Hari ini kita merenungkan bagian firman Tuhan yang cukup berat. Judulnya saja sudah terasa menekan: “Ia Harus Dihukum Mati.”

Yang lebih menyedihkan adalah ini:
  • Yang dihukum mati bukan penjahat.
  • Yang dihukum mati bukan koruptor.
  • Yang dihukum mati bukan pembunuh.

Yang dihukum mati adalah Yesus.
  • Orang yang menyembuhkan orang sakit.
  • Orang yang memberi makan lima ribu orang.
  • Orang yang mengampuni dosa.

Tapi ironisnya, justru Dia yang dianggap paling berbahaya.


1. Pengadilan yang Sudah Diputuskan Sebelumnya

Firman Tuhan berkata bahwa Yesus dibawa kepada Imam Besar Caiaphas.

Di sana berkumpul para ahli Taurat dan tua-tua.

Tetapi Alkitab memberi satu informasi penting:
Mereka mencari kesaksian palsu untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus.

Perhatikan baik-baik.
Mereka tidak mencari kebenaran.
Mereka mencari alasan.

Kadang dalam hidup juga begitu.

Kalau orang sudah tidak suka,
kebaikan pun bisa dianggap kesalahan.

Misalnya di kantor.

Kalau bos sudah tidak suka kita,
datang tepat waktu pun bisa jadi masalah.

Bos bilang:
“Kenapa kamu selalu datang duluan? Mau pamer rajin ya?” ...

Kalau orang sudah punya keputusan di hati,
kebenaran sering tidak lagi penting.

Hal yang sama terjadi pada Yesus.

Mereka sudah memutuskan Yesus harus mati,
sebelum pengadilan dimulai.


2. Tuduhan yang Dipaksakan


Akhirnya datang beberapa saksi palsu.

Mereka berkata Yesus pernah berkata:
“Aku dapat merobohkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.”

Padahal Yesus berbicara tentang tubuh-Nya sendiri.

Tetapi perkataan itu diputarbalikkan.

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Ini pelajaran penting:
Kebenaran sering dipelintir oleh manusia.


Hari ini kita hidup di zaman media sosial.

Kadang satu kalimat dipotong,
lalu disebarkan ke mana-mana.

Hari ini orang bilang:
“Katanya dia bilang begini…”

Padahal aslinya bukan begitu.
Yesus pun mengalami hal yang sama.


3. Yesus Memilih Diam


Ketika dituduh, Yesus diam.

Imam besar bertanya:
“Tidakkah Engkau memberi jawab?”

Tetapi Yesus tetap diam.

Saudara, ini menarik.

Biasanya kalau kita dituduh, kita langsung membela diri.

Contohnya:

Istri bilang ke suami:
“Kenapa uang di dompet berkurang?”

Suami langsung jawab:
“Bukan saya! Mungkin dompetnya yang kurus!”  he he

Kita cepat sekali membela diri.

Tetapi Yesus diam.

Kenapa?

Karena Yesus tahu:
Ini bukan sekadar pengadilan manusia.
Ini adalah jalan menuju salib.

Kadang dalam hidup juga begitu.

Tidak semua tuduhan harus kita jawab.

Ada saatnya kita berkata:
“Tuhan tahu kebenarannya.”


4. Pengakuan Yesus yang Mengguncang

Akhirnya Imam Besar berkata:
“Aku menuntut Engkau demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami: apakah Engkau Mesias, Anak Allah?”

Yesus menjawab:
“Engkau telah mengatakannya.”

Dan Yesus berkata bahwa mereka akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa.

Jawaban ini membuat Caiaphas marah besar.

Ia merobek pakaiannya dan berkata:
“Dia menghujat Allah!”

Padahal sebenarnya Yesus tidak menghujat.


Yesus hanya mengatakan kebenaran.

Kadang kebenaran memang sulit diterima.

Kalau kebenaran tidak cocok dengan kepentingan manusia,
maka kebenaran sering dianggap penghinaan.


5. Penghinaan terhadap Yesus

Setelah itu mereka berkata:
“Ia harus dihukum mati!”

Kemudian mereka mulai melakukan hal yang sangat menyedihkan.

Mereka:
  • meludahi Yesus
  • memukul Yesus
  • menampar Yesus

Lalu mereka mengejek:
“Nubuatkanlah, siapa yang memukul Engkau!”

Bayangkan.
Yesus adalah Tuhan yang menciptakan mereka.

Tetapi sekarang Dia dipukul oleh ciptaan-Nya sendiri.

Ini seperti seseorang memukul tukang yang membangun rumahnya.

Atau seperti murid memukul gurunya.

Atau seperti anak memukul orang tuanya.

Sangat menyedihkan.


6. Mengapa Yesus Mau Mengalami Semua Ini?

Pertanyaan besar:
Kenapa Yesus tidak melawan?

Yesus bisa saja melakukan mujizat.

Yesus bisa memanggil malaikat.

Tetapi Yesus tidak melakukannya.

Kenapa?

Karena Yesus tahu:
Ini adalah harga untuk keselamatan manusia.

Yesus dihina supaya kita dipulihkan.
Yesus dipukul supaya kita disembuhkan.
Yesus dihukum supaya kita diselamatkan.

Yesus menerima hukuman yang sebenarnya bukan milik-Nya.

Hukuman itu seharusnya milik kita.

Tetapi Yesus mengambilnya.


7. Pelajaran bagi Kita

Ada beberapa pelajaran penting dari firman Tuhan ini.

1. Kebenaran tidak selalu diterima dunia
Kadang orang benar bisa difitnah.
Tetapi Tuhan melihat semuanya.

2. Tidak semua tuduhan harus dibalas
Kadang lebih baik menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

3. Yesus mengasihi kita sampai rela menderita
Pengadilan ini adalah awal perjalanan menuju salib.

Yesus tahu penderitaan itu.
Tetapi Ia tetap menjalaninya demi kita.


Penutup

Saudara yang dikasihi Tuhan,

Pada hari itu orang banyak berkata:
“Ia harus dihukum mati.”

Tetapi mereka tidak sadar satu hal:
  • Yesus mati bukan karena Ia kalah.
  • Yesus mati karena Ia memilih mengasihi manusia.

Kalau Yesus tidak dihukum mati,
maka manusia tidak akan diselamatkan.

Jadi di balik kalimat yang kejam itu:
“Ia harus dihukum mati”

sebenarnya tersembunyi kasih Allah yang luar biasa.

Yesus mati supaya kita hidup.


Pertanyaan Renungan

Apakah kita sungguh menghargai pengorbanan Yesus?

Apakah kita tetap setia ketika kebenaran tidak populer?

Apakah kita mau hidup sesuai kehendak Tuhan?

Kiranya firman Tuhan ini mengingatkan kita:

Yesus rela dihukum mati
supaya kita menerima hidup yang kekal.

Amin.

***





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2026





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Khotbah GMIM Minggu, 29 Maret 2026 - YESUS KTISTUS DISERAHKAN UNTUK DISALIBKAN - Markus 15:1-15

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu, 15 Maret 2026 - BERJAGA-JAGALAH DAN BERDOALAH SUPAYA KAMU JANGAN JATUH KEDALAM PENCOBAAN - Markus 14:32-42




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2026..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,