|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 Minggu, 22 September 2024 Khotbah GMIM Minggu, 22 September 2024 - Bertekunlah Mengasihi Tuhan Allahmu - Yosua 23:1-16 Yosua menghadapkan kepada mereka dampak-dampak yang mematikan dari kemurtadan mereka, supaya, dengan tahu apa artinya takut akan Tuhan, mereka dapat diyakinkan untuk tetap setia kepada Tuhan. Yosua 23:1-16 Pidato perpisahan Yosua kepada para pemimpin bangsa itu 23:1 Lama setelah TUHAN mengaruniakan keamanan kepada orang Israel ke segala penjuru terhadap semua musuhnya, dan ketika Yosua telah tua dan lanjut umur, 23:2 dipanggilnya seluruh orang Israel, para tua-tuanya, para kepalanya, para hakimnya dan para pengatur pasukannya dan berkata kepada mereka: "Aku telah tua dan sangat lanjut umur, 23:3 dan kamu ini telah melihat segala yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada semua bangsa di sini demi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang telah berperang bagi kamu. 23:4 Ingatlah, aku telah membagikan dengan membuang undi bangsa-bangsa yang masih tinggal ini kepada suku-sukumu menjadi milik pusakamu, seperti juga semua bangsa yang telah kulenyapkan hari itu, mulai dari sungai Yordan sampai ke Laut Besar di sebelah matahari terbenam. 23:5 Dan TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan mengusir dan menghalau mereka dari depanmu, sehingga kamu menduduki negeri mereka, seperti yang dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. 23:6 Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa, supaya kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri, 23:7 dan supaya kamu jangan bergaul dengan bangsa-bangsa yang masih tinggal di antaramu itu, serta mengakui nama allah mereka dan bersumpah demi nama itu, dan beribadah atau sujud menyembah kepada mereka. 23:8 Tetapi kamu harus berpaut pada TUHAN, Allahmu, seperti yang kamu lakukan sampai sekarang. 23:9 Bukankah TUHAN telah menghalau bangsa-bangsa yang besar dan kuat dari depanmu, dan akan kamu ini, seorangpun tidak ada yang tahan menghadapi kamu sampai sekarang. 23:10 Satu orang saja dari pada kamu dapat mengejar seribu orang, sebab TUHAN Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu. 23:11 Maka demi nyawamu, bertekunlah mengasihi TUHAN, Allahmu. 23:12 Sebab jika kamu berbalik dan berpaut kepada sisa bangsa-bangsa ini yang masih tinggal di antara kamu, kawin-mengawin dengan mereka serta bergaul dengan mereka dan mereka dengan kamu, 23:13 maka ketahuilah dengan sesungguhnya, bahwa TUHAN, Allahmu, tidak akan menghalau lagi bangsa-bangsa itu dari depanmu. Tetapi mereka akan menjadi perangkap dan jerat bagimu, menjadi cambuk pada lambungmu dan duri di matamu, sampai kamu binasa dari tanah yang baik ini, yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. 23:14 Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satupun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi. 23:15 Tetapi seperti telah datang atas kamu segala yang baik, yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, demikianlah TUHAN akan mendatangkan atas kamu segala yang tidak baik sampai Ia telah memusnahkan kamu dari tanah yang baik ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, 23:16 apabila kamu melangkahi perjanjian, yang telah diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepada mereka. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu, sehingga kamu segera binasa dari negeri yang baik, yang telah diberikan-Nya kepadamu." Baca Juga: Penjelasan: * Pesan Yosua kepada Israel (23:1-10) Mengenai waktu disampaikannya maklumat Yosua ini, I. Tidak disebutkan sama sekali di mana tempat pertemuan seluruh rakyat ini diadakan. Sebagian penafsir berpendapat di Timnat-Serah, kota Yosua sendiri, di mana ia tinggal, dan yang darinya, karena sudah tua, ia tidak bisa bepergian. Tetapi tidak tampak bahwa ia terlalu mementingkan keadaan dirinya sendiri. Oleh sebab itu, lebih besar kemungkinan bahwa pertemuan ini diadakan di Silo, tempat Kemah Pertemuan berada. Dan ke tempat itu pula, mungkin, semua laki-laki yang mampu, dapat naik ke sana untuk beribadah di hadapan Tuhan, pada salah satu dari tiga perayaan agung. Yosua memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan ini kepada mereka. II. Hanya disebutkan secara umum waktu terjadinya pertemuan ini. Yaitu, lama setelah TUHAN mengaruniakan keamanan kepada mereka, tetapi tidak dikatakan berapa lama (ay. 1). Pertemuan itu terjadi, 1. Setelah sekian lama ketika Israel merasakan segala penghiburan dari kehidupan yang aman tenteram dan kepemilikan atas Kanaan, dan telah menikmati hasil-hasil dari negeri yang baik itu. 2. Setelah sekian lama ketika Yosua mempunyai waktu untuk mengamati di mana letak bahaya yang mengintai, yang akan merusak mereka, yaitu melalui keakraban mereka dengan orang-orang Kanaan yang masih tersisa. Oleh sebab itu, Yosua berhati-hati untuk mempersenjatai mereka melawan hal ini. III. Orang-orang yang kepada mereka Yosua menyampaikan khotbah ini: Kepada seluruh orang Israel, para tua-tuanya, dan seterusnya. Demikian ayat itu dapat dibaca (ay. 2). Mereka tidak bisa datang semuanya untuk mendengarkan khotbah itu, tetapi Yosua memanggil semua penatua, yaitu dewan penasihat, yang di kemudian hari membentuk Sanhedrin agung (mahkamah agama -" pen.). Para kepala suku, yaitu para bangsawan dan pembesar dari negeri mereka masing-masing. Para hakim yang mengetahui hukum-hukum, yang mengadili para penjahat dan berbagai perkara, dan memberikan penghakiman atas mereka. Dan, terakhir, para petugas atau pelaksana, yang dipercayakan untuk melaksanakan penghakiman-penghakiman itu. Semuanya ini dipanggil Yosua untuk berkumpul, dan kepada merekalah ia berbicara, 1. Supaya mereka menyampaikan apa yang dikatakannya, atau setidak-tidaknya pengertian dan isi pokoknya, kepada orang-orang yang ada di bawah pimpinan mereka di negeri mereka masing-masing. Dengan begitu, pesan ini dapat tersebar ke seluruh bangsa. 2. Karena, jika mereka dapat diyakinkan untuk beribadah kepada Allah dan berpaut pada-Nya, maka mereka, melalui pengaruh mereka atas rakyat biasa, akan menjaga rakyat tetap setia. Jika para pembesar adalah orang-orang baik, maka mereka akan membantu membuat banyak orang menjadi baik. IV. Keadaan Yosua ketika ia memberikan pesan ini kepada mereka: Ia telah tua dan lanjut umur (ay. 1), mungkin itu tahun terakhir hidupnya, dan ia hidup sampai usia 110 tahun (24:29). Dan ia sendiri memperhatikan hal itu, dalam kata-kata pembuka khotbahnya (ay. 2). Ketika ia mulai tua, beberapa tahun yang lalu, Allah mengingatkan dia akan hal itu (13:1): Engkau telah tua. Tetapi sekarang Yosua sendiri begitu merasakan kelemahan-kelemahan di usia tua, hingga tidak perlu diberi tahu lagi. Ia bisa mengungkapkannya sendiri: Aku telah tua dan sangat lanjut umur. Ia menyatakan hal ini, 1. Sebagai alasan untuk meyakinkan dirinya sendiri supaya memberikan pesan ini kepada mereka. Oleh karena sudah tua, ia sadar hanya ada sedikit waktu saja bersama mereka, untuk memberi mereka nasihat dan petunjuk. Oleh karena itu, seperti yang dikatakan Petrus, selama ia belum menanggalkan kemah tubuhnya ini, ia akan memanfaatkan segala kesempatan untuk mengingatkan mereka akan kewajiban mereka (2Ptr. 1:13). Sebab ia tahu, melalui kelemahan-kelemahan usia yang semakin bertambah, bahwa tidak lama lagi ia harus menanggalkan kemah tubuhnya ini. Ia ingin supaya setelah kepergiannya, mereka dapat terus hidup dengan baik seperti sekarang. Ketika kita melihat kematian bergegas menghampiri kita, kita harus tergugah olehnya untuk melakukan pekerjaan hidup dengan segenap kekuatan kita. 2. Sebagai alasan untuk meyakinkan mereka supaya memperhatikan apa yang ia katakan. Ia sudah tua dan berpengalaman, dan karena itu harus lebih didengar nasihatnya, sebab umur tidak berbohong. Ia sudah melayani mereka sampai usia tua, dan telah menghabiskan jiwa raganya demi kebaikan mereka, dan karena itu harus lebih dipandang oleh mereka. Ia sudah tua dan sebentar lagi tiada. Tidak lama lagi mereka tidak akan bisa lagi mendengarnya berkhotbah. Oleh sebab itu, biarlah mereka mencermati apa yang dia katakan sekarang, dan menyimpannya untuk waktu yang akan datang. V. Pesan Yosua itu sendiri, yang bertujuan untuk menggerakkan hati mereka sebisa mungkin, mereka dan keturunan sesudah mereka, untuk bertekun dalam iman dan ibadah penyembahan yang benar terhadap Allah Israel. 1. Yosua mengingatkan mereka akan perkara-perkara besar yang telah dilakukan Allah untuk mereka selama pada masa hidupnya sekarang ini, selama masa pemerintahannya, sebab di sini ia tidak melihat lebih jauh ke belakang. Sebagai buktinya, ia menantang apa yang telah mereka saksikan sendiri (ay. 3): “Kamu ini telah melihat segala yang dilakukan TUHAN, Allahmu. Bukan apa yang sudah kulakukan, atau apa yang telah kamu lakukan (kita hanyalah alat-alat di tangan Allah), melainkan apa yang telah dilakukan Allah sendiri melalui aku dan untuk kamu.” (1) Banyak bangsa yang besar dan kuat, sesuai dengan perkiraan pada zaman itu, dihalau dari negeri yang pada waktu itu indah tiada tara di atas bumi, untuk memberi tempat bagi Israel. “Kamu telah melihat apa yang dilakukan-Nya kepada semua bangsa di sini, yang adalah makhluk-makhluk ciptaan-Nya, buatan tangan-Nya, dan yang bisa saja dijadikan-Nya makhluk-makhluk baru dan pantas untuk melayani-Nya. Namun, lihatlah kehancuran yang telah diperbuat-Nya terhadap mereka demi kamu (ay. 3). Bagaimana Ia telah menghalau mereka dari depanmu (ay. 9), seolah-olah mereka tidak ada apa-apanya di mata-Nya, meskipun mereka besar dan kuat dibandingkan dengan kamu.” (2) Mereka tidak hanya dihalau, tetapi juga diinjak-injak di depan Israel. Mereka mungkin dihalau, tetapi dikirim ke suatu negeri lain yang lebih miskin untuk memulai perkebunan di sana. Mungkin mereka dikirim ke padang gurun yang pernah dilalui Israel begitu lama, dan dengan begitu mereka hanya bertukar tempat dengan Israel. Meskipun mereka bertahan melawan Israel dengan sekuat tenaga, namun mereka ditundukkan di hadapan Israel. Hal ini membuat pendudukan atas negeri mereka jauh lebih mulia bagi Israel, dan merupakan contoh yang jauh lebih gemilang akan kuasa dan kebaikan Allah Israel (ay. 3): “TUHAN, Allahmu, tidak hanya sudah menuntunmu, memberimu makan, dan menjagamu, tetapi juga Ia telah berperang untukmu sebagai pahlawan perang.” Dengan sebutan itulah Ia dikenal di antara mereka ketika Ia pertama kali membawa mereka keluar dari Mesir (Kel. 15:3). Begitu jelas dan mudahnya semua kemenangan mereka, selama peperangan yang panjang ini, hingga seorang pun tidak ada yang tahan menghadapi mereka (ay. 9). Yaitu, tidak ada yang dapat maju melawan mereka hingga membuat mereka ketakutan, menyulitkan mereka, atau menghentikan langkah maju tentara mereka yang jaya itu. Dalam setiap pertempuran, mereka menang, dan dalam setiap pengepungan, mereka merebut kota. Kekalahan mereka di hadapan raja Ai pada suatu kesempatan tidaklah besar, dan hanya berguna untuk menunjukkan kepada mereka bagaimana hubungan mereka dengan Allah pada waktu itu. Akan tetapi, seandainya kekalahan itu tidak terjadi, tidak pernah ada tentara yang dimahkotai dengan sederet keberhasilan yang terusmenerus dan tidak terputus seperti tentara Israel dalam peperangan Kanaan. (3) Mereka tidak hanya sudah menaklukkan orang Kanaan, tetapi juga menduduki negeri mereka sepenuhnya (ay. 4): “Aku telah membagikan dengan membuang undi bangsa-bangsa ini kepadamu, baik bangsa-bangsa yang dilenyapkan maupun bangsa-bangsa yang masih tersisa. Bukan hanya supaya kamu dapat merampas dan menjarah mereka, dan hidup dengan hati-hati di negeri mereka untuk sementara waktu, tetapi juga supaya negeri itu menjadi milik pusaka yang pasti dan abadi untuk suku-sukumu. Kamu tidak hanya memilikinya di bawah kakimu, melainkan juga di dalam tanganmu.” 2. Yosua meyakinkan mereka akan kesiapan Allah untuk meneruskan dan menuntaskan pekerjaan yang mulia ini pada waktunya. Memang benar bahwa sebagian dari orang-orang Kanaan masih tersisa, dan di beberapa tempat mereka kuat dan berani. Tetapi ini tidak boleh mengecewakan harapan-harapan mereka. Ketika Israel bertambah begitu banyak hingga dapat memenuhi kembali negeri ini, Allah akan mengusir orang Kanaan sampai tidak tersisa seorang pun, asalkan Israel mau terus berusaha dan melanjutkan perang melawan orang Kanaan dengan gigih (ay. 5): “TUHAN, Allahmu, akan menghalau mereka dari depanmu, sampai tidak terlihat lagi seorang Kanaan pun di negeri ini. Bahkan bagian negeri yang masih ada di tangan mereka akan kamu miliki.” Mungkin ada yang keberatan bahwa karena para prajurit dari sejumlah suku sudah tersebar ke negeri mereka masing-masing, dan pasukan sudah dibubarkan, maka akan sulit untuk mengumpulkan mereka bersama-sama ketika ada keperluan untuk melanjutkan kembali peperangan dengan orang-orang Kanaan yang tersisa. Untuk menanggapi keberatan ini, Yosua memberi tahu mereka bahwa mereka tidak perlu khawatir tentang jumlah pasukan mereka (ay. 10): Satu orang saja dari pada kamu dapat mengejar seribu orang, seperti yang dilakukan Yonatan (1Sam. 14:13). “Tiap-tiap suku dapat berjuang untuk dirinya sendiri, dan untuk mendapatkan kembali daerah yang menjadi undinya, tanpa takut berada dalam keadaan yang merugikan karena jumlah yang tidak seimbang. Sebab Tuhan Allahmu, yang mempunyai segala kuasa, baik untuk membesarkan hati maupun mengecilkan hati, dan yang memiliki semua makhluk yang siap diperintah-Nya, Dialah yang berperang bagi kamu. Berapa banyak orang yang dapat engkau samakan dengan Dia?” 3. Yosua kemudian dengan sungguh-sungguh memerintahkan mereka untuk mematuhi kewajiban mereka, untuk terus maju dan bertekun di jalan-jalan Tuhan yang baik, yang telah mereka jalani dengan begitu baik. Yosua menasihati mereka, (1) Untuk benar-benar menguatkan hati (ay. 6): “Allah berperang untukmu melawan musuh-musuhmu, oleh sebab itu hendaklah kamu benar-benar menguatkan hati untuk-Nya. Pelihara dan laksanakanlah dengan teguh segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa.” Yosua menekankan kepada mereka tidak lebih daripada apa yang sudah mengikat mereka. “Peliharalah hukum Musa dengan hati-hati, laksanakanlah itu dengan tekun, dan perhatikan dengan tulus apa yang tertulis.” (2) Untuk sangat berhati-hati: “Berjaga-jagalah supaya jangan sampai kamu melewatkan hukum Musa, di sisi kanan ataupun di sisi kiri, sebab ada banyak kesalahan di kedua sisinya. Berjaga-jagalah supaya jangan sampai engkau mendurhaka dan mengabaikan ketetapan-ketetapan Allah, atau menambahkan hal-hal takhayul hasil khayalanmu sendiri.” Terutama, mereka harus berjaga-jaga terhadap segala sesuatu yang menuntun kepada penyembahan berhala, dosa yang pertama-tama menarik hati mereka, dan yang paling menggoda hati mereka (ay. 7). - Mereka tidak boleh bergaul dengan para penyembah berhala, atau mengunjungi mereka, atau hadir dalam perayaan-perayaan atau acara-acara hiburan mereka. Sebab, mereka tidak boleh bergaul akrab dengan para penyembah berhala, atau membina hubungan apa pun dengan mereka, tanpa bahaya tertular. - Mereka tidak boleh menunjukkan penghormatan sedikit pun terhadap berhala apa saja, atau mengakui nama allah mereka. Sebaliknya, mereka harus berusaha menguburkan ingatan akan berhala-berhala itu, hingga terlupakan untuk selama-lamanya, supaya penyembahan terhadapnya tidak pernah dapat dihidupkan kembali. “Biarlah nama allah-allah itu terlupakan. Pandanglah berhala-berhala sebagai barang-barang yang kotor dan menjijikkan, yang namanya tidak patut disebutkan tanpa kebencian dan kejijikan tak terkira.” Orang-orang Yahudi tidak boleh mengizinkan anak-anak mereka menyebut nama daging babi, sebab itu haram, supaya jangan sampai nama itu menimbulkan keinginan dalam hati mereka. Tetapi, jika mereka perlu membicarakannya, mereka harus menyebutnya sebagai barang asing itu. Sangat disayangkan bahwa di antara orang-orang Kristen, nama dewa-dewa kafir begitu lazim digunakan, dan menjadi sedemikian akrab, terutama dalam berbagai drama dan puisi. Biarlah nama-nama yang sudah ditinggikan untuk menandingi Allah itu selama-lamanya dibenci dan lenyap. - Mereka tidak boleh mendukung orang lain dalam menunjukkan penghormatan kepada berhala-berhala. Mereka bukan hanya tidak boleh bersumpah demi berhala-berhala, tetapi juga tidak boleh membuat orang lain melakukannya. Ini artinya, mereka tidak boleh membuat kovenan apa pun dengan para penyembah berhala, sebab para penyembah berhala itu, untuk meneguhkan kovenan mereka, akan bersumpah demi berhala-berhala mereka. Jangan pernah orang Israel mengakui sumpah seperti itu. - Mereka harus berjaga-jaga terhadap peluang-peluang terjadinya penyembahan berhala ini, supaya jangan sampai mereka secara perlahan-lahan tiba pada langkah tertinggi, yaitu beribadah kepada allah-allah palsu, dan sujud menyembah kepadanya, menentang apa yang tertulis dalam perintah kedua. (3) Untuk tetap teguh (ay. 8): Kamu harus berpaut pada TUHAN, Allahmu. Yaitu, “bersukalah di dalam Dia, bergantunglah pada-Nya, abdikanlah dirimu untuk kemuliaan-Nya, dan teruslah berbuat demikian sampai akhir, seperti yang kamu lakukan sampai sekarang, sejak kamu tiba di Kanaan.” Sebab, karena ingin mengatakan yang sebaik-baiknya tentang mereka, Yosua tidak melihat begitu jauh ke belakang sampai ke noda yang di Peor. Mungkin ada banyak hal yang salah di antara mereka, tetapi mereka tidak meninggalkan Tuhan Allah mereka. Dan nasihatnya kepada mereka supaya bertekun sudah seharusnya dikuatkan dengan pujian yang menyenangkan hati mereka. “Pergi dan raihlah hasilnya, sebab Tuhan menyertai kamu selama kamu mengikuti-Nya.” Orang-orang yang memerintah harus memuji. Cara untuk membuat orang menjadi lebih baik adalah dengan membantu mereka menggunakan yang terbaik dari diri mereka. “Engkau sudah berpaut pada Tuhan sampai hari ini. Oleh karena itu, teruslah berbuat demikian, sebab jika tidak, engkau akan kehilangan pujian dan upah atas apa yang telah engkau kerjakan. Kebenaranmu tidak akan diperhitungkan kepadamu jika engkau berpaling darinya.” * Pesan Yosua kepada Israel (23:11-16) Dalam perikop ini, I. Yosua mengarahkan mereka tentang apa yang harus dilakukan, supaya mereka bertekun dalam agama (ay. 11). Jika kita ingin berpaut pada Tuhan, dan tidak meninggalkan-Nya: 1. Kita harus selalu berjaga-jaga, sebab banyak jiwa yang berharga tersesat dan binasa karena kecerobohan: “Karena itu berjaga-jagalah, berjaga-jagalah demi nyawamu, demi jiwamu (demikian kata yang digunakan), supaya batin tetap bersih dari pencemaran-pencemaran dosa, dan bekerja giat untuk melayani Allah.” Allah telah memberi kita jiwa yang berharga dengan perintah ini, “Berjaga-jagalah demi jiwamu, peliharalah ia dengan setekun mungkin, dengan segala kewaspadaan.” 2. Apa yang kita lakukan dalam agama, harus kita lakukan berdasarkan dasar pegangan kasih, bukan karena paksaan atau rasa takut terhadap Allah seperti seorang budak, melainkan karena pilihan dan dengan kesukaan. “Kasihilah TUHAN, Allahmu, maka engkau tidak akan meninggalkan-Nya.” II. Yosua menegaskan kesetiaan Allah kepada mereka sebagai alasan mengapa mereka harus setia kepada-Nya (ay. 14): “Aku akan menempuh jalan segala yang fana, aku sudah tua dan segera mati.” Mati adalah pergi menempuh sebuah perjalanan, perjalanan yang jauh ke rumah kita. Ini adalah jalan segala yang fana, jalan yang harus ditempuh seluruh umat manusia, cepat atau lambat. Yosua sendiri, meskipun seorang yang hebat dan baik, dan yang bisa saja diluputkan dari hal yang menyakitkan, tidaklah terbebas dari nasib yang menimpa semua manusia ini. Ia memberi perhatian tentang hal ini di sini supaya mereka dapat memperhatikan perkataannya sebagai kata-kata terakhirnya, dan menanggapi sebagaimana mestinya. Atau seperti ini: “Aku sedang menanti ajal, dan akan meninggalkan kamu. Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. Tetapi jika kamu berpaut pada Tuhan, maka Ia tidak akan pernah meninggalkanmu.” Atau demikian, “Karena sekarang aku sudah dekat dengan akhir hidupku, maka sudah sepantasnya aku melihat ke belakang ke tahun-tahun yang sudah berlalu. Dan, ketika meninjau kembali, aku mendapati, dan kamu sendiri insaf dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, sepenuhnya diyakinkan dengan bukti yang sangat jelas, dan tertanam dalam dirimu” (pengetahuan yang memberi kita kebaikan bukanlah pengetahuan yang ada di kepala saja, melainkan juga yang ada di dalam hati dan jiwa, dan yang olehnya kita sudah sepatutnya tergerak). “Kamu tahu bahwa satu pun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi” dan Ia menjanjikan begitu banyak hal (lihat Yos. 21:45). Allah telah menjanjikan kepada mereka kemenangan, ketenteraman, kelimpahan, Kemah Suci-Nya di antara mereka, dan lain-lain. Dan satu pun dari semua yang telah dijanjikan-Nya tidak ada yang tidak dipenuhi. “Nah,” kata Yosua, “bukankah Allah sudah demikian setia kepadamu? Maka janganlah kamu ingkar terhadap-Nya.” Ini adalah alasan yang dipakai sang rasul supaya kita bertekun (Ibr. 10:23), Ia, yang menjanjikannya, setia. III. Yosua memberi mereka peringatan yang baik tentang dampak-dampak mematikan dari kemurtadan (ay. 12-13, 15-16): “Jika kamu berbalik, maka ketahuilah bahwa itu pasti akan menjadi kehancuranmu.” Cermatilah, 1. Bagaimana Yosua menggambarkan kemurtadan yang diperingatkannya kepada mereka. Langkah-langkah menuju kemurtadan adalah (ay. 12), bertambah akrab dengan para penyembah berhala, yang dengan licik akan membujuk mereka, dan menyelinap masuk ke dalam hidup mereka, sebab sekarang orang Israel sudah menjadi penguasa negeri itu, untuk memenuhi tujuan mereka sendiri. Langkah selanjutnya adalah kawin-mengawin dengan mereka. Orang Israel ditarik untuk berbuat demikian oleh tipu muslihat mereka, yang dengan senang hati ingin memberikan anak-anak mereka kepada orang-orang Israel yang kaya ini. Dan akibatnya adalah (ay. 16) mereka beribadah kepada allah lain (yang diaku sebagai dewa-dewa kuno negeri itu) dan sujud menyembah kepadanya. Demikianlah, jalan dosa itu terjal ke bawah, dan orang-orang yang bersekutu dengan para pendosa tidak bisa terhindar dari bersekutu dengan dosa. Hal ini digambarkan Yosua, (1) Sebagai tindakan yang hina dan memalukan dalam meninggalkan Allah. “Ini berarti berbalik dari apa yang sudah engkau mulai dengan begitu baik” (ay. 12). (2) Sebagai pelanggaran yang penuh pengkhianatan terhadap janji (ay. 16): “Ini berarti melangkahi perjanjian, yang telah diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan yang kepadanya engkau sendiri telah mengangkat tangan untuk berjanji.” Dosa-dosa lain adalah pelanggaran terhadap hukum yang diperintahkan Allah kepada mereka, tetapi dosa ini adalah pelanggaran terhadap kovenan yang diperintahkan-Nya kepada mereka. Dan dosa itu sama saja dengan pelanggaran terhadap hubungan antara Allah dan mereka, dan membuat mereka kehilangan segala keuntungan dari kovenan itu. 2. Bagaimana Yosua menggambarkan kehancuran yang diperingatkannya kepada mereka. Ia memberi tahu mereka, (1) Bahwa orang-orang Kanaan yang tersisa ini, jika orang Israel sampai melindungi mereka, menuruti kemauan mereka, dan bergabung untuk bersekutu dengan mereka, akan menjadi perangkap dan jerat bagi orang Israel. Orang Kanaan akan menarik mereka ke dalam dosa maupun ke dalam rayuan-rayuan yang bodoh, rancangan-rancangan yang tidak bermanfaat, dan segala macam hal yang menyusahkan. Orang Kanaan akan menarik mereka bukan hanya pada penyembahan berhala, melainkan juga pada segala macam tindakan asusila, yang akan menjadi kehancuran bukan hanya dari kebajikan mereka, melainkan juga kebijaksanaan dan akal sehat mereka, roh dan kehormatan mereka. Dan setelah memikat orang Israel melalui perbuatan-perbuatan curang seperti itu ke dalam satu atau lain kejahatan, sehingga dapat memperoleh keuntungan atas mereka, maka pada saat itu orang Kanaan akan bertindak secara lebih terang-terangan, dan menjadi cambuk pada lambung mereka dan duri di mata mereka. Orang Kanaan mungkin akan membunuh atau menghalau ternak mereka, membakar atau mencuri gandum mereka, menggangu atau menjarah rumah mereka, dan sedapat mungkin menyusahkan mereka. Sebab, sekalipun mereka berpura-pura ingin berteman, seorang Kanaan, kecuali ia bertobat memeluk iman dan penyembahan terhadap Allah yang benar, di setiap zaman akan membenci nama orang Israel dan tidak suka melihat seorang Israel pun. Lihatlah bagaimana hukuman itu akan dibuat melawan dosa itu sendiri, bahkan, bagaimana dosa itu sendiri akan menjadi hukumannya. (2) Bahwa murka Tuhan akan menyala terhadap mereka. Persekutuan-persekutuan yang mereka adakan dengan orang Kanaan hanya akan memberikan kesempatan kepada para penyembah berhala itu untuk berbuat jahat kepada mereka. Dan dengan begitu, mereka hanya akan memelihara ular dalam rumah mereka sendiri. Tetapi hal itu juga akan menggusarkan hati Allah hingga Ia menjadi musuh mereka, dan akan menyalakan api murka-Nya terhadap mereka. (3) Bahwa semua ancaman dari firman Allah akan digenapi, sama seperti janji dari firman Allah sudah digenapi, sebab Allah atas kebenaran kekal adalah setia, baik kepada ancaman-ancaman-Nya maupun kepada janji-janji-Nya (ay. 15): “Seperti telah datang atas kamu segala yang baik sesuai dengan janji, selama engkau tetap dekat dengan Allah, demikian pula segala yang jahat akan datang atas kamu sesuai dengan ancaman, jika kamu meninggalkan Dia.” Musa sudah menghadapkan kepada mereka keberuntungan dan kecelakaan. Mereka sudah mengalami keberuntungan, dan sekarang sedang menikmatinya, dan kecelakaan pasti akan datang jika mereka tidak taat. Sama seperti janji-janji Allah bukanlah sorga yang konyol, demikian pula ancaman-ancaman-Nya bukanlah hantu bohong-bohongan yang hanya menakut-nakuti saja. (4) Bahwa ketidaktaatan mereka akan berakhir dalam kehancuran jemaat dan bangsa mereka yang sehabis-habisnya, seperti yang sudah dinubuatkan Musa. Perkataan ini disebutkan tiga kali di sini. Musuh-musuhmu akan menyusahkan kamu sampai kamu binasa dari tanah yang baik ini (ay. 13). Dan lagi, “Allah akan menulahi kamu sampai Ia telah memusnahkan kamu dari tanah yang baik ini (ay. 15). Sorga dan bumi akan bergabung mencabut kamu sampai ke akar-akarnya, sehingga (ay. 16) kamu segera binasa dari negeri yang baik.” Kebinasaan mereka akan diperparah sebab negeri yang darinya mereka akan binasa adalah sebuah negeri yang baik, negeri yang telah diberikan Allah sendiri kepada mereka. Dan karena itu, Ia pasti akan melindungi mereka seandainya mereka, dengan kefasikan mereka, tidak membuat diri mereka sendiri terlempar darinya. Demikianlah kebaikan dari Kanaan sorgawi, dan dijadikannya Kanaan sorgawi sebagai pemberian yang cuma-cuma dan pasti oleh Allah, akan memperparah kesengsaraan orang-orang yang selama-lamanya tidak bisa masuk ke sana dan binasa darinya. Tidak ada yang akan membuat mereka melihat betapa sengsaranya mereka, selain dengan kesadaran betapa bahagianya keadaan mereka sebenarnya. Demikianlah Yosua menghadapkan kepada mereka dampak-dampak yang mematikan dari kemurtadan mereka, supaya, dengan tahu apa artinya takut akan Tuhan, mereka dapat diyakinkan untuk tetap setia kepada Tuhan.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Minggu, 29 September 2024 - Tunduklah Kepada ALLAH dan Lawanlah iblis - Yakobus 4:1-10 Sebelum: Khotbah GMIM Minggu, 15 September 2024 - MEMPERLENGKAPI ORANG KUDUS BAGI PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS - Efesus 4:1-16 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,