gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 628 kali
Download MP3 Music
1 Korintus 12:1-11
Rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh
12:1 Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya. 12:2 Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu. 12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus. 12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. 12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. 12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. 12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. 12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 12:10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. 12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Penjelasan:
* Mengenai Karunia Rohani (1 Korintus 12:1-11)

Sekarang Rasul Paulus sampai pada pembahasan mengenai karunia rohani, yang berlimpah dalam jemaat Korintus, tetapi amat disalahgunakan. Dalam pasal ini, apa makna karunia itu secara garis besar dijelaskan kepada kita. Karunia rohani adalah jawatan dan kuasa luar biasa yang dikaruniakan kepada para hamba Tuhan dan orang-orang Kristen di abad-abad pertama, untuk meyakinkan orang tidak percaya dan untuk menyebarkan Injil. Karunia dan kasih karunia, atau charismata dan charis, sangat berbeda. Memang kedua-duanya diberikan secara cuma-cuma oleh Allah. Namun ketika kasih karunia diberikan, itu berguna bagi keselamatan orang yang menerimanya, sedangkan karunia dianugerahkan demi kepentingan dan keselamatan orang lain. Seseorang dapat saja memiliki karunia-karunia yang luar biasa, tetapi sedikit pun tidak memperoleh kasih karunia, dan sama sekali tidak dikenan oleh Tuhan. Karunia sendiri adalah contoh yang luar biasa mengenai kemurahan ilahi terhadap manusia, tetapi karunia tidak membuktikan bahwa orang yang memilikinya dikenan Allah. Jemaat Korintus kaya dalam hal karunia, tetapi dalam pelaksanaannya terdapat banyak kekacauan yang memalukan. Sekarang mengenai karunia-karunia rohani ini, yaitu kuasa luar biasa yang telah mereka terima dari Roh,

I. Rasul Paulus memberi tahu mereka bahwa ia tidak mau jika jemaat Korintus sampai tidak mengetahui asal usul ataupun kegunaan karunia-karunia itu. Karunia rohani berasal dari Allah, dan harus digunakan untuk kepentingan-Nya. Mereka akan tersesat jauh apabila tidak mengetahui salah satu dari kedua hal ini. Perhatikan, informasi yang benar sangat berguna bagi semua tindakan-tindakan ibadah. Sungguh buruk pekerjaan orang yang memperoleh karunia, yang tidak tahu atau tidak memperhatikan sifat dan kegunaan karunia yang diberikan kepada mereka itu.

II. Paulus mengingatkan akan keadaan mereka yang menyedihkan, sebelum mereka dipulihkan. Pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu (ay. 2). Ketika keadaan mereka masih seperti itu, mereka tidak dapat mengingini untuk menjadi manusia rohani, atau untuk memiliki karunia rohani. Ketika mereka masih dikuasai oleh roh yang tidak mengenal Allah, mereka tidak dapat dipengaruhi oleh Roh Kristus. Jika mereka mengerti benar bagaimana keadaan mereka sebelumnya, maka mau tidak mau mereka akan tahu bahwa semua karunia rohani yang sejati berasal dari Allah. Sekarang, mengenai hal ini perhatikanlah,
            1. Sifat mereka sebelumnya. Mereka adalah orang yang masih belum mengenal Allah. Mereka bukan umat kesayangan Allah, melainkan termasuk di dalam bangsa-bangsa yang telah dicampakkan-Nya. Tadinya orang Yahudi adalah umat pilihan Allah, yang dibedakan dengan bangsa-bangsa lain di dunia melalui perkenan-Nya. Kepada mereka dipercayakan pengetahuan dan penyembahan kepada Allah yang sejati. Bangsa-bangsa lain tidak mendapat bagian dalam kovenan yang dijanjikan, tidak termasuk kewargaan Israel, dan dalam cara tertentu tanpa Allah (Ef. 2:12). Begitulah tadinya kumpulan jemaat Korintus itu, sebelum mereka bertobat menjadi Kristen. Betapa besar perubahan yang terjadi di sini! Orang Kristen Korintus tadinya adalah orang yang tidak mengenal Allah. Perhatikan, bagi orang Kristen, berpikir bahwa tadinya ia masih belum mengenal Allah, sangat bermanfaat dan merupakan sebuah perenungan yang pantas untuk menggerakkan hatinya supaya mau melaksanakan kewajibannya dan bersyukur.
            2. Perilaku hidup mereka saat itu. Mereka tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu. Mereka giat melakukan penyembahan berhala yang sangat menjijikkan, bahkan menyembah hewan ternak dan batu, oleh dorongan khayalan yang sia-sia dan tipuan imam-imam mereka yang berbuat demikian karena tidak tahu. Sebab, apa saja pendapat para filsuf mereka, itulah yang mereka ikuti. Seluruh bangsa itu menyembah dan memberikan persembahan kepada berhala-berhala yang bisu, yang mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata (Mzm. 115:5-6). Sungguh celaka jika pikiran begitu rendah! Dan, orang-orang yang memandang rendah pikiran-pikiran hina menjijikkan ini, juga turut menyepakatinya dengan tindakan mereka. Oh, betapa malangnya keadaan orang-orang yang tidak percaya! Bisakah Roh Allah tinggal di antara para penyembah berhala yang bodoh ini, atau dapatkah mereka dipengaruhi oleh-Nya? Betapa sang penguasa dunia ini benar-benar berjaya di dalam kebutaan umat manusia! Betapa tebalnya kabut yang telah dilemparkannya ke atas pikiran mereka!

III. Paulus menunjukkan kepada mereka bagaimana supaya mereka dapat membedakan karunia-karunia yang berasal dari Roh Allah ini, yaitu karunia rohani yang sejati. Tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” Inilah yang dilakukan baik oleh orang Yahudi maupun bukan Yahudi. Mereka menghujat Dia sebagai seorang penipu, menyangkal nama-Nya, dan memandang hina nama-Nya. Namun, banyak orang Yahudi para pelaku sihir dan tenung mau juga berkeliling dan pura-pura melakukan perbuatan ajaib dengan Roh Allah (lihat Horae in loc. dari Dr. Lightfoot), dan banyak orang bukan Yahudi yang berpura-pura mendapat pewahyuan. Sekarang, Rasul Paulus memberi tahu mereka bahwa tidak seorang pun yang menyangkal atau menghujat Kristus dapat bertindak menggunakan kuasa dari Roh Allah. Ini karena Roh Allah selalu bersaksi tentang Kristus, baik melalui nubuatan, mujizat, kebangkitan-Nya dari maut, maupun ajaran-Nya yang diterima orang banyak, dan pengaruh-Nya terhadap mereka. Roh Allah tidak akan pernah dapat bertentangan dengan diri-Nya sendiri begitu rupa sampai menyatakan diri-Nya terkutuk. Di sisi lain, tidak ada seorang pun yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan” (maksudnya, hidup berdasarkan iman tersebut dan mengerjakan mujizat sebagai buktinya), selain oleh Roh Kudus. Mengakui kebenaran ini di hadapan orang lain, mempertahankannya sampai mati, dan hidup di bawah kuasa kebenaran itu, merupakan hal yang tidak dapat dilakukan jika tidak dikuduskan oleh Roh Kudus. Tidak ada orang yang dapat menyebut Kristus Tuhan, dengan sikap tunduk penuh kepercayaan pada-Nya serta bergantung kepada-Nya, kecuali iman itu dikerjakan oleh Roh Kudus. Tidak seorang pun dapat mengakui kebenaran ini pada masa pencobaan, kecuali Roh Kudus menggerakkan dan memberikan dorongan kepadanya. Perhatikan, kita bergantung pada pekerjaan dan kuasa Roh Kudus agar kita dikuduskan dan menjadi tekun, seperti halnya kita membutuhkan perantaraan Kristus supaya kita diperdamaikan dengan Allah dan diterima oleh-Nya. Tidak ada seorang pun dapat meneguhkan kebenaran ini dengan mujizat, kecuali oleh Roh Kudus. Tidak ada roh jahat yang akan mau, seandainya ia berkuasa untuk itu, membantu menyebarkan ajaran dan agama yang mendatangkan kehancuran begitu rupa pada kerajaan iblis. Pada intinya, yang dikatakan dan ditegaskan oleh Rasul Paulus di sini adalah, betapapun orang yang memusuhi Kekristenan berpura-pura mendapatkan pewahyuan atau mengadakan mujizat, itu tidak mungkin berasal dari Roh Allah. Tidak ada orang yang bisa mempercayai dengan hatinya, atau membuktikan melalui mujizat bahwa Yesus adalah Kristus, selain oleh Roh Kudus. Dengan begitu pekerjaan dan kuasa dahsyat yang terjadi di antara mereka memang semuanya berasal dari Roh Kudus. Paulus menambahkan,

IV. Karunia-karunia rohani ini, meskipun berasal dari Roh yang sama, berbeda-beda jenisnya. Semuanya memiliki satu Pencipta dan sumber yang sama, tetapi beraneka ragam bentuknya. Berbagai akibat bisa ditimbulkan oleh satu penyebab, dan seorang pemberi yang sama dapat menganugerahkan bermacam-macam karunia (ay. 4). Ada rupa-rupa karunia, seperti pewahyuan, bahasa lidah, nubuatan, atau menafsirkan bahasa lidah, tetapi satu Roh. Ada berbagai-bagai pelayanan, atau jawatan yang berbeda, berbagai orang untuk melaksanakannya, dan berbagai ketetapan serta peraturan yang berbeda (lih. ay. 28-30), tetapi satu Tuhan yang menetapkan semuanya (ay. 6). Ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, atau kuasa untuk mengadakan mujizat, yang disebut energ-"mata dynameōn (ay. 10), sebagaimana yang dimaksud energ-"mata di sini, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Ada rupa-rupa karunia, pelayanan, dan perbuatan ajaib, tetapi semua berasal dari satu Allah, satu Tuhan, dan satu Roh, yaitu dari Bapa, Anak, dan Roh Kudus, sumber dan asal mula dari semua berkat dan warisan rohani. Semua dikeluarkan dari mata air yang sama, dan semua memiliki pencipta yang sama. Meskipun semua karunia ini berlain-lainan, dalam hal ini mereka memiliki kesamaan, yaitu semua berasal dari Allah. Beberapa jenis di antaranya dijelaskan di sini (ay. 8-10). Beberapa orang memiliki beberapa karunia, sedangkan beberapa orang hanya satu karunia, dan beberapa orang memiliki karunia yang lain, tetapi semuanya berasal dari dan dikerjakan oleh satu Roh. Kepada yang seorang, diberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat. Menurut beberapa orang, maksudnya adalah karunia untuk mengetahui rahasia-rahasia Injil, dan kemampuan untuk menjelaskannya. Ini merupakan karunia untuk mengerti secara pasti akan rancangan, sifat, dan ajaran-ajaran agama Kristen. Yang lain mengatakan bahwa ini adalah karunia untuk memperkatakan hal-hal yang berbobot, seperti amsal Salomo. Beberapa orang mengaitkan perkataan hikmat ini dengan pewahyuan yang diberikan kepada para rasul dan disampaikan oleh mereka. Kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Menurut beberapa orang, artinya adalah karunia untuk mengetahui hal-hal yang rahasia (2:13), yaitu hal-hal yang dibungkus dalam nubuatan, perlambang, dan sejarah Perjanjian Lama. Menurut yang lain, ini adalah keterampilan dan kesiapan untuk memberikan nasihat dan petunjuk dalam persoalan yang rumit. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman. Artinya, iman akan mujizat, atau iman akan kuasa dan janji ilahi. Melalui karunia ini mereka dimampukan untuk percaya kepada Allah dalam keadaan darurat mana pun, dan terus melaksanakan tugas mereka, serta mengakui dan memperkatakan kebenaran Kristus, apa pun kesulitan atau bahaya yang dihadapi. Kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Maksudnya, menyembuhkan orang sakit, baik dengan menumpangkan tangan maupun mengurapi dengan minyak, atau hanya melalui perkataan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat. Ini adalah kuasa untuk mengerjakan kuasa, energ-"mata dynameōn, seperti membangkitkan orang mati, memulihkan penglihatan orang buta, membuat orang bisu dapat berbicara, orang tuli mendengar, dan orang lumpuh berjalan. Kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, yaitu kemampuan untuk mengetahui hal-hal yang terjadi di masa depan, yang merupakan pengertian yang lebih umum dari nubuatan, atau menjelaskan firman dengan kemampuan istimewa yang diberikan Roh. Lihat pasal 14:24. Kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Ini merupakan kemampuan untuk membedakan nabi yang benar dengan yang palsu, atau untuk menilai kemampuan sebenarnya dan sifat tersembunyi dari seseorang, apakah dia layak menduduki suatu jawatan, atau untuk menyingkapkan isi pikiran orang lain oleh Roh Kudus, seperti yang dilakukan Petrus terhadap Ananias (Kis. 5:3). Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, atau kemampuan untuk berbicara dalam bahasa lain melalui pewahyuan. Kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu, atau kemampuan untuk menafsirkan bahasa asing secara tepat dan langsung ke dalam bahasa mereka sendiri. Begitulah para pelayan dan jemaat mula-mula diberkati dengan begitu banyaknya macam karunia rohani.

V. Tujuan mengapa karunia-karunia ini diberikan. Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama (ay. 7). Dengan menggunakan semua karunia ini, Roh dinyatakan, kuasa dan kepentingan-Nya tampak dalam karunia-karunia tersebut. Tetapi semua karunia ini bukan dibagikan hanya demi kehormatan dan keuntungan orang-orang yang memperolehnya, melainkan bagi kepentingan jemaat, untuk membangun tubuh, menyebarluaskan dan memajukan Injil. Perhatikan, apa pun karunia yang diberikan Allah kepada manusia, Ia memberikan-Nya supaya manusia dapat berbuat baik dengan karunia tersebut, baik itu karunia biasa maupun karunia rohani. Karunia lahiriah yang berasal dari kelimpahan-Nya harus dimanfaatkan bagi kemuliaan-Nya, dan dipakai untuk berbuat baik kepada orang lain. Tidak ada orang yang dapat memilikinya hanya untuk dirinya sendiri. Semua karunia itu adalah kepercayaan yang ditaruh di tangannya, untuk kepentingan bersama. Semakin ia memanfaatkan karunia itu bagi kepentingan orang lain, akan semakin melimpah pula keuntungan yang akan kembali padanya nanti (Fil. 4:17). Karunia rohani diberikan, supaya dengan karunia itu manusia dapat mendatangkan keuntungan bagi gereja dan memajukan Kekristenan. Karunia tidak diberikan untuk dipamerkan, tetapi untuk melayani. Bukan untuk disombong-sombongkan dan gagah-gagahan, melainkan untuk membangun. Bukan untuk meninggikan orang yang memperolehnya, melainkan untuk membangun orang lain.

VI. Ukuran dan jumlah pembagiannya. Semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. Karunia diberikan sesuai dengan kehendak yang berdaulat dari sang Pemberinya. Adakah yang lebih gratis daripada karunia? Bukankah Roh Allah boleh berbuat sekehendak hati dengan milik-Nya sendiri? Apakah Dia tidak boleh memberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan dalam jumlah yang diinginkan-Nya? Satu karunia untuk yang seorang, dan karunia yang lain kepada orang lain? Kepada yang seorang lebih banyak, dan yang lain lebih sedikit, sesuai yang dianggap-Nya layak? Bukankah Dia adalah hakim yang terbaik untuk menentukan bagaimana tujuan-Nya akan dilaksanakan, dan bagaimana pemberian cuma-cuma-Nya diberikan? Karunia tidak diberikan sesuai dengan kehendak manusia, atau seperti yang dianggap pantas oleh manusia, tetapi sesuai keinginan Roh. Perhatikan, Roh Kudus adalah pribadi yang ilahi. Ia melakukan perbuatan-perbuatan ilahi dan membagikan karunia-karunia ilahi sesuka hati-Nya, dengan kuasa-Nya sendiri, dan menurut kehendak-Nya, tanpa tergantung pada atau dikendalikan oleh pihak lain. Namun meskipun Dia membagikan karunia-karunia ini secara bebas dan tidak dikendalikan, semua itu direncanakan oleh-Nya, bukan untuk kehormatan dan keuntungan pribadi, melainkan untuk keuntungan bersama, untuk membangun tubuh, yaitu jemaat.












Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Renungan GMIM Senin, 2 September sd. Jumat, 7 September 2024

Sebelum:
RHK GMIM Sabtu, 31 Agustus 2024 - Allah Akan Memenuhi Segala Keperluanmu - Filipi 4:19-20




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2024..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,