gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 575 kali
Download MP3 Music
Yeremia 29:1-9
Surat kiriman kepada orang-orang buangan di Babel
29:1 Beginilah bunyi surat yang dikirim oleh nabi Yeremia dari Yerusalem kepada tua-tua di antara orang buangan, kepada imam-imam, kepada nabi-nabi dan kepada seluruh rakyat yang telah diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar dari Yerusalem ke Babel. 29:2 Itu terjadi sesudah raja Yekhonya beserta ibu suri, pegawai-pegawai istana, pemuka-pemuka Yehuda dan Yerusalem, tukang dan pandai besi telah keluar dari Yerusalem. 29:3 Surat itu dikirim dengan perantaraan Elasa bin Safan dan Gemarya bin Hilkia yang diutus oleh Zedekia, raja Yehuda, ke Babel, kepada Nebukadnezar, raja Babel. Bunyinya: 29:4 "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang diangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel: 29:5 Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya; 29:6 ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang! 29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. 29:8 Sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Janganlah kamu diperdayakan oleh nabi-nabimu yang ada di tengah-tengahmu dan oleh juru-juru tenungmu, dan janganlah kamu dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan! 29:9 Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu demi nama-Ku. Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN.

Penjelasan:
* Nasihat kepada Orang-orang Buangan di Babel (29:1-7)

Di sini kita diberi tahu,

I. Bahwa Yeremia menulis kepada orang-orang buangan di Babel, atas nama Tuhan. Yekhonya telah menyerahkan diri sebagai tawanan, beserta ibu suri, dan para pelayan istananya, yang di sini disebut pegawai-pegawai istana, dan banyak pemuka Yehuda dan Yerusalem, yang pada waktu itu merupakan orang-orang paling berperan di negeri. Tukang dan pandai besi juga, karena dibutuhkan, diserahkan, supaya orang-orang yang tertinggal tidak mempunyai tangan-tangan yang terampil untuk membentengi kota mereka atau melengkapi diri mereka dengan senjata-senjata perang. Dengan menyerahkan diri tanpa perlawanan ini, diharapkan agar Nebukadnezar menjadi puas. Satis est prostrasse leoni - Sudah cukup bagi si singa jika ia membuat lawannya tersungkur. Tetapi sang penakluk yang congkak ini malah semakin menjadi-jadi melihat mereka berserah, seperti Benhadad melihat Ahab berserah (1Raj. 20:5-6). Dan, tidak puas dengan itu, setelah orang-orang ini keluar dari Yerusalem, ia datang lagi, dan mengambil lebih banyak lagi tua-tua, imam-imam, nabi-nabi, dan seluruh rakyat (ay. 1), seperti yang dianggapnya pantas, atau seperti yang dapat ditangkap oleh tentaranya, dan membawa mereka ke Babel. Keadaan orang-orang buangan ini sangat menyedihkan, terlebih lagi karena mereka, dengan dibedakan seperti itu dari semua saudara mereka yang tetap tinggal di negeri sendiri, memandang seolah-olah mereka lebih berdosa daripada semua orang yang diam di Yerusalem. Oleh karena itu Yeremia menulis sepucuk surat kepada mereka, untuk menghibur mereka, dengan meyakinkan mereka bahwa tidak ada alasan bagi mereka untuk berputus asa mengharapkan pertolongan bagi diri sendiri atau iri hati terhadap saudara-saudara mereka yang tetap tinggal. Perhatikanlah,

1. Firman Allah yang tertulis benar-benar diilhamkan Allah sama seperti firman-Nya yang terucap. Dan firman yang tertulis ini adalah cara yang tepat untuk menyebarkan pengetahuan tentang kehendak Allah di antara anak-anak-Nya yang tercerai-berai.

2. Kita dapat melayani Allah dan berbuat baik dengan menulis surat kepada teman-teman kita yang jauh, surat yang berisi penghiburan iman saat dibutuhkan dan nasihat-nasihat yang bijak. Orang-orang yang tidak dapat kita ajak berbicara, dapat kita surati. Apa yang tertulis akan tetap tertulis. Surat dari Yeremia ini dikirimkan kepada orang-orang buangan di Babel melalui tangan para utusan raja Zedekia kepada Nebukadnezar, mungkin untuk membayar upeti kepadanya dan memperbarui ketundukannya kepada sang raja, atau untuk merundingkan perdamaian dengannya, yang di dalamnya orang-orang buangan itu dapat berharap akan diikutsertakan (ay. 3). Melalui utusan-utusan seperti itulah Yeremia memilih mengirimkan pesan ini, untuk memberikan kehormatan pada pesan itu, karena pesan itu berasal dari Allah, atau mungkin karena tidak ada cara tetap lain untuk mengirimkan surat ke Babel, kecuali jika kesempatan seperti ini datang. Hal itu akan membuat keadaan orang-orang buangan di sana semakin sedih, karena mereka jarang bisa mendengar kabar dari teman-teman dan saudara-saudara yang mereka tinggalkan, yang dapat memberi suatu kesegaran dan kepuasan bagi orang-orang yang terpisah satu sama lain.


II. Di sini kita diberi tahu apa yang dia tulis. Salinan surat itu dipaparkan secara panjang lebar di sini sampai ayat 24. Dalam ayat-ayat ini,

1. Yeremia meyakinkan mereka bahwa ia menulis dalam nama TUHAN semesta alam, Allah Israel, yang menggubah surat itu. Yeremia hanyalah juru tulis atau penyalin saja. Akan menghibur bagi mereka, dalam pembuangan mereka, jika mendengar bahwa Allah adalah TUHAN semesta alam, Tuhan atas segenap pasukan, dan karena itu sanggup menolong dan membebaskan mereka. Dan bahwa Dia adalah tetap Allah Israel, Allah yang mengikat perjanjian dengan umat-Nya, meskipun Ia berseteru dengan mereka, dan musuh-musuh mereka pada saat ini terlalu tangguh bagi mereka. Hal ini juga akan menjadi peringatan bagi mereka untuk berjaga-jaga terhadap semua godaan untuk menyembah berhala di Babel, karena Allah Israel, Allah yang mereka abdi, adalah TUHAN semesta alam. Dengan dikirimkannya surat Allah ini kepada mereka, itu dapat menyemangati mereka dalam pembuangan mereka, karena hal itu merupakan bukti bahwa Ia tidak mencampakkan mereka, tidak menelantarkan mereka, dan tidak mencoret mereka sebagai ahli waris, meskipun Ia tidak senang dengan mereka dan menghajar mereka. Sebab, seandainya Tuhan berkehendak membunuh mereka, Ia tidak akan menulis surat kepada mereka.

2. Allah melalui Yeremia mengakui campur tangan-Nya dalam pembuangan mereka: Aku menyebabkan kamu diangkut ke dalam pembuangan (ay. 4, dan lagi, ay. 7, KJV). Semua kekuatan raja Babel tidak akan dapat melakukannya jika Allah tidak memerintahkannya. Raja Babel juga tidak akan memiliki kuasa apa pun atas mereka jika kuasa itu tidak diberikan kepadanya dari atas. Jika Allah menyebabkan mereka diangkut ke dalam pembuangan, maka mereka harus yakin bahwa Ia tidak berbuat salah terhadap mereka atau bermaksud menyakiti mereka. Perhatikanlah, akan sangat membantu kita untuk mau menerima masalah-masalah kita, dan bersabar menanggungnya, apabila kita menyadari bahwa masalah-masalah itu sudah ditetapkan Allah bagi kita. Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau sendirilah yang bertindak.

3. Allah meminta mereka untuk tidak memikirkan hal lain selain menetap di sana. Dan karena itu hendaklah mereka menetapkan hati untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya (ay. 5-6): Dirikanlah rumah untuk kamu diami, dst. Dengan semua ini diisyaratkan kepada mereka,

(1) Bahwa mereka tidak boleh menyuapi diri mereka dengan harapan-harapan akan kembali dengan segera dari pembuangan, karena hal itu akan membuat mereka tetap gelisah, dan sebagai akibatnya tidak tenang. Mereka tidak akan mau melakukan pekerjaan apa pun, tidak akan mau menerima penghiburan apa pun, tetapi akan selalu melelahkan diri sendiri dan menyulut amarah para penakluk mereka dengan harapan-harapan untuk dibebaskan. Dan kekecewaan mereka pada akhirnya akan menenggelamkan mereka dalam keputusasaan dan membuat keadaan mereka jauh lebih sengsara lagi. Oleh sebab itu, hendaklah mereka berpikir untuk terus tinggal di sana, dan menyesuaikan diri sedapat mungkin dengannya. Biarlah mereka mendirikan rumah, membuat kebun, dan menikah, dan membesarkan anak-anak mereka di sana seolah-olah mereka tinggal di rumah di negeri sendiri. Hendaklah mereka merasa senang melihat keluarga mereka dibangun dan berlipat ganda. Sebab, meskipun mereka harus bersiap-siap untuk mati di dalam pembuangan, bisa saja anak-anak mereka akan hidup untuk melihat hari-hari yang lebih baik. Jika mereka hidup dalam takut akan Allah, apa yang bisa menghalangi mereka untuk dapat hidup dengan nyaman di Babel? Terkadang mereka tidak bisa tidak menangis apabila mereka mengingat Sion. Tetapi janganlah tangisan itu menghalangi mereka untuk menabur. Janganlah mereka berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan, tidak mempunyai sukacita. Sebab mereka memiliki pengharapan maupun sukacita. Perhatikanlah, dalam semua keadaan hidup ini, sudah menjadi kebijaksanaan dan kewajiban kita untuk memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang ada, dan tidak membuang penghiburan dari apa yang dapat kita miliki, hanya karena kita tidak memiliki semua penghiburan yang ingin kita miliki. Wajar jika kita mencintai tanah kelahiran kita. Tanah kelahiran kita membuat kita terpikat secara mengherankan. Tetapi nescio qua dulcedine - kita tidak bisa memberikan penjelasan yang baik tentang keterpikatan itu. Dan karena itu, jika pemeliharaan ilahi memindahkan kita ke suatu negeri lain, kita harus menetapkan hati untuk hidup tenang di sana, untuk menyesuaikan pikiran kita dengan keadaan kita, ketika keadaan kita tidak sesuai dalam segala hal dengan pikiran kita. Jika TUHANlah yang empunya bumi, maka, ke mana pun anak Allah pergi, ia tidak keluar dari tanah Bapa-Nya. Patria est ubicunque bene est -Negeri kita adalah tempat di mana kita hidup sejahtera. Jika segala sesuatunya tidak lagi seperti dulu, maka daripada resah memikirkan itu, kita harus hidup dengan harapan supaya keadaannya akan lebih baik daripada sekarang. Non si male nunc, et olim sic erit - Meskipun kita menderita sekarang, kita tidak akan selalu menderita.

(2) Bahwa mereka tidak boleh menggelisahkan diri mereka sendiri dengan ketakutan menghadapi kesusahan-kesusahan yang tak dapat ditanggung dalam pembuangan mereka. Mungkin tersirat dalam pikiran mereka (karena orang yang sedang kesusahan cenderung selalu berpikiran buruk tentang segala hal) bahwa sia-sia saja membangun rumah, sebab tuan-tuan dan penguasa-penguasa mereka tidak akan membiarkan mereka berdiam di dalamnya apabila mereka membangunnya, atau memakan buah dari kebun anggur yang mereka tanam. “Jangan sekali-kali takut,” firman Allah. “Jika kamu hidup damai dengan mereka, kamu akan mendapati mereka ramah terhadapmu.” Orang yang lemah lembut dan tenang, yang mengerjakan dan mengurusi urusan mereka sendiri, sering kali mendapatkan perlakuan yang jauh lebih baik, bahkan dari orang-orang asing dan musuh-musuh, daripada yang mereka harapkan. Allah sudah membuat umat-Nya mendapat rahmat dari pihak semua orang yang menawan mereka (Mzm. 106:46), dan sungguh merupakan rahmat bahwa orang yang sudah membangun rumah pasti akan tinggal di dalamnya. Bahkan,

4. Allah mengarahkan mereka supaya mengusahakan kebaikan negeri di mana mereka dibuang (ay. 7), untuk mendoakannya, dan berusaha memajukannya. Dengan begitu mereka dilarang untuk mengusahakan apa saja yang melawan ketertiban umum selama mereka menjadi bawahan raja Babel. Meskipun seorang kafir, penyembah berhala, penindas, dan musuh Allah dan jemaat-Nya, namun, selama raja memberi mereka perlindungan, mereka harus setia terhadapnya, dan hidup tenang dan tenteram di bawah pemerintahannya, dalam segala kesalehan dan kehormatan. Mereka tidak boleh bersekongkol untuk melepaskan kuknya, tetapi dengan sabar menyerahkan kepada Allah untuk mengerjakan pembebasan bagi mereka pada waktunya. Bahkan, mereka harus berdoa kepada Allah meminta kedamaian di tempat-tempat mereka berada, supaya mereka membuat orang-orang di negeri asing terus berbaik hati terhadap mereka dan membuktikan bahwa sifat yang sudah digambarkan tentang bangsa mereka itu salah, yaitu bahwa mereka selalu mendatangkan kerugian kepada raja-raja dan daerah-daerah, dan selalu mengadakan pemberontakan (Ezr. 4:15). Baik kecerdikan ular maupun ketulusan merpati menuntut mereka untuk setia terhadap pemerintah yang di bawahnya mereka hidup: Sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Sekiranya negeri itu terlibat perang, merekalah yang paling banyak terkena dampak-dampaknya yang merugikan. Demikianlah jemaat Kristen mula-mula, sesuai dengan sifat dari agama mereka yang kudus, berdoa bagi pemerintah-pemerintah yang ada, meskipun pemerintah-pemerintah itu menganiaya mereka. Dan, jika mereka harus berdoa dan mengusahakan kesejahteraan negeri di mana mereka dibuang, jauh lebih besar lagi alasan bagi kita untuk mendoakan kesejahteraan negeri kelahiran kita, di mana kita hidup sebagai orang-orang merdeka di bawah pemerintahan yang baik, sehingga dalam kesejahteraannya kita dan keluarga kita dapat sejahtera. Setiap penumpang berkepentingan dalam keselamatan kapal.

* Nasihat kepada Orang-orang Buangan di Babel (29:8-9)

Untuk membuat orang-orang itu tenang dan tenteram di dalam pembuangan,

Allah menarik mereka untuk tidak membangun di atas dasar palsu yang sudah dibangun oleh nabi-nabi palsu mereka (ay. 8-9). Nabi-nabi palsu itu berkata kepada mereka bahwa pembuangan mereka akan berlangsung sebentar saja, dan karena itu mereka tidak boleh berpikir untuk berakar di Babel, tetapi harus bersiap-siap untuk segera kembali: “Nah, dalam hal ini mereka memperdaya kamu,” demikian firman Allah. “Mereka bernubuat palsu kepadamu, meskipun mereka bernubuat demi nama-Ku. Tetapi janganlah kamu diperdayakan oleh mereka, jangan biarkan dirimu tertipu oleh mereka.” Selama kita memiliki firman kebenaran untuk menguji roh-roh, salah kita sendiri kalau kita sampai tertipu. Sebab oleh firman Allah kita dapat disadarkan dari tipuan. Janganlah kamu dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan. Yang dimaksudkan Allah adalah mimpi-mimpi atau angan-angan yang dengannya orang-orang itu menyenangkan diri mereka sendiri, dan yang memenuhi isi kepala mereka. Karena ketika sedang terjaga mereka hanya memikirkan dan memperkatakan bahwa mereka akan segera bebas, maka saat tertidur mereka pun memimpikannya. Dan kemudian mereka menganggapnya sebagai pertanda baik, dan dengannya mereka menguatkan diri mereka dalam harapan yang sia-sia. Atau, mereka mengisi kepala mereka dengan mimpi-mimpi yang diimpikan nabi-nabi palsu dan yang menjadi dasar dari nubuat-nubuat mereka. Allah berkata kepada orang-orang itu, semua itu adalah mimpi-mimpimu, karena mimpi-mimpi itu menyenangkan mereka. Semua itu adalah mimpi-mimpi yang mereka inginkan dan harapkan. Mereka membuat mimpi-mimpi itu diimpikan (KJV), sebab mereka mendengarkan mimpi-mimpi itu, dan mendorong nabi-nabi palsu untuk menipu mereka seperti itu, dengan menginginkan nabi-nabi itu supaya tidak menubuatkan hal lain selain hal-hal yang manis (Yes. 30:10). Semua itu adalah mimpi-mimpi yang mereka perkatakan kepada diri mereka sendiri. Nabi-nabi palsu tidak akan menyanjung orang dalam dosa-dosa mereka, kalau bukan orang-orang itu sendiri yang suka disanjung, dan berbicara manis kepada nabi-nabi mereka supaya nabi-nabi mereka berbicara manis kepada mereka.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Selasa, 20 Agustus 2024, Dirikanlah Rumah Demi Masa Depan - Yeremia 29:5

Sebelum:
RHK GMIM Sabtu, 10 Agustus 2024 - Menjemput Harapan Di Reruntuhan - Yeremia 33:12-13




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2024..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,