gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 483 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2024
Rabu, 31 Juli 2024

RHK GMIM Rabu, 31 Juli 2024 - Menghadapi Dilematis Kehidupan - Daniel 6:16-19
Pelanggaran yang menurut para penuntut harus diadili

Daniel 6:16-19
6:15 (#6-#16) Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya: "Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!" 6:16 (#6-#17) Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!" 6:17 (#6-#18) Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. 6:18 (#6-#19) Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur.

Penjelasan
* Pelanggaran yang menurut para penuntut harus diadili (ay. 16). 
Kita tidak tahu apa yang dikatakan Daniel. Rajalah pembelanya. Ia tidak perlu memperjuangkan perkaranya sendiri, tetapi tanpa bicara menyerahkan diri dan perkaranya itu kepada Dia yang mengadili dengan benar. Sebaliknya, para penuntut bersikukuh agar undang-undang dijalankan. Sudah menjadi peraturan dasar undang-undang pemerintah Media dan Persia, yang sekarang telah menjadi kerajaan bersama, bahwa tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah. Kita menjumpai hal yang sama di Kitab 19; 8:8. Orang Kasdim mengagungkan kehendak raja dengan memberinya kuasa untuk membuat dan membatalkan hukum sesuka hati, untuk membunuh dan memelihara nyawa orang yang dikehendakinya. Orang Persia mengagungkan hikmat raja mereka dengan mempercayai bahwa peraturan apa pun yang telah disahkannya dengan sepenuh hati itu begitu teguh hingga tidak mungkin bisa diubah atau dibuang, seakan-akan tinjauan manusia dalam menyusun undang-undang mampu melindunginya terhadap segala macam gangguan. Akan tetapi, apabila peraturan kerajaan Media dan Persia ini diterapkan seperti seharusnya pada perkara Daniel (saya cenderung berpikir bukan demikian halnya melainkan diselewengkan), maka sementara peraturan itu menghormati kuasa raja untuk membuat undang-undang, namun di lain pihak peraturan itu juga menghambat kuasanya untuk melaksanakan pemerintahan dan tidak memampukan raja memperlihatkan belas kasihan yang menopang takhtanya, dan untuk menyelamatkan orang, yang merupakan kemuliaan suatu pemerintahan. Orang-orang yang tidak membiarkan kuasa tertinggi menyelenggarakan keadilan dengan ketetapan yang melumpuhkan, ternyata tidak pernah mempertanyakan kuasanya untuk mengampuni pelanggaran terhadap peraturan yang berkaitan dengan hukum. Kuasa ini tidak diberikan kepada Darius. Lihatlah betapa kita perlu mendoakan para pemimpin supaya mereka diberi hikmat oleh Allah, sebab mereka ini acap kali dipersulit dengan kesukaran besar, bahkan raja-raja yang paling bijaksana dan terbaik sekalipun.

Pelaksanaan hukum terhadap Daniel. Dengan sangat berat hati dan bertentangan dengan hati nuraninya, raja sendiri menandatangani surat perintah untuk pelaksanaan hukum tersebut. Maka Daniel, orang penting yang patut dimuliakan itu, dengan perilaku agung serta manis itu, yang begitu sering tampak hebat di pengadilan dan dewan pengurus istana, serta lebih agung lagi saat berlutut, yang memiliki kuasa bersama Allah dan manusia serta berjaya, digiring bagaikan pelanggar hukum paling keji, padahal semata-mata ia hanya menyembah Allahnya saja, lalu dilemparkan ke dalam gua singa supaya diterkam (ay. 17). Mau tidak mau orang merasakan rahmat terdalam terhadap si penderita yang mulia ini, dan merasa murka yang amat sangat terhadap para penuntut keji ini. Untuk memastikan agar hukuman ini berjalan semestinya, sebuah batu diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap batu itu. Ia, yang terlampau mudah dipengaruhi, lalu dibujuk untuk memeteraikannya dengan cincin meterainya sendiri (ay. 18), meterai menyedihkan yang digunakannya untuk menetapkan undang-undang yang telah menjatuhkan Daniel. Tetapi para pembesarnya tidak mempercayainya, kecuali mereka juga membubuhkan meterai masing-masing. Demikian pula waktu Kristus dikuburkan, para lawannya memeteraikan batu yang digulingkan ke pintu kuburnya.

Dorongan semangat yang diberikan Darius kepada Daniel supaya ia mempercayakan diri kepada Allah: Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau (ay. 17). Di sini,

    (1) Darius membenarkan Daniel dari kesalahan, dengan mengakui bahwa kejahatan Daniel adalah karena terus menyembah Allahnya dan tetap melakukannya meskipun perbuatannya itu dianggap suatu kejahatan.
    (2) Ia menyerahkan perkara ini kepada Allah untuk membebaskan Daniel dari hukuman, karena ia sendiri tidak berhasil melakukannya sendiri: Dialah kiranya yang melepaskan engkau. Darius yakin bahwa Allah Daniel mampu melepaskannya, sebab ia percaya bahwa Dia adalah Allah yang Mahakuasa. Ia mempunyai alasan untuk berpikir bahwa Allah akan melakukannya, setelah mendengar tentang bagaimana Ia melepaskan teman-teman Daniel dalam perkara serupa dari perapian yang menyalanyala. Darius menyimpulkan bahwa Ia akan senantiasa setia kepada orang-orang yang membuktikan diri setia kepada-Nya. Perhatikanlah, orang-orang yang senantiasa melayani Allah akan senantiasa dipelihara dan didukung oleh-Nya dalam melayani Dia.


* Pemeliharaan dan Pembebasan Daniel
Di sini terdapat,

I. Malam memilukan yang dilalui raja karena memikirkan keadaan Daniel (ay. 19). Ia memang telah berkata bahwa Allah akan melepaskannya dari bahaya, namun pada saat yang sama ia juga tidak dapat memaafkan diri karena telah melemparkan Daniel ke dalam bahaya itu. Sudah sepantasnya Allah mengambil sahabat yang pernah diperlakukannya dengan kejam itu. Lalu pergilah raja ke istananya, merasa kesal terhadap diri sendiri karena perbuatannya, dan menyebut diri tidak bijaksana dan tidak adil karena tidak menaati hukum Allah dan alam dengan non obstante -" tidak menolak hukum Media dan Persia. Ia tidak mau makan dan berpuasa semalam-malaman. Hatinya begitu sedih dan takut. Ia menolak para penghibur, sebab tidak ada yang lebih menyebalkan daripada lagu-lagu yang dilantunkan bagi hati yang berat. Ia pergi tidur, namun tidak kunjung terlelap. Ia dicekam oleh gelisah sampai dini hari. Perhatikanlah, cara terbaik untuk mendapat istirahat malam yang baik adalah dengan memelihara hati nurani yang baik, sehingga kita dapat berbaring dengan tenteram.

II. Pertanyaan penuh kecemasan yang dilontarkan raja perihal Daniel pada keesokan paginya (ay. 20). Ia bangun pagi hari, pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, sebab bagaimana mungkin ia bisa tetap berbaring di tempat tidur ketika ia tidak bisa terlelap karena membayangkan Daniel, atau berbaring dalam keadaan terjaga dengan tenang sementara memikirkan dia? Begitu terbangun, raja pergi dengan buru-buru ke gua singa, sebab ia tidak akan puas dengan sekadar mengutus pelayan (cara itu tidak dapat membuktikan kasih sayangnya terhadap Daniel). Ia juga tidak akan sabar menunggu sampai pelayan kembali kalau ia mengutusnya. Ketika raja tiba di gua singa, sambil berharap bahwa Allah dengan kemurahan hati-Nya telah membatalkan perbuatan jahat yang telah dilakukannya, ia berseru dengan suara yang sayu, penuh cemas dan susah, Daniel! Apakah kau masih hidup? Raja sangat ingin tahu, namun suaranya bergetar saat bertanya, karena takut kalau-kalau dijawab dengan raungan singa yang menuntut mangsa lebih banyak. Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah ditunjukkan oleh-Nya dan sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu? Apabila raja benar-benar paham saat ia menyebut Dia Allah yang hidup, ia tentu tidak akan meragukan kemampuan-Nya untuk memelihara hidup Daniel, sebab Dia yang adalah hidup itu sendiri, akan menghidupkan kembali siapa pun yang dikehendaki-Nya. Namun, apakah dalam perkara ini Ia menganggap tepat untuk menyatakan kuasa-Nya? Apa yang diragukan raja, dapat kita yakini, yaitu bahwa para hamba Allah yang hidup memiliki Tuhan yang sangat mampu melindungi mereka dan mendukung mereka dalam pelayanan-Nya.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Kamis, 1 Agustus 2024 - Keajaiban Adalah Buah Iman - Daniel 6:20-23

Sebelum:
RHK GMIM Selasa, 30 Juli 2024 - Menemukan Kekuatan Doa dan Iman - Daniel 6:12-15




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2024..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,