gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 722 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2024
Minggu, 7 Juli 2024

Khotbah GMIM Minggu, 7 Juli 2024 - Siapakah Yang Diselamatkan? - Lukas 18:18-27
Hanya melalui Allah sajalah, yang jauh melampaui segala kuasa dan hikmat ciptaan, keselamatan itu mungkin.

Tema Bulanan: "Saksikan dan Kabarkan Injil, Baik atau Tidak Baik Waktunya"
Tema Mingguan: "Siapakah Yang Diselamatkan?"

Bacaan Alkitab: Lukas 18:18-27
Orang kaya sukar masuk Kerajaan Allah
18:18 Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 18:19 Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. 18:20 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu." 18:21 Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." 18:22 Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." 18:23 Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya. 18:24 Lalu Yesus memandang dia dan berkata: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah. 18:25 Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." 18:26 Dan mereka yang mendengar itu berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" 18:27 Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."

Penjelasan:
* Kekayaan Merupakan Halangan Rohani (18:18-30)

Dalam ayat-ayat tersebut kita temukan:
I. Percakapan Kristus dengan seorang pemimpin yang memiliki niat yang baik untuk mendapat pengarahan dari-Nya mengenai jalan ke sorga.

Dalam hal ini kita dapat mengamati:

. Sungguh merupakan pemandangan yang terpuji bila kita melihat pribadi-pribadi yang luar biasa di dunia ini membuat kedudukan mereka berbeda dari orang lain justru dalam perhatian mereka terhadap masalah jiwa dan kehidupan akan datang mereka di dunia lain. Lukas mencatat bahwa orang tersebut adalah seorang pemimpin. Hanya ada sedikit penguasa yang memiliki rasa hormat kepada Kristus, dan yang diceritakan di sini salah satu di antaranya. Tidak diketahui dengan jelas apakah ia seorang pemimpin gereja atau pemimpin negara, namun yang pasti ia adalah seseorang yang berkuasa.

. Hal utama yang kita semua ingin ketahui adalah apa yang harus kita lakukan untuk masuk ke sorga, apa yang harus kita lakukan untuk memperoleh hidup yang kekal. Hal ini menyiratkan adanya kepercayaan tertentu akan kehidupan yang kekal setelah kehidupan di dunia ini, suatu kepercayaan yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang tidak percaya kepada Allah dan orang-orang kafir. Hal ini juga menyiratkan adanya kepedulian untuk mencari kepastian akan adanya kehidupan yang demikian, yang tidak pernah dipikirkan oleh dunia yang acuh tak acuh. Ini juga menyiratkan adanya suatu kesediaan diri untuk memenuhi syarat-syarat apa saja untuk menjamin tercapainya kehidupan kekal itu, dan kesediaan yang demikian tidak ada pada diri orang-orang yang sudah kukuh membaktikan dirinya bagi dunia dan keinginan daging.

. Mereka yang ingin mewarisi hidup kekal harus tunduk kepada Yesus Kristus sebagai Guru mereka, sebagai Guru yang mengajar, sebagaimana yang dimaksudkan di sini (didaskale), dan sebagai Guru yang memerintah. Dengan melakukan demikian, mereka pasti akan menemukan Dia. Tidak ada jalan lain yang bisa dipelajari untuk mencapai sorga, kecuali melalui sekolah Kristus, dengan mengikutinya dan terus belajar di dalamnya.

. Mereka yang datang kepada Kristus sebagai Guru mereka harus percaya kepada-Nya bahwa Ia tidak hanya memiliki tugas ilahi, namun juga memiliki kebaikan ilahi. Kristus hendak membuat pemimpin ini sadar bahwa jika ia benar-benar paham akan perkataannya dengan memanggil-Nya baik, maka ia juga tentu akan memanggil-Nya Allah, dan memang demikian bahwa Ia Allah (ay. 19): "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tahukah engkau, tak seorang pun yang baik selain daripada Allah saja? Jadi, apakah engkau akan mengakui-Ku sebagai Allah? Jika demikian yang engkau lakukan, engkau benar."

. Guru kita, yaitu Kristus sendiri, tidak pernah mengubah jalan menuju sorga menjadi lain dari apa yang sudah ada sebelum kedatangan-Nya. Ia hanya menjadikannya semakin jelas, mudah dan menyenangkan, dan membuatnya selalu tersedia bagi kelepasan kita, kalau-kalau kita menempuh langkah yang salah. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah. Kristus tidak datang untuk membatalkan hukum Taurat dan hukum nabi-nabi, namun justru untuk memantapkannya. Apakah engkau ingin mewarisi hidup kekal? Kuasailah dirimu sendiri dengan perintah-perintah Allah.

. Segala kewajiban yang tertera pada loh batu yang kedua harus benar-benar ditaati supaya kita memperoleh sukacita. Janganlah kita menyangka bahwa perbuatan ibadah apa saja, betapapun mulianya, dapat menebus kelalaian kita dalam menjalankannya. Segala ibadah itu juga tidaklah cukup untuk membebaskan diri kita dari tanggung jawab berat karena melanggar perintah-perintah tersebut. Semuanya ini dijelaskan Kristus dalam khotbah-Nya di atas bukit, secara luas dan sesuai maksud rohaninya. Karena itu, cermati dan jalankanlah kewajiban-kewajiban kita itu.

. Manusia menganggap diri mereka tidak berdosa karena mereka acuh tak acuh. Inilah yang juga diperlihatkan oleh pemimpin ini. Ia berkata, Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku (ay. 21). Ia tidak mendapati kejahatan apa pun dalam dirinya, sama seperti orang Farisi itu (ay. 11). Ia membual bahwa ia telah mulai berbuat kebajikan sejak masa mudanya, bahwa ia tetap melakukannya sampai hari itu, dan ia tidak pernah melanggarnya dalam hal apa pun. Seandainya ia telah mengetahui makna dan sifat rohani dari perintah Allah tersebut dan perbuatan hatinya, dan juga, seandainya ia telah menjadi murid Kristus untuk beberapa saat lamanya dan belajar dari-Nya, maka mungkin ia justru akan berkata sebaliknya: "Semuanya itu telah aku langgar sejak masa mudaku, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatanku."

. Hal-hal yang sangat penting yang bisa kita pakai untuk menguji keadaan kerohanian kita adalah seberapa jauh kita mengasihi Kristus dan sesama kita, seberapa jauh kita mengasihi dunia ini dan dunia yang lain itu. Dengan hal-hal inilah si pemimpin itu diuji.

Karena:
            (1) Jika ia memiliki kasih yang sejati kepada Kristus, ia akan datang dan mengikuti-Nya, menuruti ajaran-ajaran-Nya, dan tunduk pada segala aturan-Nya, apapun yang dituntut darinya. Tidak ada seorang pun akan mewarisi hidup kekal jika ia tidak bersedia menerima bagiannya dalam mengikuti Tuhan Yesus, untuk mengikuti Sang Anak Domba ke mana pun Ia pergi.
            (2) Jika ia memiliki kasih yang sejati kepada sesamanya, maka setiap kali ada kesempatan, ia akan membagi-bagikan harta bendanya kepada orang miskin, yang merupakan penerima-penerima berkat dari Allah, dan berkat-berkat yang mereka terima ini adalah hak Allah yang atas kekayaan kita.
            (3) Jika ia memandang rendah dunia ini, sebagaimana yang seharusnya ia lakukan, maka ia tidak akan keberatan untuk menjual segala yang dimilikinya, jika hal itu memang diperlukan untuk membantu umat Allah yang miskin.
            (4) Jika ia menghargai tinggi dunia yang lain itu, seperti yang seharusnya ia lakukan, maka ia tidak akan mendambakan apa pun selain memiliki harta di sorga dan akan memandangnya sebagai imbalan berlimpah yang memadai atas semua yang telah ia tinggalkan, atau atas kerugian yang ia derita, atau atas semua yang ia kesampingkan demi Allah dalam dunia ini.
        . Banyak orang memiliki hal-hal yang sangat layak dipuji dalam diri mereka, namun demikian mereka tetap binasa hanya karena kekurangan satu hal tertentu lagi. Inilah yang terjadi pada si pemimpin tersebut. Ia meninggalkan Kristus karena satu hal ini. Ia suka terhadap semua syarat-syarat yang diajukan Kristus, kecuali yang satu ini, yang akan membuatnya berpisah dengan harta bendanya. "Mengenai yang satu ini, aku mohon, luputkanlah itu daripadaku." Jika ini adalah penawarannya, maka tidak ada kesepakatan.

Banyak orang yang benci untuk meninggalkan Kristus, namun tetap meninggalkan-Nya. Setelah pergumulan yang panjang antara keyakinan mereka dan kecemaran mereka, kecemaran merekalah yang akhirnya menang. Mereka sangat menyesal bahwa mereka tidak dapat menyembah Allah dan Mamon pada saat yang bersamaan, namun jika ada salah satu yang harus ditinggalkan, pastilah itu Allah, bukan harta duniawi mereka.

II. Dalam pembicaraan Kristus dengan murid-murid-Nya mengenai kejadian ini, kita dapat mengamati bahwa:
. Kekayaan merupakan rintangan yang paling besar bagi banyak orang dalam jalan menuju sorga. Kristus menaruh perhatian pada keengganan dan penyesalan yang diperlihatkan orang kaya itu ketika meninggalkan Dia. Ia melihat bahwa orang itu amat sedih, dan Ia merasa kasihan terhadapnya. Lalu, sesudah itu Ia menyimpulkan, Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah (ay. 24). Jika saja pemimpin ini memiliki sedikit harta di dunia ini, seperti halnya Petrus, Yakobus dan Yohanes, lebih besar kemungkinannya bahwa ia akan meninggalkannya demi mengikuti Kristus, seperti yang mereka lakukan. Akan tetapi, dengan memiliki banyak harta, ia berada dalam pengaruh yang besar, dan ia lebih memilih untuk meninggalkan Kristus daripada tunduk terhadap kewajiban untuk memberikan hartanya untuk kepentingan amal. Dengan keprihatinan yang dalam, Kristus menegaskan sukarnya orang-orang kaya untuk diselamatkan: Lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah (ay. 25). Ini adalah suatu ungkapan perumpamaan yang menyatakan betapa luar biasa sulitnya hal tersebut.

. Rasa cinta akan dunia dan hal-hal yang ada di dalamnya sangat umum ditemukan dalam hati setiap orang. Oleh karena itu, sejak Kristus menuntut syarat bagi kita bahwa untuk memperoleh keselamatan, kita harus melepaskan diri dari dunia ini, maka sungguh sangat sulitlah bagi siapa pun untuk masuk sorga. Jika segalanya harus kita jual, dan kalau tidak kita akan terpisah dari Kristus, maka siapakah yang dapat diselamatkan? (ay. 26). Mereka tidak menemukan alasan untuk menyatakan bahwa persyaratan Kristus itu sulit dan tidak masuk akal. Ya! Sangatlah tepat bahwa mereka yang mengharapkan kebahagiaan kekal di dunia yang lain harus rela melepaskan semua yang berharga bagi mereka di dunia ini, supaya dengan begitu pengharapan mereka terarah pada dunia yang lain itu. Akan tetapi, mereka tahu betapa kuatnya hati kebanyakan orang terpaut pada dunia ini, dan siapa saja pasti akan segera putus asa ketika menghadapi masalah ini.

. Sungguh jalan kita menuju keselamatan itu sangatlah sukar, sedemikian sulitnya sampai tidak teratasi kecuali murni melalui kuasa ilahi, melalui anugerah Allah yang mahakuasa. Hanya melalui Allah sajalah, yang jauh melampaui segala kuasa dan hikmat ciptaan, keselamatan itu mungkin. Apa yang tidak mungkin bagi manusia (dan memang benar-benar mustahil bagi manusia untuk dapat mengubah jiwanya sendiri agar berpaling dari dunia kepada Allah; seperti halnya membelah laut dan membuat sungai Yordan mengalir ke hulu), semuanya mungkin bagi Allah. Anugerah-Nya dapat bekerja atas jiwa manusia, dan mengubah hatinya yang bengkok dan sesat supaya berbalik. Allahlah yang mengerjakan di dalam diri kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.


ALASAN PEMILIHAN TEMA
Apakah saudara yakin sudah diselamatkan? Pertanyaan ini mewakili polemik tentang siapa yang dapat selamat. Tema "Siapakah yang diselamatkan?" menjadi sebuah perenungan di tengah realitas pertentangan. Ada yang beranggapan keselamatan adalah basil usaha dan upah dari perbuatan amal. Orang bisa selamat karena mengumpulkan perbuatan baik. Di sisi lain, kekayaan dipandang sebagai ukuran keselamatan. Orang kaya pasti selamat. Ada juga yang mengukur keadaan selamat berdasarkan kenikmatan (hedonisme). Pemikiran-pemikiran ini memberi pengaruh dalam kekristenan. Ada warga gereja yang berperilaku mengejar kekayaan, membanggakan perbuatan baik, serta mengejar kenikmatan hidup.

Bacaan Lukas 18:18-27 menuntun perenungan minggu ini, untuk melihat makna selamat yang sebenarnya. Keselamatan adalah anugerah Tuhan Allah melalui Yesus Kristus, untuk membebaskan manusia dari dosa. Tuhan Allah menghendaki manusia hidup karena demikianlah maksud-Nya ketika Ia menciptakan manusia (Kejadian 1-2). Namun, manusia terpengaruh godaan Iblis dan jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3) sehingga Tuhan Allah perlu menyelamatkan manusia dari kuasa maut melalui kedatangan Yesus Kristus.

Keselamatan dalam Yesus Kristus ternyata tidak sama nilainya dan dipahami oleh semua orang. Yesus Kristus membandingkan orang kaya dan unta sebagai gambaran bahwa di punggungnya ada banyak sekali beban duniawi yang susah untuk dilepaskan. Sehingga ada orang lebih memilih mencintai harta dan rela melepaskan keselamatan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Rangkaian cerita pada pasal 18 memperkuat pesan mengenai uang dan dua dunia. Ditulis dengan gaya Lukas yang khas, kisah-kisah itu menonjolkan orang-orang yang tertindas, yaitu seorang janda yang diperlakukan sewenang-wenang (ayat 1-8), pemungut cukai yang dianggap hina (ayat 9-14), anak-anak kecil (ayat 15-17), seorang pengemis buta (ayat 35-43). Kemudian tampillah seorang pemimpin kaya. Ini bisa berarti ia adalah pemimpin Sinagoge, Yahudi, orang Farisi, atau anggota mahkamah agama. Ia bertanya pada Yesus, "Guru yang baik, apa yang harus aku lakukan untuk memperoleh hidup yang kekal." Ia tampaknya memiliki keinginan tulus untuk hidup benar di hadapan Tuhan Allah. Dia mencari petunjuk Yesus Kristus sebagai Guru yang mengajar (didaskale) mengenai tindakan yang harus dilakukannya untuk mendapatkan hidup kekal. Orang kaya ini memahami Yesus Kristus sebagai Guru tidak hanya memiliki tugas ilahi, namun juga memiliki kebaikan ilahi.

Yesus merespons, "Mengapa kamu menyebut Aku baik? Tidak ada yang balk kecuali Allah" (ayat 19). Di sini, Yesus Kristus ingin membuatnya menyadari bahwa hanya Tuhan Allah yang sempurna dan memiliki otoritas ilahi untuk hidup yang kekal. Hanya Tuhan Allah yang dapat memenuhi kebutuhan spiritual manusia.

Pemimpin muda itu kemudian mengklaim bahwa ia telah mengikuti semua perintah Tuhan Allah. Ia tahu hukum-hukum agama dan peduli terhadap hidup keagamaannya. "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa ntudaku." katanya.

Ternyata semua itu belum cukup. Yesus Kristus menyatakan, "Masih tinggal satu hal lagi yang masih kurang padamu: jualah segala milikmu dan bagikanlah kepada orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga; kemudian, datang dan ikutlah Aku." (ayat 22). Perkataan Yesus, "tinggal satu hal lagi" (eti en soi leipei), menunjuk pada kerajaan Allah; keselamatan dan kehidupan kekal yang hanya ada pada Yesus Kristus. Itulah harta di sorga. Memiliki Yesus Kristus, memiliki segalanya. Ketika orang kaya itu sungguh-sungguh menyerahkan hidup kepada Yesus Kristus dan menerima keselamatan yang ditawarkan-Nya dengan cuma-cuma. Ajakan Yesus, "datang dan ikutlah Aku" (Kai deuro akohouthei moi) mempunyai arti yang bersifat khusus: Mari ikut dan taat kepada-Ku. Ajakan Yesus Kristus ini menjadi tantangan bagi pemimpin muda tersebut karena ia sangat mencintai kekayaannya. Pemuda itu "menjadi amat sedih" (ayat 23) ketika mendengar perkataan Yesus Kristus. Muncul konflik antara cinta terhadap harta duniawi dan keinginannya untuk mengikuti Yesus Kristus. Akhirnya, ia memilih kekayaan dari pada mengikuti Yesus Kristus.

Berangkat dari cerita ini, Yesus Kristus menyimpulkan, sukarlah bagi orang yang kaya masuk ke dalam kerajaan Allah (lih. ayat 24). Apakah benar orang kaya tidak dapat masuk kerajaan Allah? Dalam pemahaman orang Yahudi, orang kaya pasti masuk surga. Kekayaannya membuktikan hidupnya dikenan Tuhan Allah. Sedangkan orang miskin dianggap kena kutuk. Yesus melanjutkan perkataan-Nya. "Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah" (ayat 25). Apakah benar seekor unta dapat masuk lobang jarum?
Yesus Kristus menggunakan ilustrasi ini untuk menggambarkan sukarnya seorang kaya meninggalkan kekayaannya. Lebih mudah mengatur unta merendah untuk dilepaskan bebannya agar dapat ditarik masuk melewati lobang jarum (Eye of the Needle), dibandingkan mengatur seorang kaya merendah untuk melepaskan kekayaannya demi mengikuti Yesus Kristus.

Sebagai binatang haram (Imamat 11:4), Yesus Kristus memakai unta untuk menggambarkan keadaan orang-orang miskin, orang berdosa dan orang bukan Yahudi yang memiliki kesempatan diselamatkan (bnd. Matius 21:31). Mengapa? karena mereka menyadari keadaan diri sebagai manusia yang tidak layak, sedangkan orang kaya menyanjung dirinya karena harta. Kekayaan material sering kali dapat menjadi penghalang bagi seseorang dalam mencapai hubungan yang benar dengan Tuhan Allah untuk mengalami transformasi spiritual serta sepenuhnya bergantung kepada-Nya.

Yesus Kristus memperingatkan dengan sungguh-sungguh bahaya kekayaan yang dapat menjauhkan orang dari kerajaan Allah dan keselamatan yang ditawarkan-Nya. Bahkan murid-murid-Nya yang terdekat pun yang mendengar ini terkejut. Mereka mengalami kesulitan mencerna pengajaran-Nya mengenai uang yang dianggap sebagai bahaya yang mematikan. Mereka bertanya, "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" (ayat 26).

Yesus Kristus ingin mengingatkan mereka bahwa keselamatan manusia bukan hasil dari usaha manusia, tetapi adalah anugerah Tuhan Allah semata. Sulit, bukan berarti tidak bisa. Untuk itu, Yesus menjawab, "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah." (ayat 27). Tuhan Allah mampu melakukan apa saja, tetapi kita tidak boleh memaksa kemauan dan kehendak-Nya.

Percayalah bahwa Tuhan Allah sungguh lebih berkuasa dari semua kekayaan, karena kekayaan tidak bisa menjadi parameter garansi bisa masuk kerajaan Allah. Tuhan Allah menganugerahkan bagi kita keselamatan, anugerah yang tak layak kita terima dan yang takkan pernah mampu kita peroleh sendiri.

Makna dan Implikasi Firman
1. Kisah orang kaya ini mengajarkan kita untuk tidak terlalu mencintai dan bergantung pada materi, melainkan mengutamakan hubungan kita dengan Tuhan Allah dan melayani sesama. Kita harus melepaskan segala hal yang mungkin menjadi penghalang bagi hubungan kita dengan Tuhan Allah. Bukan berarti bahwa semua orang harus menjual semua harta benda mereka, tetapi Yesus Kristus ingin mengajarkan bahwa kita harus siap melepaskan apa pun yang mungkin menjadi prioritas utama dalam hidup kita, termasuk harta duniawi, demi mengikuti-Nya dengan sepenuh hati agar kita dapat diselamatkan.

2. Kisah ini memberikan gambaran tentang tantangan yang dihadapi oleh pemimpin muda yang kaya tersebut dan mengajarkan kita untuk menaruh kepercayaan dan bergantung pada Tuhan Allah agar dapat masuk kerajaan-Nya, bukannya menaruh kepercayaan pada berkat-berkat dari harta kekayaan. Kita harus memprioritaskan hubungan dengan Tuhan Allah dan kerajaan-Nya di atas segala hal yang lain di dalam hidup.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
1. Apa yang saudara pahami dengan tema "Siapakah Yang Diselamatkan?" menurut Injil Lukas 18:18-27.
2. Perbuatan apa yang bisa kita lakukan minggu ini yang mempunyai dampak diselamatkan dan memperoleh hidup kekal di sorga? Dan satu hal apa yang dapat kita lakukan untuk kembali berfokus mencari kerajaan-Nya?
3. Bagaimana kita dapat menggunakan harta duniawi yang kita miliki dengan lebih bijak sebagai investasi demi memperoleh harta sorgawi?

NAS PEMBIMBING: Kisah Para Rasul 4:12

POKOK-POKOK DOA
1. Berdoa syukur untuk segala sesuatu yang telah Tuhan Allah berikan kepada pemerintah, pemimpin gereja dan jemaat.
2. Berdoa bagi para pemimpin dan jemaat supaya berupaya mengumpulkan harta surgawi yang kekal.
3. Berdoa untuk orang-orang miskin, yang tertindas dan yang terpinggirkan karena status sosial supaya banyak orang bermurah hati bagi mereka.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN
HARI MINGGU BENTUK I

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Panggilan Beribadah: KJ. No. 353. "Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil"
Nas Pembimbing: KJ. No.388. "S'Iamat Di Tangan Yesus"
Peng. Dosa: NKB. No. 10. "Dari Kungkungan Malam Gelap"
Anugerah Allah: NKB.No.195. "Kendati Hidupku Tent'ram"
Hukum Tuhan: NKB. No. 126. "Tuhan Memanggilmu"
Ses Pembacaan Alkitab: KJ. No. 49. "Firman Allah Jayalah
Persembahan: NNBT. No. 15. "Hai, Seluruh Umat Tuhan"
Penutup: NKB. 258 "Ku Ingin Selalu Dekat Pada-Mu"

ATRIBUT
Warna Dasar Hijau dengan Simbol Salib dan Perahu di atas Gelombang.







Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
Obor GMIM Senin, 8 Juli 2024 - Masih Peduli? - Lukas 18:18

Sebelum:
RHK GMIM Sabtu, 6 Juli 2024 - Tujuan Hidupmu Memuliakan Tuhan Allah - 1 Korintus 6:20




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2024..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,