|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 Minggu, 2 Juni 2024 Khotbah GMIM Minggu, 2 Juni 2024 - KAMU HARUS MEMBERI MEREKA MAKAN - Markus 6:30-44 Yesus memberi makan lima ribu orang, Mujizat Lima Roti dan Dua Ikan Markus 6:30-44 Yesus memberi makan lima ribu orang 6:30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. 6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. 6:32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. 6:33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. 6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. 6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. 6:36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini." 6:37 Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" 6:38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan." 6:39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau. 6:40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. 6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka. 6:42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. 6:43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan. 6:44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki. Baca Juga: Penjelasan: * Mujizat Lima Roti dan Dua Ikan (6:30-44) Dalam ayat-ayat ini diceritakan tentang: I. Kembalinya para murid kepada Kristus setelah mereka diutus oleh-Nya untuk mengajar dan mengadakan mujizat (ay. 7). Mereka telah menyebar ke beberapa penjuru wilayah itu selama beberapa waktu, dan ketika mereka sudah melaksanakan beberapa tugas dengan baik, mereka sepakat untuk berkumpul, saling menceritakan kejadian-kejadian yang dialami, dan sesudah itu menemui Yesus, pusat dari kesatuan mereka, untuk melaporkan apa yang telah mereka lakukan sesuai dengan tugas mereka, seperti seorang hamba yang diutus untuk mengundang orang ke pesta, dan setelah menerima jawaban dari tamu-tamu, datang dan untuk memberitahukan Tuannya mengenai semuanya. Demikian juga dengan para murid di sini, mereka memberitahukan kepada-Nya semua hal, baik yang mereka kerjakan maupun yang mereka ajarkan. Para pelayan Tuhan bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka ajarkan, serta harus menjaga jiwa mereka sendiri maupun jiwa orang lain, sebagai orang yang harus bertanggung jawab atasnya (Ibr. 13:17). Mereka tidak boleh melakukan atau mengajarkan apa saja, tetapi apa yang rela mereka lakukan dan ajarkan harus dikaitkan dan dikembalikan kepada Tuhan Yesus. Para pelayan yang setia merasa tenang ketika mereka dapat merujuk kepada Kristus mengenai pengajaran dan cara hidup, yang keduanya mungkin sudah diselewengkan dalam kehidupan manusia. Yesus membiarkan mereka merasa bebas terhadap-Nya dan terbuka mengenai masalah mereka, supaya mereka memberitahukan kepada-Nya semua hal, perlakuan apa yang mereka terima, keberhasilan apa yang mereka capai serta kekecewaan apa yang mereka alami. II. Perhatian lembut yang ditunjukkan Kristus dengan menyuruh mereka untuk beristirahat, setelah mereka merasa kelelahan (ay. 31); Ia berkata kepada mereka, ketika melihat mereka hampir kehabisan tenaga dan kehabisan napas, "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika." Tampaknya kedatangan murid-murid Yohanes kepada Kristus dengan kabar dukacita mengenai kematian tuannya terjadi hampir bersamaan waktunya dengan kedatangan murid-murid Kristus untuk memberikan laporan mengenai tugas mereka. Perhatikanlah, Kristus tahu akan kecemasan yang dirasakan oleh sebagian murid-Nya, dan pergumulan yang dialami sebagian murid-Nya yang lain lagi, dan Ia memberikan kelegaan yang sesuai untuk keduanya, yakni istirahat bagi mereka yang lelah dan tempat perlindungan bagi mereka yang ketakutan. Dengan penuh belas kasihan dan kebaikan, Kristus berkata kepada mereka "Mari beristirahatlah!" Perhatikanlah, para pelayan Kristus yang sangat aktif tidak boleh terus bekerja, karena tubuh kita juga membutuhkan waktu istirahat, waktu untuk mengambil nafas. Kita tidak akan bisa melayani Allah tanpa henti, siang dan malam, sebelum kita berada di sorga, di mana segala makhluk tidak berhenti-hentinya memuji Dia (Why. 4:8). Tuhan mempertimbangkan keseluruhan bagian-bagian tubuh kita, sehingga Ia tidak hanya memberinya waktu untuk beristirahat, melainkan juga menaruh waktu istirahat itu dalam pikiran kita. Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu. Kembalilah beristirahat. Dan mereka yang bekerja dengan rajin dan tekun akan bergembira ketika tiba waktunya untuk berhenti dan beristirahat. Tidur orang yang bekerja itu nyaman. Akan tetapi, perhatikanlah: . Kristus memanggil mereka untuk menyendiri, karena jika ada orang yang ikut, ada sesuatu yang harus mereka katakan atau lakukan demi kebaikan orang itu. Jadi, jika harus beristirahat, mereka harus sendirian. . Untuk mencari ketenangan dan istirahat, Kristus memanggil mereka bukan ke pusat kota yang menyenangkan di mana ada bangunan-bangunan yang megah dan kebun-kebun yang indah, melainkan ke tempat yang sunyi, yang tempat penginapannya sangat buruk, yang hanya disediakan oleh alam, dan bukan oleh keterampilan tangan manusia. Dan itulah lingkungan keberadaan Kristus. Jadi kita tidak usah heran kalau Dia hanya mempunyai perahu sebagai tempat mengajar dan padang gurun sebagai tempat beristirahat. . Kristus memanggil mereka hanya untuk beristirahat seketika; mereka tidak boleh berharap bisa beristirahat untuk waktu yang lama, tetapi hanya supaya bisa bernafas dan sesudah itu kembali bekerja lagi. Umat Allah tidak bisa terus beristirahat sebelum mereka tiba di sorga. . Alasan yang diberikan untuk ini bukan karena mereka selama ini terus bekerja, melainkan karena mereka sampai sekarang terus berada dalam ketergesa-gesaan, sehingga pekerjaan mereka menjadi tidak teratur; sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Memang kalau waktu bisa ditetapkan dan diatur untuk setiap hal, banyak pekerjaan bisa diselesaikan dengan sangat mudah, tetapi masalahnya, kalau orang-orang terus berdatangan silih berganti tanpa peduli aturan, maka pekerjaan yang kecil pun tidak bisa dikerjakan tanpa masalah. . Oleh sebab itu, mereka mengundurkan diri dengan perahu, tetapi bukan menyeberangi danau, melainkan menyisir pantai menuju padang gurun di Betsaida (ay. 32). Pada waktu itu perjalanan lewat air kurang menguras tenaga dibandingkan lewat darat. Mereka pergi sendiri saja tanpa orang lain, supaya mereka bisa sendirian. Terkadang keinginan orang terkenal hanyalah untuk menyendiri saja. III. Keteguhan hati orang-orang yang mengikuti-Nya. Orang-orang ini sudah berlaku kasar karena terus mengikuti Yesus dan murid-murid-Nya, padahal mereka sungguh punya alasan untuk ingin beristirahat. Meskipun begitu, orang-orang ini tidak dipersalahkan ataupun disuruh kembali, malah disambut. Perhatikanlah, bagi pengikut Kristus, suatu kegagalan dapat dimaafkan dengan mudah, asalkan hal itu memang terjadi atas maksud yang baik, karena rasa kasih. Mereka mengikuti-Nya atas keinginan mereka sendiri, tanpa dipanggil. Tidak ada waktu yang ditentukan, tidak ada pertemuan yang dijanjikan, tidak ada lonceng yang dibunyikan, namun mereka tetap saja pergi bagaikan arak-arakan awan, seperti kawanan merpati beterbangan menuju kandangnya. Mereka mengikuti-Nya keluar dari daerah perkotaan, meninggalkan rumah-rumah, toko-toko, dan segala macam keperluan serta urusan mereka untuk mendengar-Nya berkhotbah. Mereka mengikuti-Nya dengan berjalan kaki walaupun Dia pergi melalui jalan air, dan seolah hendak menguji mereka, Ia memperlihatkan rasa tidak peduli terhadap mereka dan berusaha mengusir mereka. Namun, mereka tetap menempel Dia. Dengan buru-buru mereka berlari, sehingga bisa tiba mendahului para murid dan berkumpul bersama Dia dengan rasa haus akan firman Allah. Sungguh, mereka mengikuti-Nya, sekalipun harus ke padang gurun, tempat yang hina dan tidak mengenakkan. Kehadiran Kristus akan mengubah padang belantara menjadi firdaus. IV. Penghiburan yang diberikan Kristus kepada mereka (ay. 34); Ketika Ia melihat sejumlah besar orang banyak, alih-alih tergerak oleh rasa tidak senang, karena mereka mengganggu-Nya ketika Ia ingin sendirian saja, seperti yang biasa dirasakan oleh kebanyakan orang, bahkan oleh banyak orang baik, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia memandang mereka dengan penuh rasa prihatin karena mereka seperti domba yang tidak bergembala. Mereka tampak penurut dan bisa diatur seperti domba, dan juga bersedia diajar, tetapi mereka tidak mempunyai gembala, tidak ada yang memimpin dan membimbing mereka dengan cara yang benar, tidak ada yang memberi mereka ajaran yang baik. Oleh sebab itu, dalam belas kasihan-Nya kepada mereka, Kristus tidak hanya menyembuhkan penyakit mereka, seperti dalam Injil Matius, tetapi juga mengajarkan banyak hal kepada mereka, dan kita boleh yakin bahwa ajaran itu semuanya benar dan baik serta cocok untuk mereka pelajari. V. Bekal yang disediakan-Nya bagi mereka semua; dengan murah hati Dia memperlakukan semua pendengar-Nya sebagai tamu-Nya dan memberi mereka penghiburan yang luar biasa mengesankan hati, sungguh begitulah keadaannya, karena kejadiannya benar-benar ajaib. . Para murid berkeras agar orang-orang itu harus disuruh pulang. Pada waktu hari sudah mulai malam, mereka berkata, "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan" (ay. 35-36). Hal ini diusulkan para murid kepada Kristus, dan kita tidak temukan bahwa orang banyak itu yang mengusulkannya. Mereka tidak berkata "Suruhlah kami pulang!" (walaupun mereka pasti merasa lapar), karena mereka menghargai kata-kata yang keluar dari mulut Kristus lebih dari makanan yang mereka butuhkan, karena mereka menjadi lupa akan diri mereka sendiri ketika sedang mendengar-Nya mengajar. Di lain pihak, para murid berpikir bahwa sebaiknya mereka disuruh bubar saja. Perhatikanlah, kalau dengan rela hati orang melakukan sesuatu yang baik, ia akan melakukannya dengan berlebih dan dalam waktu yang lebih lama, melebihi apa yang diharapkan orang darinya. . Kristus menyuruh agar mereka semua diberi makan (ay. 37); "Kamu harus memberi mereka makan!" Walaupun kerumunan orang-orang ini tadi sudah membuat Kristus dan murid-murid-Nya tidak bisa makan (ay. 31), Kristus tidak mau membalas mereka dan menyuruh mereka pergi tanpa makan. Sebaliknya, untuk mengajarkan kita agar berbuat baik kepada orang yang bertindak kasar terhadap kita, Dia menyuruh murid-murid menyiapkan bekal bagi orang-orang itu. Beberapa potong roti yang dibawa Kristus dan para murid-Nya ke padang gurun untuk disantap dengan tenang di sana kini akan dibagi-bagikan. Begitulah keramahtamahan yang ditunjukkan Kristus. Mereka datang kepada-Nya untuk mendapatkan makanan rohani dari perkataan-Nya, tetapi selain itu Dia juga peduli agar mereka tidak kekurangan makanan jasmani. Begitulah caranya, karena kewajiban yang dilaksanakan berkaitan dengan jaminan keselamatan, haruslah juga memberikan pemenuhan kebutuhan. Semoga Allah sendiri yang mengisi kolam-kolam dengan hujan dari sorga, supaya tersedia sumur sekalipun di lembah Baka, bagi semua orang yang sedang berjalan menuju Sion, dengan berjalan makin lama makin kuat (Mzm.84:7-8). Pemeliharaan Allah itu tidak bisa dicobai, tetapi hanya bisa dipercayai akan datang pada waktunya, dan selama ini tidak pernah mengecewakan orang-orang yang setia melayani Allah, melainkan telah melegakan banyak orang dengan kejutan dan pertolongan yang tiba tepat pada saat yang benar-benar diperlukan. Di atas gunung TUHAN sering kali dapat dilihat Yehovah-jireh, TUHAN akan menyediakan bagi mereka yang menantikan Dia. . Para murid berkeberatan karena hal itu tidak bisa dilakukan, "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?" Begitulah, karena iman mereka yang lemah, mereka tidak mau menunggu petunjuk dari Kristus, malah memusingkan diri dengan urusan yang tidak bisa mereka lakukan. Masih tanda tanya apakah mereka mempunyai uang sebanyak dua ratus dinar, apakah daerah pedesaan itu mampu menyediakan roti sebanyak itu pada saat itu juga seandainya mereka punya uang, dan apakah semuanya itu bisa mencukupi orang sebanyak itu. Seperti begitulah keberatan yang juga pernah diajukan Musa, "Dapatkah sekian banyak kambing domba dan lembu sapi disembelih bagi mereka?" (Bil. 11:22). Kristus membiarkan mereka melihat kebodohan mereka dalam mereka-reka segala sesuatu bagi mereka sendiri, supaya dengan demikian mereka dapat lebih menghargai penyediaan yang Ia sediakan bagi mereka. . Kristus membuat hal itu terjadi, supaya semua orang merasa puas. Pada waktu itu murid-murid membawa lima roti, yang merupakan persediaan makanan dalam perahu mereka, dan dua ikan yang mungkin mereka tangkap sewaktu dalam perjalanan; dan itu saja daftar makanan yang mereka punya. Makanan ini hanya sedikit saja untuk Kristus dan para murid-Nya, namun mereka harus memberikannya juga, seperti seorang janda dengan dua pesernya, dan seperti jemaat Makedonia yang dalam kemiskinan mereka memberi dengan berlimpah-limpah. Kita sering kali melihat Kristus dijamu oleh orang, makan dengan teman ini, dan bersantap dengan teman itu, tetapi di sini kita melihat Dia sendiri yang menjamu sangat banyak orang. Ini menunjukkan bahwa ketika orang lain melayani-Nya dengan barang kepunyaan mereka, hal itu bukan berarti Kristus tidak mampu menyediakan kebutuhan-Nya sendiri (apabila Dia lapar, Dia tidak perlu memberi tahu mereka), melainkan karena Dia mau menunjukkan kerendahan hati-Nya dengan bersedia dengan senang hati menerima jamuan orang lain, dan juga tidaklah sesuai dengan maksud pembuatan mujizat itu sendiri jika Dia membuat mujizat itu untuk diri-Nya sendiri ketika Dia memerlukan sesuatu. Perhatikanlah: (1) Makanan yang disediakan itu biasa-biasa saja. Tidak ada makanan yang istimewa, tidak beraneka macam, walaupun Kristus, jika Dia mau, dapat saja menghiasi meja makan-Nya itu dengan semuanya itu. Akan tetapi, dengan melakukan semua ini, Dia ingin kita bisa puas dengan makanan yang sesuai untuk kita, dan tidak mengingini yang lezat-lezat dan mewah-mewah. Jika kita sudah mempunyai apa yang kita butuhkan, tidaklah menjadi masalah kalau itu tidak memuaskan cita rasa kemewahan dan keingintahuan kita. Allah memberikan makanan untuk memuaskan rasa lapar kita di dalam kasih; tetapi di dalam kemurkaan Dia memberikan makanan untuk menuruti hawa nafsu kita (Mzm. 78:18). Janji bagi orang yang takut akan Tuhan adalah bahwa mereka pasti diberi makan, tetapi Dia tidak berkata, "Mereka akan berpesta." Jika Kristus dan para murid-Nya bisa menerima hal-hal yang sederhana, kita juga pasti dapat melakukannya. (2) Para tamu itu duduk dengan tertib; karena mereka duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau (ay. 39), mereka duduk menurut jumlah, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang (ay. 40), supaya bekal dapat dibagikan kepada mereka dengan lebih mudah dan teratur, karena Allah adalah Allah atas segala keteraturan, dan bukan atas segala kekacauan. Dengan begitu setiap orang diperhatikan agar mendapatkan bagian yang cukup dan jangan sampai ada yang terlewat atau yang memperoleh lebih dari yang diperlukan. (3) Suatu berkat diucapkan atas makanan itu; Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat. Kristus tidak menyuruh salah satu murid-Nya untuk mengucapkan berkat, tetapi Ia melakukannya sendiri (ay. 41), dan oleh berkat inilah roti-roti itu secara ajaib menjadi berlipat ganda, begitu pula dengan ikannya, karena mereka semuanya makan sampai kenyang, kendati mereka berjumlah sampai lima ribu orang (ay. 42, 44). Mujizat ini penting karena menunjukkan bahwa Kristus datang ke dunia untuk menjadi sang Penyedia makanan sekaligus Penyembuh yang agung; bukan hanya untuk memulihkan, melainkan juga untuk memelihara kehidupan rohani serta memberikan gizi bagi pertumbuhannya, dan di dalam Dia ada kecukupan bagi semua yang datang kepada-Nya, cukup untuk memenuhi jiwa, untuk memenuhi gudang perbendaharaan. Tidak ada yang akan dibiarkan pergi dari Kristus dengan tangan kosong, karena mereka semua yang datang kepada-Nya akan mengalami kepenuhan diri. (4) Sisa-sisa makanan diperhatikan, yang terkumpul sampai dua belas bakul penuh. Walaupun Kristus menyediakan cukup roti, di sini Dia hendak mengajar kita untuk tidak membuang-buang ciptaan Allah. Kita harus ingat ada berapa banyak orang di luar sana yang membutuhkan, dan kita tidak tahu mungkin suatu saat nanti kita membutuhkan barang-barang sisa yang kita buang.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Selasa, 4 Juni 2024 - Markus 6:34 - Tergerakhlah Hatinya Oleh Belas Kasihan Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 1 Juni 2024 - Makin Serupa Dengan Kristus - Roma 8:29-30 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,