|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 '\'\''Jumat, 24 Mei 2024 RHK GMIM Jumat, 24 Mei 2024 - Bertobat dan Ikutlah Yesus - Kisah Para Rasul 2:37-39 Khotbah Petrus di Yerusalem Kisah Para Rasul 2:37-39 2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. 2:39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Penjelasan: * Khotbah Petrus di Yerusalem ( Kis 2:37-41) Kita sudah melihat dampak yang menakjubkan dari pencurahan Roh, dan kuasanya yang mengagumkan atas para pengabar Injil. Petrus, dalam seluruh hidupnya, belum pernah berbicara sebaik seperti yang baru dilakukannya sekarang, dengan begitu sepenuh hati, jelas, dan penuh kuasa. Kita sekarang akan melihat buah lain yang penuh berkat dari pencurahan Roh ini dalam kuasanya terhadap mereka yang mendengarkan Injil. Sejak pertama kali pesan ilahi itu disampaikan, tampak bahwa ada kuasa ilahi yang menyertainya, dan penyampaian pesan itu diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup melakukan keajaiban-keajaiban: beribu-ribu orang langsung dibawa olehnya kepada ketaatan iman. Itulah tongkat kekuatan Allah yang diulurkan dari Sion (Mzm. 110:2-3). Kita mendapati di sini buah-buah pertama dari tuaian jiwa yang besar itu, yang dengan kuasa Allah dikumpulkan kepada Yesus Kristus. Mari datang dan lihatlah, dalam ayat-ayat ini, bagaimana Sang Penebus yang sudah ditinggikan maju, dalam kereta keselamatan ini, sebagai pemenang untuk merebut kemenangan (Why. 6:2). Dalam ayat-ayat ini kita mendapati firman Allah sebagai sarana untuk memulai dan melanjutkan pekerjaan anugerah yang baik dalam hati banyak orang, sebab Roh Tuhan bekerja dengannya. Marilah kita lihat cara kerjanya. I. Mereka tersentak, dan diyakinkan oleh kebenaran Injil, lalu terdorong untuk bertanya dengan sungguh-sungguh (ay. Kis 2:37). Ketika mereka mendengar, atau setelah mendengar, setelah mendengarkan Petrus dengan sabar, dan tidak memotong pembicaraannya seperti selama ini mereka terbiasa memotong pembicaraan Kristus (ini suatu kemajuan yang baik, bahwa mereka sekarang memperhatikan firman), hati mereka sangat terharu, atau mereka terharu di dalam hati, dan, dalam kekhawatiran dan kebingungan yang dalam, mereka datang kepada para pengkhotbah itu sambil bertanya, apakah yang harus kami perbuat? Sangat aneh bahwa kesan-kesan seperti itu sampai ditimbulkan secara tiba-tiba dalam hati yang begitu keras. Mereka adalah orang-orang Yahudi, yang dididik untuk mempercayai bahwa agama mereka sudah cukup untuk menyelamatkan mereka, dan yang dalam waktu belakangan ini sudah melihat bahwa Yesus ini disalibkan dalam kelemahan dan kehinaan, dan diberi tahu oleh para pemimpin agama mereka bahwa Ia adalah seorang penipu. Petrus sudah mendakwa mereka karena tangan mereka, tangan bangsa-bangsa durhaka, turut berperan dalam kematian-Nya, yang bisa jadi membuat mereka geram terhadapnya. Namun, ketika mereka mendengar khotbah yang jelas dan alkitabiah ini, mereka sangat tersentuh olehnya. 1. Khotbah itu membuat mereka menderita: Hati mereka sangat terharu. Kita membaca tentang orang-orang yang sangat tertusuk hatinya dengan kemarahan terhadap seorang pengkhotbah (7:54), tetapi hati orang-orang ini sangat terharu dengan kemarahan terhadap diri mereka sendiri, karena sudah berperan dalam kematian Kristus. Petrus, dengan mendakwakan kejahatan ini kepada mereka, menggugah hati nurani mereka, menjamah hati sanubari mereka. Mereka merenungkan semua peristiwa itu seperti pedang di tulang-tulang mereka, pedang itu menusuk mereka seperti mereka sudah menusuk Kristus. Perhatikanlah, orang-orang berdosa, ketika mata mereka terbuka, tidak bisa tidak pasti hati mereka tertusuk karena dosa, dan tidak bisa tidak pasti mengalami kegelisahan di dalam batin. Inilah yang dinamakan hati yang koyak itu (Yl. 2:13), hati yang patah dan remuk (Mzm. 51:19). Apabila orang sungguh-sungguh menyesali dosa-dosa mereka, dan malu dengannya, dan takut akan akibat-akibatnya, hati mereka tertusuk. Tusukan di dalam hati itu mematikan, dan di dalam kegundahan-kegundahan itu (ujar Paulus) aku mati (Rm. 7:9). “Semua pandangan baikku tentang diriku sendiri dan keyakinanku pada diriku sendiri mengecewakan aku.” 2. Khotbah itu membuat mereka bertanya-tanya. Karena yang meluap dari hati, hati yang tertusuk seperti itu, diucapkan mulut. Amatilah, (1) Kepada siapa mereka bertanya seperti itu: Kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, sebagian kepada yang satu, dan sebagian kepada yang lain. Kepada rasul-rasul itu mereka membeberkan perkara mereka. Oleh rasul-rasul itu mereka sudah diinsafkan, dan karena itu oleh rasul-rasul itu mereka berharap akan diberi nasihat dan dihibur. Mereka tidak datang kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, untuk membenarkan mereka dari dakwaan para rasul, tetapi datang kepada rasul-rasul itu, dengan mengakui dakwaan itu, dan menyerahkan perkaranya kepada mereka. Mereka menyebut rasul-rasul itu saudara-saudara (KJV: sesama manusia dan saudara -" pen.), sama seperti Petrus sudah menyebut mereka (ay. Kis 2:29): sebutan ini mengandung rasa persahabatan dan kasih, dan bukan gelar kehormatan: “Kalian adalah manusia, jadi lihatlah kami sebagai manusia juga. Kalian adalah saudara, pandanglah kami dengan kasih persaudaraan.” Perhatikanlah, hamba-hamba Tuhan adalah tabib-tabib rohani. Mereka harus dimintai nasihat oleh orang-orang yang hati nuraninya terluka. Dan baiklah bila orang bersikap bebas dan akrab dengan hamba-hamba Tuhan itu, sebagai sesama manusia dan saudara, yang memperlakukan jiwa mereka seperti jiwa sendiri. (2) Apa yang mereka tanyakan: Apakah yang harus kami perbuat? [1] Mereka berbicara dalam keadaan terpaku, tidak tahu apa yang harus diperbuat. Sepenuhnya terkejut: “Apakah Yesus yang sudah kami salibkan itu adalah Tuhan dan Kristus? Lalu apa yang akan terjadi dengan kami yang sudah menyalibkan Dia? Celaka, kami semua binasa!” Perhatikanlah, tidak ada jalan lain untuk berbahagia kecuali dengan melihat diri kita sendiri sengsara. Apabila kita mendapati diri kita sendiri terancam bahaya akan tersesat untuk selama-lamanya, ada harapan bahwa kita akan diselamatkan untuk selama-lamanya. Dan ini tidak akan terjadi sebelum kita mendapati diri kita seperti itu. [2] Mereka berbicara dalam kebulatan hati, bertekad untuk segera melakukan apa saja yang diperintahkan kepada mereka. Mereka tidak mau ambil waktu lagi untuk menimbang-nimbang, atau menunda melakukan apa yang sudah mereka insafi itu sampai tiba waktu yang lebih nyaman. Sebaliknya, mereka ingin diberi tahu sekarang juga apa yang harus mereka lakukan untuk terhindar dari kesengsaraan yang akan menimpa mereka. Perhatikanlah, orang-orang yang menjadi insaf akan dosa mereka dengan gembira ingin mengetahui jalan untuk mendapatkan damai sejahtera dan pengampunan (9:6; 16:30). II. Petrus dan rasul-rasul lain mengarahkan kepada mereka secara ringkas apa yang harus mereka perbuat, dan apa yang bisa mereka harapkan dengan berbuat demikian (ay. Kis 2:38-39). Para pendosa yang telah insaf harus diberi dorongan. Yang terluka harus dibalut (Yeh. 34:16). Mereka harus diberi tahu bahwa walaupun perkara mereka menyedihkan, itu bukannya tanpa harapan, justru sebaliknya, masih ada harapan bagi mereka. 1. Di sini ia menunjukkan kepada mereka jalan yang harus mereka tempuh. (1) Bertobatlah. Inilah papan yang harus kamu pegang setelah kapal karam. “Biarlah perasaan bersalah yang menjijikkan ini, yang kamu datangkan atas dirimu sendiri dengan menghukum mati Kristus, menggugah kamu untuk merenung, dengan penuh pertobatan, atas semua dosamu yang lain (seperti tuntutan atas satu utang yang banyak mengungkapkan semua utang orang malang yang sudah bangkrut) dan membuatmu sungguh-sungguh menyesal dan sedih karenanya.” Pertobatan ini adalah kewajiban yang sama yang sudah diberitakan Yohanes Pembaptis dan Kristus, dan karena sekarang Roh dicurahkan, maka pertobatan ini tetap ditegaskan: “Bertobatlah, bertobatlah. Ubahlah pikiranmu, ubahlah jalanmu. Pikirkan baik-baik.” (2) Hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Maksudnya, “percayailah ajaran Kristus dengan teguh, dan berserahlah kepada anugerah dan pemerintahan-Nya. Dan akuilah ini secara terang-terangan dan sungguh-sungguh, dan berjanjilah untuk tetap berpegang teguh padanya, dengan memberi dirimu dibaptis seperti yang sudah ditetapkan. Jadilah pengikut Kristus dan agama-Nya yang kudus, dan tanggalkanlah ketidaksetiaanmu.” Mereka harus dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Mereka memang percaya kepada Bapa dan Roh Kudus yang berbicara melalui para nabi. Tetapi mereka juga harus percaya kepada nama Yesus, bahwa Dia adalah Kristus, Mesias yang dijanjikan kepada para bapa leluhur. “Angkatlah Yesus sebagai Rajamu, dan melalui baptisan bersumpah setialah kepada-Nya. Terimalah Dia sebagai Nabimu, dan dengarkanlah Dia. Akuilah Dia sebagai Imammu, untuk mengadakan pendamaian dosa bagimu,” yang tampaknya dimaksudkan secara khusus di sini. Sebab mereka harus dibaptis dalam nama-Nya demi pengampunan dosa berdasarkan kebenaran-Nya. (3) Pertobatan ini ditekankan kepada setiap orang: Kamu masing-masing. “Bahkan di antara kalian yang paling berdosa, jika bertobat dan percaya, diundang untuk dibaptis. Dan mereka yang menganggap diri sendiri sebagai orang yang paling kudus masih perlu bertobat, dan percaya, dan dibaptis. Di dalam Kristus ada anugerah yang cukup bagi kamu masing-masing, sekalipun kalian begitu banyak. Dan anugerah-Nya itu sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang. Israel pada zaman dulu dibaptis oleh Musa di dalam kemah, seluruh umat Israel secara bersama-sama, ketika mereka melintas dalam awan dan dalam laut (1Kor. 10:1- 2), sebab kovenan yang khusus itu hanya bagi bangsa itu saja. Namun, sekarang kamu masing-masing secara sendiri-sendiri harus dibaptis dalam nama Tuhan Yesus, dan mengurus sendiri perkara yang besar ini bagi dirinya sendiri.” Lihat Kolose 1:28. 2. Ia mendorong mereka untuk menempuh jalan ini: (1) “Pertobatan ini demi pengampunan dosa. Bertobatlah dari dosamu, maka dosamu tidak akan menghancurkanmu. Beri dirimu dibaptis dalam iman kepada Kristus, maka di dalam kebenaran engkau akan dibenarkan, yang tidak dapat engkau peroleh dengan hukum Musa. Berusahalah untuk dibenarkan dengan cara tersebut, dan bergantunglah kepada Kristus untuk mendapatkannya, maka pembenaran itu akan engkau peroleh. Sama seperti piala dalam perjamuan Tuhan adalah Perjanjian Baru di dalam darah Kristus demi pengampunan dosa, demikian pula baptisan dilakukan di dalam nama Kristus demi pengampunan dosa. Berilah dirimu dibasuh, maka engkau akan dibasuh.” (2) “Kamu akan menerima karunia Roh Kudus sama seperti kami. Sebab karunia itu dimaksudkan sebagai berkat untuk umum: sebagian dari antara kamu akan menerima karunia-karunia lahiriah ini, dan kamu masing-masing, jika tulus dalam iman dan pertobatanmu, akan menerima anugerah-anugerah dan penghiburan-penghiburan di dalam batin, akan dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan.” Perhatikanlah, semua orang yang menerima pengampunan dosa berarti menerima karunia Roh Kudus. Semua orang yang dibenarkan berarti dikuduskan. (3) “Anak-anakmu akan tetap mempunyai, seperti selama ini mereka sudah mempunyai, kepentingan di dalam kovenan itu, dan hak atas meterai lahiriahnya. Datanglah kepada Kristus, untuk menerima keuntungan-keuntungan yang tiada terkira itu. Sebab janji pengampunan dosa dan karunia Roh Kudus adalah bagi kamu dan bagi anak-anakmu” (ay. Kis 2:39). Dengan sangat jelas dikatakan (Yes. 44:3): Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu. Dan (Yes. 59:21) Roh-Ku dan firman-Ku tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu. Ketika Allah mengikat Abraham ke dalam kovenan, Ia berkata, Aku akan menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu (Kej. 17:7). Dan, sesuai dengan itu, setiap orang Israel harus menyunat anak laki-laki mereka ketika berumur delapan hari. Nah, pantas bagi seorang Israel, ketika melalui baptisan mengikat diri pada tata aturan yang baru dari kovenan ini, untuk bertanya, “Apa yang harus kulakukan dengan anak-anakku? Haruskah mereka dikeluarkan, ataukah diikutsertakan dalam kovenan ini?” “Diikutsertakan” (jawab Petrus) “sudah pasti. Sebab janji itu, janji agung tentang Allah yang menjadi Allahmu itu, sama-sama diperuntukkan bagimu dan bagi anak-anakmu, sekarang sama seperti sebelum-sebelumnya.” (4) “Walaupun janji-janji itu tetap diperluas bagi anak-anakmu sama seperti sebelumnya, namun, tidak seperti sebelum-sebelumnya, janji-janji itu tidak dibatasi hanya bagimu dan bagi mereka, justru sebaliknya, keuntungannya dimaksudkan bagi orang yang masih jauh.” Kita bisa menambahkan, dan bagi anak-anak mereka, sebab berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain melalui Yesus Kristus (Gal. 3:14). Janji itu sudah lama menjadi milik orang-orang Israel (Rm. 9:4). Tetapi sekarang janji itu disampaikan kepada orang yang masih jauh, kepada bangsa-bangsa bukan-Yahudi di tempat-tempat paling terpencil, dan kepada masing-masing dari mereka juga, kepada semua orang yang masih jauh. Kepada orang-orang secara umumlah pembatasan berikut ini harus merujuk, sebanyak dari mereka, sebanyak dari masing-masing orang dalam setiap bangsa, yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita untuk menjalin persekutuan dengan Yesus Kristus. Perhatikanlah, Allah bisa membuat panggilan-Nya menjangkau orang-orang yang masih begitu jauh, dan tak seorang pun datang kecuali mereka yang dipanggil-Nya. III. Petunjuk-petunjuk ini diikuti dengan peringatan yang penting (ay. Kis 2:40): Dan dengan banyak perkataan lain lagi, untuk mencapai maksud yang sama, ia memberi suatu kesaksian tentang kebenaran-kebenaran Injil, dan menganjurkan kewajiban-kewajiban Injil. Karena sekarang firman itu sudah mulai bekerja, maka Petrus mengikutinya. Ia sudah menyampaikan apa yang banyak dalam sedikit perkataan (ay. Kis 2:38-39), dan apa yang, sangka orang, sudah mencakup semuanya, tetapi masih ada lagi yang hendak dikatakannya. Apabila kita sudah mendengar kata-kata yang membawa kebaikan bagi jiwa kita, tidak bisa tidak kita pasti berharap untuk mendengar lebih, mendengar lebih banyak lagi kata-kata seperti itu. Di antara hal-hal lain yang dikatakannya (dan tampaknya yang ingin ditekankannya), adalah berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini. Bebaskanlah dirimu dari mereka. Orang-orang Yahudi yang tidak percaya adalah angkatan yang jahat, suka membangkang dan keras hati. Mereka berjalan menentang Allah dan manusia (1Tes. 2:15), menyatu dengan dosa dan ditandai untuk binasa. Nah, berkenaan dengan mereka, 1. “Bertekunlah dalam memberi dirimu diselamatkan dari kehancuran mereka, supaya kamu tidak terlibat di dalamnya, dan bisa luput dari semua yang akan terjadi itu“ (sebagaimana demikian dengan orang-orang Kristen): “Bertobatlah, dan berilah dirimu dibaptis. Maka kamu tidak akan berbagi dalam kehancuran orang-orang yang dengannya kamu sudah berbagi di dalam dosa.” Janganlah mencabut nyawaku bersama-sama orang berdosa. 2. “Untuk mencapai hal ini, janganlah terus berdiam bersama-sama dengan mereka di dalam dosa mereka, janganlah bersikeras bersama-sama mereka dalam ketidaksetiaan. Berilah dirimu diselamatkan, maksudnya, pisahkanlah dirimu, bedakanlah dirimu sendiri, dari angkatan yang jahat ini. Janganlah memberontak seperti kaum pemberontak ini. Janganlah ambil bagian bersama mereka di dalam dosa-dosa mereka, supaya engkau tidak berbagi bersama mereka di dalam tulah-tulah mereka.” Perhatikanlah, memisahkan diri dari orang-orang fasik adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan diri kita dari mereka. Meskipun kita dengan berbuat demikian memudahkan diri kita untuk menjadi sasaran kegeraman dan permusuhan mereka, kita sebenarnya menyelamatkan diri dari mereka. Sebab, jika kita mempertimbangkan ke arah mana mereka menuju, kita akan melihat bahwa lebih baik menanggung susah berenang melawan arus mereka daripada terancam bahaya dihanyutkan oleh arus mereka. Orang-orang yang bertobat dari dosa-dosa mereka dan memberi diri kepada Yesus Kristus, harus membuktikan ketulusan mereka dengan menjauhkan diri dari semua pergaulan akrab dengan orang-orang fasik. Menjauhlah dari padaku, hai penjahat-penjahat adalah bahasa orang yang bertekad untuk memegang perintah-perintah Allahnya (Mzm. 119:115). Kita harus menyelamatkan diri dari mereka, yang berarti menghindari mereka dengan rasa ngeri dan ketakutan yang kudus, sama seperti kita ingin menyelamatkan diri dari seorang musuh yang berusaha menghancurkan kita, atau dari sebuah rumah yang terjangkiti wabah.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Sabtu, 25 Mei 2024 - Memberi Diri Diselamatkan Dari Angkatan Jahat - Kisah Para Rasul 2:40 Sebelum: RHK GMIM Kamis, 23 Mei 2024 - Yesus Adalah Tuhan dan Kristus - Kisah Para Rasul 2:33-36 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,