|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music BAB ITUHAN ALLAH Pasal I Allah yang Tak Terjangkau oleh Pengetahuan Manusia Kami mengaku: Bahwa Allah yang kami sembah adalah Allah yang Maha Tinggi (Yes. 2:17; 5:16; Dan. 2:26; 4:2; Mrk. 11:10), dan Maha Besar (Ibr. 1:3; 8:1), sehingga tak terjangkau oleh pengeta-huan manusia (Ayb. 36:26; 37:5) dan jalan-jalan-Nya serta keputusan-keputusan-Nya tak terselidiki dan tak terse-lami oleh siapa pun juga (Rm. 11:33). Bahwa Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar itu, yang tak terselidiki dan tak terselami oleh siapa pun juga, di dalam kasih-Nya yang besar, telah menyatakan diri-Nya kepada manusia melalui karya penciptaan-Nya[1] (Mzm. 19:2-3; Rm. 1:19-20), dan secara khusus melalui Yesus Kristus[2] (Yoh. 1:1,14,18). Oleh sebab itu, sejauh apa yang telah dinyatakan Kristus kepada kami, sejauh itulah pengenalan kami kepada Allah yang Maha Tinggi dan Maha Besar itu. Pasal 2 Allah yang Berdaulat Kami mengaku: Bahwa Allah itu berdaulat (1 Taw. 29:12; Ayb. 41:25; Mzm.103:19; Dan. 2:47; Mat. 10:28), Dialah satu-sa-tunya yang disembah dan dimuliakan. Bahwa kedaulatan-Nya dinyatakan me-lalui penciptaan segala sesuatu, peme-liharaan, penyelamatan dan pemerin-tahan-Nya. Bahwa kedaulatan-Nya dinyatakan me-lalui kehidupan umat manusia, secara khusus dalam kehidupan umat pilihan-Nya yang taat dan setia terhadap firman-Nya sampai ke akhir zaman. Pasal 3 Hakikat Allah Kami mengaku: Bahwa Allah itu esa (Ul. 6:4), dan tidak ada Allah lain selain DIA (Kel. 20:3; Ul. 5:7). Bahwa Tuhan Allah Tritunggal: Bapa adalah Pencipta dan Pemelihara; Putera (Yesus Kristus) adalah Tuhan, Penebus dosa, Juru Selamat dan Roh Kudus adalah Penghibur dan pembawa kebe-naran Bahwa Allah telah menciptakan alam semesta dan segala isinya (Kej. 1-2), maka DIA disebut Bapa, karena DIA-lah sumber segala sesuatu. DIA adalah peme-lihara ciptaan-Nya (Mzm. 145:15; Mat. 6:28; Kis. 14:17). Bahwa oleh kasih-Nya yang begitu besar kepada dunia ini, Allah me-nyelamatkan manusia dan seluruh cip-taan-Nya di dalam dan melalui Yesus Kristus, maka Dia disebut Putera, ka-rena DIA telah mewujudkan kasih Bapa itu (Yoh. 3:16; Ibr. 1:1-2; Fil. 2:7-11). Bahwa Allah hadir dan berkarya di dalam dunia dan Gereja-Nya melalui Roh Kudus yang menguduskan, menghidupkan, me-nyertai, membaharui, mempersatukan, menertibkan, menguatkan, meneguhkan, menghibur serta memberi kuasa kepada Gereja-Nya (Yeh. 37; Yoh. 16:8-11, 13; Kis. 1:8; Rm. 8:1; 1 Kor. 12:7, 12; 14:26, 33; Ef. 3:16-17; 4:3-4; 2 Tim. 1:7) Pasal 4 Allah yang Berinisiatif untuk Berkomunikasi dengan Manusia Kami mengaku: Bahwa Allah telah mengambil inisiatif untuk berkomunikasi dengan manusia. Sejak dahulu Allah berbicara kepada manusia, berulang kali dalam pelbagai cara melalui para nabi (Ibr. 1:1), dan kemudian melalui Yesus Kristus (Ibr. 1:2). Bahwa Allah membangun komunikasi dengan manusia agar mengenal “ren-cana kerelaan-Nya di dalam Kristus” (Ef. 1:9) bagi keselamatan umat manu- Bahwa orang percaya terpanggil untuk hidup dalam ketaatan dan kekudusan sebagai perwujudan dari proses hidup baru (Yer. 31, Gal. 5, Kol. 3, 1 Pet. 1:14-16) Pasal 5 Allah Berkarya Kami mengaku: Bahwa Allah ada dan terus menerus bekerja (Yoh. 5:17). Allah menciptakan alam semesta dengan segala isinya (Kej. 1-2; Mzm. 24:1-2; Yes. 44:24), dan segenap ciptaan itu sungguh amat baik (Kej. 1:31). Bahwa kendati pun ciptaan itu sungguh amat baik, tetapi manusia tidak boleh memperilah atau menyembahnya (Kel. 20:3-5; Rm. 1:18-25) dan juga tidak boleh merusaknya. Bahwa Allah bukan hanya mencipta, tetapi juga memelihara ciptaan-Nya (Mzm. 104:1-35). Dari karya-karya-Nya itu kami mengenal Allah selaku Pencipta dan Pemelihara. Bahwa Allah selaku Pencipta adalah sumber segala sesuatu, dan selaku Pemelihara, di dalam kasih menjaga kelestarian segenap ciptaan. Bahwa Allah bekerja di dunia ini mela-lui pelbagai cara (Yes. 45:1-19; Rm. 8:28); karena itu kami meyakini, Allah menyatakan kehendak dan maksud-Nya di dalam banyak hal. Pasal 6 Allah Penyelamat Kami mengaku: Bahwa Allah sungguh-sungguh me-ngasihi manusia. Allah tidak meng-hendaki kebinasaan manusia, melainkan keselamatannya (Yoh. 3:16). Tatkala Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Allah mengampuni dan menyelamatkan mereka, bahkan merancang keselamatan bagi segenap keturunan Adam dan Hawa (Kej. 3:16; Rm. 5:17-19). Bahwa ketika umat-Nya ditindas di negeri perhambaan di Mesir, Allah pun bertindak membebaskan dan menyela-matkan mereka dari kekuasaan Firaun (Kel. 6:5-6). Bahwa pada waktu umat-Nya berada di negeri pembuangan Babilonia, Allah mengumpulkan dan menyelamatkan me-reka, serta membawa mereka kembali ke tanah perjanjian (Yer. 30:10; 46:27). Bahwa karya penyelamatan bagi sege-nap umat manusia dikerjakan Allah melalui Yesus Kristus yang mati karena pelanggaran manusia dan dibangkitkan demi pembenaran manusia (Rm. 4:25). Pasal 7 Allah Menyertai, Memimpin, Menyatukan dan Menguduskan Umat-Nya Kami mengaku: Bahwa umat Perjanjian Baru, yaitu umat yang diselamatkan Allah melalui Yesus Kristus, tidak pernah menjadi “yatim piatu” (Yoh.14:18) tetapi men-jadi Penghibur (Yoh. 14:26), karena Allah tetap menyertai mereka sampai akhir zaman (Mat. 28:20). Bahwa penyertaan Allah itu nyata melalui kehadiran Roh Kudus (Yoh. 14:16-17). Roh Kudus memimpin umat-Nya “ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh. 16:13), dan menyatukan serta menguduskan orang-orang percaya kepada-Nya (2 Tes. 2:13). Bahwa Roh Kudus diutus oleh Yesus Kristus bersama dengan Bapa untuk menyertai orang-orang yang percaya kepada-Nya termasuk GMIM dalam melaksanakan tugas panggilan mereka di dunia ini. [1] Disebut penyataan umum (Ingg.: general revelation) menunjukkan karya dan eksistensi Tuhan secara tidak langsung dalam gerakan alam (Rm. 1:20; Mzm. 19:1-6; Mat. 5:45)[2] Disebut penyataan khusus (Ingg.: special revelation) menunjuk pada Alkitab, mujizat dan teristimewa pribadi dan pelayanan (khususnya penebusan dosa dan keselamatan) di dalam diri Yesus Kristus. BAB II ALKITAB Pasal 1 Firman Allah yang Tertulis Kami mengaku: Bahwa Alkitab yang terdiri dari kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru,[1] dari abad ke abad telah diterima dan diakui oleh Gereja selaku Firman Allah yang tertulis. Bahwa Alkitab berisi firman Allah, yang ditulis oleh orang percaya, dalam tuntunan Roh Kudus, memiliki otoritas tertinggi dan menjadi pedoman hidup dalam pemikiran, sikap dan perbuatan orang-orang percaya (2 Tim. 3:16). Pasal 2 Firman Allah yang Hidup Kami mengaku: Bahwa Firman Allah yang hidup adalah Dia yang bersama-sama dengan Allah sejak awal zaman (Yoh. 1:1-2), yaitu Yesus Kristus yang menjadi pusat kesak-sian dari Firman Allah yang tertulis. Bahwa Yesus Kristus yang adalah Firman yang hidup, Dia itulah Firman Allah yang sungguh-sungguh sempurna dan tanpa salah.[1] Sesuai dengan kanon terdiri dari 39 kitab dalam Perjanjian Lama dan 27 kitab dalam Perjanjian Baru. BAB III MANUSIA Pasal 1 Allah Menciptakan Manusia: Laki-laki dan Perempuan Kami mengaku: Bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah sendiri (Kej.1:26-27). Itulah yang membedakan manusia dari segala ciptaan lainnya, agar manusia dapat berkomunikasi de-ngan Allah, sesama, dan mengemban mandat Allah untuk mengelola alam ciptaan-Nya (Kej. 2:7, 16-17; 1 Kor. 3:16; 6:17-20; 1 Tes. 5:23; Yak. 2:26). Bahwa Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan dalam kedudukan yang sederajat dan sepadan (Kej. 2:18). Bahwa seorang laki-laki dan seorang perempuan diciptakan-Nya agar menjadi pasangan seumur hidup, yang menyatu dalam kasih dan saling melengkapi[1]. Inilah dasar pernikahan yang sah dan benar (Kej. 2:24; Ef. 5:31-33) dan oleh karena itu kami menolak poligami dan perkawinan pasangan berjenis kelamin yang sama.[2] Menolak perceraian dan me-nolak kumpul kebo (Belanda: samen leven), kawin kontrak.[3] (Mat. 19:6; Mrk. 10:9). Pasal 2 Manusia dan Tugasnya Mengelola Alam Kami mengaku: Bahwa Allah memanggil dan mengutus manusia untuk menunaikan tugas ber-sama dalam mengelola, menata dan memeliharan alam ciptaan-Nya secara bertanggung jawab (Kej. 2:15; Mzm. 104:8). Bahwa Allah memberikan tanggung-jawab, kewenangan dan kemampuan agar manusia sanggup mengelola alam semesta serta isinya dengan berpikir dan bertindak sesuai kehendak Allah demi keutuhan ciptaan-Nya (Kej. 2:15-16). Pasal 3 Manusia dan Kejatuhannya ke dalam Dosa Kami mengaku: Bahwa oleh karena ketidaktaatan kepada Allah dan firman-Nya, manusia telah jatuh ke dalam dosa (Kej. 3:8-19; Yes. 59:12). Manusia lebih suka mendengar-kan godaan Iblis dan melawan kehendak Allah. Akibat pemberontakannya itu ma-nusia jatuh ke dalam dosa dan upahnya adalah maut (Rm. 3:23; 6:23). Kon-sekuensi dosa adalah rusaknya hubungan persekutuan manusia dengan Allah, sesama dan alam. Bahwa dosa telah merasuki manusia (Mzm. 51:5) sehingga manusia tidak taat kepada Allah dan tidak ber-tanggung-jawab terhadap sesama dan alam semesta dan menodai citra manusia sebagai gambar dan rupa Allah. Di sinilah akar dari segala kejahatan (Yoh. 8:44).[4] Bahwa sekalipun manusia telah jatuh ke dalam dosa, Allah tetap mengasihi manusia dan memprakarsai agar manu-sia tetap hidup sebagai gambar dan rupa Allah (Yes. 53:3, Yoh. 3:16). Bahwa sikap saling menjatuhkan (Bhs. Manado: ”baku cungkel”) adalah ekspresi dosa yang harus dilawan. Bahwa pengusiran setan (eksorsisme) merupakan karunia yang diberikan Tuhan kepada anggota jemaat tertentu yang dapat menjadi bagian dalam pela-yanan Gereja (Mat. 8:16; 10:1; Mrk. 3:15; 6:13.) Pasal 4 Manusia dan Penebusan serta Pembaharuan Hidup Kami mengaku: Bahwa Allah yang oleh kasih-Nya yang begitu besar mengutus Yesus Kristus yang lahir sebagai manusia, rela menderita, disalibkan, mati, dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati bagi penebusan dosa manusia (Yes. 52:13-53:12; 3:16; Fil. 2:5-11; Ef. 2:1-10). Bahwa oleh kasih dan kemurahan-Nya yang begitu besar melalui Yesus Kristus, manusia mendapatkan kembali martabat-nya selaku gambar dan rupa Allah, sehingga memulihkan hubungan perseku-tuan dengan Allah, sesama dan alam semesta. Bahwa Allah tetap bekerja di dalam Roh-Nya membawa kita kepada pertobatan (Kis. 9:1-31; Gal. 2:20) untuk mengu-duskan, membaharui (Gal. 5:16-21; 4:17-5:21), menuntun, menghibur (Yoh. 14:15-21; 16:4b-15), memperlengkapi, dan menyempurnakan sampai akhir zaman (Rm. 8:1-17). Pasal 5 Manusia dan Karyanya Kami mengaku: Bahwa sejak manusia diusir dari taman Eden, Allah menetapkan manusia untuk bekerja, dan berusaha keras[5] demi me-menuhi kebutuhan hidupnya. (Kej. 2:15; 2 Tes. 3 : 10). Bahwa kerja adalah amanat yang dibe-rikan Allah kepada manusia untuk meng-olah kekayaan kasih karunia-Nya bagi kesejahteraan manusia. Dengan demikian kerja adalah ibadah kepada Allah. (Luk. 5:4-5, 10:2; Yoh. 6:27). Bahwa segala hasil kerja adalah anugerah Allah yang harus dipertanggungjawab-kan, yang didapatkan dengan cara yang benar, adil, jujur, kerja keras. Karena itu, manusia harus memanfaatkannya de-ngan hemat bagi kesejahteraan hidup yang berkeadilan, berbagi dengan ses-ama,dan bukan untuk kesenangan diri. (Kis. 20:34-35). Bahwa orang percaya harus bekerja keras (2 Tes. 3:10)[6] dalam kebersamaan dan saling topang menopang ( 6:2 ;[7] Ef. 4:28). [1] Jika ada anggota jemaat yang memilih untuk hidup sendiri, itupun dihormati oleh Gereja (band. Mat. 19:12; 1 Kor.7:1,7)[2] GMIM menolak poligami (Kej. 2:22-24;Yeh. 16:8; Yes. 54:5-8; Mal. 2:15;Mat. 19:4-6; Mar. 10:6-9; Ef. 5:31). GMIM mengasihi dan melayani orang-orang yang mengidap dan berperilaku LGBT (lesbian, gay, bisexual dan transgender) tetapi menolak pembe-naran ideologi LGBT dalam kehidupan pelayanan GMIM. GMIM menolak pernikahan sejenis.[3] Tentang kawin beda agama (kawin campur), sebe-"lum perkawinan dilangsungkan perlu ada peng-"gembalaan khusus dari Pendeta (band. 1 Kor.7:12-16). [4] termasuk semua bentuk kriminalitas.[5] Perhatikan istilah “berkuasalah” dan “taklukkanlah” dalam Kej.1:26,28.[6] Tuhan mengecam kemalasan (Ams.6:6-11; 18:9; 19:15; [7] Di sinilah arti Mapalus, Manado dalam tradisi Minahasa dikembangkan. BAB IV GEREJA Pasal 1 Terbentuknya Gereja Kami mengaku: Bahwa Yesus Kristus telah membangun Gereja-Nya (Mat. 16:18), dan Dialah Kepala Gereja (Ef. 4:15-16, 5:23; Kol. 1:18-20). Bahwa Allah tetap hadir dan bekerja sepanjang masa dan di segala tempat (Yoh. 9:4; Rm. 8:28) melalui Roh Kudus yang diutus Kristus (Yoh. 15:26; Kis. 1:8), bekerja melalui pem-beritaan Injil (Rom. 1:16-17; Gal. 3:5), menghimpun orang-orang percaya (semua gereja Tuhan yang ada) ke dalam Gereja sebagai tubuh Kristus, yang kudus, am, injili dan Oikumenis. (1 Kor. 1:2; 1 Pet. 2:9-10) Bahwa Gereja hadir di segala abad dan tempat, termasuk di Indonesia dan secara khusus di tanah Minahasa, tempat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) ber-tumbuh dan berkembang, serta menjadi pusat kegiatan pelayanan GMIM dalam pelaksanaan tugas panggilannya me-layani ke seluruh dunia.[1] (Kis. 1:8). Pasal 2 Tugas Panggilan Gereja Kami mengaku: Bahwa Gereja hadir di dalam dunia mengemban tugas panggilan bersekutu untuk menghayati keselamatan,[2] bersaksi untuk memberitakan Injil keselamatan, dan berdiakonia untuk mewujudnyatakan secara konkrit keselamatan itu kepada manusia di seluruh dunia dalam kasih persaudaraan yang rukun (Mzm. 133), tanpa mengenal batasan tempat, bahasa, bangsa dan budaya. (Rm. 10:12 ; Gal. 3:28 ; Kis. 10:34-35). Bahwa Gereja adalah esa dan karena itu terpanggil untuk senantiasa menyatakan keesaannya melalui kehadiran bersama di segala tempat dalam semangat keber-samaan agar dunia percaya bahwa Allah di dalam Kristus Yesus (Yoh. 17:21) telah menyelamatkan manusia dan dunia ciptaan-Nya. Bahwa dalam perbedaan kultur, strata sosial, ekonomi, pendidikan, Gereja terpanggil untuk memelihara persatuan dan kesatuannya (Yoh.17; 1 Kor. 12:27). Bahwa kendati pun dalam kesukaran, hambatan dan tantangan (Mat. 10:16-31; Rom. 8:31-39), Gereja terpanggil untuk memperjuangkan pembebasan manusia dari segala belenggu yang merendahkan harkat dan martabat kemanusiaan dan mengupayakan kesejahteraan yang ber-keadilan bagi semua orang.[3] ( 42:6,7; Luk. 4:18-19) Bahwa dalam mewujudkan panggilan Gereja, Tuhan menetapkan para pe-layan-Nya yaitu; pendeta, penatua, syamas, dan guru agama untuk mem-perlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pemba-ngunan tubuh Kristus (Ef. 4:11-12) demi kemuliaan nama Tuhan semata. Bahwa melalui persidangan gerejawi secara berkala dalam tuntunan kuasa Roh Kudus, GMIM merumuskan, meng-evaluasi dan melaksanakan program pelayanannya. ( 10:16; Ams. 24:6; Mrk. 6: 30; Rom. 12:16; Kis. 14:27; 15:6,7) Pasal 3 Gereja, Alam dan Sumber-sumber daya, serta Lingkungan Hidup Kami mengaku: Bahwa alam dan sumberdayanya serta lingkungan hidup, diciptakan Tuhan bagi manusia dan seluruh makhluk lainnya agar kehidupan tetap berlangsung de-ngan baik. Karena itu, GMIM, ikut terpanggil bersama segenap komponen Bangsa dan Negara untuk menjaga dan memelihara kelestarian alam (konservasi) dan sumberdayanya serta lingkungan hidup. (Kej. 1 ; 2:15 ; Yer. 29:7 ). Bahwa GMIM harus terlibat secara aktif dalam pengawasan, pengelolaan alam dan sumberdayanya serta lingkungan hidup, dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat guna, aman dan dapat dipertanggung- (Kej. 41:47-49; Im. 25:1-7). Bahwa GMIM juga terpanggil untuk ikut serta mengendalikan nafsu tamak manusia yang mengeksploitasi alam demi kepentingan dan keuntungan pribadi, kelompok dan golongan, yang bukan hanya menimbulkan berbagai konflik, tetapi juga mengakibatkan kerusakan alam, dan sumberdayanya serta lingkungan hidup. (Yes. 1:16-17 ; Rm. 13:13-14 ; Kol. 3:5). Pasal 4 Gereja dan Negara Kami mengaku: Bahwa Tuhan Allah yang mendirikan (membentuk) Negara dan menetapkan pemerintah selaku hamba-hamba-Nya untuk menghadirkan ketertiban, keter-aturan, menegakkan hukum, keadilan, mencegah dan memberantas kejahatan, membela orang benar, mengupayakan kesejahteraan serta kemakmuran ber-sama (Rm. 13:1-7). Bahwa sebagai hamba Allah, Negara dan pemerintahannya menerima kuasa dan wewenang dari Allah (Rm. 13:4; Luk. 20:25) Bahwa sebagai warga gereja harus taat hukum dan berhak mendapat perlin-dungan hukum (Mat. 22:21; I Pet. 2:13-14 ; Tit.3:1) Bahwa kendati pun Gereja dan Negara yang sama-sama hamba Allah, terpanggil untuk menghadirkan tanda-tanda Ke-rajaan Allah, namun memiliki tugas pang-gilan yang berbeda dan khusus, sehingga Negara tidak mencampuri urusan Gereja, dan demikian pula sebaliknya, Gereja tidak mencampuri urusan Negara (Mrk. 12:17). Bahwa kuasa yang diterima oleh Peme-rintah dapat saja disalahgunakan, yang menimbulkan kesewenang-wenangan dan kelaliman. Dalam hal ini, Gereja wajib memperdengarkan suara kenabiannya bagi pemerintah melalui jalur yang sesuai dengan perundang-undangan yang ber- (Dan. 4:25; Kis. 5:29; I Tim. 2:1-2). Dalam terang pengakuan kepada Yesus Kristus, maka sebagai warga negara Indonesia, Gereja mengakui Pancasila sebagai satu-satunya asas kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan berne-gara serta mengakui UUD 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.(Tit. 3:1-2). Bahwa Gereja tidak akan bersikap seba-gai gerakan radikalisme dan fundamen-talisme dan secara kritis bekerja sama de-ngan pemerintah melalui lembaga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Kerjasana Antar Umat Beragama (BKSAUA) dan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) (Mat. 22:37-40; Tit. 3:1-2; 12 : 14). Pasal 5 Gereja dan Sakramen Kami mengaku: Bahwa GMIM, bersama-sama Gereja-gereja Reformasi lainnya, hanya melayani dua sakramen, yakni Sakramen Baptisan Kudus dan Sakramen Perjamuan Kudus. (Mat. 28:19-20 ; I Kor. 11:23-26). Bahwa Sakramen Baptisan Kudus ber-laku satu kali untuk seumur hidup, dan dengan demikian kami menolak baptisan ulang. (Rm. 6:4-5; 2:11-12;1 Pet. 3:18-21; Ibr. 9:27-28). Bahwa Baptisan Kudus adalah tanda yang tampak dari Anugerah Allah di dalam Kristus, dan manfaat dari per-janjian anugerah yang dihadirkan, dime-teraikan dan diterapkan dalam kehidupan orang-orang percaya, tetapi juga sekali-gus merupakan ekspresi iman orang-orang percaya dan tanda kesetiaan me-reka kepada Tuhan. (Kol. 2:12 ; Mrk. 16:16 ; Gal. 3:27) Bahwa GMIM melaksanakan pembap-tisan anak dan dewasa dengan cara percik/curah. (Mrk. 9:37; 10:13-16; Kis. 9:17-18; 16:15;18:8). Bahwa yang menjadi saksi baptisan ada-lah orang tua dan orang tua baptisan yang telah menjadi sidi jemaat. (Ul. 6:4-9; Mat. 28:19-20) Bahwa Perjamuan Kudus adalah tanda peringatan dan persekutuan dengan tu-buh dan darah Yesus Kristus yang mati dan bangkit sekaligus sebagai pembe-ritaan dan ucapan syukur serta terima kasih Gereja atas segala berkat Tuhan.[4] (I Kor. 11:23-26) Diadakan pada pera-yaan Jumat Agung, salah satu minggu di bulan Juni (dalam rangka HUT PI dan Pendidikan Kristen), Hari raya Perjamuan Kudus se-dunia di bulan Oktober, salah satu minggu advent dan juga dalam persidangan gerejawi. Pasal 6 Gereja Harus Menyatakan Kasih Allah terhadap Dunia Kami mengaku: Bahwa Gereja harus menyatakan kasih Allah yang bukan hanya tertuju kepada manusia saja, tetapi juga kepada selu-ruh ciptaan-Nya. (Kej. 1:28; Mzm. 104:24 ; Mrk. 16:15 ) Bahwa Gereja harus senantiasa mem-beritakan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, (I Kor. 11:23-26); Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya (2 Kor. 5:18-19; Kol. 1:20), dan menya-takan serta menghadirkan kasih-Nya yang begitu besar bagi dunia ini (Yoh. 3:16). Bahwa Gereja harus terus-menerus mem-beritakan perbuatan besar Allah (1 Pet. 2:9) yang telah menggenapi rencana keselamatan-Nya bagi dunia ini melalui Yesus Kristus, yang terus berlanjut hingga sekarang ini, dan yang akan terwujud sepenuhnya pada kedatangan-Nya kem-bali (1 Kor. 15:22-25; Ibr. 9:28). [1] Sesuai keputusan SMSI ke-78 ini, GMIM menjadi gereja lokal, nasional dan global[2] Termasuk di sini Gereja bersekutu (beribadah) di hari minggu sebab hari minggu mengingatkan kemenangan Kristus atas dosa dan maut (Paskah) dan bukan sabat dalam PL (Mat. 28:1-10; Mrk.16:1-8; Luk. 23:56b-24:12)[3] Di sini GMIM sebagai Gereja Tuhan terpanggil mewujudkan karya Tuhan Allah secara inklusif artinya menerobos ke semua aspek hidup seluruh umat manusia (agama-agama dan bangsa-bangsa di dunia).[4] Perjamuan kasih dapat dilaksanakan dengan me-nonjolkan persekutan beriman orang percaya tanpa dibatasi dengan persyaratan yang hadir hanya sidi jemaat. Semua anggota jemaat dapat berpartisipasi dalam perjamuan kasih dan dapat menonjolkan makanan dan minuman yang menopang nilai kearifan lokal (air jahe dan gula aren, ubi kayu, dsb.) BAB V KEGENAPAN KARYA ALLAH (ESKATOLOGI) Pasal 1 Cakupan Karya Allah Kami mengaku: Bahwa karya keselamatan dan pem-baharuan yang dilakukan Allah sejak dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya (Why. 1:8). Bahwa Allah tetap berkarya menger-jakan keselamatan dan pembaharuan dari waktu ke waktu dan mencapai kesempurnaannya dalam langit dan bumi baru, karena Allah adalah Alfa dan Omega (Why. 22:13). Bahwa sesungguhnya Allah berada di atas sejarah. Dialah yang mengarahkan dan mengendalikan sejarah hingga ke-genapannya kelak, dan hal itu merupa-kan jaminan bahwa apa yang sudah dan sedang dilakukan, akan diselesai-kan-Nya dengan sempurna di masa depan. (Yer. 29:11; Rm. 11:36) Bahwa orang mati di dalam Kristus Yesus akan dibangkitkan dan hidup kekal selama-lamanya sedangkan yang tidak percaya kepada Kristus Yesus akan dibangkitkan dan menerima hu-kuman kekal selama-lamanya (I Tes. 4:13-18; Yoh. 11:25; Mrk. 16:16; Yoh. 3:18). Bahwa keselamatan, penghakiman dan pembaharuan itu akan terjadi sepenuh-nya ketika Tuhan Yesus datang kembali dalam kemuliaan (Mrk. 13:26; Why. 19:1; 21:5). Pasal 2 Kehadiran Sepenuhnya Kerajaan Allah Kami mengaku: Bahwa Tuhan Allah berkehendak agar hidup manusia sepenuhnya dalam kekuasaan dan pemerintahan Yesus Kristus dan melenyapkan anti-Kristus dan segala kuasa jahat. Bahwa Kerajaan Allah (Luk. 4:18-19) adalah perwujudan pemerintahan Kristus yang dilukiskan dengan ungkapan-ung-kapan rumah Bapa, kota sorgawi, langit dan bumi baru, kehidupan kekal (Yoh.14:6; 2 Pet. 3:13; Why. 21:1). Bahwa anggota-anggota jemaat/orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus diutus untuk menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah melalui pikiran, kata, sikap dan perbuatan sehari-hari. (I Tim. 4:12; Tit. 2:1-10; Fil. 4:5-9). Bahwa Kerajaan itu sudah datang dan menjadi nyata dalam kehidupan dunia dan manusia melalui kedatangan Yesus Kristus, Raja dan Juruselamat dunia (Mrk. 1:15) dalam wujud langit dan bumi baru (Why. 21). BAB V KEGENAPAN KARYA ALLAH (ESKATOLOGI) Pasal 1 Cakupan Karya Allah Kami mengaku: Bahwa karya keselamatan dan pem-baharuan yang dilakukan Allah sejak dahulu, sekarang dan sampai selama-lamanya (Why. 1:8). Bahwa Allah tetap berkarya menger-jakan keselamatan dan pembaharuan dari waktu ke waktu dan mencapai kesempurnaannya dalam langit dan bumi baru, karena Allah adalah Alfa dan Omega (Why. 22:13). Bahwa sesungguhnya Allah berada di atas sejarah. Dialah yang mengarahkan dan mengendalikan sejarah hingga ke-genapannya kelak, dan hal itu merupa-kan jaminan bahwa apa yang sudah dan sedang dilakukan, akan diselesai-kan-Nya dengan sempurna di masa depan. (Yer. 29:11; Rm. 11:36) Bahwa orang mati di dalam Kristus Yesus akan dibangkitkan dan hidup kekal selama-lamanya sedangkan yang tidak percaya kepada Kristus Yesus akan dibangkitkan dan menerima hu-kuman kekal selama-lamanya (I Tes. 4:13-18; Yoh. 11:25; Mrk. 16:16; Yoh. 3:18). Bahwa keselamatan, penghakiman dan pembaharuan itu akan terjadi sepenuh-nya ketika Tuhan Yesus datang kembali dalam kemuliaan (Mrk. 13:26; Why. 19:1; 21:5). Pasal 2 Kehadiran Sepenuhnya Kerajaan Allah Kami mengaku: Bahwa Tuhan Allah berkehendak agar hidup manusia sepenuhnya dalam kekuasaan dan pemerintahan Yesus Kristus dan melenyapkan anti-Kristus dan segala kuasa jahat. Bahwa Kerajaan Allah (Luk. 4:18-19) adalah perwujudan pemerintahan Kristus yang dilukiskan dengan ungkapan-ung-kapan rumah Bapa, kota sorgawi, langit dan bumi baru, kehidupan kekal (Yoh.14:6; 2 Pet. 3:13; Why. 21:1). Bahwa anggota-anggota jemaat/orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus diutus untuk menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah melalui pikiran, kata, sikap dan perbuatan sehari-hari. (I Tim. 4:12; Tit. 2:1-10; Fil. 4:5-9). Bahwa Kerajaan itu sudah datang dan menjadi nyata dalam kehidupan dunia dan manusia melalui kedatangan Yesus Kristus, Raja dan Juruselamat dunia (Mrk. 1:15) dalam wujud langit dan bumi baru (Why. 21).
Daftar Label dari Kategori Tentang GMIM Pembuatan Tata Ibadah GMIM(2) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Materi Katekisasi Pelayan Khusus Sebelum: MAKNA TEOLOGIS KERJA MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,