|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 Minggu, 12 Mei 2024 Khotbah GMIM Minggu, 12 Mei 2024 - Anak-anak Terang Berjaga-jagalah dan Saling Membangunlah - 1 Tesalonika 5:1-11 tidak perlu dan tidak ada gunanya mencari tahu kapan persisnya Kristus akan datang 1 Tesalonika 5:1-11 Berjaga-jaga 5:1 Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 5:2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 5:3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman -- maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin -- mereka pasti tidak akan luput. 5:4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, 5:5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. 5:6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. 5:7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. 5:8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. 5:9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, 5:10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. 5:11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan. Penjelasan: * Kedatangan Kristus (5:1-5) Dalam ayat-ayat ini perhatikanlah, I. Rasul Paulus memberi tahu jemaat Tesalonika bahwa tidak perlu dan tidak ada gunanya mencari tahu kapan persisnya Kristus akan datang: Tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu (ay. 1). Sudah pasti bahwa Kristus akan datang, dan ada waktu tertentu yang sudah ditetapkan untuk kedatangan-Nya. Tetapi tidak perlu Rasul Paulus menulis tentang ini, dan karena itu ia tidak mendapat wahyu untuk itu. Tidak pula mereka atau kita harus menyelidiki rahasia ini, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu. Kristus sendiri tidak menyingkapkan hal ini selama di bumi. Itu tidak termasuk dalam mandat-Nya sebagai Nabi Agung jemaat. Tidak pula Ia menyingkapkan hal ini kepada para rasul-Nya. Itu tidak perlu. Ada hari dan saat bagi kita untuk mengerjakan pekerjaan kita, dan inilah yang menjadi kewajiban dan kepentingan kita untuk kita selidiki dan ketahui. Tetapi kapan hari dan saat kita harus memberikan pertanggungjawaban, kita tidak tahu, tidak pula perlu kita ketahui. Perhatikanlah, ada banyak hal yang ingin kita ketahui karena penasaran, padahal itu sama sekali tidak penting untuk kita ketahui, tidak pula pengetahuan kita tentang hal itu akan membawa kebaikan bagi kita. II. Rasul Paulus memberi tahu mereka bahwa kedatangan Kristus akan terjadi secara tiba-tiba dan sangat mengejutkan bagi kebanyakan orang (ay. 2). Dan inilah yang sudah mereka ketahui, atau bisa mereka ketahui secara sempurna, karena Tuhan kita sendiri sudah mengatakannya: Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga (Mat. 24:44). Demikian juga 35-36, Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang. Supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Dan tidak diragukan lagi Rasul Paulus sudah memberi tahu mereka tentang kedatangan Kristus, dan juga tentang kedatangan-Nya secara tiba-tiba. Itulah yang dimaksudkan dengan kedatangan-Nya seperti pencuri pada malam hari (Why. 16:15). Seperti halnya pencuri biasanya datang pada malam yang sunyi senyap, ketika orang tidak curiga, seperti itulah mengejutkannya hari Tuhan nanti. Begitu tiba-tiba dan mengejutkan kemunculan-Nya nanti. Mengetahui hal ini akan jauh lebih bermanfaat daripada mengetahui waktu persisnya, karena hal ini akan menggugah kita untuk berjaga-jaga, supaya kita siap sedia kapan saja Dia datang. III. Rasul Paulus memberi tahu mereka betapa mengerikannya kedatangan Kristus nanti bagi orang-orang fasik (ay. 3). Mereka akan menghadapi kebinasaan pada hari Tuhan. Allah yang benar akan membawa kehancuran ke atas musuh-musuh-Nya dan musuh-musuh umat-Nya. Dan kebinasaan mereka ini akan terjadi secara menyeluruh dan sehabis-habisnya, dan juga, 1. Kebinasaan mereka akan terjadi secara tiba-tiba. Kehancuran mereka akan mendatangi dan menimpa mereka, ketika mereka merasa aman-aman dan bergembira, ketika mereka berkata di dalam hati, semuanya damai dan aman. Ketika mereka mengimpikan kebahagiaan dan menyenangkan diri dengan memanjakan angan-angan atau indra jasmani secara sia-sia, dan sama sekali tidak berpikir akan datang kehancuran. Seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin, pada waktu yang ditentukan memang, tetapi mungkin tidak diharapkan dan tidak pula dikhawatirkan akan datang pada saat itu. 2. Kehancuran mereka juga tidak akan bisa dihindari: Mereka pasti tidak akan luput. Mereka pasti tidak akan luput sama sekali. Tidak akan ada kemungkinan cara apa pun bagi mereka untuk menghindar dari kengerian ataupun hukuman pada hari itu. Tidak akan ada tempat di mana orang-orang yang melakukan kejahatan dapat bersembunyi, tidak ada tempat untuk berlindung dari badai, tidak pula ada keteduhan untuk bernaung dari panas yang akan membakar habis orang-orang fasik. IV. Ia memberi tahu mereka betapa akan menyenangkannya hari itu bagi orang-orang benar (ay. 4-5). Di sini amatilah, 1. Ciri-ciri dan hak istimewa orang benar. Mereka tidak hidup di dalam kegelapan. Mereka adalah anak-anak terang, dst. Dalam keadaan yang membahagiakan inilah jemaat Tesalonika berada pada waktu itu, dan ini juga berlaku bagi semua orang Kristen yang sejati. Mereka tidak berada dalam dosa dan ketidaktahuan seperti bangsa-bangsa kafir. Dahulu mereka adalah kegelapan, tetapi sekarang mereka adalah terang di dalam Tuhan. Mereka dikaruniai pewahyuan ilahi tentang perkara-perkara yang tak terlihat dan kekal, khususnya tentang kedatangan Kristus, dan apa yang diakibatkannya. Mereka adalah anak-anak siang, sebab bintang fajar telah terbit atas mereka. Ya, Surya kebenaran telah terbit atas mereka dengan kesembuhan pada sayap-Nya. Mereka tidak lagi hidup di dalam kegelapan ajaran kafir, tidak pula di bawah bayang-bayang hukum Taurat, melainkan di bawah Injil, yang mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa (2Tim. 1:10). 2. Keuntungan mereka yang besar oleh karena hal ini: bahwa hari itu tidak tiba-tiba mendatangi mereka seperti pencuri (ay. 4). Paling tidak, salah mereka sendiri jika mereka dikejutkan oleh hari itu. Mereka sudah diberi peringatan yang jelas dan pertolongan yang cukup untuk menghadapi hari itu, dan mereka boleh berharap dapat berdiri dengan tenang dan yakin di hadapan Anak Manusia. Bagi mereka ini akan menjadi waktu kelegaan di hadapan Tuhan. Dan bagi mereka yang menantikan Dia, Ia akan menyatakan diri-Nya tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan, dan akan datang kepada mereka sebagai Teman pada siang hari, bukan sebagai pencuri pada malam hari. * Berjaga-jaga dan Sadar (5:6-10) Mengenai apa yang sudah dikatakan, nasihat-nasihat yang disampaikan tepat pada waktunya itu didasarkan Rasul Paulus atas sejumlah kewajiban yang perlu dilakukan. I. Untuk berjaga-jaga dan sadar (ay. 6). Dua kewajiban ini berbeda, tetapi saling berhubungan. Sebab, selama kita dikepung oleh begitu banyak godaan untuk melampiaskan amarah dan lepas kendali, kita tidak bisa tetap sadar, kecuali kita berjaga-jaga, dan kecuali kita tetap sadar, kita tidak akan bisa berjaga-jaga dalam waktu lama. 1. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Kita tidak boleh merasa aman dan menjadi lalai, tidak pula memanjakan kemalasan dan kelambanan rohani. Kita tidak boleh lengah, tetapi harus terus-menerus berjaga-jaga melawan dosa, dan godaan untuk berdosa. Orang pada umumnya terlalu masa bodoh dengan kewajiban mereka dan tidak peduli dengan musuh-musuh rohani mereka. Mereka berkata, semuanya damai dan aman, padahal mereka sedang terancam bahaya yang teramat besar, menyianyiakan waktu mereka yang berharga yang padanya kekekalan mereka bergantung. Mereka membiarkan diri terlena dalam mimpi-mimpi yang kosong, dan tidak memikirkan dunia lain atau peduli dengannya, sama seperti orang yang tertidur tidak memikirkan atau peduli dengannya. Mereka tidak memikirkan perkara-perkara dunia lain sama sekali, karena mereka tertidur, atau mereka tidak memikirkannya dengan benar, karena mereka sedang bermimpi. Tetapi marilah kita berjaga-jaga, dan bertindak seperti orang yang terjaga dan waspada. 2. Dan marilah kita sadar, atau menahan diri dan tidak berlebihan. Marilah kita menjaga keinginan dan nafsu alamiah terhadap perkara-perkara dunia ini di dalam batas-batas kewajaran. Menahan diri biasanya dipertentangkan dengan makan dan minum berlebihan, dan di sini menahan diri secara khusus dipertentangkan dengan kemabukan. Tetapi menahan diri juga bisa diperluas kepada semua hal lainnya yang sementara sifatnya. Demikianlah, Juruselamat kita memperingatkan murid-murid-Nya untuk berjaga-jaga, supaya hati mereka jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas diri mereka seperti suatu jerat (Luk. 21:34). Maka, hendaklah kesabaran hati kita, untuk menahan diri dari semua perkara yang bersifat sementara, diketahui semua orang, sebab Tuhan sudah dekat! Selain itu, berjaga-jaga dan sadar adalah dua hal yang paling sesuai dengan tabiat dan hak istimewa orang Kristen, sebagai anak-anak siang. Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam (ay. 7). Sangat memalukan jika orang tidur di siang hari, padahal itu waktunya untuk bekerja dan bukan untuk tidur. Juga memalukan jika orang mabuk di siang hari, ketika berpasang-pasang mata tertuju kepada mereka, untuk melihat aib mereka. Tidaklah begitu aneh jika mereka yang tidak mengalami manfaat pewahyuan ilahi membiarkan diri terbuai oleh Iblis dalam rasa aman kedagingan, dan melepaskan kekang hawa nafsu, dan memanjakan diri dalam segala huru-hara dan pesta-pora. Sebab bagi mereka, sekarang adalah malam hari. Mereka tidak sadar akan adanya bahaya, karena itu mereka tidur. Mereka tidak sadar akan kewajiban mereka, karena itu mereka mabuk. Tetapi tidak pantas orang-orang Kristen berbuat demikian. Astaga! Masakan orang Kristen, yang mempunyai terang Injil penuh berkat yang menyinari wajah mereka, tidak peduli dengan jiwa mereka, dan tidak memikirkan dunia lain? Orang yang sedang diawasi oleh begitu banyak pasang mata haruslah berperilaku dengan aturan-aturan yang benar. II. Untuk bersenjata lengkap serta waspada: untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Ini penting supaya kita bisa sadar sebagaimana mestinya dan supaya kita dipersiapkan untuk hari Tuhan, karena musuh-musuh rohani kita banyak, kuat, dan jahat. Mereka menarik banyak orang kepada kepentingan mereka, dan mempertahankan mereka di situ, dengan membuat mereka bersikap masa bodoh, merasa aman, dan pongah, dengan jalan membuat mereka mabuk, yaitu mabuk dengan kesombongan, mabuk dengan nafsu, mabuk dan pening dengan keangkuhan diri, mabuk dengan pemuasan indrawi. Maka dari itu, kita perlu mempersenjatai diri kita sendiri melawan godaan-godaan mereka, dengan mengenakan baju zirah rohani untuk menjaga hati, dan ketopong rohani untuk menjaga kepala. Dan senjata rohani ini terdiri atas tiga anugerah agung yang dimiliki orang Kristen, yaitu iman, kasih, dan pengharapan (ay. 8). 1. Kita harus hidup oleh iman, maka ini akan membuat kita tetap berjaga-jaga dan sadar. Jika kita percaya bahwa mata Allah (yang adalah Roh) selalu tertuju pada kita, bahwa kita mempunyai musuh-musuh rohani yang harus kita hadapi, bahwa ada dunia roh yang untuknya kita harus mempersiapkan diri, maka kita akan melihat alasan untuk berjaga-jaga dan sadar. Iman akan menjadi benteng pertahanan kita yang terbaik melawan segala serangan musuh-musuh kita. 2. Hati kita haruslah berkobar-kobar oleh kasih. Dan ini juga akan menjadi benteng pertahanan kita. Kasih yang sejati dan berapi-api kepada Allah, dan kepada perkara-perkara tentang Allah, akan membuat kita tetap berjaga-jaga dan sadar, dan tidak murtad pada saat menghadapi kesusahan dan godaan. 3. Kita harus menjadikan keselamatan sebagai harapan kita, dan harus mempunyai harapan yang hidup untuk mendapatkan keselamatan itu. Harapan yang baik akan kehidupan kekal ini, yang dilakukan melalui anugerah, akan menjadi ketopong untuk melindungi kepala, dan mencegah kita supaya tidak tercemar oleh kesenangan-kesenangan dosa, yang hanya sementara sifatnya. Jika kita mempunyai harapan akan keselamatan, marilah kita berjaga-jaga supaya tidak melakukan apa saja yang akan menggoncangkan segala harapan kita itu, atau membuat kita tidak layak atau tidak pantas mendapatkan keselamatan agung yang kita harapkan. Setelah menyebutkan keselamatan dan harapan untuk mendapatkannya, Rasul Paulus menunjukkan dasar-dasar dan alasan-alasan apa yang dimiliki orang Kristen untuk mengharapkan keselamatan itu. Berkenaan dengan hal ini, cermatilah bahwa ia tidak berkata apa-apa tentang jasa mereka untuk mendapatkannya. Tidak, ajaran bahwa kita berjasa sama sekali tidak alkitabiah dan melawan Kitab Suci. Jika kita memahaminya demikian, maka tidak ada dasar bagi kita untuk mempunyai secercah harapan. Sebaliknya, harapan-harapan kita harus didasarkan, (1) Pada ketetapan Allah: karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan (ay. 9). Jika kita menelusuri keselamatan kita sampai pada penyebab pertamanya, maka kita akan sampai pada ketetapan Allah. Mereka yang hidup dan mati dalam kegelapan dan ketidaktahuan, yang tidur dan mabuk seperti di malam hari, adalah orang-orang yang, begitu jelas dikatakan, ditetapkan untuk ditimpa murka. Tetapi bagi mereka yang merupakan anak-anak siang, jika mereka berjaga-jaga dan sadar, jelas bahwa mereka ditetapkan untuk beroleh keselamatan. Dan pasti serta teguhnya ketetapan ilahi ini merupakan sokongan dan dorongan yang besar bagi pengharapan kita. Seandainya kita harus memperoleh keselamatan dengan jasa atau kekuatan kita sendiri, kita akan mempunyai sedikit pengharapan atau tidak sama sekali untuk memperolehnya. Tetapi karena kita harus memperolehnya berdasarkan kebaikan ketetapan Allah, yang kita yakini tidak bisa digoncangkan (sebab rencana Allah tentang pemilihan-Nya, berdasarkan panggilan-Nya, akan diteguhkan), maka atas dasar ini kita membangun pengharapan yang tidak bisa goyah, terutama jika kita menimbang, (2) Jasa dan anugerah Kristus, dan bahwa keselamatan adalah melalui Tuhan kita Yesus Kristus, yang sudah mati untuk kita. Oleh sebab itu, keselamatan kita diperoleh berkat, dan pengharapan kita untuknya didasarkan atas, penebusan Kristus dan juga ketetapan Allah. Dan, sama seperti kita harus merenungkan maksud dan tujuan Allah yang penuh rahmat, demikian pula kita harus memikirkan kematian dan penderitaan Kristus. Ini supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur (entah kita hidup atau mati, sebab mati hanyalah tidur bagi orang-orang percaya, seperti yang sudah disiratkan sebelumnya oleh Rasul Paulus) kita hidup bersama-sama dengan Kristus, hidup dalam persatuan dan kemuliaan bersama-sama dengan Dia selama-lamanya. Dan sama seperti keselamatan yang diharapkan orang-orang Kristen adalah untuk selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan, demikian pula salah satu dasar dari pengharapan mereka adalah persatuan mereka dengan-Nya. Dan jika mereka bersatu dengan Kristus, hidup di dalam Dia, dan hidup untuk Dia di sini, maka tidur maut tidak akan menghalang-halangi kehidupan rohani, apalagi kehidupan yang mulia di akhirat. Sebaliknya, Kristus mati untuk kita, supaya hidup dan mati, kita menjadi milik-Nya. Supaya kita hidup untuk Dia selama kita masih di sini, dan hidup bersama-sama dengan Dia setelah kita pergi dari sini. * Berbagai Macam Nasihat; Kewajiban terhadap Sesama Orang Kristen (5:11) Dalam ayat-ayat ini, Rasul Paulus menasihati jemaat Tesalonika untuk melakukan sejumlah kewajiban. Terhadap orang-orang yang berhubungan dekat satu sama lain. Orang-orang seperti itu harus menghibur diri mereka sendiri, atau saling menasihati dan membangun satu sama lain (ay. 11). 1. Mereka harus menghibur atau menasihati diri mereka sendiri dan satu sama lain, sebab kata dalam bahasa aslinya bisa diartikan kedua-duanya. Dan kita dapat amati, sebagaimana orang yang paling mampu dan paling mungkin menghibur orang lain adalah mereka yang dapat menghibur diri sendiri, demikian pula cara untuk mendapat penghiburan bagi diri sendiri, atau memberi penghiburan kepada orang lain, adalah dengan menuruti ajaran firman. Perhatikanlah, kita tidak saja harus memperhatikan penghiburan dan kesejahteraan kita sendiri, tetapi juga harus mencari penghiburan dan kesejahteraan bagi orang lain. Kainlah yang berkata, “Apakah aku penjaga adikku?” Tetapi kita, kita harus bertolong-tolongan dalam menanggung beban, dan dengan demikian memenuhi hukum Kristus. 2. Mereka harus membangun satu sama lain, dengan mengejar apa yang berguna untuk saling membangun (Rm. 14:19). Karena orang-orang Kristen adalah batu-batu hidup yang tersusun bersama-sama untuk membangun rumah rohani, mereka harus berusaha mengedepankan kebaikan seluruh jemaat dengan memajukan pekerjaan anugerah dalam diri satu sama lain. Dan sudah menjadi kewajiban setiap dari kita untuk mengusahakan apa yang berguna untuk membangun orang-orang yang bergaul dengan kita, untuk menyenangkan hati semua orang, untuk kepentingan mereka yang sesungguhnya. Kita harus berbagi pengetahuan dan pengalaman kita satu terhadap yang lain. Kita harus bergabung bersama-sama dalam doa dan puji-pujian. Kita harus memberikan teladan yang baik di hadapan satu sama lain. Terutama mereka yang hidup dalam lingkungan dan keluarga yang sama, mereka wajib menghibur dan membangun satu sama lain. Inilah lingkungan dan sarana terbaik untuk mencapai apa yang menjadi tujuan-tujuan masyarakat. Orang-orang yang saling berhubungan dekat dan saling mengasihi mempunyai kesempatan paling besar, dan dengan demikian kewajiban paling besar, untuk melakukan kebaikan ini satu terhadap yang lain. Inilah yang dilakukan jemaat Tesalonika (seperti yang memang kamu lakukan), dan inilah yang dinasihatkan kepada mereka untuk terus mereka lakukan dan semakin bertumbuh di dalamnya. Perhatikanlah, siapa yang melakukan apa yang baik perlu diberi nasihat-nasihat lebih jauh supaya mereka tergugah untuk berbuat baik, berbuat kebaikan lebih lagi, dan meneruskan apa yang mereka lakukan itu. KHOTBAH: Jemaat Maha Tuhan! Tesalonika adalah ibukota Makadonia, sebuah provinsi kerajaan Roma. Jemaat Tesalonika didirikan oleh Rasul Paulus pada perjalanan misionernya yang kedua, mereka telah menerima firman Allah. Oleh pekerjaan Roh Kudus, doa, keteladanan dan kedekatan bagaikan orang tua dan anak, Paulus serta teman sepelayanannya dengan jemaat Tesalonika, jemaat ini bertumbuh di dalam iman, menjadi teladan, firman Tuhan bergema dan tersiar kepada semua orang, sehingga jemaat ini mendatangkan kemuliaan dan sukacita (l Tes.1:2-8, 2:7,11,20). Ditengah kemajuan itu, umat diperhadapkan dengan tantangan yang datang dari para pengajar sesat yang tidak mengakui adanya kebangkitan orang mati dan kedatangan Yesus kembali (l Tes.4:13-18). Karena itu umat dikuatkan, dihibur, dinasehati dan diajak supaya lebih bersungguh-sungguh hidup berkenan kepada Allah, hidup dalam kekudusan, tetap tenang, sopan, tidak terpengaruh dengan tantangan yang dihadapi dan dengan iman yang teguh tetap berpengharapan menantikan kedatangan Yesus kembali (l Tes.4:1-12). Tentang kapan Yesus akan datang kembali tidak perlu ditulis sebab jemaat sudah tahu benar, bahwa IA akan datang seperti pencuri di waktu malam (ay.1,2) Artinya tidak seorangpun yang tahu akan kedatanganNya, maksudnya supaya setiap orang berjaga-jaga, siap sedia, tidak abai, tidak lengah, dengan menganggap dan merasa damai dan aman, tiba-tiba ditimpa oleh kebinasaan, sehingga mendatangkan keterkejutan, kepanikan, kebingungan dan ketakukan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin" mereka pasti tidak akan luput (ay.3) Ini gambaran kedatangan hari Tuhan secara tiba-tiba tidak diketahui oleh siapapun, dan yang tidak siap sedia akan menerima hukuman dan mendatangkan kebinasaan. Tetapi kepada umat diyakinkan bahwa mereka adalah orang-orang yang siap sekalipun hari itu datang seperti pencuri, mereka tidak hidup dalam kegelapan, tidak hidup sebagai orang-orang malam, hal ini menunjuk mereka tidak hidup dalam kejahatan, tidak hidup dalam dosa tapi mereka hidup sebagai anak-anak terang, sebagai anak-anak siang (ay.4,5) Artinya mereka hidup selalu melakukan kebaikan, keadilan dan kebenaran sesuai dengan kehendak Kristus (bnd.Ef.5:9). Ini adalah tanda kesiapan menyambut datangnya hari Tuhan, karena itu umat diajak : Pertama : Jangan tidur, jangan mabuk tetapi harus berjaga-jaga dan sadar (ay.6,7). Sadar dalam bahasa Yunani Nay-fo artinya kuasai diri, menahan diri, menjaga diri, waspada. Maksudnya umat harus bangun, siap sedia, kuasai/jaga diri supaya manakala hari Tuhan itu datang didapati sungguh-sungguh siap bagaikan perumpamaan Yesus tentang lima gadis yang bijaksana yang siap sedia menyambut sang Mempelai (Mat.25:1-13) Kedua : Berbajuzirahkan iman dan kasih (ay.8a). Bajuzirah terbuat dari besi baja yang kuat tidak dapat ditembusi senjata, pedang, tombak dan peluruh, sehingga orang yang mengenakan aman, tidak terluka, terhindar dari kematian. Iman dan kasih bagaikan bajuzirah yang kuat, tidak dapat ditembusi, sebagai penangkal dari segala serangan kegelapan dunia ini, iman kepada Yesus adalah kekuatan yang memberi kemenangan dan yang menyelamatkan. Ketiga : Berketopongkan pengharapan keselamatan (ay.8b). Ketopong adalah alat yang digunakan di bagian kepala untuk melindungi kepala, otak, pikiran, mata, mulut, hidung, telinga dari berbagai benturan atau serangan. Jadi pengharapan akan keselamatan bagaikan ketopong yang akan menjaga pikiran, pendengaran, pandangan dan perkataan dari segala serangan yang membinasakan. Semua ini harus dilakukan supaya kita beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit untuk menebus, mengampuni dan menyelamatkan kita (ay.9,10). Sesungguhnya barangsiapa percaya, beriman kepada Yesus Kristus, ia diselamatkan, ia mempunyai hidup yang kekal (bnd.Yoh.6:47). Karena itu dalam menghadapi tantangan umat diajak untuk saling menasehati dan saling membangun seperti yang telah dilakukan (ay.11). Saling menasehati dan saling membangun adalah suatu kekuatan dalam menghadapi tantangan dan pergumulan, makanya harus terus menerus dilakukan supaya secara bersama-sama sebagai satu persekutuan umat memperoleh kemenangan di dalam Kristus Yesus. Jemaat Maha Tuhan! Kedatangan Tuhan Yesus kembali sebagaimana yang telah dijanjikanNYA adalah sesuatu yang pasti akan terjadi, kapan itu akan terjadi tidak diketahui, makanya kita harus tetap siap, orang yang tidak siap yang hidup dalam kegelapan, hidup dalam dosa akan menerima hukuman dan mereka pasti binasa. Tetapi orang yang siap menanti hari Tuhan akan selamat. Tanda kesiapan kita menanti kedatanganNya kembali adalah : Pertama : Kita harus tetap hidup sebagai anak-anak terang, tetap melakukan kebaikan, kebenaran, hidup berpadanan dengan kehendak Kristus. Kedua : Tetap Berjaga-jaga dan sadar diri, tidak terlelap dan terlena oleh godaan dunia yang menggiurkan, menyesatkan dan membinasakan. Ketiga : Tetap menjaga memelihara iman, kasih dan pengharapan kepada Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan kita. Dengan terus menerus saling menasehati, saling mengingatkan, saling menguatkan dan saling membangun dalam persekutuan umat Tuhan, mulai dari keluarga, jemaat dan masyarakat, supaya kita tidak dikalahkan oleh tantangan tapi tampil sebagai pemenang bahkan lebih dari pemenang, Itulah yang harus dilakukan sebagaimana tema khotbah ini : Anak-anak terang, Berjaga-jagalah dan Saling Membangunlah, semoga demikian, terpujilah nama Tuhan, Haleluyah, Amin. (Pdt Aser Esau MTh)
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Senin, 13 Mei 2024 - Jangan Ditimpa Kebinasaan - 1 Tesalonika 5:3 Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 11 Mei 2024 - Doa Orang Tertindas - Ulangan 24:15b MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,