|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 Minggu, 5 Mei 2024 Khotbah GMIM Minggu, 5 Mei 2024 - JANGAN MENAHAN UPAH - ULANGAN 24:10-15 Mereka tidak boleh masuk ke rumah si peminjam untuk mengambil barang gadaian, tetapi harus berdiri di luar, dan si peminjam yang harus membawanya keluar ULANGAN 24:10-15 24:10 Apabila engkau meminjamkan sesuatu kepada sesamamu, janganlah engkau masuk ke rumahnya untuk mengambil gadai dari padanya. 24:11 Haruslah engkau tinggal berdiri di luar, dan orang yang kauberi pinjaman itu haruslah membawa gadai itu ke luar kepadamu. 24:12 Jika ia seorang miskin, janganlah engkau tidur dengan barang gadaiannya; 24:13 kembalikanlah gadaian itu kepadanya pada waktu matahari terbenam, supaya ia dapat tidur dengan memakai kainnya sendiri dan memberkati engkau. Maka engkau akan menjadi benar di hadapan TUHAN, Allahmu. 24:14 Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu. 24:15 Pada hari itu juga haruslah engkau membayar upahnya sebelum matahari terbenam; ia mengharapkannya, karena ia orang miskin; supaya ia jangan berseru kepada TUHAN mengenai engkau dan hal itu menjadi dosa bagimu. Penjelasan: * Mereka tidak boleh masuk ke rumah si peminjam untuk mengambil barang gadaian, tetapi harus berdiri di luar, dan si peminjam yang harus membawanya keluar (ay. 10-11). Kata Salomo Yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi. Oleh karena itu, supaya jangan sampai si pemberi pinjaman menyalahgunakan keuntungan yang ia miliki melawan si peminjam, dan memanfaatkannya demi kepentingannya sendiri, maka ditetapkan bahwa dia tidak boleh mengambil apa saja sesuka hatinya, melainkan hanya apa yang terbaik yang dapat diserahkan si peminjam. Rumahku istanaku, bahkan rumah orang miskin pun demikian, dan rumah itu di sini dilindungi di bawah hukum. * Bahwa pakaian tidur orang miskin tidak boleh diambil sebagai barang gadaian (ay. 12-13). Hal ini sudah kita dapati sebelumnya (Kel. 22:26-27). Apabila pakaian itu diambil pada pagi hari, maka harus dikembalikan pada malam harinya, yang pada dasarnya ingin menyatakan bahwa pakaian itu tidak boleh diambil sama sekali. “Biarlah orang berutang yang miskin itu tidur dengan memakai kainnya sendiri, dan memberkati engkau,” yaitu, “berdoa bagi engkau, dan memuji Allah karena kebaikanmu kepadanya.” Perhatikanlah, orang-orang berutang yang miskin harus peka lebih daripada biasanya akan kebaikan orang-orang yang mengutangi mereka, yang tidak mengambil keuntungan dari hukum untuk melawan mereka. Dan orang-orang yang berutang harus membalas kebaikan orang-orang yang mengutangi mereka dengan doa-doa mereka, ketika mereka tidak sanggup membalasnya dengan cara lain. “Bahkan, engkau tidak hanya akan mendapatkan doa-doa dan harapan-harapan yang baik dari saudara-saudaramu yang miskin, tetapi juga engkau akan menjadi benar di hadapan TUHAN, Allahmu.” Maksudnya, “Hal itu akan diterima dan diganjar sebagai tindakan belas kasihan kepada saudaramu dan ketaatan kepada Allahmu, dan sebagai bukti dari kepatuhanmu yang tulus kepada hukum. Meskipun mungkin orang akan memandang sebagai tindakan yang lemah jika engkau menyerahkan barang-barang jaminan yang engkau miliki untuk utangmu, namun hal itu akan dipandang oleh Allahmu sebagai tindakan yang baik, yang sekali-sekali tidak akan kehilangan upahnya.” * Para tuan diperintahkan untuk bersikap adil kepada pekerja-pekerja mereka yang miskin (ay. 14-15). 1. Mereka tidak boleh memeras para pekerja itu, dengan terlalu membebani pekerjaan mereka, dengan memberi mereka hardikan-hardikan yang tidak sepatutnya dan tidak masuk akal, atau dengan manahan dari mereka tunjangan yang semestinya. Seorang pekerja, kendati merupakan seorang asing bagi seluruh rakyat Israel, tidak boleh diperlakukan dengan semena-mena: “Sebab engkau pun dahulu budak di negeri di mana engkau adalah orang asing (ay. 18), dan engkau tahu betapa beratnya ditindas oleh seorang mandor. Oleh karenanya, dalam kelembutan terhadap mereka yang adalah pekerja dan orang asing, dan sebagai ucapan syukur kepada Allah yang telah membebaskanmu dan membuatmu menetap di negeri yang menjadi milikmu sendiri, maka janganlah engkau memeras pekerja.” Janganlah para tuan menjadi penguasa yang lalim bagi para pekerja mereka, sebab Tuan mereka ada di sorga. Lihat 13. 2. Mereka harus setia dan tepat waktu dalam membayar upah para pekerja: “Pada hari itu juga haruslah engkau membayar upahnya, tidak hanya membayar upah pada waktunya, tetapi juga tanpa menunda-nunda lagi. Segera setelah dia menyelesaikan pekerjaannya, jika ia menginginkannya, biarlah dia mendapatkan upah hariannya,” seperti para pekerja dalam Matius 20:8, ketika hari malam. Orang yang bekerja dengan upah harian dianggap hidup pas-pasan, dan tidak bisa mendapatkan roti untuk esok hari bagi keluarganya sebelum dia dibayar untuk pekerjaannya pada hari ini. Apabila upah ditahan, (1) Hal itu akan membuat sedih sang pekerja, sebab sebagai orang miskin ia mengharapkannya. Atau, menurut kata yang digunakan di sini, ia mengangkat jiwanya kepadanya. Ia sungguh-sungguh menginginkannya, sebagai upah dari pekerjaannya (Ayb. 7:2), dan ia bergantung padanya sebagai pemberian dari penyelengaraan Allah untuk mempertahankan kelangsungan hidup keluarganya. Seorang tuan yang berbelas kasihan, meskipun agak merepotkan baginya, tidak akan mengecewakan harapan dari seorang pekerja miskin yang begitu tidak sabar menerima upahnya. Namun itu bukanlah yang terburuk. (2) Menahan upah akan membuat sang tuan bersalah. “Pekerja yang disakiti itu akan berseru kepada Tuhan melawanmu. Karena tidak mempunyai orang lain untuk mengadu, dia akan membawa perkaranya ke pengadilan sorga, dan hal itu akan menjadi dosa bagimu.” Atau, jika dia tidak mengeluh, perkara itu akan berbicara sendiri, “upah yang ditahan dari buruh akan berteriak sendiri” (Yak. 5:4). Sungguh dosa yang lebih besar daripada yang dipikirkan kebanyakan orang, dan akan didapati demikian pada hari penghakiman agung, jika kita menimpakan kesusahan ke atas para hamba, buruh, dan pekerja miskin yang kita pekerjakan. Allah akan memperlakukan mereka dengan benar jika manusia tidak.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Senin, 6 Mei 2024 - Jangan Salah Gunakan Barang Gadaian - Ulangan 24:12 Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 4 Mei 2024 - BERKAT MELIMPAH - Amsal 3:10 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,