|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 Minggu, 28 April 2024 Khotbah GMIM Minggu, 28 April 2024 - Muliakanlah Tuhan Dengan Hartamu - Amsal 3:1-10 Cara hidup orang berhikmat, salah satunya Memuliakan Tuhan dengan Harta. (ay 9-10) Baca Juga: Amsal 3:1-10 Berkat dari hikmat 3:1 Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 3:2 karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu. 3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, 3:4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia. 3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 3:7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; 3:8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu. 3:9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, 3:10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. Penjelasan: * Cara hidup orang berhikmat, salah satunya Memuliakan Tuhan dengan Harta. (ay 9-10) Hikmat yang dibicarakan sebenarnya berhubungan dengan hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Jika kita memberi respons yang sesuai dengan kehendak-Nya, maka buah-buah kehidupan dengan hasilnya akan mengalir. Bagaimana caranya? Pertama, percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan mengakui Dia dalam segala hal (ay. 5-6); kedua, bergantung sepenuhnya pada Tuhan dan tidak pada diri sendiri (ay. 7-8); ketiga, memuliakan Tuhan dengan harta (ay. 9-10). Cara hidup seperti inilah yang menjadi manifestasi ketergantungan manusia kepada Tuhan, Sang Sumber Hikmat. Berkat dan hikmat. Bila kita memiliki cara hidup orang berhikmat, maka berkat itu akan kita nikmati, seperti: panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera, mendapatkan kasih dan penghargaan dari Allah dan manusia; jalan kita diluruskan, dan lumbung-lumbung kita akan diisi penuh bahkan sampai melimpah-limpah. Kita memiliki cara hidup orang berhikmat, bukan supaya berkat-berkat ini mengalir dalam hidup kita; tetapi yang benar adalah karena kita memang memiliki cara hidup demikian, maka berkat-berkat ini akan menjadi buah-buah kehidupan kita. Doa: Ya Tuhan, terima kasih atas segala berkat-Mu. Ingatkanlah aku selalu akan hikmat-Mu agar selalu mempermuliakan-Mu.. * Persekutuan yang Dijalin oleh Hikmat (3:1-6) Di sini kita diajari supaya menjalani hidup ini dalam persekutuan dengan Allah. Tidaklah diragukan, agunglah misteri kesalehan ini. Dampaknya sangat besar bagi kita, sebagaimana yang ditunjukkan di sini. Kesalehan akan memberikan keuntungan yang tak terlukiskan bagi kita. I. Kita harus selalu memperhatikan ketetapan-ketetapan Allah (ay. 1-2). 1. Kita harus, (1) Menjadikan hukum dan perintah-perintah Allah sebagai peraturan teguh yang mengatur segala segi kehidupan kita dan yang selalu kita taati. (2) Mendalaminya, sebab tidak mungkin kita dikatakan melupakan hal-hal yang tidak pernah kita ketahui. (3) Mengingat-ingatnya, supaya kita selalu siap untuk menggunakannya ketika kesempatan itu datang. (4) Menaruh kehendak dan perasaan kita di bawah hukum dan perintah-perintah itu, dan menyelaraskan segala sesuatu dengannya. Baik kepala kita maupun hati kita, keduanya harus memelihara perintah Allah. Di dalam kepala dan hati kitalah kedua loh hukum Taurat harus disimpan, sebagaimana kedua loh itu ditaruh di dalam tabut perjanjian. 2. Untuk mendorong kita supaya menundukkan diri di bawah batasan-batasan dan aturan dari hukum ilahi, di sini kita diyakinkan (ay. 2) bahwa berlaku seperti itu merupakan jalan untuk memperoleh umur panjang dan kemakmuran. (1) Itulah jalan untuk memperoleh umur panjang. Perintah-perintah Allah akan menambahkan kepada kita panjang umur. Perintah-perintah itu juga akan menambahkan hidup kekal di sorga, umur panjang untuk seterusnya dan selama-lamanya (Mzm. 21:5) bagi orang-orang yang menjalani kehidupan mereka dengan benar dan bermanfaat di dunia ini. Allah akan menjadi kehidupan dan umur panjang kita, dan masa itu memang merupakan kehidupan yang panjang, dengan sebuah tambahan pula. Akan tetapi, oleh karena umur panjang mungkin dapat menjadi beban dan kesukaran, maka di sini dijanjikan, (2) Bahwa jalan itu akan mudah untuk ditempuh, sehingga umur panjang pun tidak akan menjadi hari-hari yang malang, melainkan merupakan hari-hari yang penuh dengan kesenangan: sejahtera akan senantiasa ditambahkannya kepadamu. Seiring bertambahnya anugerah, damai sejahtera pun akan semakin bertambah. Dan damai sejahtera di atas takhta Kristus dan di dalam kerajaan-Nya, juga di dalam hati dan dunia ini, tidak akan berkesudahan. Besarlah dan bertambah-tambahlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu. II. Kita harus selalu mengindahkan janji-janji Allah yang menyertai ketetapan-ketetapan-Nya, dan yang akan diterima dan dipertahankan di dalam ketetapan-ketetapan-Nya itu (ay. 3): “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau, kasih Allah dalam janji-Nya, dan kesetiaan-Nya dalam memenuhi janji-Nya. Janganlah kehilangan kedua hal itu, melainkan hiduplah dengannya dan peliharalah kepentinganmu di dalamnya. Janganlah melupakan kedua hal itu, tetapi hiduplah dengannya dan terimalah penghiburan darinya. Kalungkanlah itu pada lehermu, sebagai hiasan yang terindah.” Memiliki kasih dan setia Allah merupakan kehormatan terbesar yang bisa kita dapatkan di dunia ini. “Tuliskanlah itu pada loh hatimu, sebagai buah hatimu, sebagai bagianmu dan kesenangan yang paling manis. Nikmatilah saat-saat ketika engkau menjalankan dan merenungkannya.” Atau, kasih dan setia itu bisa juga berarti kewajiban kita, kesalehan dan ketulusan kita, kemurahan hati terhadap sesama manusia dan kesetiaan terhadap Allah. Biarlah semua itu menjadi pedoman-pedoman teguh bagi dirimu dan yang memerintah di dalam dirimu. Untuk menguatkan kita dalam melakukannya, di sini kita diyakinkan (ay. 4) bahwa inilah cara untuk menyenangkan Sang Pencipta maupun sesama makhluk ciptaan: maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan. 1. Orang benar mencari kasih Allah sebagai hal yang utama dan selalu menginginkan penerimaan Tuhan sebagai kehormatan baginya. Oleh sebab itu, ia akan mendapatkan kasih itu, disertai penghargaan. Allah akan memakai orang baik itu dengan cara yang terbaik, dan memberi kebaikan kepada apa yang dia katakan dan lakukan. Dia akan diakui sebagai salah satu dari anak-anak Hikmat, dan akan dipuji oleh Allah sebagai orang yang memiliki akal budi yang baik, yang biasa dilayangkan kepada semua orang yang melakukan perintah-Nya. 2. Dia ingin mendapatkan kasih dari manusia juga (seperti yang didapat Kristus, Luk. 2:52), disukai oleh banyak sanak saudaranya (Est. 10:3), dan itulah yang akan ia dapatkan. Mereka akan memahaminya dengan baik, dan dalam segala tindakannya terhadap mereka, dia akan memperlakukan mereka dengan bijak, bertindak cerdas dan penuh pertimbangan. Dia akan berhasil (begitulah beberapa orang mengartikannya), dampak lumrah dari penghargaan yang didapatnya. III. Kita harus selalu memperhatikan pemeliharaan Allah, harus mengakui dan bergantung kepada pemeliharaan itu dalam segenap segi kehidupan kita, baik melalui iman maupun doa. 1. Dengan iman. Kita harus menaruh segenap keyakinan kita di dalam hikmat, kuasa dan kebaikan Allah, meyakinkan diri kita mengenai jangkauan pemeliharaan-Nya yang terulur kepada segenap mahkluk ciptaan-Nya beserta segala tindak tanduk mereka. Oleh karena itu, kita harus percaya kepada TUHAN dengan segenap hati kita (ay. 5). Kita harus percaya bahwa Dia sanggup melakukan apa pun yang Ia kehendaki, dan bijak melakukan yang terbaik. Kita juga harus percaya bahwa Ia sangat baik, sesuai dengan janji-Nya, untuk melakukan yang terbaik bagi kita, jika kita mengasihi dan melayani-Nya. Dengan segenap hati yang tunduk dan puas, kita harus sepenuhnya mengandalkan Dia untuk menjalankan segala sesuatu bagi kita dan tidak bersandar kepada pengertian kita sendiri, seolah-olah kita mampu menyokong diri kita sendiri dan menyelesaikan semua tugas kita dengan baik tanpa pertolongan Allah. Orang-orang yang mengenal diri mereka sendiri dengan baik pastilah mendapati bahwa pengertian mereka hanyalah seperti buluh yang terkulai, yang pasti patah jika mereka bersandar kepadanya. Dalam segala tingkah laku kita, hendaknya kita tidak mempercayai pertimbangan kita sendiri, melainkan percaya akan hikmat, kuasa dan kebaikan Allah. Oleh karena itu, kita harus mengikuti Sang Pemelihara dan tidak memaksakan kehendak kita sendiri. Ketika kita berserah dan tidak ngotot melakukan sesuatu, biasanya hasilnya malah sangat baik. 2. Dengan doa (ay. 6): Akuilah Allah dalam segala lakumu. Kita bukan saja wajib percaya, dalam pertimbangan kita, bahwa ada tangan Allah yang berkuasa mengatur dan menempatkan kita beserta segenap urusan kita, tetapi juga harus mengakui dan melayangkannya kepada Allah dengan segala kesungguhan hati. Kita harus meminta izin dari-Nya dan tidak merencanakan sesuatu selain dari yang kita yakini diperbolehkan. Kita harus meminta nasihat dan memohon bimbingan-Nya, bukan hanya ketika sedang menghadapi perkara yang sulit saja (yaitu ketika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan, dan harus melayangkan pandangan kita ke arah-Nya), tetapi juga dalam segala hal, semudah apa pun perkara itu. Kita tetap harus mendoakannya kepada Allah mohon keberhasilan, karena kita tahu bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat. Kita harus memandang-Nya sebagai sumber dari segala pertimbangan kita, dan menantikan imbalan dari-Nya dengan sabar dan keberserahan yang kudus. Dalam segala laku kita yang lurus, mudah dan menyenangkan, yang memberi kita kepuasan, kita harus mengakui Allah dengan segenap rasa syukur. Dalam segala laku kita yang menyakitkan dan menyulitkan, yaitu jalan yang dipagari dengan duri-duri, kita harus mengakui Allah dengan tunduk dan berserah diri. Mata kita harus selalu tertuju kepada Allah. Kepada Dialah kita harus menyatakan segala permintaan kita, dalam hal apa pun, sebagaimana Yefta membawa seluruh perkaranya itu ke hadapan TUHAN, di Mizpa (Hak. 11:11). Untuk mendorong kita supaya berlaku demikian, di sini dijanjikan bahwa, “Ia akan meluruskan jalanmu, sehingga jalanmu akan berakhir dengan baik dan aman, dan perkaramu berakhir menyenangkan.” Perhatikanlah, orang-orang yang menempatkan diri mereka di bawah bimbingan ilahi akan selalu mendapatkan keuntungan darinya. Allah akan memberi mereka hikmat yang bermanfaat untuk membimbing, sehingga mereka tidak akan menyimpang ke dalam dosa, dan akan mengatur segala sesuatu sedemikian bijaknya sehingga hal itu mendatangkan kebaikan bagi mereka. Orang-orang yang setia mengikuti tiang awan dan api akan mendapati bahwa tiang-tiang itu menunjukkan jalan yang benar dan pada akhirnya akan membawa mereka ke tanah Kanaan, sekalipun pada mulanya mereka dibawa berkeliling. * Persembahan kepada Allah (3:7-12) Di sini kita mendapati tiga imbauan yang masing-masing disertai dengan alasan yang kuat: I. Kita harus menjalani hidup ini dengan kerendahan hati dan tunduk dengan patuh kepada Allah dan pemerintahan-Nya (ay. 7): “Takutlah akan TUHAN, sebagai Tuhan dan Tuanmu yang berdaulat penuh atas engkau. Dalam segala hal, taatilah agamamu dan tunduklah kepada kehendak ilahi.” Hal ini haruslah merupakan, 1. Tunduk dengan segala kerendahan hati: Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak. Perhatikanlah, tidak ada musuh yang lebih kuat terhadap kuasa agama dan rasa takut akan Allah di dalam hati daripada kecongkakan mengenai hikmat kita sendiri. Orang-orang yang mengandalkan kemampuan diri mereka sendiri menganggap bahwa memperhatikan dan mempertimbangan aturan-aturan keagamaan itu terlalu remeh dan hina untuk mereka lakukan, apalagi untuk merintangi diri mereka sendiri dengan aturan-aturan tersebut. 2. Tunduk dengan kepatuhan: takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan. Berjaga-jagalah supaya tidak melakukan hal-hal yang menyakiti hati-Nya atau membuatmu kehilangan pemeliharaan-Nya. Takut akan TUHAN yang membuat seseorang menjauhi kejahatan, merupakan hikmat dan akal budi yang sejati (Ayb. 28:28). Orang-orang yang memilikinya benar-benar bijaksana, yang menyangkal diri dan tidak menganggap diri mereka sendiri bijak. Untuk meneguhkan kita dalam menjalani kehidupan dengan rasa takut akan Allah, di sini dijanjikan (ay. 8) bahwa hal itu sama bermanfaatnya dengan makanan bagi tubuh jasmani kita. Hikmat itu menyehatkan tubuh: itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu. Hikmat juga menguatkan tubuh: itulah yang menyegarkan tulang-tulangmu. Kehati-hatian, kesabaran, penguasaan diri dan pengendalian pikiran, penguasaan nafsu dan gairah dengan baik, yang diajarkan oleh agama, tidak hanya cenderung memelihara kesehatan jiwa, tetapi juga membentuk kebiasaan yang baik bagi tubuh, yang patut diingini. Tanpa semua itu segala kenikmatan di dunia ini akan terasa hambar. Iri hati membusukkan tulang. Duka lara dunia ini mengeringkannya. Akan tetapi, pengharapan dan sukacita di dalam Allah bagaikan sumsum yang menyegarkan tulang-tulang. II. Kita harus memanfaatkan harta benda kita dengan baik, dan itulah jalan untuk menjadikannya bertambah-tambah (ay. 9-10). Di sini terdapat, 1. Ketetapan yang mengharuskan kita untuk melayani Allah dengan harta benda kita: Muliakanlah TUHAN dengan hartamu. Tujuan penciptaan dan penebusan kita adalah untuk menghormati Allah, untuk menjadi kenamaan dan pujian bagi-Nya. Tidak ada cara lain bagi kita untuk dapat melayani-Nya, selain dengan menjadi kehormatan bagi-Nya. Kita harus menjunjung tinggi kehormatan-Nya, dan juga penghormatan yang kita miliki bagi-Nya. Kita harus menghormati Dia, bukan saja dengan tubuh dan jiwa kita yang adalah kepunyaan-Nya, tetapi juga dengan harta benda kita, sebab semua itu adalah milik-Nya juga: kita dan segenap milik kita harus diabdikan bagi kemuliaan-Nya. Kekayaan hanyalah sesuatu yang fana. Akan tetapi, biarpun begitu, kita tetap harus menghormati Allah dengan harta kita itu, sehingga kekayaan kita menjadi lebih berarti karenanya. Kita harus menghormati Allah, (1) Dengan penghasilan kita. Ketika harta kita makin bertambah, kita cenderung tergoda untuk memuliakan diri kita sendiri (Ul. 8:17) dan melekatkan hati kita pada dunia ini (Mzm. 62:11). Akan tetapi, semakin banyak Allah memberi, semakin giat pula seharusnya kita berusaha untuk menghormati-Nya. Pertambahan hasil bumi ini dimaksudkan untuk membuat kita terus bergantung kepada Allah, sebab kita hidup dengan mengandalkan hasil tuaian setiap tahunnya. (2) Dengan segenap penghasilan kita. Allah telah membuat kita makmur dalam segala hal, jadi kita pun harus menghormati-Nya. Hukum kita menerapkan modus decimandi -" cara untuk mempersembahkan perpuluhan, tetapi tidak de non decimando -" pengecualian dalam membayar persepuluhan. (3)Dengan hasil pertama dari segala penghasilan kita, seperti Habel (Kej. 4:4). Itulah isi seluruh hukum Taurat (Kel. 23:19), dan kitab para nabi (Mal. 3:10). Allah, yang merupakan yang pertama dan yang terbaik, harus juga mendapatkan yang pertama dan yang terbaik dari segala sesuatu. Hak-Nya harus didahulukan daripada yang lain, dan oleh karena itulah Dia harus dilayani terlebih dahulu. Perhatikanlah, sudah merupakan kewajiban kita untuk menjadikan kekayaan duniawi kita alat bagi pelayanan agama kita, untuk memakainya dan memakai kepentingan kita di dalamnya demi memajukan agama. Kita juga wajib berbuat kebajikan bagi orang-orang miskin dengan apa yang kita punya, serta untuk selalu rajin melakukan pekerjaan yang saleh dan berderma, merancang hal-hal yang luhur 2. Sebuah janji, yang mendatangkan minat bagi kita untuk melayani Allah dengan harta kita. Itulah cara untuk membuat yang kecil menjadi banyak dan banyak lagi. Cara ini merupakan cara yang paling aman dan meyakinkan untuk mencapai kemakmuran: maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah. Dia tidak berkata kantung-kantungmu, melainkan lumbung-lumbungmu, bukan sekadar cawan yang dipenuhkan, melainkan bejana pemerahan: “Allah akan memberkati engkau dengan kekayaan supaya engkau menggunakannya, bukan untuk memamerkan dan menjadi perhiasan, melainkan supaya dipakai dan ditebarkan, bukan disimpan dan ditumpuk.” Orang-orang yang berbuat baik dengan harta milik mereka akan mendapatkan lebih banyak lagi sehingga mereka bisa melakukan lebih banyak kebaikan. Perhatikanlah, jika kita memakai harta benda kita di dunia ini untuk memajukan agama, maka kita akan mendapati bahwa agama kita sangat bermanfaat bagi kemakmuran kita di dunia ini. Kesalehan menjanjikan hidup masa kini dengan banyak kenyamanan di dalamnya. Kita keliru jika menyangka bahwa memberi merupakan tindakan yang akan menjadikan kita miskin. Tidak, justru memberi bagi kehormatan Allah akan menjadikan kita kaya (Hag. 2:20). Apa yang kita berikan akan kita dapatkan lagi.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM, Senin 29 April 2024 - HIDUP DALAM KASIH DAN SETIA - Amsal 3:3-4 Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 27 April 2024 - KARUNIA MENASIHATI DAN BERBAGI DENGAN IKHLAS - Roma 12:8 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,