gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 644 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2024
Minggu, 10 Maret 2024

Khotbah GMIM Minggu, 10 Maret 2024 - Persiapan Penguburan Yesus - Matius 26:1-13
Saat musuh-musuh-Nya sedang merencanakan kejahatan mereka, Dia juga sedang mempersiapkan diri-Nya serta para pengikut-Nya untuk menghadapi hal itu. Jauh-jauh hari sebelumnya,

Matius 26:1-13
Pemberitahuan keempat tentang penderitaan Yesus -- Rencana untuk membunuh Yesus
26:1 Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: 26:2 "Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan." 26:3 Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas, 26:4 dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia. 26:5 Tetapi mereka berkata: "Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat."
Yesus diurapi
26:6 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, 26:7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan. 26:8 Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini? 26:9 Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin." 26:10 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. 26:11 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. 26:12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku. 26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

Penjelasan:
* Persekongkolan Imam-imam Kepala (26:1-5)
Di sini terdapat:
. Pemberitahuan yang diberikan Kristus kepada para murid-Nya mengenai penderitaan-Nya yang semakin mendekat (ay. 1, 2). Saat musuh-musuh-Nya sedang merencanakan kejahatan mereka, Dia juga sedang mempersiapkan diri-Nya serta para pengikut-Nya untuk menghadapi hal itu. Jauh-jauh hari sebelumnya, Dia sudah sering memberi tahu mereka mengenai hal tersebut, tetapi kini Ia membicarakan penderitaan-Nya yang telah ada di ambang pintu, dua hari lagi. Perhatikanlah, meski telah banyak diberi tahu mengenai kesukaran yang akan datang, tetap saja kita masih perlu diingatkan lagi akan hal tersebut.

Perhatikan:
(1) Kapan Dia memberikan peringatan tersebut, yaitu setelah Dia selesai dengan segala pengajaran-Nya itu.
                [1] Dia tidak menyampaikan peringatan itu sampai Ia telah menyelesaikan segala yang harus Dia katakan. Perhatikanlah, saksi-saksi Kristus tidak mati sampai mereka telah selesai menyampaikan kesaksian mereka. Saat Kristus selesai menjalankan tugas-Nya sebagai seorang Nabi, Ia memasuki masa penganiayaan dengan jabatan-Nya sebagai Imam.
                [2] Setelah Dia selesai dengan segala pengajaran-Nya, tidak lama sebelum peristiwa itu benar-benar terjadi, Dia meminta para murid-Nya untuk bersiap menghadapi kesedihan, belenggu, dan kesusahan, lalu kemudian memberi tahu mereka bahwa Anak Manusia akan diserahkan, untuk meyakinkan mereka bahwa mereka tidak perlu mengalami yang lebih buruk daripada yang akan Dia hadapi, dan bahwa penderitaan-Nya akan mengangkat sengatan penderitaan mereka. Perhatikanlah: ingatan akan penderitaan Kristus membawa penghiburan yang luar biasa bagi orang Kristen yang sedang menderita, yang menderita bersama Dia dan untuk Dia.


(2) Hal yang diberitahukan-Nya, yaitu bahwa Anak Manusia akan diserahkan. Hal ini bukan saja pasti akan terjadi, tetapi juga sudah begitu dekat, seakan-akan memang sedang terjadi. Perhatikan, alangkah baiknya jika kita menganggap penderitaan yang akan segera datang itu memang sekarang sedang menimpa kita. Saat itu Dia memang sedang dikhianati, karena Yudas sudah mulai berikhtiar mengkhianati-Nya.

. Persekongkolan imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan tua-tua bangsa Yahudi untuk mencabut nyawa Tuhan kita Yesus (ay. 3-5). Telah banyak perundingan yang dilakukan untuk membunuh Kristus, tetapi rencana persekongkolan kali ini jauh lebih matang, karena semua pembesar turut terlibat di dalamnya: imam kepala yang mengetuai urusan keagamaan, para tua-tua yang merupakan hakim dalam perkara sipil, dan para ahli Taurat yang ahli dalam bidang hukum dan menjadi pimpinan bagi kedua pihak lainnya. Mereka semua tergabung dalam Sanhedrin, atau Mahkamah Agama yang memerintah bangsa Yahudi, dan mereka semua bersekutu melawan Kristus.

        Perhatikanlah:

            (1) Tempat di mana mereka berkumpul: di istana Imam Besar, yang menjadi pusat persekutuan mereka dalam rencana jahat tersebut.
            (2) Persekongkolan itu sendiri: untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia. Tidak ada hal lain yang dapat memuaskan mereka, selain darah-Nya, darah kehidupan-Nya. Begitu kejam dan kejinya rencana-rencana yang dibuat oleh musuh-musuh Kristus dan jemaat-Nya itu.
            (3) Taktik para perencana tersebut: jangan pada waktu perayaan. Mengapa tidak boleh? Apakah berkaitan dengan kudusnya hari itu, atau karena mereka tidak ingin diganggu dalam acara keagamaan hari itu? Bukan, tetapi supaya jangan timbul keributan di antara rakyat. Mereka tahu pengaruh Kristus sangat besar terhadap masyarakat awam, yang selalu berkumpul pada hari perayaan, dan mereka bisa kena masalah kalau sampai menentang para pemimpin dari orang banyak itu. Jadi, mereka tidak boleh berlaku kasar terhadap Kristus, karena orang banyak itu memandang Dia sebagai seorang nabi. Mereka bukan takut pada Tuhan, melainkan pada orang banyak itu. Mereka hanya peduli pada keselamatan mereka sendiri saja, dan bukannya pada kemuliaan Tuhan. Mereka memang ingin melakukannya dalam masa perayaan, karena bangsa Yahudi memiliki sebuah tradisi untuk menghukum mati para penjahat, terutama pemberontak dan penyesat, pada salah satu dari tiga hari raya mereka, supaya seluruh bangsa Israel melihatnya dan menjadi takut. Tetapi, jangan pada waktu perayaan.


* Kristus Diurapi di Betania (26:6-13)
Dalam perikop ini diceritakan tentang:
I. Kebaikan hati yang sangat besar dari seorang wanita terhadap Tuhan kita Yesus dengan mengurapi kepala-Nya (ay. 6-7).
Hal itu terjadi di Betania, sebuah desa yang dekat sekali dengan Yerusalem, di rumah Simon si kusta. Mungkin Simon ini yang secara ajaib ditahirkan dari kusta oleh Tuhan kita Yesus, dan ingin berterima kasih dengan cara menjamu Dia. Kristus pun tidak merasa jijik untuk bergaul dengan dia, bertamu dan makan malam di rumahnya. Meskipun dia telah menjadi tahir, dia masih saja disebut Simon si kusta. Orang-orang yang telah melakukan dosa-dosa tercela akan mendapati bahwa sekalipun dosa mereka telah diampuni, cela dan cerca masih akan terus melekat pada mereka, dan sukar sekali untuk dihapuskan. Wanita yang mengurapi Kristus kemungkinan besar Maria, saudara perempuan Marta dan Lazarus. Dr. Lightfoot berpendapat bahwa dia adalah Maria Magdalena. Dia membawa buli-buli berisi minyak wangi yang mahal, yang dicurahkannya ke atas kepala Kristus yang sedang duduk makan. Di benak kita, pujian seperti itu mungkin agak terasa janggal. Tetapi pada waktu itu, hal tersebut dianggap sebagai perwujudan rasa hormat yang paling besar, sebab baunya sangat harum, dan minyak pengurapan itu menyegarkan kepala. Daud juga diurapi dengan minyak di atas kepalanya (Mzm. 23:5; Luk. 7:46).

Tampaknya hal ini bisa dianggap:

. Sebagai sebuah tindakan iman terhadap Tuhan kita Yesus Kristus, Sang Mesias yang diurapi, untuk menunjukkan bahwa dia percaya kepada-Nya sebagai yang diurapi oleh Allah, yang telah ditentukan oleh Allah sebagai Raja, sehingga dia pun mengurapi-Nya dengan minyak, dan menjadikan-Nya Rajanya. Mereka akan mengangkat bagi mereka satu pemimpin (Hos. 1:11). Tindakan si wanita ini bagaikan mencium Sang Anak.
        . Sebagai sebuah tindakan kasih dan hormat kepada-Nya. Beberapa orang berpendapat bahwa dialah orang yang telah banyak berbuat kasih dan membasahi serta menyeka kaki Kristus dengan air matanya (Luk. 7:38, 47), dan bahwa dia tidak meninggalkan kasihnya yang mula-mula itu, melainkan bertumbuh menjadi seorang Kristen yang taat dan penuh kasih, sebagaimana waktu dia pertama kali diselamatkan. Perhatikanlah, ketika kasih sejati terhadap Yesus Kristus melekat di dalam hati, maka tidak ada sesuatu apa pun yang akan dianggap terlalu baik ataupun cukup baik untuk dipersembahkan kepada Dia.


II. Celaan para murid terhadap tindakan tersebut.
Mereka gusar (ay. 8-9) dan kesal melihat bagaimana minyak wangi itu dihambur-hamburkan begitu saja, karena mereka pikir minyak itu bisa dipersembahkan dengan cara lain yang lebih baik.

. Lihatlah bagaimana mereka mengutarakan celaan mereka itu.

        Mereka berkata, "Untuk apa pemborosan ini?"
        Hal ini menyiratkan:

            (1) Kurangnya kelemahlembutan terhadap wanita baik ini, kebaikan hatinya dianggap terlalu berlebihan, sebagai suatu pemborosan saja. Kita harus mendukung sepenuhnya setiap perbuatan amal, terutama amal baik yang berupa perkataan dan tindakan dari orang-orang yang sungguh-sungguh melakukannya dari hati mereka, sekalipun dalam pandangan kita cara mereka melakukannya kurang bijak. Benar, mungkin kadang-kadang perbuatan baik terlihat berlebihan, karena itulah kita sendiri pun harus belajar untuk berhati-hati supaya tidak menjadi keterlaluan. Namun, kita pun jangan terlalu mencari-cari kesalahan orang lain, karena apa yang kita tuduhkan sebagai tindakan yang tidak bijak, bisa jadi diterima Allah sebagai suatu perbuatan kasih yang melimpah. Jadi, janganlah kita mengatakan orang lain terlalu berlebihan dalam melakukan hal rohani, padahal mereka berbuat lebih banyak daripada kita sendiri. Sebaliknya, kita harus berusaha melakukan sebanyak yang mereka perbuat.

            (2) Kurangnya rasa hormat terhadap Guru mereka. Penjelasan yang paling masuk akal mengenai hal ini adalah bahwa mereka tahu kalau Guru mereka itu telah mematikan diri terhadap segala jenis kesenangan. Dia yang amat berduka karena hancurnya keturunan Yusuf, tidak peduli akan urapan dengan minyak yang paling baik (Am. 6:6). Karena itulah mereka berpikir bahwa memberikan kesukaan pada orang yang tidak begitu menikmatinya adalah sebuah kesalahan besar. Tetapi, sekalipun demikian, tidak patut bagi mereka untuk menyebutnya sebagai pemborosan, saat mereka melihat bahwa Dia menerima dan mengakuinya sebagai tanda kasih dari seorang sahabat. Perhatikanlah, kita harus berhati-hati supaya jangan menganggap suatu hal yang dipersembahkan untuk Tuhan Yesus sebagai pemborosan, baik yang dilakukan oleh orang lain maupun oleh kita sendiri. Kita tidak boleh berpikir bahwa kita memboroskan waktu yang kita pakai untuk melayani Kristus, atau uang yang dipersembahkan untuk kegiatan rohani, karena meskipun kelihatan seperti melemparkan roti ke air, untuk dihanyutkan ke sungai, kita akan mendapatnya kembali, untuk kebaikan kita, lama setelah itu (Pkh. 11:1).
        . Lihatlah bagaimana mereka mencari-cari alasan mengapa mereka mencela hal itu dengan menyarankan apa yang sebaiknya dilakukan. Minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin. Perhatikan, menutup-nutupi rasa kasih yang semu dengan hal yang kelihatannya baik bukanlah hal yang baru lagi. Orang sering kali menyelewengkan kesalehan dengan berpura-pura melakukan perbuatan-perbuatan amal.


III. Teguran Kristus terhadap para murid-Nya karena mereka mencela wanita baik itu (ay. 10-11).
Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Perhatikanlah, orang yang bermaksud baik akan sangat bersedih bila mendapati bahwa perbuatan baik mereka ternyata dicela dan salah diterima, dan hal itu sangat tidak disukai Yesus Kristus. Di sini, Ia memihak wanita yang baik, jujur, penuh pengabdian dan bermaksud baik itu, dan Ia menentang semua murid-Nya, meskipun mereka kelihatannya memiliki alasan yang kuat untuk bersikap demikian. Jadi, dengan sungguh-sungguh Dia membela perkara anak-anak kecil yang dianggap rendah (18:10).

    Amatilah alasan-Nya: Orang-orang miskin selalu ada padamu. Perhatikan:

. Ada beberapa kesempatan yang akan selalu ada untuk melakukan dan mengamalkan hal-hal yang baik, dan kita harus terus setia memberikan perhatian untuk terus meningkatkan tindakan itu. Alkitab selalu ada pada kita, begitu juga dengan hari Sabat dan orang-orang miskin, selalu ada pada kita. Perhatikanlah, mereka yang memiliki hati yang selalu ingin berbuat baik, tidak perlu mengeluhkan tentang kurangnya kesempatan untuk melakukan hal itu. Orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri Israel (Ul. 15:11). Kita tidak bisa tidak melihat orang-orang miskin di dunia ini, yang memerlukan bantuan derma kita. Mereka ini adalah orang-orang yang menerima bantuan itu dalam nama Allah sendiri, anggota-anggota tubuh Kristus sendiri, dan kebaikan yang dilakukan kepada mereka ini diterima-Nya seperti kebaikan kepada diri-Nya sendiri.

. Ada juga kesempatan untuk melakukan dan mengamalkan hal-hal baik yang datangnya jarang, lagi pula singkat dan tidak menentu, sehingga diperlukan ketekunan khusus untuk mewujudkannya. Oleh karena itu, hal-hal baik itu harus didahulukan daripada yang lain; "Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu, jadi manfaatkanlah Aku selagi masih bersama-sama denganmu."

        Perhatikanlah:

            (1) Hadirat jasmani Kristus secara terus-menerus tidak dapat terjadi di dalam dunia ini, karena ada maksud khusus yang menyebabkan Dia harus pergi. Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.
            (2) Terkadang pekerjaan rohani dan pengabdian istimewa harus menggantikan kegiatan amal biasa. Orang miskin tidak boleh merampok Kristus. Kita memang harus berbuat baik kepada semua orang, tetapi yang terutama adalah kepada kawan-kawan seiman.
    IV. Penghargaan dan pujian Kristus terhadap kebaikan wanita itu. Semakin para hamba-Nya dan pelayanan mereka dikecam orang, semakin besar pula penerimaan yang ditunjukkan-Nya untuk mereka. Dia menyebutnya sebagai sebuah perbuatan yang baik (ay. 10), dan memuji perbuatan itu lebih dari yang bisa dibayangkan.

    Terutama:

        . Bahwa makna dari perbuatan tersebut bersifat mistis (ay. 12); Ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.
            (1) Beberapa orang menganggap bahwa wanita itu memang bermaksud demikian, karena dia lebih memahami peringatan-peringatan yang sering diberikan Kristus mengenai kematian dan penderitaan-Nya daripada yang dipahami oleh para rasul. Oleh karena itulah bukan mereka yang diberi kehormatan menjadi saksi pertama dari kebangkitan-Nya, melainkan wanita itu.

            (2) Bagaimanapun, Kristus mengartikannya demikian, dan Ia selalu berkenan akan perkataan dan perbuatan baik dari umat-Nya. Tindakan wanita itu seolah-olah merupakan pembalseman mayat-Nya, karena kebangkitan-Nya akan membuat perbuatan itu tidak mungkin lagi dilakukan, dan oleh karenanya harus dilakukan sebelumnya. Perbuatan ini tetap perlu dilaksanakan pada suatu waktu, untuk menunjukkan bahwa Dia tetaplah Sang Mesias, meskipun saat itu kelihatannya Ia sudah dikalahkan oleh maut. Para murid menganggap pencurahan minyak wangi di atas kepala-Nya itu sebagai suatu pemborosan. "Akan tetapi," kata-Nya, "Jika minyak wangi sebanyak itu dicurahkan di atas sesosok mayat sebagaimana kebiasaan di negerimu, kalian tidak akan bersungut-sungut seperti itu, ataupun menganggapnya sebagai suatu pemborosan. Ini pun demikian adanya. Tubuh yang dia urapi itu sebenarnya sama saja seperti jasad yang sudah mati, dan kebaikan hatinya itu dilakukan tepat pada waktunya serta sesuai dengan tujuannya. Karena itu, berpikirlah demikian dan bukannya menyebutnya sebagai suatu pemborosan."

        . Bahwa perbuatannya itu akan dikenang dan dihormati (ay. 13), Ini akan disebut juga untuk mengingat dia. Sungguh luar biasa tindakan iman dan kasih dari wanita itu, sampai-sampai para pemberita mengenai penyaliban Kristus dan para penulis sejarah penderitaan-Nya tidak dapat tidak memperhatikan perikop tersebut dan menyebarluaskannya serta mengabadikannya untuk dikenang. Sekali ditorehkan dalam catatan-catatan tersebut, peristiwa ini seolah terukir dengan pena besi dan timah pada gunung batu untuk selamanya, sehingga tidak mungkin untuk dilupakan. Tidak ada gaung kemasyhuran yang begitu bergema dan abadi seperti halnya Injil yang kekal.

        Perhatikanlah:

            (1) Kisah kematian Kristus, meskipun tragis, adalah Injil, Kabar Baik, karena Dia mati untuk kita.
            (2) Injil akan diberitakan di seluruh dunia, bukan hanya di Yudea, tetapi di segala bangsa, kepada setiap makhluk. Biarlah para murid memperhatikan hal ini, sebagai dorongan untuk mereka, bahwa suara mereka akan bergema ke seluruh ujung bumi.
            (3) Meskipun kemuliaan Kristuslah yang diutamakan dalam Injil, akan tetapi tidak berarti bahwa penghargaan terhadap orang-orang kudus dan hamba-Nya diabaikan. Kenangan akan wanita ini harus dipelihara, bukan dengan mempersembahkan sebuah gereja baginya, atau mengadakan perayaan tahunan untuk memperingatinya, atau bahkan menyimpan sekeping pecahan buli-buli miliknya sebagai sebuah pusaka suci, tetapi dengan menyebut iman dan kesalehannya dalam pengabaran Injil sebagai contoh bagi orang lain (Ibr 6:12). Dengan demikian kehormatan pun akan kembali kepada Kristus saja, yang baik di bumi ini maupun di dunia yang akan datang akan selalu dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan dikagumi oleh semua orang yang percaya.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Senin, 11 Maret 2024 - Jangan Merindukan Tipu Muslihat - Matius 26:3-5

Sebelum:
RHK GMIM Selasa, 5 Maret 2024 - Berani Mengoreksi Diri Sendiri - Yohanes 13:23-24




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2024..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,