|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2024 Minggu, 25 Februari 2024 Khotbah GMIM Minggu, 25 Februari 2024 - Menyangkal Diri dan Memikul Salib adalah Kekuatan Bukan Kelemahan - Markus 8:31-9:1 Kristus melihat kesalahan dalam perkataan dan perbuatan kita, yang tidak kita sadari dan tidak kita ketahui dari roh apa asalnya, seperti Ia menegor Petrus. Markus 8:31-9:1 Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia 8:31 Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. 8:32 Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia. 8:33 Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." 8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. 8:35 Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. 8:36 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. 8:37 Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? 8:38 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus." 9:1 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa." Penjelasan: * Mujizat-mujizat Kristus ini menghilangkan sandungan kayu salib, dan meyakinkan kita bahwa di kayu salib itu Kristus bukanlah pihak yang ditaklukkan, tetapi Dia adalah sang pemenang. Karena murid-murid sudah yakin bahwa Yesus adalah Kristus, hati mereka sekarang sudah bisa siap untuk mendengar kabar mengenai penderitaan-Nya, yang mulai diberitahukan Yesus sekarang kepada mereka (ay. 31). . Kristus mengajar murid-murid-Nya bahwa Ia harus menanggung banyak penderitaan. Meskipun mereka telah mengatasi kesalahpahaman umum bahwa Mesias adalah seorang raja duniawi dan sudah sebegitu jauh percaya bahwa Guru mereka adalah Mesias, walaupun keadaan-Nya rendah dan miskin. Namun demikian mereka masih tetap percaya bahwa Kristus akan segera tampil dalam kebesaran dan keagungan, dan memulihkan kerajaan Israel. Karena itu, untuk memperbaiki pikiran mereka yang salah itu, Kristus memberi mereka harapan yang berlawanan, yaitu bahwa Ia akan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat, yang mereka harap, akan mengakui dan memilih-Nya. Kristus menjelaskan bahwa bukannya dimahkotai, malahan ia harus dibunuh, Ia harus disalibkan, dan setelah tiga hari Ia harus bangkit dan kembali ke Sorga, dan tidak tinggal di dunia ini lagi. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang (ay. 32), parr-sia. Ia mengatakannya secara terbuka dan jelas, dan tidak membungkusnya dalam ungkapan yang dapat disalahpahami. Murid-murid dapat mengerti itu dengan mudah jika mereka tidak dikuasai oleh rasa prasangka. Mungkin juga Kristus mengatakan semuanya ini dengan hati yang senang dan tanpa rasa takut, dan menginginkan mereka untuk mendengarkannya juga dengan perasaan demikian, Ia berbicara dengan berani, sebagai orang yang tidak hanya mengetahui bahwa Ia harus menderita dan mati, tetapi yang telah tahu pasti akan terjadi demikian, sehingga Ia bertindak dan berlaku seperti yang akan terjadi itu. . Petrus menentang apa yang dikatakan Yesus, Ia menarik Yesus, dan mulai menegur Dia. Di sini Petrus memperlihatkan kasih lebih dari kebijaksanaan, untuk melindungi Kristus dan keselamatan-Nya, tetapi tanpa pengetahuan yang benar. Petrus menarik Yesus -- proslabomenos auton. Ia menarik Yesus ke samping, seolah-olah untuk menghentikan dan menghalangi Dia, merangkul dan memeluk Dia (seperti ada orang yang menjelaskannya). Petrus mendekap-Nya karena tidak tahan mendengar bahwa Guru yang dikasihinya harus menanggung banyak penderitaan. Bisa juga Petrus menarik Yesus ke samping supaya mereka berdua bisa sendiri, dan mulai menegur Dia. Ini bukanlah bahasa yang menunjukkan kuasa, tetapi kasih sayang yang besar, kecemburuan akan keselamatan orang-orang yang kita cintai, yang kuat seperti maut. Yesus Tuhan kita mengizinkan murid-murid-Nya bersikap bebas kepada-Nya, tetapi di sini Petrus menggunakan kebebasan itu secara berlebihan. . Kristus menegur Petrus karena perlawanannya (ay. 33); Ia berpaling, seperti seorang yang tersinggung, dan memandang murid-murid-Nya, untuk melihat apakah murid-murid yang lain memiliki pikiran yang sama dan menyetujui Petrus dalam hal ini. Jika mereka seperti itu, mereka juga akan menerima teguran seperti yang sekarang akan diterima Petrus; dan Yesus berkata, Enyahlah Iblis. Petrus tidak menyangka kalau akan mendapat teguran yang sedemikan tajam untuk nasihatnya yang begitu baik. Mungkin dia berharap akan mendapat pujian atas kasihnya itu, seperti dia dipuji belum lama ini karena imannya. Perhatikanlah, Kristus melihat kesalahan dalam perkataan dan perbuatan kita, yang tidak kita sadari dan tidak kita ketahui dari roh apa asalnya, sedangkan kita tidaklah demikian. (1) Petrus berbicara sebagai seorang yang tidak mengerti dengan baik dan tidak mempertimbangkan dengan semestinya maksud dan nasihat Allah. Ketika dia melihat bukti-bukti seperti yang dilihatnya setiap hari mengenai kuasa Kristus, ia mungkin menyimpulkan bahwa Kristus tidak mungkin bisa dipaksa untuk menderita; musuh yang paling hebat pun tidak akan dapat menandingi Dia, yang mampu memaksa segala penyakit dan maut, angin dan ombak, serta Iblis sekalipun untuk taat dan tunduk kepada-Nya. Selain itu, saat Petrus melihat banyak hikmat Kristus setiap harinya, ia mungkin menyimpulkan bahwa Yesus tidak akan memilih untuk menderita melainkan untuk memperoleh tujuan yang agung dan mulia. Oleh sebab itu, dalam pikirannya, Yesus tidak seharusnya melawan dia, tetapi sebaliknya menyetujui tindakannya itu. Petrus memandang kematian Yesus hanya sebagai seorang martir, seperti nabi-nabi yang lain, yang dapat dicegah-Nya kalau Dia berusaha untuk tidak menggusarkan imam-imam kepala atau menghindar dari mereka. Ia tidak tahu bahwa penderitaan Kristus itu diperlukan bagi kemuliaan Allah, untuk menghancurkan Iblis, dan bagi keselamatan manusia. Ia tidak tahu bahwa Kapten keselamatan kita harus disempurnakan melalui penderitaan, sehingga dapat membawa banyak jiwa ke dalam kemuliaan. Perhatikanlah, hikmat manusia itu terlampau bodoh untuk dapat menilai pertimbangan ilahi. Salib Kristus, contoh terbesar akan kuasa dan hikmat Allah, merupakan batu sandungan bagi sebagian orang, dan bagi yang lain lagi merupakan suatu kebodohan (2). Petrus berbicara seperti seorang yang tidak mengerti dengan baik dan tidak memikirkan dengan semestinya sifat dan ciri kerajaan Kristus; Petrus menganggapnya bersifat sementara dan manusiawi, padahal sebenarnya bersifat rohani dan ilahi. Sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia; ou phroneis … engkau tidak memikirkan; dengan demikian firman diselewengkan atau diubah menjadi lain (Rm. 8:5). Tampaknya Petrus lebih memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan dunia di bawah dan kehidupan sekarang ini daripada hal-hal yang berhubungan dengan dunia di atas dan kehidupan yang akan datang. Memikirkan halhal manusia lebih daripada hal-hal yang berhubungan dengan Allah, memikirkan keuntungan, kesenangan, dan keselamatan kita lebih dari hal-hal yang berhubungan dengan Allah dan kemuliaan serta kerajaan-Nya, merupakan dosa yang sangat luar biasa besar, dan merupakan akar dari banyak dosa. Dosa ini sangat umum dijumpai di kalangan murid-murid Kristus, dan akan terlihat nanti pada masa-masa penderitaan, di mana ketika berbagai pencobaan datang, orang-orang yang lebih yang mementingkan hal-hal yang dari manusia ini akan mengalami bahaya kejatuhan. Non sapis -- engkau tidak bijaksana dalam hal-hal yang berhubungan dengan Allah, tetapi dalam hal-hal yang berhubungan dengan manusia. Penting untuk mempertimbangkan dalam angkatan apa kita harus hidup bijaksana (Luk. 16:8). Tampaknya bijaksana untuk menghindari kesulitan, tetapi jika dengannya kita menghindari kewajiban, itu merupakan hikmat duniawi (2Kor. 1:12), dan pada akhirnya merupakan kebodohan. III. Mujizat-mujizat Kristus ini seharusnya mengajak kita semua untuk mengikuti Dia, apa pun risikonya, tidak hanya pada saat mujizat-mujizat tersebut meneguhkan pekerjaan-Nya, tetapi juga saat mujizat-mujizat tersebut menjelaskan rencana-Nya dan tujuan dari anugerah yang dibawa-Nya. Semua mujizat ini dengan jelas menyatakan bahwa dengan Roh-Nya Ia akan melakukan bagi kebutaan kita, ketulian, kelumpuhan, lepra, penyakit, jiwa-jiwa yang terbelenggu, apa yang telah dilakukan-Nya pada tubuh orang banyak yang di dalam penderitaan menyerahkan diri mereka kepada-Nya. Banyak peringatan yang telah diberikan-Nya kepada kawanan domba yang besar itu bahwa pada-Nya ada bantuan bagi berbagai masalah kita, dan sekarang peringatan ini telah dituliskan, supaya kita boleh percaya bahwa Ia adalah seorang dokter agung bagi jiwa-jiwa, dan kita boleh menjadi pasien-Nya, dan menyerahkan diri di bawah pemerintahan-Nya. Ia akan memberitahukan kepada kita apa arti dari penyerahan diri tersebut. Ia memanggil semua orang datang kepada-Nya untuk mendengar ini, mereka yang sebelumnya dengan rendah hati hanya berdiri agak jauh dari-Nya saat Ia berbicara kepada murid-murid-Nya secara pribadi. Hal-hal di bawah ini perlu mendapat perhatian kita semua untuk dipikirkan, jika kita berharap Kristus akan menyembuhkan jiwa kita. . Mereka harus meninggalkan kesenangan tubuh; karena (ay. 34), "Jika seseorang mau mengikut Aku, untuk kesembuhan rohani, seperti yang dilakukan orang-orang ini untuk kesembuhan tubuh, ia harus menyangkal dirinya, dan hidup dalam penyangkalan diri, mematikan keinginan tubuh dan membenci dunia. Janganlah ia bersikap sebagai dokter bagi jiwanya sendiri, melainkan ia harus membuang keyakinan mengandalkan diri sendiri dan kebenaran serta kekuatannya sendiri, dan hendaknya ia memikul salibnya dengan mengikuti teladan Yesus yang disalibkan, dan menyesuaikan dirinya dengan kehendak Allah dalam semua penderitaan yang diizinkan-Nya; dan terus mengikuti-Ku" seperti yang telah dilakukan banyak orang yang telah disembuhkan Kristus. Mereka yang akan menjadi pasien Kristus harus mengikuti Dia, berbicara dengan-Nya, menerima perintah dan teguran dari Dia, seperti yang telah dilakukan mereka yang mengikuti Dia, dan harus mengambil keputusan yang teguh bahwa mereka tidak akan meninggalkan Dia. . Mereka tidak boleh khawatir, tidak, tidak boleh kalau itu hanya demi kehidupan tubuh saja, yang tidak dapat mereka jaga jika meninggalkan Kristus (ay. 35). Apakah kita diundang oleh firman dan pekerjaan Kristus untuk mengikuti Dia? Marilah kita duduk dan menghitung-hitung biayanya, apakah kita lebih menyukai keuntungan dari mengikuti Kristus daripada hidup itu sendiri, apakah kita bersedia kehilangan hidup kita demi Kristus dan Injil. Saat Iblis berusaha menarik orang untuk mengikuti dia menjadi murid-murid dan hamba-hambanya, ia menyembunyikan hal-hal yang terburuk dan hanya mengatakan hal-hal yang menyenangkan kepada mereka, tetapi tidak menyebutkan hal-hal yang membinasakan dari pelayanannya, Kamu tidak akan mati. Ini bertentangan dengan Kristus, jika ada masalah dan bahaya dalam pelayanan Kristus, Ia memberitahukan kepada kita terlebih dahulu, memberitahukan kita bahwa kita akan menderita, bahkan mungkin kita akan mati, sebagai akibatnya. Ia tidak mengecil-ngecilkan hal-hal yang bisa membuat kita menjadi tawar hati, malah sebaliknya Ia membesar-besarkannya melebihi apa yang sebenarnya, supaya dengan demikian Ia berlaku adil dengan kita, dan Ia tidak takut kita mengetahui akibat yang terburuk, karena keuntungan dari pelayanan-Nya seimbang dengan tawar hati yang diakibatkannya, kalau kita mau menimbang-nimbang antara keuntungan dan rasa tawar hati itu. Secara singkat: (1) Kita tidak boleh merasa takut akan kehilangan nyawa kita, tetapi menyerahkannya bagi Kristus (ay. 35); Barangsiapa menyelamatkan nyawanya, dengan menolak Kristus, dan tidak mau datang kepada-Nya, atau dengan menolak kembali dan menyangkal Kristus setelah menerima-Nya, akan kehilangan nyawanya, kehilangan kenikmatan hidup jasmaninya, kehilangan akar dan sumber dari kehidupan rohaninya dan semua harapan akan kehidupan yang kekal. Orang demikian membuat penawaran yang buruk bagi dirinya sendiri. Tetapi barangsiapa yang mau kehilangan nyawanya, yang sungguh-sungguh bersedia kehilangan nyawanya, ia akan mendapatkannya; dengan tidak menyangkal Kristus, orang demikian akan menyerahkan nyawanya ketika ia tidak mampu menjaganya, dan dengan begitu ia akan menyelamatkannya; tanpa ragu lagi, ia akan menjadi seorang pemenang; karena kehilangan nyawanya dapat membuatnya mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Hal ini tampak seperti imbalan bagi orang yang telah berjasa akibat kehilangan nyawanya dalam melayani raja dan negerinya, sehingga dia selalu dikenang dan keluarganya dipelihara. Dan imbalan apakah yang akan diberikan Kristus bagi mereka yang telah mati bagi-Nya dalam kehidupan kekal nanti? (2) Kita harus merasa takut kehilangan nyawa kita, ya, walaupun kita seharusnya memperoleh seluruh dunia dengannya (ay. 36-37). Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, dan semua kekayaan, hormat, dan kesenangan di dalamnya, dengan menyangkal Kristus, dan kehilangan nyawanya sendiri? "Benar," kata Uskup Hooper, pada malam sebelum ia mati sebagai martir, "bahwa kehidupan itu manis dan kematian itu pahit, tetapi kematian kekal lebih pahit, dan kehidupan kekal lebih manis." Karena kebahagiaan sorgawi dengan Kristus cukup untuk mengganti kerugian akibat kehilangan nyawa karena Kristus, tetapi memperoleh seluruh dunia dalam dosa tidak akan cukup untuk mengganti kerugian yang terjadi akibat hancurnya jiwa karena dosa. Apa yang dapat dilakukan manusia untuk menyelamatkan hidup mereka dan untuk memperoleh seluruh dunia, telah diberitahukan-Nya kepada kita (ay. 38), termasuk akibat mematikan yang akan menimpa mereka nanti. Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu. Hal yang mirip dengan ini juga dinyatakan dalam Matius 10:33, tetapi di sini dinyatakan dengan lebih lengkap. Perhatikanlah: [1] Kerugian yang diderita akibat mengikuti Kristus dalam dunia ini adalah menjadi dikenal dan diakui di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa, di antara generasi manusia yang meninggalkan Allah, yang lebih mementingkan dunia dan kepuasaan daging dan hidup dalam kejahatan. Ada masa-masa dan tempat-tempat tertentu yang lebih dikenal berdosa dan tidak setia, seperti yang terjadi pada saat Kristus hidup di dunia ini. Dalam angkatan seperti inilah pengikut Kristus ditentang dan dianiaya, dicela dan dihina, dan di mana-mana dicemooh dan dibantah. [2] Ada banyak orang, yang walaupun sepenuhnya mengakui bahwa tujuan mengikuti Kristus itu benar, toh tetap merasa malu karena celaan yang timbul akibat hubungan itu. Mereka malu dengan hubungan mereka dengan Kristus, mereka malu untuk memuji firman-Nya di depan orang banyak. Mereka tidak tahan ditentang dan diremehkan, sehingga melepaskan iman kepercayaan mereka dan mengikuti arus penyangkalan iman yang sangat banyak terjadi. [3] Pada suatu hari kelak kita akan melihat buah mengikut Kristus ini akan bersinar terang benderang meskipun sekarang tampaknya hina dan tercela, yaitu ketika Anak Manusia datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat kudus, sebagai Shekinah yang benar, terang dari kemuliaan Bapa-Nya, dan Tuhan dari para malaikat. [4] Mereka yang malu karena Kristus di dalam dunia ini di mana Ia direndahkan, Ia akan malu terhadap mereka di dalam dunia yang akan datang di mana Ia dimuliakan selama-lamanya. Mereka tidak akan mendapat bagian dengan Dia dalam kemuliaan-Nya pada masa nanti, karena tidak mau mengambil bagian bersama Dia dalam kehinaan-Nya pada masa ini. * Nubuat tentang Kerajaan Kristus yang semakin dekat (ay. 1). Yang dinubuatkan adalah: . Bahwa Kerajaan Allah akan datang, akan datang sehingga dapat dilihat, Kerajaan Mesias akan didirikan di dalam dunia ini melalui kehancuran total pemerintahan Yahudi yang menghalanginya. Inilah pemulihan Kerajaan Allah di antara manusia, yang sudah hilang karena kejatuhan menyedihkan yang dialami baik bangsa Yahudi maupun bangsa-bangsa bukan-Yahudi. . Bahwa Kerajaan Allah akan datang dengan kuasa, sehingga ia membuka jalan bagi dirinya sendiri dan meruntuhkan segala yang melawannya. Kerajaan itu datang dengan kuasa, saat terjadi pembalasan terhadap orang Yahudi karena menyalibkan Kristus, dan saat Kerajaan Allah menaklukkan penyembahan berhala di dunia bukan-Yahudi. . Bahwa Kerajaan Allah akan datang sementara beberapa orang yang hadir sekarang ini masih hidup. Sesungguhnya beberapa orang yang berdiri di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah. Ayat ini berbicara mengenai hal yang sama seperti dalam Matius 24:34, Angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi. Mereka yang berdiri di sini bersama Kristus, akan melihatnya, ketika yang lain tidak dapat mengenalinya sebagai Kerajaan Allah, karena Kerajaan itu datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Menyangkal Diri Dan Memikul Salib Adalah Kekuatan Bukan Kelemahan Injil Markus ini dialamatkan kepada orang-orang Kristen non Yahudi yang sedang menghadapi penderitaan, tekanan, siksaan bahkan dibunuh, di zaman Kaisar Nero berkuasa sekitar tahun 60-an Masehi. Umat diberi penguatan iman, supaya tetap kuat, tetap bertahan dan tetap teguh didalam iman kepada Yesus Kristus. Karena itu Yesus memperlengkapi, mengajar murid-murid dankepada umat bahwa, Dia Yesus sebagai Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan,ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dibunuh dan bangkit sesudah 3 hari(ay.31). Hakekat Allah yang datang ke dunia menjadi manusia di dalam diri Yesus Kristus untuk menebus dan menyelamatkan dunia memang harus menanggung banyak penderitaan, untuk menebus mengampuni dan menyelamatkan dunia harus ada pengorbanan itulah yang dijalani oleh Yesus, karena itu umat juga harus siap berkorban, menanggung penderitaan seperti Yesus Kristus, sebab kita dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia (Fil.1:29), kita harus siap tidak diterima, ditolak oleh dunia demi Kristus Yesus, itulah bagian dari penderitaan yang harus kita tanggung. Hal ini berbeda dengan apa yang diharapkan oleh orang Yanudi, mereka berharap Yesus datang ke dunia sebagai raja yang akan memerintah dengan penuh kuasa, dengan segala kebesaran, akan mengalahkan semua musuh. Ketika Yesus katakan, Dia harus menanggung banyak penderitaan, mereka tidak dapat menerimaDia, sikap itu yang dilakukan oleh Petrus mewakili orang Yahudi, ia menarik Yesus ke samping dan menegor (ay.32). Petrus menegur, karena apa yang disampaikan oleh Yesus tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, tidak sesuai dengan apa yang didambakan, tidak sejalan dengan isi pikiran umat. Sikap seperti ini dikatakan oleh Yesus ini pekerjaan Iblis, yang memaksakan kehendak Allah harus tunduk, sejalan dengan kehendak manusia, sehingga Allah bukan Allah lagi,tapi manusia menggantikan posisi Allah, inilah pekerjaan Iblis sehingga manusia jatuh dalam dosa, karena itu Yesus memarahi Petrus, kataNya: Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia (ay.33). Umat harus memikirkan apa yang dipikirkan Allah, harus berjalan dalam rencana Allah yang menyelamatkan dunia melalui penderitaan, menyangkal diri, memikul salib, rela berkorban segala sesuatu, kehilangan nyawa sekalipun karena Yesus dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya (ay.34-37). Percaya dan mengikut Yesus Kristus tidaklah mudah, tapi harus : Siap menderita karena iman kepada Yesus Kristus, brani dan tidak malu menyatakan imannya sekalipun berada di tengah-tengah orang yang tidak setia dan berdosa, sebab kalau kita malu menyatakan iman, maka Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan BapaNya, diiringi malaikat-malaikat kudus (ay.38). Iman kepada Yesus Kristus harus dibuktikan dalam seluruh totalitas hidup di manapun, kapanpun dan kepada siapapun maka cara hidup demikian akan mendatangkan sukacita bagi Tuhan, dan semua orang akan melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa (Mrk.9:1) Sesuai Tahun Gereja, kita berada pada penghayatan Minggu-Minggu Sengaara Yesus Kristus, Diminggu sengsara ini kita dituntun dengan firman : Pertama : bahwa sesungguhnya Yesus datang ke dunia dengan tujuan untuk menebus, mengampuni dan menyelamatkan dunia melalui,kesengsaraan, penderitaan, kematian dan kebangkitan, penderitaan yang ditanggung oleh Yesus mendatangkan kemenangan dan keselamatan bagi kita, karena itu manakalah kita menghadapi penderitaan jangan menyerah, jangan putus asa, tetaplah kuat, tetap teguh, jadikan penderitaan sebagai alat Tuhan untuk menurnikan, meneguhkan dan mendewasakan iman kita. Sebagaimana ungkapan pemazmur “bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapanketetapanMu (Maz.119:71). Kedua : Kita harus menyangkal diri dan memikul salib, ini adalah syarat untuk mengikut Yesus. Menyangkal diri artinya menaklukan, mematikan semua keinginan kita kepada keinginan dan kehendak Kristus, hidupku yang aku jalani bukannya aku lagi melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (Gal.2:20). Semua yang akan dilakukan adalah sungguh-sungguh mengutamakan pikiran dan kehendak Kristus. Memikul salib adalah tanda kesediaan, kepatuhan, kerelaan berkorban dan siap menderita demi Kristus. Dibalik salib ada kemuliaan, tidak ada pengampunan, kemenangan dan keselamatan tanpa Salib Kristus. Dengan demikian Menyangkal diri dan memikul salib adalah Kekuatan bukan Kelemahan itulah tema khotbah ini. Ketiga : Hendaklah dalam hidup ini kita mengenakan pikiran Kristus, bukan pikiran manusia. Mengenakan pikiran Kristus artinya memikirkan apa yang Kristus pikirkan yaitu taat pada rencana Allah untuk menyelamatkan dunia. Kitapun harus berpikir dan melangkah sesuai dengan rencana Allah. Dan dengan brani, tidak malu mengaku bahwa Yesus adalah TUHAN dan Juruslamat dunia, pada akhirnya orang akan melihat, merasakan dan mengalami kuasa Kerajaan Allah nyata di bumi, nyata dalam hidup ini, seperti dalam doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Yesus, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga (Mat.6:10). Kerajaan sorga, kehendak sorga terjadi dan diberlakukan di bumi, semoga demikian, Terpujilah nama Tuhan, Haleluyah, Amin.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Senin, 26 Februari 2024 - Yesus Marah Kepada Petrus - Markus 8:33 Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 24 Februari 2024 - Celakalah Gembala Yang Meninggalkan Domba-Nya - Zakharia 11:17 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,