gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 586 kali
Download MP3 Music
1 TIMOTIUS 2:1-7
Mengenai doa jemaat
2:1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, 2:2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 2:3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. 2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, 2:6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. 2:7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul -- yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta -- dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.

Penjelasan:
* VITALNYA PERAN DOA
Sesuatu dinilai dahsyat karena hasilnya memenuhi kriteria orang yang memberi penilaian. Teknik cabikan gitar ala Baladewa terbaru mungkin dahsyat bagi para remaja penggemar gitar, tapi biasa saja bagi orang-orang yang malas mendengarkan musik apa pun. Saya harap, renungan ini bisa menolong Anda merasakan kedahsyatan dari nas ini, dan pada akhirnya kedahsyatan dari doa karena kehendak Allah.

Ada beberapa hal yang membuat nas ini sangat dahsyat. Pertama, nas ini menunjukkan betapa vitalnya peran doa dalam pelayanan, bukan sebagai atribut kerohanian pribadi belaka. Paulus meminta Timotius untuk berdoa syafaat bagi semua orang (1-2), kemudian merinci semua pihak yang disebutkan di teks ini berkaitan erat dengan jemaat dan kehidupan pelayanan. Kedua, doa dijabarkan sebagai meminta hal-hal baik dan berkenan kepada Allah. Penjelasan ini sangat berbeda dengan pemahaman populer nonkristiani yang menjadikan doa sebagai alat untuk mempengaruhi Allah. Penentu utama pokok doa yang perlu dipanjatkan orang Kristen adalah apa yang baik dan berkenan kepada Tuhan, bukan yang dianggap baik oleh si pendoa.

Ketiga, nas ini dahsyat karena pada ayat 5 penulis berbelok dari topik doa ke topik keesaan Allah, yang sekali lagi secara tiba-tiba pada ayat 7 'mengambil putaran U' untuk kembali menegaskan statusnya sebagai pemberita dan rasul (bdk. 1:1), terutama sebagai pengajar orang-orang nonYahudi. Mengapa demikian? Doa bagi semua orang ini merupakan aplikasi dari prinsip bahwa Injil ditujukan bagi semua manusia (2:6). Injil itu sendiri didasarkan pada kehendak Allah, bahwa Ia ingin semua orang diselamatkan (4). Doa bukan cuma sekadar doa, tetapi merupakan ekspresi ketaatan kita sebagai pemberita Injil. Kegiatan memberitakan kabar baik kepada semua orang itulah yang kita doakan.

Renungkan: Doa-doa orang Kristen dahsyat hanya karena Allah Tritunggal yang dahsyat itu sedang melaksanakan karya keselamatan-Nya yang dahsyat pula.

* Doa Syafaat untuk Semua Orang Dianjurkan (2:1-7)
Di sini kita mendapati,
I. Sebuah perintah yang diberikan kepada orang Kristen untuk berdoa bagi semua orang secara umum, dan khususnya bagi semua orang yang memegang kuasa pemerintahan. Timotius harus memastikan hal ini dilakukan. Paulus tidak mengirimkan dia suatu bentuk doa apa pun, yang akan kita duga seandainya ia bermaksud supaya hamba-hamba Tuhan terikat pada cara berdoa seperti itu. Sebaliknya, secara umum, mereka harus memanjatkan permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur. Permohonan supaya terhindar dari kejahatan, doa supaya memperoleh kebaikan, doa syafaat untuk orang lain, dan ucapan syukur atas rahmat yang sudah diterima. Bagi Paulus, memberi mereka petunjuk-petunjuk umum saja sudah cukup. Karena sudah memiliki Kitab Suci untuk membimbing mereka dalam doa dan karena ke atas mereka sudah dicurahkan Roh doa, mereka tidak perlu petunjuk-petunjuk lebih lanjut. Perhatikanlah, maksud dan tujuan agama Kristen adalah untuk menggalakkan doa. Dan murid-murid Kristus harus menjadi umat pendoa. Berdoalah setiap waktu dengan permohonan (Ef. 6:18). Harus ada doa pertama-tama untuk diri kita sendiri. Hal ini tersirat di sini. Kita juga harus berdoa untuk semua orang, untuk umat manusia secara umum, dan untuk orang-orang tertentu yang memerlukan atau menginginkan doa-doa kita. 

Lihatlah, agama Kristen itu jauh dari apa yang disebut bidah, sebab ia mengajar orang untuk mengasihi semua, untuk berdoa bukan hanya bagi saudara-saudara seiman, melainkan juga bagi semua orang. Berdoalah untuk raja-raja (ay. 2). Meskipun pada saat itu raja-raja adalah orang kafir, musuh Kekristenan, dan penganiaya orang-orang Kristen, namun orang Kristen harus berdoa untuk mereka, karena demi kepentingan umumlah ada pemerintah dan orang-orang tepat yang dipercaya untuk menjalankannya. Oleh sebab itu, kita harus berdoa untuk mereka, sekalipun kita sendiri menderita di bawah pemerintahan mereka. Untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, maksudnya, pemerintah yang lebih rendah. Kita harus berdoa untuk mereka, dan harus mengucap syukur untuk mereka, berdoa untuk kesejahteraan mereka dan untuk kesejahteraan kerajaan atau pemerintahan mereka. Oleh karena itu, kita tidak boleh bersekongkol melawan mereka, supaya dalam damai kerajaan mereka kita dapat beroleh damai dan mengucap syukur atas mereka, dan atas keuntungan yang kita peroleh di bawah pemerintahan mereka. Agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 

Di sini lihatlah apa yang harus kita inginkan bagi raja-raja, yaitu supaya Allah mengubah hati mereka, membimbing mereka, dan memakai mereka, agar di bawah pemerintahan mereka kita dapat hidup tenang dan tenteram. Rasul Paulus tidak berkata, “supaya kita mendapat suatu kedudukan dalam pemerintahan mereka, bertambah kaya, dan menduduki tempat terhormat dan berkuasa di bawah mereka.” Tidak, puncak keinginan seorang Kristen yang baik adalah hidup tenang dan tenteram, melewati kehidupan di dunia ini tanpa gangguan, di tempat yang rendah dan di ruang pribadi. Kita harus berkeinginan supaya kita dan orang lain dapat hidup tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Ini menyiratkan bahwa kita tidak bisa berharap tetap hidup tenang dan tenteram kecuali kita tetap menjaga segala kesalehan dan kehormatan. Marilah kita pikirkan apa kewajiban kita, baru kemudian kita dapat berharap akan mendapat perlindungan baik dari Allah maupun pemerintah. Dalam segala kesalehan dan kehormatan. Di sini kewajiban kita sebagai orang Kristen diringkas dalam dua kata: kesalehan, yaitu menyembah Allah dengan benar, dan kehormatan (KJV: kejujuran), yaitu perilaku baik terhadap semua orang. Keduanya harus berjalan bersama-sama. Kita tidak benar-benar jujur jika tidak saleh, dan tidak memberikan kepada Allah apa yang sudah sepatutnya Dia dapatkan. Dan kita tidak benar-benar saleh jika tidak jujur, sebab Allah membenci hasil rampasan untuk korban bakaran. 

Di sini kita dapat mencermati bahwa,
1. Orang Kristen harus menjadi orang yang banyak-banyak berdoa. Mereka harus sering-sering melakukannya, dan harus membaktikan diri untuk berdoa, memohon kepada Allah, dst.
2. Dalam doa-doa kita, dengan rela kita harus peduli terhadap orang-orang lain di samping diri kita sendiri. Kita harus berdoa untuk semua orang, dan mengucap syukur untuk semua orang. Dan kita tidak boleh membatasi doa-doa ataupun ucapan syukur kita hanya kepada diri kita atau keluarga kita sendiri.
3. Doa terdiri atas beragam bagian, yaitu permohonan, doa syafaat, dan ucapan syukur. Ini karena kita harus berdoa untuk rahmat-rahmat yang kita inginkan dan juga mengucap syukur atas rahmat-rahmat yang sudah kita terima. Dan kita harus menyesalkan segala hukuman yang memang pantas diberikan entah karena dosa-dosa kita sendiri atau karena dosa-dosa orang lain.
4. Semua orang, bahkan raja-raja sekalipun, dan mereka yang memerintah, harus didoakan. Mereka membutuhkan doa-doa kita, karena mereka menghadapi banyak kesulitan, dan banyak perangkap yang rentan menjerat mereka karena kedudukan mereka yang tinggi.
5. Dengan mendoakan pemimpin-pemimpin kita, kita mengambil jalan yang paling baik untuk hidup tenang dan tenteram. Orang-orang Yahudi di Babel diperintahkan untuk mengusahakan kesejahteraan kota ke mana Tuhan sudah membuang mereka sehingga ditahan, dan berdoa kepada TUHAN untuk kota itu, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraan mereka juga (Yer. 29:7).
6. Jika kita ingin hidup tenang dan tenteram, kita harus hidup dalam segala kesalehan dan kehormatan. Kita harus melakukan kewajiban kita kepada Allah dan manusia. Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya (1Ptr. 3:10-11). Nah, alasan yang diberikan Paulus untuk ini adalah karena itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, artinya Injil Kristus menuntut itu. Apa yang berkenan di mata Allah Juruselamat kita, itulah yang harus kita lakukan, dan yang harus menjadi kewajiban kita.


II. Untuk memberi alasan mengapa kita dalam doa-doa kita harus memedulikan semua orang, 
Rasul Paulus menunjukkan kasih Allah kepada seluruh umat manusia (ay. 4).

1. Salah satu alasan mengapa semua orang harus didoakan adalah karena ada satu Allah, dan Allah itu mempunyai kehendak baik terhadap seluruh umat manusia. Hanya ada satu Allah (ay. 5), dan hanya satu, tidak ada yang lain, tidak mungkin ada yang lain, sebab hanya ada satu yang tak terhingga. Allah yang satu ini menghendaki supaya semua orang diselamatkan. Ia tidak menginginkan kematian dan kehancuran siapa saja (Yeh. 33:11), melainkan kesejahteraan dan keselamatan semua. Bukan berarti bahwa Ia telah menetapkan keselamatan semua orang, sebab kalau begitu semua orang akan diselamatkan. Tetapi Ia mempunyai kehendak baik untuk keselamatan semua orang, dan tak seorang pun akan binasa kecuali karena kesalahannya sendiri (Mat. 23:37). Ia ingin supaya semua diselamatkan, dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran, diselamatkan dengan cara yang sudah ditentukan-Nya, dan bukan dengan cara lain. Kita berkepentingan untuk memperoleh pengetahuan akan kebenaran itu, karena itulah caranya untuk diselamatkan. Kristus adalah jalan dan kebenaran, dan dengan demikian Dia adalah hidup.

2. Hanya ada satu Pengantara, dan Pengantara itu menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua. Sebagaimana rahmat Allah menjangkau semua karya ciptaan-Nya, begitu pula kepengantaraan Kristus menjangkau sedemikian jauh kepada semua anak manusia sehingga Ia membayar harga yang cukup untuk keselamatan seluruh umat manusia. Ia membuat umat manusia menjalin hubungan dengan Allah di atas syarat-syarat yang baru, sehingga kini mereka tidak lagi berada di bawah hukum Taurat sebagai perjanjian yang mengutamakan perbuatan, melainkan sebagai pedoman hidup. Mereka berada di bawah anugerah. Bukan di bawah perjanjian yang menyatakan mereka tidak bersalah, melainkan di bawah perjanjian baru: Ia telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan. Perhatikanlah, kematian Kristus adalah tebusan, harga yang harus dibayar. Kita memang pantas mati. Tetapi Kristus mati untuk kita, untuk menyelamatkan kita dari kematian dan neraka. Ia telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan secara sukarela, tebusan bagi semua orang, supaya seluruh umat manusia berada dalam keadaan yang lebih baik daripada Iblis dan antek-anteknya. Ia mati untuk mengerjakan keselamatan semua. Untuk itu, Ia menempatkan diri sebagai Pengantara antara Allah dan manusia. Pengantara mengandaikan bahwa sudah terjadi suatu perselisihan. 

Dosa telah membuat perselisihan antara kita dan Allah. Yesus Kristus adalah Pengantara yang berusaha untuk mengadakan pendamaian, untuk mempersatukan Allah dan manusia. Ia bekerja seperti seorang wasit atau penengah, wasit di antara kita, yang dapat memegang tangan kedua belah pihak (Ayb. 9:33). Dia adalah tebusan yang akan memberikan kesaksian pada waktu yang ditentukan. Maksudnya, dalam masa Perjanjian Lama, penderitaan-penderitaan-Nya dan kemuliaan yang menyusul sesudahnya dibicarakan sebagai perkara-perkara yang akan disingkapkan pada akhir zaman (1Ptr. 1:10-11). Dan perkara-perkara itu pun disingkapkan seperti itu. Paulus sendiri, sesudah ditahbiskan sebagai pemberita Injil dan rasul, memberitakan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi kabar baik tentang penebusan dan keselamatan oleh Yesus Kristus. Ajaran tentang kepengantaraan Kristus ini dipercayakan kepada Paulus supaya diajarkan kepada setiap makhluk (Mrk. 16:15). Paulus ditetapkan sebagai guru bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Selain panggilan umumnya sebagai seorang rasul, ia mendapat mandat secara khusus untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran, atau dengan setia dan benar. 

Perhatikanlah,
(1) Sungguh baik dan berkenan di mata Allah dan Juruselamat kita jika kita berdoa untuk raja-raja dan semua orang, dan jika kita hidup tenteram dan tenang. Dan ini merupakan alasan yang sangat baik mengapa kita harus berdoa dan hidup seperti itu.
(2) Allah mempunyai kehendak baik untuk menyelamatkan semua orang. Sehingga yang menjadi masalah bukan tidak adanya kehendak pada Allah untuk menyelamatkan mereka, melainkan terlebih tidak adanya kehendak pada diri mereka sendiri untuk diselamatkan dengan cara Allah. Di sini Tuhan kita yang terberkati menunjukkan letak kesalahannya: Kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu (Yoh. 5:40). Aku rindu mengumpulkan kamu, tetapi kamu tidak mau.
(3) Mereka yang mau diselamatkan harus mengetahui kebenaran itu, karena inilah cara yang ditetapkan Allah untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Tanpa pengenalan atau pengetahuan akan kebenaran itu, hati tidak bisa benar. Jika kita tidak mengenal kebenaran, kita tidak dapat diatur olehnya.
(4) Dapat diamati di sini bahwa kesatuan dengan Allah ditegaskan, dan dipadukan dengan kesatuan dengan Sang Pengantara. Jadi gereja tidak boleh mengajarkan adanya banyak pengantara, karena itu berarti ada banyak allah pula.
(5) Dia yang adalah Pengantara dalam pengertian Perjanjian Baru, menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan. Jadi sia-sialah bila ada para pengikut gereja tertentu yang mengakui hanya ada satu Pengantara sebagai korban penebusan, tetapi ada banyak penengah. Sebab, menurut Paulus, penyerahan diri Kristus sebagai tebusan merupakan bagian penting dari jabatan sebagai Pengantara. Dan memang hal ini merupakan dasar dari kepengantaraan-Nya.
(6) Paulus ditahbiskan sebagai hamba Tuhan, untuk menyatakan berita ini kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, bahwa Kristus adalah satu Pengantara antara Allah dan manusia, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan untuk semua orang. Inilah inti yang harus diberitakan oleh semua hamba Tuhan, sampai akhir zaman. Dan Paulus memandang mulia pelayanannya, sebab ia adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi (Rm. 11:13).
(7) Hamba-hamba Tuhan harus memberitakan kebenaran itu, yang mereka sendiri telah pahami sebagai kebenaran, dan mereka sendiri harus mempercayainya. Mereka, seperti rasul kita di sini, harus mengajar dalam iman dan kebenaran, dan mereka juga harus setia dan dapat dipercaya.






Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2024





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Senin, 12 Februari 2024 - Berdoa Untuk Penguasa - 1 Timotius 2:2

Sebelum:
RHK GMIM Sabtu, 10 Februari 2024 - Jangan Menjauh Dari Tuhan Di Tengah Dunia Yang Jahat - Amos 5:13




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2024..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,