|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Minggu, 10 Desember 2023 Khotbah GMIM Minggu, 10 Desember 2023 - Nubuat Lahirnya Raja Damai - Yesaya 8:23-9:6 Penghakiman-penghakiman Dinyatakan Yesaya 8:23-9:6 Anak nabi sebagai tanda 8:1 Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Ambillah sebuah batu tulis besar dan tuliskanlah di atasnya dengan tulisan biasa: Maher-Syalal Hash-Bas." 8:2 Maka aku memanggil dua saksi yang dapat dipercaya, yaitu imam Uria dan Zakharia bin Yeberekhya. 8:3 Kemudian aku menghampiri isteriku; ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Namailah dia: Maher-Syalal Hash-Bas, 8:4 sebab sebelum anak itu tahu memanggil: Bapa! Ibu! maka kekayaan Damsyik dan jarahan Samaria akan diangkut di depan raja Asyur." Penyerbuan Asyur ke Yehuda 8:5 TUHAN melanjutkan lagi firman-Nya kepadaku: 8:6 "Oleh karena bangsa ini telah menolak air Syiloah yang mengalir lamban, dan telah tawar hati terhadap Rezin dan anak Remalya, 8:7 sebab itu, sesungguhnya, Tuhan akan membuat air sungai Efrat yang kuat dan besar, meluap-luap atas mereka, yaitu raja Asyur dengan segala kemuliaannya; air ini akan meluap melampaui segenap salurannya dan akan mengalir melampaui segenap tebingnya, 8:8 serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!" 8:9 Ketahuilah, hai bangsa-bangsa, dan terkejutlah, perhatikanlah, ya segala pelosok bumi, berikatpingganglah, dan terkejutlah; berikatpingganglah dan terkejutlah! 8:10 Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami! Yesaya terpaksa bersembunyi 8:11 Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku, ketika tangan-Nya menguasai aku, dan ketika Ia memperingatkan aku, supaya jangan mengikuti tingkah laku bangsa ini: 8:12 "Jangan sebut persepakatan segala apa yang disebut bangsa ini persepakatan, dan apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar melihatnya. 8:13 Tetapi TUHAN semesta alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus; kepada-Nyalah harus kamu takut dan terhadap Dialah harus kamu gentar. 8:14 Ia akan menjadi tempat kudus, tetapi juga menjadi batu sentuhan dan batu sandungan bagi kedua kaum Israel itu, serta menjadi jerat dan perangkap bagi penduduk Yerusalem. 8:15 Dan banyak di antara mereka akan tersandung, jatuh dan luka parah, tertangkap dan tertawan." 8:16 Aku harus menyimpan kesaksian ini dan memeteraikan pengajaran ini di antara murid-muridku. 8:17 Dan aku hendak menanti-nantikan TUHAN yang menyembunyikan wajah-Nya terhadap kaum keturunan Yakub; aku hendak mengharapkan Dia. 8:18 Sesungguhnya, aku dan anak-anak yang telah diberikan TUHAN kepadaku adalah tanda dan alamat di antara orang Israel dari TUHAN semesta alam yang diam di gunung Sion. 8:19 Dan apabila orang berkata kepada kamu: "Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik-bisik dan komat-kamit," maka jawablah: "Bukankah suatu bangsa patut meminta petunjuk kepada allahnya? Atau haruskah mereka meminta petunjuk kepada orang-orang mati bagi orang-orang hidup?" 8:20 "Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar. 8:21 Mereka akan lalu lalang di negeri itu, melarat dan lapar, dan apabila mereka lapar, mereka akan gusar dan akan mengutuk rajanya dan Allahnya; mereka akan menengadah ke langit, 8:22 dan akan melihat ke bumi, dan sesungguhnya, hanya kesesakan dan kegelapan, kesuraman yang mengimpit, dan mereka akan dibuang ke dalam kabut. Kelahiran Raja Damai 9:1 (#8-#23) Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. 9:2 (#9-#1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar. 9:3 (#9-#2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. 9:4 (#9-#3) Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian. 9:5 (#9-#4) Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. 9:6 (#9-#5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. 9:7 (#9-#6) Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. Penjelasan: * Penghakiman-penghakiman Dinyatakan (8:1-8) Dalam ayat-ayat ini kita mendapati sebuah nubuat tentang keberhasilan raja Asyur melawan Damaskus, Samaria, dan Yehuda, bahwa Damaskus dan Samaria akan diporak-porandakan olehnya, dan Yehuda akan dibuat sangat ketakutan. Di sini kita mendapati, I. Perintah-perintah yang diberikan kepada Nabi Yesaya untuk menuliskan nubuat ini, dan mengumumkannya supaya bisa dilihat dan dibaca semua orang, lalu meninggalkannya dalam tulisan, supaya apabila hal yang dinubuatkan terjadi, mereka tahu bahwa Allah telah mengutus dia. Sebab itulah salah satu tujuan dari nubuat (Yoh. 14:29). Ia harus mengambil sebuah batu tulis besar, yang akan memuat kelima pasal itu, yang ditulis dalam kata-kata yang cukup panjang. Di dalamnya ia harus menulis semua yang sudah dinubuatkannya mengenai penyerangan raja Asyur ke negeri Yehuda. Ia harus menuliskan di atasnya dengan tulisan biasa, dengan cara dan gaya tulisan biasa, supaya dapat dibaca dan dimengerti semua orang. Lihat Habakuk 2:2, tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh. Orang yang berbicara dan menuliskan perkara-perkara tentang Allah harus menghindari ketidakjelasan, dan berusaha berbicara dan menulis dengan cara yang dapat dipahami (1Kor. 14:19). Orang yang menulis untuk manusia harus menulis dengan pena manusia, dan tidak mendambakan pena atau lidah malaikat. Karena biasanya ada judul yang singkat, tetapi penting dan mencakup keseluruhan yang diberikan di depan kitab yang akan diterbitkan, sang Nabi diminta untuk menyebut bukunya dengan judul Maher-Syalal Hash-Bas. Bergegaslah mengambil barang-barang jarahan, cepat-cepatlah menghampiri mangsa, yang menyiratkan bahwa pasukan Asyur akan menghampiri mereka dengan sangat cepat dan mengambil jarahan secara besar-besaran. Dengan judul ini, inti dan arti dari kitab itu akan dipertanyakan oleh orang-orang yang mendengarnya, dan diingat oleh orang-orang yang sudah membacanya atau mendengarnya dibacakan. Kadang-kadang akan sangat membantu ingatan jika banyak hal diringkas dalam sedikit kata, yang berfungsi sebagai pegangan untuk dapat memegang lebih banyak lagi. II. Kepedulian yang diberikan sang nabi untuk membuat tulisan ini didukung bukti yang baik (ay. 2): Maka aku memanggil dua saksi yang dapat dipercaya. Ia menuliskan nubuat itu di hadapan dan di depan mata mereka, dan meminta mereka menuliskan nama mereka, supaya mereka siap, jika ada keharusan, untuk mengucapkan sumpah, bahwa sebelumnya sang nabi sudah begitu lama menubuatkan penyerangan bangsa Asyur ke negeri itu. Ia menyebutkan nama saksi-saksinya untuk lebih memastikan lagi, supaya mereka dapat ditanyai oleh siapa saja. Ada dua orang saksi di sini (sebab atas keterangan dua atau tiga orang saksi perkara itu tidak disangsikan). Saksi pertama adalah imam Uria. Ia disebutkan dalam cerita tentang Ahas, tetapi sama sekali bukan karena perbuatan-perbuatan baiknya, sebab ia berusaha menyenangkan Ahas dengan mendirikan mezbah berhala (2Raj. 16:10-11). Walaupun begitu, pada saat ini, tidak ada satu hal yang dituduhkan melawannya, karena ia seorang saksi yang setia. Lihatlah betapa para nabi sangat hati-hati dalam membuktikan ketulusan niat mereka kepada semua orang yang berkepentingan. Supaya kita dapat mengetahui dengan keyakinan penuh, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepada kita sungguh benar, dan bahwa kita tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia. III. Judul kitabnya dijadikan sebagai nama anaknya, supaya hal itu lebih diperhatikan dan diabadikan secara lebih berhasil (ay. 3). Istrinya (sebagai istri seorang nabi) disebut nabiah. Ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, seorang anak laki-laki lain, yang akan membawa sebuah khotbah di dalam namanya, seperti halnya anak laki-laki sebelumnya (7:3). Tetapi dengan perbedaan ini, bahwa anak sebelumnya menyampaikan belas kasihan, Syear Yasyub " umat yang tersisa akan kembali, tetapi, karena belas kasihan itu diremehkan, anak yang ini menyampaikan penghakiman, Maher-Syalal Hash-Bas " dalam mengambil jarahan, ia akan bergegas, atau ia telah bergegas untuk menghampiri mangsa. Nubuat ini dilipatgandakan, bahkan di dalam satu nama ini, sebab perkaranya sudah pasti. Aku siap sedia untuk melaksanakan firman-Ku (Yer. 1:12). Setiap kali anak itu disebut dengan namanya, atau bagian mana saja darinya, itu akan berlaku sebagai peringatan akan penghakiman-penghakiman yang sudah dekat. Perhatikanlah, baik bagi kita untuk sering-sering mengingatkan diri kita sendiri akan berbagai perubahan dan kesulitan yang rentan kita alami di dunia ini, dan yang mungkin sudah menunggu di ambang pintu. Ketika kita melihat anak-anak kita dengan senang hati, haruslah itu diimbangi dengan pemikiran ini, bahwa kita tidak tahu apa yang akan menunggu mereka nanti. IV. Nubuat itu sendiri, yang menjelaskan nama mistis ini. 1. Bahwa bangsa Aram dan Israel, yang sekarang bersekutu melawan Yehuda, dalam waktu yang sangat sebentar akan menjadi mangsa empuk bagi raja Asyur dan pasukannya yang berjaya (ay. 4): “Sebelum anak itu, yang sekarang baru lahir dan diberi nama, tahu memanggil: Bapa! Ibu!” (yang biasanya merupakan beberapa hal pertama yang diketahui anak-anak, dan beberapa kata pertama yang mereka ucapkan), maka “sekitar satu atau dua tahun lagi, kekayaan Damsyik dan jarahan Samaria, kota-kota yang sekarang begitu aman dan begitu tangguh bagi tetangga-tetangga mereka, akan diangkut di depan raja Asyur, yang akan menjarah baik kota maupun desa, dan mengirimkan hasil-hasil terbaik dari keduanya ke negerinya sendiri, untuk memperkaya negeri itu, dan sebagai piala-piala kemenangannya.” Perhatikanlah, siapa yang menjarah orang lain harus bersiap-siap dijarah juga (33:1). Sebab Tuhan itu adil, dan mereka yang mengganggu akan diganggu. 2. Bahwa karena ternyata ada banyak orang di Yehuda yang secara diam-diam mendukung kepentingan-kepentingan Aram dan Israel, dan tidak puas dengan keluarga Daud, maka Allah akan menghukum mereka juga melalui raja Asyur, yang akan menimbulkan keresahan besar bagi Yehuda, seperti yang sudah dinubuatkan (7:17). Amatilah, (1) Apa dosa dari pihak yang tidak puas di Yehuda (ay. 6): Bangsa ini, yang kepada mereka sang nabi berbicara di sini, telah menolak air Syiloah yang mengalir lamban, merendahkan negeri mereka sendiri dan pemerintahannya, dan suka menghinanya, karena ia tidak menjadi sosok yang begitu besar dan memperdengarkan suara yang lantang di dunia ini, seperti beberapa raja dan kerajaan lain. Mereka menolak penghiburan-penghiburan yang ditawarkan oleh nabi-nabi Allah kepada mereka dari firman Allah, yang berbicara kepada mereka seperti suara angin sepoi-sepoi basa. Mereka sama sekali tidak menganggapnya. Sebaliknya, mereka telah tawar hati terhadap Rezin dan anak Remalya (KJV: mereka bersuka terhadap Rezin dan anak Remalya), yang merupakan musuh-musuh bangsa mereka, dan yang sebenarnya sedang menyerangnya sekarang. Mereka menyoraki orang-orang itu sebagai orang-orang yang berani, menyanjung kebijakan dan kekuatan mereka, memuji-muji perilaku mereka, sangat senang dengan keberhasilan-keberhasilan mereka, dan mengharapkan yang terbaik bagi rancangan-rancangan mereka, serta bertekad untuk meninggalkan negeri sendiri dan beralih kepada mereka. Orang-orang busuk seperti ini dipelihara banyak negara dalam pelukannya, orang yang makan darinya, namun berpihak pada musuh-musuhnya, dan siap meninggalkan kepentingan-kepentingan negaranya jika itu tampak goyah. (2) Penghakiman yang akan dijatuhkan Allah atas mereka karena dosa ini. Raja Asyur yang sama yang akan memorak-porandakan Efraim dan Aram, akan menjadi cambuk dan kengerian bagi orang-orang yang berpihak pada mereka di Yehuda (ay. 7-8). Karena mereka menolak air Syiloah, dan tidak mau menyesuaikan diri dengan pemerintahan yang sudah ditegakkan Allah atas mereka, tetapi gelisah di bawahnya, maka Tuhan akan membuat air sungai Efrat yang kuat dan besar, meluap-luap atas mereka. Mereka meremehkan negeri Yehuda, karena tidak memiliki sungai yang dapat dibanggakan dan dibandingkan dengan Efrat. Sungai di Yerusalem itu sangat kecil. “Nah,” demikian firman Allah, “kalau kamu sedemikian mengagumi sungai Efrat, maka kamu akan dicukupkan dengannya. Raja Asyur, yang negerinya terletak di sungai itu, akan datang dengan kemuliaannya, dengan pasukannya yang besar, yang kamu serukan sebagai kemuliaannya, dan menghina rajamu sendiri karena ia tidak bisa membawa pasukan seperti itu ke medan pertempuran. Allah akan membawa pasukan itu kepadamu.” Jika kita membanggakan manusia, jika kita terlalu membanggakan mereka, karena kekayaan dan kuasa duniawi mereka, maka sudah sewajarnya Allah menjadikan mereka cambuk bagi kita. Hal ini dipakai sebagai alasan supaya kita tidak membesar-besarkan orang kaya, bahwa orang kaya itu menindas kita (Yak. 2:3, 6). Marilah kita menyenangi air Syiloah, yang mengalir lamban, sebab sungai yang mengalir cepat itu berbahaya. Diberikan ancaman bahwa pasukan Asyur akan menyerbu mereka seperti banjir, atau luapan air, yang menerjang semua di hadapannya, meluap melampaui segenap salurannya, dan menenggelamkan segenap tebing-tebingnya. Tidak akan ada gunaya melawan atau menentang mereka. Sanherib dan pasukannya akan melewati Yehuda, dan menghadapi perlawanan yang tidak berarti sehingga akan lebih terlihat seperti pawai melewati negeri itu daripada penyerangan terhadapnya. Ia naik hingga sampai ke leher, yakni ia akan maju sedemikan jauh sehingga mengepung Yerusalem, kepala kerajaan, dan tak ada yang lain selain kota itu yang tidak tersentuh tangannya, karena kota itu adalah kota suci. Perhatikanlah, dalam banjir permasalahan yang paling besar, Allah dapat dan akan membuat umat-Nya tetap mengapung, dan dengan demikian memelihara ketenangan dan kehidupan rohani mereka. Air yang menghampiri jiwa mereka bisa saja naik sampai ke leher (Mzm. 69:2), tetapi sampai di situlah gelombang-gelombangnya yang congkak akan dihentikan. Dan inilah isyarat lain yang menghibur, bahwa meskipun bentangan sayap bangsa Asyur, si burung pemangsa itu, sekalipun sayap kanan dan kiri pasukannya sampai menutupi seantero negeri Yehuda, namun itu tetaplah negeri Imanuel. Itu negerimu, ya Imanuel! Itu akan menjadi negeri Kristus, sebab di sanalah Ia akan dilahirkan, hidup, memberitakan firman, dan mengadakan mujizat-mujizat. Dia adalah Raja Sion, dan karena itu memiliki kepentingan dan kepedulian khusus terhadap negeri itu. Perhatikanlah, negeri yang diakui Imanuel sebagai milik-Nya, seperti semua negeri lain yang mengakui-Nya, meskipun bisa terkena banjir, tidak akan hancur. Karena, apabila musuh datang seperti air bah, Imanuel akan mengamankan kepunyaan-Nya sendiri, dan akan menegakkan penangkal melawannya (59:19, KJV).
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Senin, 11 Desember 2023 - Terang Menyinari Kegelapan - Yesaya 9:1 Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 9 Desember 2023 - Negeri Penuh Kebaikan - Mazmur 85:13-14 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,