|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Kamis, 30 November 2023 RHK GMIM Kamis, 30 November 2023, Berani Perjuangkan Keadilan - Ester 4:12-13 Ester menyampaikan perkara yang dihadapinya kepada Mordekhai Ester 4:12-13 4:12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai, 4:13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: "Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. Penjelasan: * Ester menyampaikan perkara yang dihadapinya kepada Mordekhai, bahwa ia tidak bisa, tanpa membahayakan nyawanya, berbicara kepada raja, dan bahwa karena itu Mordekhai memberinya beban yang besar dengan mendesaknya untuk melakukan hal itu. Dengan senang hati ia akan menanti, dengan senang hati ia akan merendahkan diri sampai membungkuk, untuk melakukan kebaikan bagi bangsa Yahudi. Akan tetapi, apabila ia harus mengambil risiko dengan dihukum mati sebagai seorang penjahat, pantaslah ia berkata, aku minta dimaafkan, dan mohon supaya ada orang lain yang dapat menjadi penengah. I. Hukumnya sudah jelas, dan semua orang tahu, bahwa siapa pun yang datang kepada raja tanpa dipanggil harus dihukum mati, kecuali raja berkenan mengulurkan tongkat emas kepada orang yang datang itu. Dan Ester sungguh ragu apakah ia akan mendapati raja dalam suasana hati yang sebaik itu (ay. 11). Hukum ini dibuat bukan atas dasar kebijaksanaan, yakni demi memperketat keamanan sang raja, melainkan terlebih dalam kesombongan, bahwa karena jarang terlihat dan sulit dijumpai, maka raja akan dipuja-puja layaknya dewa kecil. Sungguh hukum yang bodoh, karena 1. Hukum itu membuat para raja sendiri tidak bahagia, dengan mengungkung mereka dalam keterasingan karena takut mereka akan terlihat. Ini membuat istana kerajaan hanya sedikit lebih baik daripada penjara kerajaan, dan para raja sendiri tidak bisa tidak pasti menjadi mudah marah, dan mungkin murung, sehingga menjadi kengerian bagi orang lain dan beban bagi diri mereka sendiri. Banyak orang menjadikan hidup mereka sengsara oleh sebab kecongkakan dan sifat buruk mereka sendiri. 2. Hukum itu buruk bagi rakyat. Sebab apa baiknya mempunyai seorang raja yang tidak bisa ditemui dengan bebas untuk menyampaikan keluhan atau memohon banding dari para hakim yang lebih rendah? Tidak demikian adanya di dalam pelataran Raja segala raja. Tumpuan kaki takhta anugerah-Nya dapat kita hampiri kapan saja dengan penuh keberanian, dan kita bisa yakin akan jawaban damai bagi doa yang dipanjatkan dengan penuh iman. Kita disambut bukan hanya ke dalam pelataran bagian dalam, melainkan juga bahkan ke dalam tempat maha kudus, oleh darah Yesus. 3. Hukum itu secara khusus membuat para istri raja merasa sangat tidak nyaman (karena tidak ada ketentuan di dalam hukum tersebut yang mengecualikan mereka), yang adalah tulang dari tulang mereka, dan daging dari daging mereka. Akan tetapi, mungkin hukum tersebut memang dimaksudkan dengan jahat untuk melawan mereka seperti halnya melawan orang lain, supaya para raja bisa lebih leluasa menikmati selir-selir mereka, dan Ester tahu itu. Sungguh menyedihkan sebuah kerajaan apabila para rajanya merekayasa hukum-hukum mereka untuk melayani hawa nafsu mereka sendiri. II. Keadaan Ester pada saat ini sangatlah mengecilkan hati. Allah Sang Penyelenggara telah mengaturnya sedemikian rupa sehingga, tepat pada saat seperti ini, awan gelap tengah menaungi Ester, dan kasih sayang raja terhadapnya pun menjadi dingin. Sebab ia selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja, supaya iman dan keberaniannya dapat semakin diuji, dan supaya kebaikan Allah dapat bersinar lebih cemerlang, meskipun ia tidak begitu mendapat perkenanan raja sekarang ini. Ada kemungkinan bahwa Haman, dengan mempergunakan wanita serta anggur, berupaya mengalihkan raja agar tidak memikirkan apa yang telah diperbuatnya. Dan dengan demikian terabaikanlah Ester, sosok yang tak ayal lagi hendak dijauhkan Haman sebisa mungkin dari raja, karena ia tahu Ester menentangnya. Mordekhai masih tetap bersikeras dengan permohonannya bahwa, apa pun bahaya yang akan menimpa Ester, Ester harus tetap menghadap raja di dalam perkara genting ini (ay. 13-14). Tidak ada alasan apa pun yang bisa diterima, Ester harus tampil sebagai pembela dalam perkara ini. Mordekhai mengemukakan kepada Ester, (1) Bahwa itu adalah perkara Ester sendiri, karena titah untuk memunahkan semua orang Yahudi tidak mengecualikan dirinya: “Maka dari itu jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, istana akan menjadi perlindunganmu, dan mahkota akan menyelamatkan kepalamu. Tidak, engkau seorang perempuan Yahudi, dan apabila semua orang Yahudi lain dibunuh, engkau juga akan dibunuh.” Jelas lebih bijaksana bagi Ester untuk memperhadapkan dirinya pada sebuah kematian yang masih belum pasti dari suaminya, daripada kematian yang sudah pasti dari seterunya. Bahwa itu adalah sebuah perkara yang, bagaimanapun caranya, pasti akan terlaksana, dan oleh karenanya Ester dapat memberanikan diri untuk melakukannya dengan aman. “Bila engkau menolak melaksanakan tindakan ini, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain.” Ini merupakan bahasa yang mencerminkan iman yang teguh, yang tidak bimbang terhadap janji di tengah bahaya yang paling mencekam, tetapi berharap juga dan percaya, sekalipun tidak ada dasar untuk berharap. Alat bisa saja gagal, tetapi kovenan Allah tidak akan gagal. (2) Bahwa apabila Ester meninggalkan kawan-kawannya pada saat ini, karena kecut hati dan tidak percaya, maka ia perlu merasa takut bahwa suatu penghakiman dari sorga akan mendatangkan kehancuran bagi dirinya dan keluarganya: “Engkau dengan kaum keluargamu akan binasa, ketika semua kaum keluarga Yahudi lainnya diselamatkan.” Orang yang ingin menyelamatkan nyawanya dengan cara yang berdosa, dan yang di dalam hatinya tidak dapat mempercayakan nyawanya kepada Allah di jalan kewajiban, akan kehilangan nyawanya di jalan dosa. (3) Bahwa Penyelenggaraan Allah mempunyai maksud ini dengan mengangkat Ester menjadi ratu: “Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.” Maka dari itu, 1. “Engkau terikat oleh rasa syukur untuk melakukan pelayanan ini bagi Allah dan jemaat-Nya, karena jika tidak, engkau tidak menggenapi maksud pengangkatanmu.” 2. “Engkau tidak perlu takut gagal dalam upaya ini. Jika Allah telah merancangmu untuk melaksanakan tindakan ini, maka Ia akan menyokongmu dan memberimu keberhasilan.” Nah, I. Melalui kejadian ini, tampak bahwa Ester memang diangkat sebagai ratu dalam kerajaan itu supaya ia dapat menjadi alat kelepasan bagi bangsa Yahudi, sehingga pemikiran Mordekhai ini benar. Karena TUHAN mengasihi umat-Nya, maka Ia menjadikan Ester sebagai ratu. Di dalam segala penyelenggaraan Allah, terdapat nasihat dan rancangan yang bijaksana, yang tidak kita ketahui hingga rancangan itu terlaksana, tetapi pada akhirnya akan nyata bahwa semuanya itu dimaksudkan bagi, dan berpusat pada, kebaikan jemaat. II. Kemungkinan akan berhasil ini menjadi alasan yang kuat mengapa Ester harus bergerak sekarang, dan berbuat yang terbaik bagi bangsanya. Setiap orang dari kita harus memikirkan untuk tujuan apa Allah telah menaruh kita di tempat kita berada, dan harus membaktikan diri untuk memenuhi tujuan itu. Dan, ketika muncul kesempatan tertentu untuk melayani Allah dan angkatan kita, kita harus memastikan untuk tidak melewatkannya. Sebab kita dipercayakan dengan kesempatan itu agar kita dapat mempergunakannya dengan baik. Mordekhai mendesakkan semua hal ini kepada Ester. Dan sebagian dari para penulis Yahudi, yang pandai mengarang cerita, menambahkan hal lain pada apa yang dialami Mordekhai (ay. 7), yang ingin diceritakannya kepada Ester, “bahwa ketika dalam perjalanan pulang, pada malam sebelumnya, dengan hati yang berat setelah mengetahui rencana Haman, Mordekhai bertemu dengan tiga anak Yahudi yang datang dari sekolah. Kepada mereka ini Mordekhai bertanya apa yang telah mereka pelajari pada hari itu. Salah satu dari mereka berkata kepadanya bahwa apa yang dipelajarinya adalah Kitab 25-26, janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba. Anak kedua berkata kepadanya bahwa apa yang dipelajarinya adalah Kitab Yesaya 8:10, buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga. Anak ketiga berkata kepadanya bahwa apa yang dipelajarinya adalah Kitab Yesaya 46:4, Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus, bahkan Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. “Oh betapa baiknya Allah,” seru Mordekhai, “yang telah meletakkan dasar kekuatan dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu!”
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Jumat, 1 Desember 2023 - Pertolongan Dan Kelepasan Datang Dari Tuhan Allah - Ester 4:14 Sebelum: RHK GMIM Rabu, 29 November 2023 - Taat Kepada Undang-undang Yang Adil - Ester 4:10-11 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,