gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 788 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2023
Minggu, 19 Nopember 2023

Khotbah GMIM Minggu, 19 Nopember 2023 - HIKMAT TIDAK AKAN MEMBUAT ENGKAU JATUH - Amsal 24:13-22
Hikmat akan sangat menyenangkan | Hikmat akan sangat menguntungkan | IRI HATI berarti Tidak Berhikmat

Amsal 24:13-22
24:13 Anakku, makanlah madu, sebab itu baik; dan tetesan madu manis untuk langit-langit mulutmu. 24:14 Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang. 24:15 Jangan mengintai kediaman orang benar seperti orang fasik, jangan merusak rumahnya. 24:16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. 24:17 Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok, 24:18 supaya TUHAN tidak melihatnya dan menganggapnya jahat, lalu memalingkan murkanya dari pada orang itu. 24:19 Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik. 24:20 Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam. 24:21 Hai anakku, takutilah TUHAN dan raja; jangan melawan terhadap kedua-duanya. 24:22 Karena dengan tiba-tiba mereka menimbulkan bencana, dan siapa mengetahui kehancuran yang didatangkan mereka?

Penjelasan:
* Di sini kita digugah untuk mempelajari hikmat dengan mempertimbangkan kesenangan maupun keuntungannya.

1. Hikmat akan sangat menyenangkan. 
Kita makan madu sebab itu manis untuk langit-langit mulut kita, dan karena alasan itu kita menyebutnya baik, terutama apabila itu langsung menetes dari sarang madu. Kanaan dikatakan berlimpah-limpah susu dan madunya, dan madu adalah makanan yang lazim di negeri itu (Luk. 24:41-42), bahkan untuk anak-anak (Yes. 7:15). Seperti itu pulalah kita harus makan dari hikmat, dan menikmati didikan-didikan yang baik darinya. Orang-orang yang sudah mengecap madu tidak perlu bukti lebih jauh lagi bahwa madu itu manis. Mereka juga tidak dapat diyakinkan dengan alasan apa pun bahwa madu itu tidak demikian adanya. Begitu pula, mereka yang sudah mengalami kuasa kebenaran dan kesalehan akan dipuaskan secara berlimpah-limpah dengan kesenangan dari keduanya. Mereka telah mengecap manisnya kebenaran dan kesalehan, dan semua orang di dunia yang tidak percaya Tuhan tidak bisa, dengan kepandaian mereka berbicara dan olok-olok mereka yang cemar, mengubah perasaan-perasaan mereka.

2. Hikmat akan sangat menguntungkan. 
Madu mungkin terasa manis untuk langit-langit mulut, namun tidak menyehatkan seluruhnya lahir batin. Tetapi, hikmat menjanjikan imbalan di masa depan, di samping rasa manis untuk saat ini. “Engkau boleh makan madu, dan rasa enaknya di mulutmu mengundang engkau untuk mengecapnya. Tetapi, ada jauh lebih banyak alasan lagi bagi engkau untuk menikmati dan mencerna aturan-aturan hikmat, sebab jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan (kjv: akan ada upah -" pen.). Engkau akan mendapat upah untuk kesenanganmu, sementara hamba-hamba dosa membayar mahal untuk kesakitan-kesakitan mereka. Hikmat memang menggerakkanmu untuk bekerja, tetapi akan ada upah. Hikmat sungguh menaikkan harapan-harapan besar di dalam dirimu, tetapi sama seperti pekerjaanmu, demikian pula harapanmu tidak akan sia-sia. Harapanmu tidak akan hilang (23:18), bahkan, akan tercapai secara tak terhingga.”

* JANGAN IRI HATI, 24:15-20 (24:15-16)
Perkataan ini diucapkan bukan untuk memberi nasihat kepada orang-orang fasik (mereka tidak akan menerima didikan, 23:9), melainkan untuk menantang mereka, demi membesarkan hati orang-orang baik yang terancam oleh mereka.

Lihatlah di sini:
1. Rancangan-rancangan orang fasik melawan orang benar, 
dan keberhasilan yang mereka janjikan sendiri dalam rancangan-rancangan itu. Persekongkolan itu dipersiapkan secara matang: mereka mengintai kediaman orang benar, berpikir untuk menuduhkan suatu pelanggaran terhadap rumah orang benar itu, atau menyusun suatu rencana untuk melawannya. Mereka menunggu di depan pintu, untuk menangkap dia apabila keluar, seperti yang diperbuat orang-orang yang mengawasi rumah Daud (Mzm. 59:1). Harapan mereka melambung tinggi. Mereka tidak ragu-ragu untuk merusak rumahnya karena ia lemah dan tidak dapat menopang rumahnya, dan karena ia terjepit dan susah, dan hampir putus asa. Semua ini merupakan buah dari perseteruan lama antara keturunan si ular melawan keturunan si perempuan.Orang yang haus akan darah membenci orang saleh.

2. Kebodohan dan kegagalan rancangan-rancangan ini.
(1) Orang benar, yang kehancurannya diharapkan, pulih sendiri. 
Ia jatuh tujuh kali ke dalam permasalahan, tetapi, dengan berkat Allah atas hikmat dan kelurusan hatinya, ia bangun kembali, melihat menembus permasalahan-permasalahannya, melihat berkali-kali dengan lebih baik atas semua permasalahan itu. Orang benar jatuh, mungkin kadang-kadang jatuh tujuh kali, ke dalam dosa, dosa kelemahan, melalui godaan yang mengejutkan. Tetapi ia bangun kembali dengan bertobat, beroleh belas kasihan dari Allah, dan mendapatkan kembali kedamaiannya.

(2) Orang fasik, yang diharapkan melihat kehancurannya dan membantu mempercepatnya, akan binasa. Ia roboh dalam bencana. Dosa-dosa dan masalah-masalahnya adalah kehancuran totalnya.


* Di sini:
1. Kita dilarang merasa senang apabila musuh kita ditimpa permasalahan-permasalahan. 
Jika ada orang yang membalas kita dengan kejahatan, atau jika kita mempunyai niat jahat terhadap mereka karena mereka berdiri menghalangi terang atau jalan kita, maka apabila ada kemalangan apa saja yang menimpa mereka (seandainya mereka jatuh), atau bahaya apa saja (seandainya mereka tersandung), hati kita yang bobrok terlalu cepat merasakan suatu kenikmatan dan kepuasan tersembunyi ketika melihatnya: syukur, rasakan kamu. 
Mereka telah sesat. Padang gurun telah mengurung mereka. Atau, seperti yang dikatakan Tirus mengenai Yerusalem (Yeh. 26:2), “Aku menjadi penuh, tetapi ia menjadi reruntuhan.” “Orang mengharapkan kehancuran musuh-musuh atau saingan-saingan mereka demi membalas dendam atau membuat perhitungan, tetapi janganlah engkau bersikap tidak manusiawi seperti itu. Jangan bersukacita kalau musuh besarmu jatuh.” Bisa saja ada sukacita yang kudus dalam melihat kehancuran musuh-musuh Allah, sebab itu membawa kemuliaan bagi Allah dan kesejahteraan bagi jemaat (Mzm. 58:11). Tetapi, dalam kehancuran musuh-musuh kita, sebagai musuh-musuh kita sendiri, kita sama sekali tidak boleh bersukacita. Sebaliknya, kita bahkan harus menangis bersama mereka (seperti Daud, Mzm. 35:13-14), dan itu kita lakukan dalam ketulusan, dan tidak boleh membiarkan dengan diam-diam hati kita bergembira sedikit pun atas malapetaka yang menimpa mereka.

2. Amarah Allah yang bangkit karena kesenangan itu dipakai sebagai alasan untuk memberikan larangan ini: TUHAN akan melihatnya, meskipun itu tersembunyi hanya di dalam hati, dan itu akan membuat-Nya murka. Ia marah seperti seorang ayah yang bijaksana melihat anak yang satu senang ketika anak yang lain ditegur, sementara seharusnya ia gemetar dan mengambil pelajaran, karena ia tidak tahu seberapa cepat hal itu akan menimpa dirinya sendiri, sebab sudah sering kali ia melakukan sesuatu yang pantas ditegur. Salomo menambahkan sebuah alasan lagi ad hominem, ditujukan kepada orang yang bersangkutan: “Tidak ada kerugian apa-apa yang dapat engkau tambahkan kepada musuhmu dengan sukacitamu saat itu jatuh. Karena itu, untuk menentangmu dan membuatmu kesal, Allah akan memalingkan murka-Nya dari pada orang itu. Sebab, sama seperti amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah, demikian pula kebenaran Allah tidak pernah dimaksudkan untuk memuaskan amarah manusia, dan menghibur nafsu-nafsunya yang bodoh. Daripada terkesan berbuat demikian, Ia akan menangguhkan pelaksanaan murka-Nya: bahkan, di sini tersirat bahwa apabila Ia memalingkan murka-Nya dari pada orang itu, Ia akan mengarahkannya kepadamu, dan cawan kegentaran akan diserahkan ke dalam tanganmu.”

* Di sini:
1. Salomo mengulangi peringatan untuk tidak iri hati terhadap segala kesenangan dan keberhasilan orang fasik dalam jalan-jalan mereka yang fasik. 
Perkataan ini dikutip dari Daud ayahnya (Mzm. 37:1). Dalam perkara apa pun kita tidak boleh marah, atau membuat diri kita sendiri tidak tenang, apa pun yang diperbuat Allah dalam pemeliharaan-Nya. Betapapun tidak selarasnya pemeliharaan-Nya itu dengan perasaan-perasaan, kepentingan-kepentingan dan harapan-harapan kita, kita harus menerimanya. Bahkan apa yang menyedihkan kita janganlah membuat kita marah. Juga, jangan kita memandang siapa saja dengan mata yang jahat, sebab Allah itu baik. Adakah kita lebih bijak atau adil daripada Dia? Jika orang fasik makmur, kita tidak boleh berkeinginan untuk melakukan apa yang mereka lakukan.

2. Jangan iri hati pada kemakmuran mereka, sebab,
(1) Tidak ada kebahagiaan sejati di dalamnya: tidak ada masa depan bagi penjahat. 
Kemakmurannya hanya berguna bagi kelangsungan hidupnya sekarang. Hanya itu saja kebaikan-kebaikan yang bisa diharapkannya. Selain dari itu, tidak ada kebaikan apa pun yang akan diberikan kepadanya di alam pembalasan. Ia sudah mendapat upahnya (Mat. 6:2). Ia tidak akan mendapat apa pun nanti. Kita tidak perlu iri hati terhadap orang-orang yang mendapat bagian mereka dalam kehidupan ini, dan yang harus meninggalkannya sesudah mereka mati (Mzm. 17:14).

(2) Kemakmuran mereka tidak akan berlangsung terus-menerus. Pelita mereka bersinar terang, tetapi sebentar lagi akan padam, dan segala penghiburan mereka akan berakhir (Ayb. 21:14; Mzm. 37:1-2).

* Perhatikanlah:
1. Agama dan kesetiaan harus berjalan berdampingan. 
Sebagai manusia, sudah menjadi kewajiban kita untuk menghormati Pencipta kita, untuk menyembah dan memuja-Nya, dan untuk selalu takut akan Dia. Sebagai anggota masyarakat, yang bersatu padu demi keuntungan bersama, sudah menjadi kewajiban kita untuk setia dan patuh kepada pemerintah yang telah ditetapkan Allah atas kita (Rm. 13:1-2). Orang yang benar-benar beragama akan berlaku setia, sesuai dengan tuntutan hati nurani terhadap Allah. Orang saleh di negeri akan menjadi orang yang rukun di negeri . Karena itu, barangsiapa tidak sepenuhnya setia, atau hanya setia sebatas itu demi kepentingannya saja, maka dia tidaklah saleh adanya. Bagaimana orang bisa setia kepada rajanya bila ia berdusta kepada Allahnya? Dan, jika kedua-duanya bersaing, perkaranya sudah diputuskan, kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia .

2. Berlaku macam-macam terhadap kedua-duanya haruslah ditakuti. 
Salomo tidak berkata, jangan berurusan dengan orang-orang yang berubah, sebab mungkin saja ada alasan untuk berubah menjadi lebih baik, tetapi jangan berurusan dengan orang-orang yang suka berubah-ubah (kjv), yang ingin berubah demi perubahan itu sendiri, karena kesal dan tidak puas dengan apa yang ada dan gemar akan hal baru, atau karena ingin memancing di air keruh: jangan berurusan dengan orang yang suka berubah-ubah entah dalam hal agama atau pemerintahan sipil. Janganlah turut dalam permupakatan mereka. Jangan bergabung dengan mereka dalam komplotan-komplotan mereka, atau masuk ke dalam rahasia pelanggaran mereka.

3. Mereka yang jiwanya gelisah, suka melawan, dan bergejolak 
biasanya menghasilkan kejahatan dari kepala mereka sendiri sebelum mereka menyadarinya: dengan tiba-tiba mereka menimbulkan bencana. Walaupun mereka terus melanjutkan rancangan-rancangan mereka dengan penuh kerahasiaan, mereka akan ketahuan, dan akan pantas mendapat hukuman, pada saat mereka tidak menyadarinya. Siapa mengetahui waktu dan cara kehancuran yang akan didatangkan baik oleh Allah maupun seorang raja terhadap orang-orang yang mencemooh mereka, baik terhadap mereka maupun orang-orang yang berurusan dengan mereka?





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Senin 20 November 2023 - Hikmat Membawa Engkau Ke Masa Depan - Amsal 24:14

Sebelum:
RHK GMIM Sabtu, 18 November 2023 - Takjub Dan Memuliakan Allah - Markus 2:12




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,