|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Minggu, 12 November 2023 Khotbah GMIM Minggu, 12 November 2023 - Orang Percaya Duta Kesembuhan Holistik - Markus 2:1-12 Orang lumpuh disembuhkan Markus 2:1-12 Orang lumpuh disembuhkan 2:1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. 2:2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 2:3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 2:4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. 2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" 2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: 2:7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 2:8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? 2:9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? 2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: 2:11 "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 2:12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat." Penjelesan: * Orang Lumpuh Disembuhkan (2:1-12) Kristus, yang telah berkeliling memberitakan firman beberapa waktu di negeri itu, kembali ke basis pelayanan-Nya di Kapernaum. Ia tampil di situ dengan harapan kali ini perbincangan-perbincangan mengenai-Nya dan kerumunan orang banyak sudah agak mereda. Sekarang perhatikanlah: I. Jerih payah orang untuk menemui-Nya. Meskipun Ia berada di rumah, mungkin itu rumah Petrus atau tempat penginapan-Nya, orang datang berduyun-duyun kepada-Nya begitu tersiar kabar bahwa Ia ada di kota itu. Mereka tidak menunggu sampai Ia muncul di rumah ibadat, tempat yang mereka yakini akan didatangi-Nya pada hari Sabat, tetapi langsung berkerumun mendatangi-Nya. Di mana ada raja, di situ ada istana. Di mana ada Silo, di situ berkumpul segala bangsa. Untuk mencari peluang berharga bagi jiwa kita, kita harus menjaga agar tidak kehilangan waktu. Yang satu mengajak yang lain (Ayo, mari kita pergi melihat Yesus), sampai rumah-Nya tidak mampu menampung para tamu-Nya. Tidak ada lagi tempat untuk menerima mereka, jumlah mereka begitu banyak, bahkan di muka pintu pun tidak. Betapa indahnya melihat orang datang berbondong-bondong melayang seperti awan ke rumah Kristus, meskipun tempat itu sederhana, seperti burung merpati beterbangan ke pintu kandangnya! II. Pelayanan yang baik yang diberikan Kristus kepada mereka, yang terbaik yang bisa diberikan rumah-Nya, dan yang lebih baik daripada yang mampu diberikan siapa pun, Ia memberitakan firman kepada mereka (ay. 2). Banyak dari antara mereka mungkin datang hanya untuk mencari kesembuhan, dan hanya terdorong oleh rasa ingin tahu belaka, untuk bisa melihat Dia. Namun, setelah mereka berkumpul, Ia memberitakan Injil kepada mereka. Meskipun pintu rumah ibadat terbuka bagi-Nya pada waktu-waktu yang sudah diatur, Ia sama sekali tidak merasa bersalah untuk memberitakan firman di sebuah rumah pada hari biasa, meskipun ada yang menganggap tempat dan waktunya tidaklah sesuai. Berbahagialah kamu yang boleh menabur di segala tempat di mana terdapat air (Yes. 32:20). III. Seorang lumpuh dibawa kepada-Nya untuk ditolong. Orang sakit itu seorang yang lumpuh, dan tampaknya tidak sangat menderita (Mat. 8:6), tetapi sama sekali tak berdaya sehingga terpaksa digotong oleh empat orang, di atas tilam, seakan dia terbaring di tandu. Bahwa dia harus digotong seperti itu merupakan kesusahan baginya. Hal ini menunjukkan keadaan manusia yang sangat tertekan. Berkat kemurahan hati keempat orang itulah dia bisa dibawa seperti itu, dan hal ini memperlihatkan bahwa belas kasihan yang benar seperti itu diharapkan ada dalam diri anak-anak manusia terhadap sesamanya yang sedang menderita, sebab kita tidak tahu kapan hal itu akan menimpa diri kita. Teman-teman atau tetangga yang baik hati ini berpikir, sekali saja mereka bisa membawa orang malang ini kepada Kristus, mereka tidak akan perlu menggotongnya lagi. Oleh sebab itu mereka rela bersusah payah membawa orang ini kepada-Nya. Ketika mereka ternyata tidak bisa masuk menemui-Nya, mereka pun membuka atap yang di atas-Nya (ay. 4). Saya merasa tidak perlu menyimpulkan bahwa Kristus sedang berbicara di ruang atas, meskipun dalam ruangan seperti inilah orang Yahudi yang memiliki rumah mewah menyelenggarakan ceramah-ceramah. Sebab untuk apa kerumunan orang berdiri di muka pintu, seperti yang biasa dilakukan mereka yang mencari orang bijak? (Ams. 8:34). Saya justru cenderung menduga bahwa rumah di mana Ia berada begitu sempit dan sederhana (sesuai dengan keadaan Kristus pada saat itu), hingga tidak mempunyai ruang atas, tetapi hanya lantai dasar yang mempunyai atap yang bisa dibuka. Para pemohon bagi orang lumpuh yang malang itu bertekad tidak mau dikecewakan ketika tidak bisa menembus kerumunan orang di pintu, dan mereka pun membawa teman mereka ini melalui cara lain, yaitu melalui atap rumah. Mereka membuka beberapa genting, lalu menurunkan teman mereka yang masih berbaring di atas tilam itu dengan tali ke dalam rumah tempat Kristus sedang mengajar. Hal ini memperlihatkan baik iman maupun tekad mereka untuk menjumpai Kristus. Di sini tampaklah bahwa mereka bersungguh-sungguh dan tidak mau pergi, juga tidak mau membiarkan Kristus pergi tanpa memberkati mereka (Kej. 32:26). IV. Kata-kata ramah yang diucapkan Kristus kepada orang sakit yang malang ini. Yesus melihat iman mereka; boleh jadi iman si sakit tidak seberapa, sebab penyakitnya itu menghalanginya melatih iman, tetapi iman mereka yang telah membawanya ke situ yang dilihat-Nya. Saat menyembuhkan hamba seorang perwira, Kristus melihat peristiwa itu sebagai iman dari perwira itu karena walaupun tidak membawa hambanya kepada Kristus namun ia tetap percaya bahwa Kristus mampu menyembuhkan hambanya itu dari jauh. Dalam kejadian orang lumpuh ini, Ia memuji iman mereka, sebab mereka berani membawa teman mereka walaupun harus melalui kesulitan yang begitu besar. Perhatikanlah, iman sejati dan iman yang kuat bisa bekerja dengan berbagai cara, adakalanya iman harus mematahkan perlawanan akal sehat, dan kadang-kadang juga perasaan kita. Namun, dengan cara apa pun, iman ini akan tetap diterima dan diakui oleh Yesus Kristus. Kristus berkata, "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni." Sebutan yang digunakan-Nya sangatlah lembut -- anak-Ku, yang mengisyaratkan kepedulian dan perhatian-Nya seperti seorang bapak terhadap orang itu. Kristus mengakui orang-orang percaya sejati sebagai anak-anak-Nya. Ia mengakui orang itu sebagai seorang anak-Nya, apalagi saat itu orang tersebut sedang mengalami kelumpuhan. Dalam hal ini Allah memperlakukan kamu seperti anak. Sikap-Nya sangat ramah; dosamu sudah diampuni. Perhatikanlah: . Dosa adalah penyebab terjadinya semua kepedihan dan penyakit kita. Perkataan Kristus dimaksudkan untuk mengalihkan semua perhatian orang itu dari penyakitnya, yang merupakan akibat dosa, agar dia lebih memperhatikan dosa itu sendiri, yang merupakan penyebab munculnya penyakit itu, supaya dia mendapat pengampunan. . Setelah itu Allah menyingkirkan sengat dan bahaya dari penyakit itu saat Ia mengampuni dosa. Dengan demikian, kesembuhan dari penyakit itu benar-benar merupakan rahmat, ketika hal itu terjadi melalui pengampunan dosa (Yes. 38:17; Mzm. 103:3). . Cara menyingkirkan akibat adalah dengan mengangkat penyebabnya. Pengampunan dosa menghapuskan akar semua penyakit, dan menyembuhkan atau mengubah sifatnya. V. Keberatan ahli-ahli Taurat terhadap perkataan Kristus, dan tanggapan Kristus yang menunjukkan tidak masuk akalnya keberatan mereka itu. Para ahli Taurat itu adalah orang-orang yang bertugas menjelaskan hukum Taurat, dan ajaran mereka itu memang benar -- bahwa siapa pun yang mengatakan bahwa dirinya berhak memberikan pengampunan dosa telah menghujat Allah, dan bahwa ini adalah hak istimewa yang hanya dimiliki Allah (Yes. 43:25). Namun, seperti yang umum terjadi dengan guru-guru agama semacam itu, penerapan hukum mereka salah, dan ini terjadi akibat ketidakpedulian dan kebencian mereka terhadap Kristus. Memang benar, tidak seorang pun dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri. Namun, sungguh keliru jika karena itu Kristus tidak dapat melakukannya, padahal Dia telah begitu sering membuktikan diri memiliki kuasa ilahi. Kristus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian. Hal ini membuktikan bahwa Dia memang Allah, dan oleh sebab itu Ia menegaskan apa yang dibuktikan, yaitu bahwa Ia memiliki hak dan kuasa atau otoritas untuk mengampuni dosa; sebab Ia menguji batin dan hati orang, dan tahu apa yang ada di dalam hati manusia (Why. 2:23). Kedaulatan Allah tidak dapat dipisah-pisahkan, dan Dia yang dapat mengetahui pikiran manusia, dapat mengampuni dosa. Hal ini menambah kekayaan anugerah Kristus dalam mengampuni dosa, bahwa Ia mengetahui pikiran manusia, dan oleh sebab itu mengetahui lebih banyak daripada siapa pun, baik tentang sifat-sifat dosa seseorang maupun hal-hal terkecil tentang dosa itu, dan walaupun demikian, Ia selalu siap mengampuni. Sekarang Ia membuktikan kuasa-Nya untuk mengampuni dosa, dengan memperagakan kuasa-Nya untuk menyembuhkan orang lumpuh ini (ay. 9-11). Ia tidak akan berpura-pura melakukan yang satu bila tidak sanggup melakukan yang lain; supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia, yaitu Mesias, berkuasa mengampuni dosa, bahwa Aku memiliki kuasa itu, kepadamu yang sakit lumpuh, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu. Perhatikan: . Tindakan penyembuhan ini sendiri sudah memberikan bukti yang kuat mengapa Kristus berhak mengampuni dosa, karena Ia tidak akan dapat menyembuhkan penyakit itu, yang merupakan akibat dosa, seandainya Ia sendiri tidak sanggup menghapus dosa yang merupakan penyebabnya. Lagi pula, tindakan-Nya menyembuhkan berbagai penyakit merupakan gambaran pengampunan dosa, sebab dosa adalah penyakit yang diderita jiwa. Bila telah diampuni, jiwa pun akan sembuh. Dia yang dapat menunjukkan tanda itu melalui perkataan-Nya tidak diragukan lagi pasti mampu melakukan apa yang ditandakan-Nya itu. . Tindakan menyembuhkan penyakit ini cocok untuk para ahli Taurat. Biasanya para ahli Taurat yang sangat duniawi ini pasti akan lebih terkesan bila melihat akibat yang timbul dari pengampunan dosa, yaitu seperti kesembuhan atas penyakit seperti yang terjadi ini. Mereka lebih cepat diyakinkan melalui cara itu daripada cara-cara lain yang lebih rohani sifatnya. Oleh sebab itu, pantaslah untuk bertanya kepada mereka, apakah lebih mudah untuk berkata, Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan, Bangun, dan berjalanlah? Peniadaan hukuman seperti itu merupakan penghapusan dosa. Dia yang dapat melakukan hal yang begitu luar biasa dalam menyembuhkan, sudah pasti mampu menyempurnakannya juga (Yes. 33:24). VI. Penyembuhan orang yang sakit itu, dan kesan yang ditimbulkan atas orang banyak (ay. 12). Dia bukan saja bangun dari tempat tidurnya dalam keadaan sehat walafiat, tetapi untuk menunjukkan bahwa kekuatannya telah pulih sempurna, ia segera mengangkat tilamnya, sebab menghalangi jalan, dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu. Mereka semua takjub, lalu memuliakan Allah, seperti yang seharusnya demikian, sambil berkata, "yang begini belum pernah kita lihat, mujizat seperti ini tidak pernah terjadi sebelum zaman ini." Perhatikanlah, karya Kristus belum pernah ada yang melakukannya. Ketika kita melihat apa yang dilakukan-Nya dalam menyembuhkan jiwa-jiwa, kita harus mengakui bahwa "yang begini belum pernah kita lihat."
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Selasa, 14 November 2023 - Pemulihan Terjadi Karena Iman - Markus 2:5 Sebelum: *RHK GMIM Sabtu, 11 November 2023 - Kematian Yesus Kristus Sebagai Pembenaran - Galatia 2:21 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,