|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Minggu, 10 September 2023 Khotbah GMIM Minggu, 10 September 2023 - ALLAH MEREKA-REKAKAN KEBAIKAN - Kejadian 50:15-21 Yusuf menghiburkan hati saudara-saudaranya Kejadian 50:15-21 Yusuf menghiburkan hati saudara-saudaranya 50:15 Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya." 50:16 Sebab itu mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf: "Sebelum ayahmu mati, ia telah berpesan: 50:17 Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu." Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya. 50:18 Juga saudara-saudaranya datang sendiri dan sujud di depannya serta berkata: "Kami datang untuk menjadi budakmu." 50:19 Tetapi Yusuf berkata kepada mereka: "Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? 50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. 50:21 Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga." Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. Penjelasan: * Yusuf Menghibur Saudara-saudaranya (Kejadian 50:15-21) Di sini kita membaca bagaimana hubungan yang baik antara Yusuf dan saudara-saudaranya diatur setelah kematian ayah mereka. Yusuf tinggal di istana, di ibu kota kerajaan, sedangkan saudara-saudaranya tinggal di Gosyen, di kawasan pedesaan terpencil. Namun mereka tetap memelihara saling pengertian yang baik di antara mereka dan saling mengasihi satu sama lain, yang merupakan kehormatan bagi Yusuf dan kepentingan bagi saudara-saudaranya itu. Perhatikanlah, ketika Allah Sang Pemelihara mengambil orang tua melalui kematian, maka harus diambil cara terbaik guna mencegah perbantahan di antara anak-anak (yang sering terjadi adalah soal pembagian warisan), serta untuk menjaga hubungan saling kenal dan saling mengasihi supaya mereka tetap bersatu meskipun pusat pengikat persatuan itu telah pergi. I. Dengan penuh kerendahan hati saudara-saudara Yusuf mengajukan permohonan kepada dia untuk mendapatkan kemurahannya. 1. Mereka mulai merasa curiga terhadap Yusuf. Bukan karena ia telah melakukan sesuatu terhadap mereka, melainkan karena rasa bersalah yang menghantui hati nurani mereka. Juga karena ketidakmampuan mereka untuk mengampuni dan melupakan masa lalu, sehingga mereka curiga akan ketulusan dan ketetapan hati Yusuf untuk terus mengasihi mereka (ay. 15): Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita. Sementara ayah mereka masih hidup, mereka merasa aman di bawah bayang-bayang ayah mereka. Tetapi sekarang, ketika ayah mereka telah tiada, mereka mengkhawatirkan hal terburuk yang akan dilakukan Yusuf. Perhatikanlah, hati nurani yang merasa bersalah membuat orang terus merasa ketakutan, meskipun tidak ada yang perlu ditakutkan, dan membuat mereka mencurigai setiap orang, seperti halnya Kain (4:14). Siapa yang bebas dari rasa takut harus berusaha menjaga hidup mereka tanpa kesalahan. Jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah dan sesama kita. 2. Mereka merendahkan diri di hadapannya, mengakui kesalahan-kesalahan mereka, dan memohon ampun kepadanya. Mereka melakukan hal itu melalui seorang pengantara (ay. 17), dan juga dengan berhadapan muka (ay. 18). Nah, setelah matahari dan bulan tenggelam, sebelas bintang sujud menyembah kepada Yusuf, untuk mewujudkan mimpinya. Mereka berbicara tentang semua kejahatan yang telah mereka perbuat kepadanya di masa lalu dengan sebuah penyesalan baru: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu. Mereka sujud di depan Yusuf dan menyerahkan diri mereka kepada belas kasihannya: Kami adalah budak-budakmu. Dengan demikian kita harus meratapi dosa-dosa yang telah kita lakukan di waktu lampau, walaupun dosa-dosa itu kita harapkan telah diampuni melalui anugerah Allah. Dan ketika kita berdoa memohon pengampunan Allah, kita juga harus berjanji menjadi hamba-hamba-Nya. 3. Mereka memberikan alasan tentang hubungan mereka dengan Yakub dan Allah Yakub. (1) Hubungan dengan Yakub. Mereka menekankan bahwa Yakub telah berpesan supaya mereka melakukan penyerahan ini. Yakub melakukan ini karena ia mempertanyakan apakah mereka akan melaksanakan kewajiban mereka untuk merendahkan hati mereka, dan bukan karena ia mempertanyakan apakah Yusuf mau melaksanakan kewajibannya untuk mengampuni mereka. Masuk akal bahwa Yakub tidak mengharapkan agar Yusuf berbaik hati kepada mereka kecuali mereka sendiri melayakkan diri untuk menerima kebaikannya (ay. 16): Ayahmu telah berpesan. Dengan demikian, ketika kita merendahkan hati kita kepada Kristus melalui iman dan pertobatan, kita dapat memberi alasan bahwa yang kita lakukan ini adalah pesan atau perintah dari Bapa-Nya, dan Bapa kita juga. (2) Hubungan dengan Allah Yakub. Mereka memberikan alasan (ay. 17), Kami adalah hamba-hamba Allah ayahmu. Bukan saja anak dari Yakub, melainkan juga penyembah-penyembah Yehova. Perhatikanlah, walaupun kita harus selalu siap mengampuni semua orang yang telah menyakiti kita, secara khusus kita harus berhati-hati untuk tidak menaruh dendam kepada hamba-hamba Allah dari ayah kita. Dengan demikian, kita harus selalu memperlakukan mereka dengan baik hati, sebab kita dan mereka memiliki Tuhan yang sama. II. Dengan penuh belas kasihan Yusuf menegaskan perdamaian dan kasihnya kepada mereka. (ay. 17). Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya. Air matanya yang tercurah adalah air mata kepedihan karena kecurigaan mereka kepadanya, dan juga air mata rasa haru atas penyerahan diri mereka. Dalam jawabannya, 1. Yusuf meminta mereka memandang kepada Allah untuk pertobatan mereka (ay. 19): Aku inikah pengganti Allah? Dalam kerendahan hatinya yang besar, ia menganggap mereka menunjukkan rasa hormat yang berlebihan, seolah-olah semua kebahagiaan mereka tergantung pada kebaikannya. Jadi ia merasa perlu berkata kepada mereka, seperti Petrus berkata kepada Kornelius, “Bangunlah, aku hanya manusia saja. Damaikan dirimu dengan Allah terlebih dahulu, maka kamu akan melihat betapa mudahnya berdamai dengan diriku.” Perhatikanlah, ketika kita memohon pengampunan dari orang-orang yang telah kita sakiti, kita harus berhati-hati supaya tidak menempatkan mereka sebagai Allah dengan cara merasa lebih takut terhadap murka mereka dan memohon kebaikan hati mereka lebih dari pada Allah. “Aku inikah pengganti Allah, yang hanya di dalam tangan-Nya ada hak pembalasan itu? Tidak, aku akan menyerahkan kamu ke dalam belas kasihan-Nya.” Orang-orang yang melakukan pembalasan sendiri sebenarnya telah merampas kedudukan dan hak Allah (Rm. 12:19). 2. Yusuf memperingan kesalahan mereka, karena ia melihat kebaikan besar yang dikerjakan Allah dengan begitu indah dari peristiwa itu. Walaupun kenyataan itu tidak akan mengurangi rasa sesal mereka atas dosa mereka, hal itu akan membuat dirinya lebih rela mengampuni mereka (ay. 20). Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku (untuk menggagalkan mimpi-mimpinya), tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, supaya Allah dapat mewujudkan mimpi-mimpinya, dan menjadikan Yusuf sebagai berkat besar bagi keluarganya, lebih daripada jika dia tetap dalam keadaannya yang semula. Perhatikanlah, ketika Allah menggunakan tindakan orang untuk mewujudkan rencana-Nya, biasanya Ia memaksudkan sesuatu bagi sesuatu yang lain, bahkan dengan cara yang bertentangan, dan sekalipun demikian, rencana Allah akan tinggal tetap (lih. Yes. 10:7). Sekali lagi, Allah sering membuat kebaikan dari sesuatu yang jahat. Ia mewujudkan rancangan-rancangan tindakan pemeliharaan-Nya melalui dosa-dosa manusia. Bukan karena Allah adalah perancang dosa. Sekali-kali janganlah kita berpikir demikian. Sebaliknya, kebijaksanaan-Nya yang tidak terhingga itu begitu melampaui semua kejadian yang ada di dunia ini dan mengarahkan semua rangkaian peristiwa sehingga pada akhirnya kejadian itu membawa pujian bagi Dia, sekalipun pada awalnya akan membawa penghinaan bagi Dia. Lihat misalnya Kristus yang dihukum mati (Kis. 2:23). Hal ini tidak membuat tingkat keberdosaan dari dosa menjadi berkurang, atau orang-orang berdosa berkurang hukumannya. Sebaliknya, semuanya itu akan menunjukkan betapa mulianya hikmat Allah itu. 3. Yusuf meyakinkan mereka bahwa ia akan terus berbuat baik kepada mereka: Jangan takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga (ay. 21). Lihatlah betapa unggulnya roh Yusuf, dan kita dapat belajar darinya untuk membalas kejahatan dengan kebaikan. Ia tidak mengatakan bahwa mereka sudah berperilaku baik dan ia akan berbuat baik kepada mereka jika mereka juga akan berbuat baik. Tidak, ia tidak ingin membuat mereka menjadi gelisah atau membuat dirinya tampak menaruh rasa curiga terhadap mereka, walaupun mereka telah mencurigai dirinya. Ia menghiburkan mereka, dan untuk menghentikan semua ketakutan mereka, ia menenangkan hati mereka dengan perkataannya. Perhatikanlah, semangat yang hancur harus ditopang dan diberi semangat. Orang-orang yang kita kasihi dan ampuni tidak boleh hanya kita perlakukan dengan baik, tetapi juga kita tenangkan dengan perkataan kita.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Senin, 11 September 2023 - Pesan Perdamaian - Kejadian 50:16-17a Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 9 September 2023 - Mengasihi Saudara Wujud Mengasihi Allah - 1 Yohanes 4:19-20 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,