gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 484 kali
Download MP3 Music
Yeremia 10:8-9
10:8 Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka. -- 10:9 Perak kepingan dibawa dari Tarsis, dan emas dari Ufas; berhala itu buatan tukang dan buatan tangan pandai emas. Pakaiannya dari kain ungu tua dan kain ungu muda, semuanya buatan orang-orang ahli. --

Penjelasan:
* Berbagai alasan yang baik diberikan untuk menegaskan perintah ini.

Cara bangsa kafir itu sangat konyol dan tidak masuk akal, dan sama sekali tidak dapat dibenarkan bahkan oleh pemikiran akal budi yang benar (ay. 3). Semua peraturan dan ketetapan bangsa kafir itu sendiri sudah merupakan kesia-siaan. Peraturan dan ketetapan mereka tidak tahan uji jika dikaji dengan akal budi. Hal ini berulang kali ditekankan di sini, sebagaimana juga dilakukan oleh Yesaya. Orang-orang Kasdim menghargai diri mereka dengan hikmat mereka, dan dengannya mereka menganggap diri lebih unggul dari semua negeri tetangga mereka. Tetapi Nabi Yeremia di sini menunjukkan bahwa mereka, dan semua orang lain yang menyembah berhala dan mengharapkan pertolongan dan kelegaan darinya, adalah bodoh dan dungu, dan tidak berakal sehat.

Coba pikirkan apa sebenarnya berhala yang disembah itu.
Berhala itu asalnya adalah pohon kayu yang ditebang orang dari hutan. Kayu itu lalu diukur oleh tangan tukang kayu, disesuaikan, digergaji, dan dibentuk. Lihat Yesaya 44:12, dst. Akan tetapi, bagaimanapun juga, ia hanyalah batang pohon, yang lebih pantas dipakai untuk membuat tiang pintu daripada untuk hal lain. Tetapi, untuk menyembunyikan kayu itu, mereka memperindahnya dengan emas dan perak, mereka menyepuh atau mempernisnya, atau menghiasinya dengan renda-renda emas dan perak, atau kain tipis. Mereka memperkuatnya pada tempatnya, yang sudah mereka tentukan sendiri, dengan paku dan palu, supaya ia tidak jatuh, atau dijatuhkan, atau dicuri (ay. 4). Patung itu dibuat tegak lurus, dan tidak dapat disangkal bahwa tukang kayu mengerjakan bagiannya, sebab patung itu tegak sama seperti orang-orangan di kebun mentimun (ay. 5).

Ia tampak megah, dan berdiri seolah-olah hendak berbicara kepadamu, tetapi ia tidak dapat berbicara. Ia adalah makhluk yang malang dan bisu. Tidak pula ia dapat maju satu langkah pun untuk menyelamatkanmu. Jika ada keperluan baginya untuk berpindah tempat, ia harus dibawa dalam arak-arakan, sebab ia tidak dapat melangkah. Jadi sangat cocok nasihat ini dimasukkan ke dalam bagian ini, “Janganlah takut kepadanya, seperti kepada tanda-tanda di langit. Janganlah takut membuatnya marah, karena berhala itu tidak dapat berbuat jahat. Janganlah takut kehilangan perkenanannya, sebab berbuat baik pun ia tidak dapat. Dan jika kamu pikir dapat memperbaiki masalah ini dengan memperbaiki bahan-bahan untuk membuat berhala itu, kamu menipu dirimu sendiri.

Berhala-berhala yang terbuat dari emas dan perak pun sama-sama tidak layak untuk disembah seperti dewa-dewa yang terbuat dari kayu. Petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka (ay. 8). Ia mengajarkan kebohongan, mengajarkan kebohongan tentang Allah. Ia mengajarkan kesia-siaan, ia kayu belaka.” Besar kemungkinan bahwa berhala-berhala dari emas dan perak itu bahan dasarnya kayu, lalu perak kepingan dibawa dari Tarsis, diimpor dari seberang laut, dan emas dibawa dari Ufas, atau Fas, yang kadang-kadang diartikan emas tua atau murni (Mzm. 21:4). Banyak keahlian digunakan, dan jerih payah dikerahkan, untuk membuatnya.

Bukan tukang-tukang biasa yang dipekerjakan untuk membuat dewa-dewa dari emas dan perak ini, seperti yang dipekerjakan untuk membuat dewa-dewa dari kayu (ay. 3). Mereka ini adalah orang-orang ahli. Berhala itu buatan tukang ahli. Pengukir harus melakukan bagiannya apabila berhala itu sudah melewati tangan pandai emas. Dewa-dewa dari kayu hanya dihiasi di sana sini dengan emas dan perak, tetapi dewa-dewa ini terbuat dari emas dan perak seluruhnya. Dan, supaya dewa-dewa ini dihormati sebagai raja, pakaiannya dari kain ungu tua dan kain ungu muda, warna jubah kerajaan (ay. 9), yang menghibur para penyembah yang bodoh, tetapi tidak membuatnya lebih baik.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Sabtu, 2 September 2023 - Allah Yang Benar, Hidup dan Raja Kekal - Yeremia 10:10

Sebelum:
RHK GMIM Kamis 31 Agustus 2023 - Takutlah Akan Tuhan - Yeremia 10:7




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,