gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 639 kali
Download MP3 Music
Khotbah MTPJ GMIM 2023
Rabu 30 Agustus 2023

RHK GMIM Rabu 30 Agustus 2023 - Tidak Ada Yang Sama Seperti Engkau, Ya Tuhan - Yeremia 10:6
Obor GMIM Rabu 30 Agustus 2023 - TUHAN atau berhala? - Yeremia 10:8-10

Yeremia 10:6
10:6 Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN! Engkau besar dan nama-Mu besar oleh keperkasaan.


Penjelasan:
* Allah Israel adalah satu-satunya Allah yang hidup dan benar, dan mereka yang memiliki-Nya sebagai Allah mereka tidak perlu bersusah payah mencari-cari yang lain. Bahkan, menegakkan siapa saja sebagai tandingan-Nya adalah penghinaan dan kejahatan terbesar terhadap-Nya. Hendaklah kaum Israel melekat kepada Allah Israel dan melayani serta menyembah Dia saja, sebab,

Tidak ada yang seperti Dia. Apa pun itu yang ditegakkan manusia sebagai tandingan-Nya, tidak ada yang dapat dibandingkan dengan Dia. Sang nabi beralih dari pembicaraan yang sangat merendahkan berhala-berhala bangsa kafir (yang memang boleh dilakukannya) dan kemudian berbicara tentang Allah Israel (ay. 6-7) dengan rasa hormat yang sungguh dalam dan penuh kekaguman: “Tidak ada yang sama seperti Engkau, ya TUHAN! Tidak ada satu pun dari semua pahlawan yang telah didewa-dewakan dan diagung-agungkan sedemikian rupa oleh bangsa kafir.” Orang-orang mati di antara mereka, mereka buatkan patung-patungnya, dan mereka sembah. “Sebagian didewakan dan dipuja karena hikmat mereka. Tetapi, di antara semua orang bijaksana dari bangsa-bangsa, para filsuf atau pemuka negeri terhebat, seperti Apollo atau Hermes, tidak ada yang sama seperti Engkau. Sebagian yang lain didewakan dan dipuja karena kekuasaan mereka. Tetapi, dalam semua kebesaran rajawi mereka” (demikian ayat itu dapat dibaca), “di antara semua raja mereka, seperti Saturnus dan Yupiter, tidak ada yang sama seperti Engkau.” Apalah arti kemuliaan seorang manusia yang menemukan keahlian yang berguna atau mendirikan kerajaan yang berkembang (dan ini adalah alasan-alasan yang sudah cukup bagi bangsa kafir untuk membuat seseorang berhak didewakan) dibandingkan dengan kemuliaan Dia yang adalah Pencipta dunia dan yang menciptakan roh dalam diri manusia? Apalah arti kemuliaan seorang raja atau penguasa terhebat, dibandingkan dengan kemuliaan Dia yang kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu? Sang nabi mengakui (ay. 6), ya TUHAN! Engkau besar, tak terbatas dan agung, dan nama-Mu besar oleh keperkasaan. Engkau memiliki segala kuasa, dan dikenal memilikinya. Nama manusia sering kali melampaui kekuatan mereka. Mereka dipandang lebih hebat daripada yang sebenarnya. Tetapi nama Allah itu besar, dan tidak lebih besar daripada diri-Nya yang sebenarnya. Dan karena itu siapakah yang tidak takut kepada-Mu, ya Raja bangsa-bangsa? Siapa yang tidak mau memilih menyembah Allah yang seperti ini, yang dapat melakukan segala sesuatu, daripada berhala-berhala mati yang disembah bangsa kafir, yang tidak dapat berbuat apa-apa? Siapa yang tidak takut membuat marah atau meninggalkan Allah yang nama-Nya begitu besar oleh keperkasaan? Siapa dari antara semua bangsa, kalau mereka memahami kepentingan mereka dengan benar, yang tidak takut kepada Dia yang adalah Raja bangsa-bangsa? Perhatikanlah, ada kepatutan dan keselarasan yang mengagumkan dalam menyembah Allah saja. Sudah pantas bahwa Dia yang adalah satu-satunya Allah harus menjadi satu-satunya yang dilayani, bahwa Dia yang adalah Tuhan atas semuanya harus dilayani oleh semuanya, bahwa Dia yang besar harus sangat ditakuti dan dipuji tinggi.


Obor GMIM Rabu 30 Agustus 2023 - TUHAN atau berhala? - Yeremia 10:8-10 

Yeremia 10:8-10 

10:8 Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka. -- 10:9 Perak kepingan dibawa dari Tarsis, dan emas dari Ufas; berhala itu buatan tukang dan buatan tangan pandai emas. Pakaiannya dari kain ungu tua dan kain ungu muda, semuanya buatan orang-orang ahli. -- 10:10 Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya.

Penjelasan:
* Ia tampak megah, dan berdiri seolah-olah hendak berbicara kepadamu, tetapi ia tidak dapat berbicara. Ia adalah makhluk yang malang dan bisu. Tidak pula ia dapat maju satu langkah pun untuk menyelamatkanmu. Jika ada keperluan baginya untuk berpindah tempat, ia harus dibawa dalam arak-arakan, sebab ia tidak dapat melangkah. Jadi sangat cocok nasihat ini dimasukkan ke dalam bagian ini, “Janganlah takut kepadanya, seperti kepada tanda-tanda di langit. Janganlah takut membuatnya marah, karena berhala itu tidak dapat berbuat jahat. Janganlah takut kehilangan perkenanannya, sebab berbuat baik pun ia tidak dapat. Dan jika kamu pikir dapat memperbaiki masalah ini dengan memperbaiki bahan-bahan untuk membuat berhala itu, kamu menipu dirimu sendiri. Berhala-berhala yang terbuat dari emas dan perak pun sama-sama tidak layak untuk disembah seperti dewa-dewa yang terbuat dari kayu. Petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka (ay. 8). 

Mereka ini adalah orang-orang ahli. Berhala itu buatan tukang ahli. Pengukir harus melakukan bagiannya apabila berhala itu sudah melewati tangan pandai emas. Dewa-dewa dari kayu hanya dihiasi di sana sini dengan emas dan perak, tetapi dewa-dewa ini terbuat dari emas dan perak seluruhnya. Dan, supaya dewa-dewa ini dihormati sebagai raja, pakaiannya dari kain ungu tua dan kain ungu muda, warna jubah kerajaan (ay. 9).

Coba cari tahu apa manfaat mereka, maka kamu akan mendapati bahwa mereka adalah kesia-siaan. Mereka tidak berguna sama sekali. Tidak ada pertolongan yang dapat diharapkan dari mereka, atau sesuatu yang dapat kita andalkan dalam diri mereka. Mereka adalah laba yang sia-sia, buah khayalan, atau hanya cemoohan. Demikian sebagian orang membaca anak kalimat berikutnya. Mereka memperdaya orang-orang yang menaruh pengharapan kepada mereka, memperbodoh mereka, atau lebih tepatnya, orang-orang itu memperbodoh diri mereka sendiri. Cari tahulah apa kegunaan berhala-berhala itu, maka kamu akan mendapati bahwa mereka adalah pekerjaan yang menjadi buah ejekan, yang didasarkan pada kesalahan-kesalahan paling menjijikkan yang dilakukan oleh manusia yang mengaku berakal budi. Mereka adalah makhluk-makhluk ciptaan khayalan yang tertipu. Dan kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat dengan berhala-berhala itu, mereka sebar-luaskan kepada para penyembah mereka.

Simpulkanlah dari sini siapa sesungguhnya para penyembah berhala yang menyembah berhala-berhala ini. (ay. 8): Mereka semuanya bodoh dan dungu. Orang-orang yang membuat segala berhala menjadi seperti mereka, tidak berakal dan bodoh, dan tidak ada roh dalam diri mereka, yakni tidak ada akal yang digunakan, sebab kalau tidak, mereka tidak akan pernah membungkuk di depan berhala-berhala itu.

Setiap manusia yang membuat atau menyembah berhala telah menjadi bodoh, tidak berpengetahuan, yaitu bodoh karena tidak berpengetahuan, atau bodoh dalam hal yang justru seharusnya dia ketahui sepenuhnya. Bandingkan 10, apa yang mereka ketahui dengan nalurinya, apa yang tidak bisa tidak mereka ketahui dengan terang alam, seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka. Meskipun dalam karya ciptaan mereka tidak bisa tidak melihat kuasa kekal dan keilahian Sang Pencipta, namun pikiran mereka menjadi sia-sia, mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah. Lihat Roma 1:21, 28. Bahkan, mereka menganggap bahwa memperbanyak dewa-dewa seperti itu adalah suatu tindakan yang berhikmat, padahal itu justru menjadi kebodohan terbesar yang karenanya mereka bersalah. Dunia tidak mengenal Allah oleh hikmatnya (1Kor. 1:21; Rm. 1:22). Setiap pandai emas menjadi malu sendiri karena patung buatannya. Sekali ia sudah membuatnya karena kesalahan, ia semakin diteguhkan dalam kesalahannya itu. Ia menjadi terkagum-kagum, terpesona, dan tidak dapat melepaskan diri dari jerat itu. Atau hal itu adalah apa yang di suatu hari akan membuatnya malu.

Perhatikanlah, ada kepatutan dan keselarasan yang mengagumkan dalam menyembah Allah saja. Sudah pantas bahwa Dia yang adalah satu-satunya Allah harus menjadi satu-satunya yang dilayani, bahwa Dia yang adalah Tuhan atas semuanya harus dilayani oleh semuanya, bahwa Dia yang besar harus sangat ditakuti dan dipuji tinggi.

Kebenaran-Nya sudah jelas sejelas kesia-siaan berhala (ay. 10). 
Berhala-berhala adalah buatan tangan manusia, dan karena itu tidak ada yang lebih jelas daripada hal ini, bahwa menyembah mereka merupakan sebuah lelucon, jika kita dapat menyebut lelucon, yang sungguh merupakan penghinaan besar terhadap Dia yang menjadikan kita: Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Allah kebenaran. Dia adalah Allah dalam kebenaran. Allah Yehova adalah kebenaran. Dia bukan allah palsu dan bukan yang hanya mengaku-ngaku sebagai Allah, seperti berhala-berhala itu, tetapi yang sungguh-sungguh demikian adanya seperti yang diperlihatkan-Nya tentang diri-Nya. Dia adalah satu-satunya Pribadi yang dapat kita andalkan, di dalam Dia dan oleh-Nya kita tidak dapat tertipu.
[1] Pandanglah Dia sebagaimana diri-Nya yang sesungguhnya, dan Dia adalah Allah yang hidup. Dia adalah hidup itu sendiri, Dia memiliki hidup dalam diri-Nya, dan merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk. Dewa-dewa bangsa kafir adalah benda mati, tidak berharga dan tidak berguna, tetapi Allah kita adalah Allah yang hidup, dan tidak dapat mati.
[2] Pandanglah Dia dalam hubungannya dengan segala ciptaan-Nya, dan Dia adalah Raja, Penguasa mutlak, atas mereka semua, Pemilik dan Penguasa mereka, mempunyai hak yang tak dapat diganggu gugat baik untuk memerintah mereka maupun membuang mereka. Sebagai Raja, Ia melindungi makhluk-makhluk ciptaan, memberikan persediaan untuk kesejahteraan mereka, dan menjaga damai di antara mereka. Dia adalah Raja yang kekal. Hikmat kerajaan-Nya berasal dari kekekalan dan kelanjutannya akan sampai pada kekekalan. Dia adalah Raja kekekalan. Berhala-berhala yang mereka sebut sebagai raja mereka baru ada kemarin sore, dan akan segera dilenyapkan. Dan raja-raja di bumi, yang menegakkan diri untuk disembah, mereka sendiri akan segera terbaring di dalam debu. Tetapi TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun!





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Kamis 31 Agustus 2023 - Takutlah Akan Tuhan - Yeremia 10:7

Sebelum:
RHK GMIM Selasa 29 Agustus 2023 - Berhala Adalah Benda Mati - Yeremia 10:3b-5




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,