|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Minggu, 20 Agustus 2023 Khotbah GMIM Minggu, 20 Agustus 2023 - KENAKANLAH SELURUH PERLENGKAPAN SENJATA ALLAH - Efesus 6:10-20 Efesus 6:10-20 Perlengkapan rohani 6:10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 6:19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 6:20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara. Penjelasan: * Peperangan Rohani (6:10-18) Inilah nasihat umum untuk tetap teguh dalam perjalanan kristiani kita, dan untuk memberi semangat dalam peperangan kristiani kita. Bukankah kehidupan kita merupakan suatu peperangan? Memang demikian, karena kita bergumul dengan malapetaka-malapetaka yang banyak terjadi dalam hidup manusia. Bukankah agama kita merupakan suatu peperangan yang biasa-biasa saja? Memang demikian, karena kita bergumul dengan lawan-lawan yang memiliki kuasa gelap, dan dengan banyak musuh yang hendak menjauhkan kita dari Allah dan sorga. Kita memiliki musuh-musuh yang harus kita perangi, seorang pemimpin yang untuk-Nya kita berperang, panji yang di bawahnya kita berperang, dan aturan-aturan perang khusus yang harus kita gunakan untuk mengatur diri kita sendiri. “Akhirnya (ay. 10), abdikanlah dirimu untuk mengerjakan pekerjaan dan kewajibanmu sebagai prajurit-prajurit Kristen.“ Nah, seorang prajurit diharuskan berhati kuat dan dipersenjatai dengan baik. Jika orang-orang Kristen menjadi prajurit Yesus Kristus, I. Mereka harus mengerti bahwa mereka harus berhati kuat. Hal ini ditentukan di sini: Hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, dan seterusnya. Orang-orang yang harus berjuang dalam banyak sekali pertempuran, dan yang, dalam perjalanan mereka ke sorga, harus menerobos setiap penghalang, dengan kekuatan pedang, memerlukan banyak keberanian. Oleh karena itu hendaklah kamu kuat, kuat dalam melayani, kuat dalam menanggung penderitaan, kuat dalam bertempur. Sekalipun seorang prajurit dipersenjatai dengan sangat baik secara jasmani, tetapi jika di dalam batinnya dia tidak memiliki hati yang baik, maka perlengkapan senjatanya hanya akan sedikit bermanfaat baginya. Perhatikanlah, kekuatan rohani dan keberanian sangat perlu untuk peperangan rohani kita. Kuatlah di dalam Tuhan, dalam perkara-Nya dan untuk kepentingan-Nya, atau lebih tepatnya dalam kekuatan-Nya. Kita tidak memiliki cukup kekuatan dari diri kita sendiri. Keberanian alamiah kita benar-benar pengecut, dan kekuatan alamiah kita benar-benar lemah, namun seluruh kecukupan kita berasal dari Allah. Dalam kekuatan-Nya kita harus maju dan terus maju. Dengan tindakan-tindakan iman, kita harus menimba anugerah dan pertolongan dari sorga untuk memampukan kita melakukan hal yang kita sendiri tidak dapat melakukannya, dalam pekerjaan dan peperangan kristiani kita. Kita harus bangkit untuk menolak godaan dengan bergantung kepada kecukupan Allah yang sempurna dan kekuatan-Nya yang mahakuasa. II. Mereka harus dipersenjatai dengan baik: “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah (ay. 11), pergunakanlah seluruh perlengkapan pertahanan dan persenjataan yang layak untuk memukul mundur godaan dan tipu muslihat Iblis. Dapatkan dan terapkan seluruh anugerah kristiani, seluruh perlengkapan senjata, sehingga tidak ada bagian yang telanjang dan terbuka bagi musuh.“ Perhatikanlah, orang-orang yang ingin dapat memiliki anugerah sejati harus bertujuan mendapatkan semua anugerah, seluruh perlengkapan senjata. Ini disebut perlengkapan senjata Allah, karena Dia-lah yang mempersiapkan dan melimpahkannya. Kita tidak memiliki perlengkapan senjata sendiri yang akan menjadi senjata ampuh dalam masa pencobaan. Tidak ada yang akan membuat kita berdiri teguh selain perlengkapan senjata Allah. Perlengkapan senjata ini dipersiapkan untuk kita, namun kita harus mengenakannya. Artinya, kita harus berdoa meminta anugerah, kita harus menggunakan anugerah yang diberikan kepada kita, dan mengeluarkannya dalam bentuk tindakan dan pelaksanaan pada saat diperlukan. Alasan yang diberikan mengapa orang Kristen harus seluruhnya dipersenjatai adalah supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. Supaya kita dapat menahan, dan menanggulangi, meskipun Iblis menyerang dengan segala usaha, baik dengan kekuatan maupun tipu daya, segala kebohongan yang dia sajikan kepada kita, semua perangkap yang dia pasang untuk kita, dan seluruh akal bulusnya terhadap kita. Rasul Paulus menguraikan hal ini dengan panjang lebar di sini, dan menunjukkan, 1. Apa bahaya yang kita hadapi, dan apa gunanya kita harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata, mengingat musuh seperti apa yang harus kita hadapi, yaitu Iblis dan seluruh kuasa kegelapan. Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, dan seterusnya (ay. 12). Pertempuran yang untuknya kita harus mempersiapkan diri bukanlah melawan musuh dalam bentuk manusia biasa, bukan sekadar melawan manusia yang terdiri dari darah dan daging, atau melawan sifat cemar kita sendiri saja, melainkan melawan beberapa tingkatan roh-roh jahat, yang memiliki sebuah pemerintahan yang mereka jalankan di dunia ini. (1) Kita harus berhadapan dengan musuh yang licik, musuh yang menggunakan tipu daya dan muslihat, seperti pada ayat 11. Dia memiliki seribu cara untuk memperdayai jiwa yang goyah. Karena itu dia disebut seekor ular karena kelicikannya, seekor ular tua, berpengalaman dalam keahlian dan keterampilan menggoda. (2) Dia adalah musuh yang kuat: Pemerintah-pemerintah, dan penguasa-penguasa, dan penghulu-penghulu. Mereka banyak, mereka kuat, dan berkuasa dalam bangsa-bangsa kafir yang masih dalam kegelapan. Bagian-bagian dunia yang gelap adalah tempat kerajaan Iblis. Ya, mereka merampas kekuasaan penguasa-penguasa atas seluruh manusia yang masih dalam keadaan berdosa dan tidak mengerti. Kerajaan Iblis adalah kerajaan kegelapan, sedangkan kerajaan Kristus adalah kerajaan terang. (3) Mereka adalah musuh-musuh rohani. Kejahatan rohani di tempat-tempat tinggi (KJV), atau roh-roh jahat, seperti terjemahan sebagian orang (termasuk terjemahan LAI). Iblis adalah roh, roh yang jahat, dan bahaya yang kita hadapi lebih besar dari musuh-musuh kita karena mereka tidak terlihat, dan menyerang kita sebelum kita sadar tentang mereka. Setan-setan adalah roh-roh jahat, dan mereka terutama menggganggu orang-orang kudus dengan, dan menghasut mereka supaya melakukan, kejahatan-kejahatan rohani, kesombongan, kedengkian, kebencian, dan sebagainya. Musuh-musuh ini dikatakan ada di udara (KJV: di tempat-tempat tinggi), atau di angkasa, demikianlah kata yang dipakai, menduduki langit (seperti yang dikatakan orang) seluruhnya, atau menyebar di udara antara bumi dan bintang-bintang, udara sebagai tempat asal setan-setan menyerang kita. Atau artinya bisa juga, “Perjuangan kita mengenai tempat-tempat sorgawi atau hal-hal sorgawi,“ demikianlah tafsiran kuno. Musuh-musuh kita berjuang untuk mencegah kenaikan kita ke sorga, untuk menjauhkan kita dari berkat-berkat sorgawi dan untuk menghalangi persekutuan kita dengan sorga. Mereka menyerang kita dalam hal-hal yang merupakan milik jiwa kita, dan berusaha merusak gambaran sorgawi di dalam hati kita. Oleh karena itu kita harus berjaga-jaga terhadap mereka. Kita memerlukan iman dalam peperangan kristiani kita, karena kita memiliki musuh-musuh rohani yang harus dihadapi, dan iman dalam pekerjaan kristiani kita, karena kita memiliki kekuatan rohani yang harus diperoleh. Jadi, itulah bahaya yang kamu hadapi. 2. Kewajiban kita adalah mengambil dan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, dan lalu berdiri teguh, dan melawan musuh-musuh kita. (1) Kita harus mengadakan perlawanan (ay. 13). Kita tidak boleh menyerah kepada daya pikat dan serangan Iblis, melainkan melawannya. Iblis dikatakan bangkit melawan kita (1Taw. 21:1). Jika dia bangkit melawan kita, kita harus bangkit melawan dia. Tetapkan hati, dan jalan terus, untuk melawan Iblis. Iblis adalah si jahat, dan kerajaannya adalah kerajaan dosa. Bangkit melawan Iblis berarti berjuang melawan dosa. Supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu, pada hari pencobaan, atau penderitaan menyakitkan apa pun. (2) Kita harus berdiri teguh. Dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Kita harus bertekad, dengan anugerah Allah, tidak akan menyerah kepada Iblis. Lawanlah dia, maka dia akan lari. Jika kita tidak mempercayai perkara kita, atau pemimpin kita, atau perlengkapan senjata kita, maka kita memberi dia keuntungan. Urusan kita saat ini adalah melawan serangan Iblis, dan bertahan terhadap serangan itu. Dan kemudian, setelah menyelesaikan segala sesuatu yang wajib dilakukan oleh prajurit-prajurit Yesus Kristus yang baik, peperangan kita akan selesai, dan kita akhirnya akan menang. (3) Kita harus berdiri dengan dipersenjatai, dan hal inilah yang paling banyak dibahas di sini. Inilah orang Kristen dengan perlengkapan senjata yang lengkap, dan perlengkapan senjatanya bersifat ilahi: Perlengkapan senjata Allah, perlengkapan senjata terang (Rm. 13:12). Senjata-senjata keadilan (2Kor. 6:7). Rasul Paulus memerincikan perlengkapan senjata ini, baik untuk menyerang maupun bertahan. Ikat pinggang atau sabuk militer, baju zirah (KJV: penutup dada), penutup kaki (atau sepatu prajurit), perisai, ketopong, dan pedang. Tampak bahwa, di antara semua itu, tidak ada yang untuk punggung. Jika kita membelakangi musuh, kita tidak terlindung. [1] Kebenaran atau ketulusan adalah ikat pinggang kita (ay. 14). Dinubuatkan tentang Kristus (Yes. 11:5) bahwa Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. Apa yang menjadi ikat pinggang Kristus harus menjadi ikat pinggang semua orang Kristen juga. Allah menginginkan kebenaran, yaitu, ketulusan, di dalam batin. Ini adalah kekuatan di pinggang kita, yang mengikat semua perlengkapan senjata lainnya, dan oleh karena itu disebutkan pertama. Saya tidak tahu bahwa ada agama tanpa ketulusan. Sebagian orang memahaminya sebagai ajaran kebenaran-kebenaran Injil. Kebenaran-kebenaran itu harus melekat kepada kita seperti ikat pinggang melekat pada pinggang (Yer. 13:11). Ini akan mengendalikan diri kita dari kebebasan tanpa agama dan tanpa moral, seperti ikat pinggang mengendalikan dan menahan tubuh. Ini adalah ikat pinggang prajurit Kristen. Tanpa mengenakan ikat pinggang ini, dia tidak mendapatkan berkat. [2] Keadilan harus menjadi baju zirah kita. Baju zirah mengamankan organ-organ tubuh yang penting, melindungi jantung atau hati. Keadilan Kristus yang dilekatkan kepada kita merupakan baju zirah kita terhadap panah-panah murka ilahi. Keadilan Kristus yang tertanam di dalam diri kita adalah baju zirah kita untuk membentengi hati terhadap serangan-serangan yang dilancarkan Iblis terhadap kita. Rasul Paulus menjelaskan hal ini dalam 1 Tesalonika 5:8, Berbajuzirahkan iman dan kasih. Iman dan kasih merangkum seluruh anugerah kristiani, karena dengan iman kita dipersatukan dengan Kristus dan dengan kasih dipersatukan dengan saudara-saudara kita. Hal-hal ini akan menunjukkan ketaatan yang tekun dalam melakukan kewajiban kita kepada Allah, dan berperilaku yang baik terhadap manusia, dalam segala tugas keadilan, kebenaran, dan kebaikan kepada sesama. [3] Ketetapan hati harus menjadi seperti penutup bagi kaki kita. Kakimu berkasutkan kerelaan (KJV: kesiapan) untuk memberitakan Injil damai sejahtera (ay. 15). Sepatu, atau penutup kaki dari tembaga, atau yang seperti itu, dahulu merupakan bagian dari perlengkapan senjata militer (1Sam. 17:6). Penggunaannya adalah untuk melindungi kaki dari perangkap, dan kayu-kayu tajam, yang biasa diletakkan tersembunyi di jalan, untuk menghalangi barisan musuh, karena orang-orang yang jatuh di atasnya tidak dapat berbaris. Kerelaan (KJV: kesiapan) untuk memberitakan Injil damai sejahtera menyiratkan keadaan hati yang siap dan memiliki tekad, untuk setia kepada Injil dan tunduk kepadanya. Ini akan memampukan kita untuk berjalan dengan langkah yang tetap dalam jalan agama, biarpun ada kesulitan-kesulitan dan bahaya-bahaya di dalamnya. Disebut Injil damai sejahtera karena membawa segala macam perdamaian, perdamaian dengan Allah, dengan diri kita sendiri, dan dengan satu sama lain. Ini juga bisa berarti menyiapkan jalan bagi penyambutan Injil, yaitu pertobatan. Inilah yang harus menjadi kasut bagi kaki kita, karena dengan hidup dalam pertobatan kita dipersenjatai terhadap godaan untuk berbuat dosa, dan rancangan-rancangan musuh besar kita. Dr. Whitby berpikir ini mungkin adalah pengertian kata-kata tersebut: “Supaya kamu siap bertempur, kenakanlah kasut Injil damai sejahtera, berusaha keras memiliki pikiran yang suka damai dan tenang seperti yang diminta dalam Injil. Janganlah mudah dihasut, atau mudah bertengkar, melainkan tunjukkanlah segala kelembutan dan segala kesabaran kepada semua orang. Dan ini pasti akan melindungi kamu dari banyak godaan dan penganiayaan hebat, seperti sepatu tembaga yang melindungi prajurit-prajurit dari perangkap-perangkap itu,“ dan sebagainya. [4] Iman harus menjadi perisai kita. Dalam segala keadaan (KJV: di atas segalanya), atau yang paling utama, pergunakanlah perisai iman (ay. 16). Ini lebih perlu daripada yang mana pun di antara hal-hal tersebut. Iman adalah segala-galanya bagi kita dalam masa pencobaan. Baju zirah melindungi organ-organ penting, namun dengan perisai kita berputar ke segala arah. Inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Kita harus sepenuhnya yakin pada kebenaran seluruh janji dan ancaman Allah, karena iman yang demikianlah yang sangat berguna melawan godaan. Pertimbangkanlah iman sebagai dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat, dan iman akan tampak memiliki manfaat yang mengagumkan untuk tujuan ini. Iman, seperti halnya menerima Kristus dan manfaat-manfaat penebusan, juga memperoleh anugerah dari-Nya, dan iman adalah seperti sebuah perisai, sejenis pertahanan yang berlaku untuk apa saja. Musuh kita Iblis di sini disebut si jahat. Dia jahat dari dalam dirinya sendiri, dan dia berusaha keras membuat kita menjadi jahat. Godaan-godaannya disebut panah, karena melaju dengan sangat cepat dan tidak terlihat, dan menimbulkan luka yang dalam pada jiwa. Disebut panah api, dengan mengibaratkan panah beracun yang biasanya membuat panas bagian-bagian yang dilukainya, dan oleh karena itu disebut demikian, seperti ular dengan sengatan beracun disebut ular api. Godaan-godaan hebat yang membuat jiwa terbakar api neraka, adalah panah-panah yang Iblis tembakkan ke arah kita. Iman adalah perisai yang dengannya kita harus memadamkan panah-panah api ini, ketika kita akan menerima panah-panah tersebut, dan dengan demikian melumpuhkan panah-panah itu, supaya tidak bisa mengenai kita, atau setidaknya tidak bisa melukai kita. Perhatikanlah, iman, yang bertindak berdasarkan firman Allah dan menerapkannya, yang bertindak berdasarkan anugerah Kristus dan mendayagunakannya, memadamkan panah-panah godaan. [5] Keselamatan harus menjadi ketopong kita (ay. 17), yaitu pengharapan yang tertuju kepada keselamatan, demikian menurut 8. Ketopong melindungi kepala. Pengharapan yang baik akan keselamatan, yang memiliki dasar yang baik dan dibangun dengan baik, akan menyucikan jiwa dan menjaganya supaya tidak dicemarkan oleh Iblis, dan akan menenangkan jiwa dan menjaganya supaya tidak diganggu dan disiksa oleh Iblis. Iblis hendak menggoda kita supaya putus asa, tetapi pengharapan yang baik membuat kita tetap percaya di dalam Allah, dan bersukacita di dalam Dia. [6] Firman Allah adalah pedang Roh. Pedang adalah bagian yang sangat penting dan berguna dari perlengkapan seorang prajurit. Firman Allah sangat penting, dan memiliki manfaat yang sangat besar bagi orang Kristen, untuk bertahan dalam peperangan rohani dan berhasil di dalamnya. Firman Allah disebut pedang Roh, karena didiktekan oleh Roh dan Dia membuatnya berhasil dan sangat kuat, dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua. Seperti pedang Goliat, tidak ada tandingannya. Dengan pedang ini kita menyerang si penyerang. Pernyataan-pernyataan Alkitab adalah pernyataan-pernyataan yang paling penuh kuasa untuk menolak godaan. Kristus sendiri menolak godaan Iblis dengan “Ada tertulis“ (Mat. 4:4, 6-7, 10). Firman Allah, yang tersimpan di dalam hati, akan melindungi dari dosa (Mzm. 119:11), dan akan melumpuhkan dan mematikan hawa nafsu dan kebejatan yang tersembunyi di situ. [7] Doa harus mengaitkan semua bagian lain dari perlengkapan senjata kristiani kita (ay. 18). Kita harus menggabungkan doa dengan semua anugerah ini, supaya bisa bertahan melawan musuh-musuh rohani, yaitu dengan sungguh-sungguh memohon pertolongan dan bantuan Allah, saat diperlukan. Dan kita harus senantiasa berdoa. Bukan seolah-olah kita tidak perlu lagi melakukan apa pun yang lain kecuali berdoa, karena kita juga mempunyai tugas-tugas keagamaan lainnya dan tugas-tugas sesuai kedudukan kita masing-masing di dunia, yang harus dilakukan pada tempat dan waktunya. Sebaliknya, kita harus memelihara waktu-waktu doa yang tetap, dan terus-menerus melakukannya. Kita harus berdoa pada segala kesempatan, dan sesering keperluan kita dan orang lain membutuhkan kita untuk berdoa. Kita harus selalu memelihara kecondongan untuk berdoa, dan harus memadukan doa seruan permohonan yang singkat, tiba-tiba, dan langsung dari hati dengan tugas-tugas lain, dan dengan urusan biasa. Walaupun doa yang tetap dan khidmat terkadang mungkin tidak dapat dilakukan (seperti ketika ada tugas-tugas lain yang harus dikerjakan), namun seruan spontan yang saleh tidak pernah demikian. Kita harus berdoa dalam segala doa dan permohonan. Dengan segala macam doa: di depan umum, pribadi, dan rahasia, bersama-sama dan sendiri, khidmat dan tiba-tiba. Dengan seluruh bagian doa: pengakuan dosa, permohonan belas kasihan, dan pengucapan syukur untuk anugerah-anugerah yang telah diterima. Kita harus berdoa di dalam Roh. Roh kita harus digunakan dalam tugas tersebut, dan kita harus melakukannya dengan anugerah dari Roh Allah yang baik. Kita harus berjaga-jaga di dalam doa, berusaha keras mempertahankan hati kita dalam sikap doa, dan mengambil semua kesempatan, dan memanfaatkan segala kesempatan, untuk tugas tersebut. Kita harus berjaga-jaga terhadap segala dorongan hati kita sendiri terhadap tugas tersebut. Ketika Allah mengatakan: “Carilah wajah-Ku,“ hati kita harus tunduk (Mzm. 27:8). Ini harus kita lakukan dengan tak putus-putusnya. Kita harus mematuhi kewajiban untuk berdoa, apa pun perubahan yang mungkin terjadi pada keadaan lahiriah kita. Dan kita harus tetap demikian selama kita hidup di dunia. Kita harus tekun dalam doa yang khusus, tidak mempersingkatnya, ketika hati kita ingin berpanjang lebar, dan ada waktu yang tepat untuk itu, dan kita membutuhkannya. Kita harus tekun juga dalam permintaan-permintaan khusus, walaupun kita sedang mengalami kekecewaan dan penolakan. Dan kita harus berdoa dengan permohonan, bukan hanya untuk diri kita sendiri saja, melainkan untuk segala orang kudus, karena kita adalah sesama anggota. Perhatikanlah, tidak ada orang yang betul-betul kudus dan ada dalam keadaan yang sangat baik di dunia ini, dan karena itu mereka membutuhkan doa kita, dan mereka harus memperolehnya. Rasul Paulus melanjutkan dari sini untuk menyimpulkan isi surat ini. * Kesimpulan (6:19-20) Di sini, I. Dia ingin mereka berdoa untuknya (ay. 19). Setelah menyebutkan permohonan untuk segala orang kudus, dia menempatkan dirinya sebagai salah satu dari orang-orang kudus itu. Kita harus berdoa untuk semua orang kudus, dan terutama untuk hamba-hamba Allah yang setia. Saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya firman Tuhan mengalir dan dimuliakan. Amatilah apa yang dia ingin mereka doakan untuk dia: “Supaya kepadaku dikaruniakan perkataan yang benar. Supaya aku dilapangkan dari hal-hal yang mengekangku saat ini, dan dengan demikian memiliki kebebasan untuk menyebarluaskan iman kepada Kristus. Supaya aku memiliki kemampuan untuk menyatakan maksudku dengan cara yang sesuai dan pantas. Dan dengan keberanian, jika aku membuka mulutku, yaitu, supaya aku dapat menyampaikan seluruh kebijaksanaan Allah, tanpa sedikit pun rasa takut, rasa malu, atau sikap memihak yang tercela.“ Memberitakan rahasia Injil, beberapa orang memahaminya sebagai bagian Injil yang berkaitan dengan panggilan untuk orang-orang bukan Yahudi, yang sampai saat itu, sebagai sebuah rahasia, tersembunyi. Tetapi seluruh Injil adalah sebuah rahasia, sampai diungkapkan oleh wahyu ilahi, dan pekerjaan hamba-hamba Kristus adalah memberitakannya. Perhatikanlah, Paulus memiliki penguasaan bahasa yang sangat baik. Mereka memanggil dia Hermes, karena dia adalah pembicara utama (Kis. 14:12), tetapi walaupun demikian dia ingin agar teman-temannya meminta dari Allah karunia perkataan untuk dia. Dia adalah seseorang yang sangat berani, dan sering membuat dirinya menonjol karena hal itu, namun dia ingin agar mereka berdoa supaya Allah memberi dia keberanian. Dia tahu apa yang harus dikatakan seperti orang lain mana pun, namun dia ingin agar mereka berdoa untuk dia, supaya dia dapat berbicara sebagaimana seharusnya dia berbicara. Alasan yang menguatkan permintaannya adalah bahwa untuk kepentingan Injil dia telah menjadi utusan yang dipenjarakan (ay. 20). Dia dianiaya dan dipenjarakan karena memberitakan Injil. Namun, meskipun demikian, dia melanjutkan misi sebagai utusan yang dipercayakan kepadanya oleh Kristus, dan tetap memberitakannya. Amatilah, 1. Bukanlah hal baru bagi hamba-hamba Kristus jika mereka dipenjarakan. 2. Sulit bagi mereka untuk berbicara dengan berani ketika mereka ada dalam keadaan demikian. 3. Hamba-hamba yang terbaik dan paling cemerlang memerlukan dan dapat menerima keuntungan dari doa orang-orang Kristen yang baik. Oleh karena itu mereka sungguh-sungguh meminta supaya didoakan. Setelah meminta mereka untuk berdoa baginya,
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Senin, 21 Agustus 2023 - Gunakan Perlengkapan Senjata Allah Melawan Iblis - Efesus 6:12-13 Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 19 Agustus 2023 - PERSEMBAHKANLAH HIDUPMU KEPADA TUHAN - Bilangan 10:10 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,