|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Minggu, 13 Agustus 2023 Khotbah GMIM Minggu, 13 Agustus 2023 - Tiup Nafiri Tanda Semboyan Menghadapi Ancaman - Bilangan 10:1-10 Bina Remaja GMIM 13-19 Agustus 2023 - Gereja Meniup Tanda Semboyan Menghadapi Ancaman - Bilangan 10:1-10 RHK GMIM Minggu, 13 Agustus 2023 - TAAT DAN SETIALAH KEPADA TUHAN - Bilangan 10:1-2 # ... tanpa mengkhususkan diri untuk peka pada suara Allah, hidup kita bisa tidak bermakna. Bilangan 10:1-10 Semboyan nafiri 10:1 TUHAN berfirman kepada Musa: 10:2 "Buatlah dua nafiri dari perak. Dari perak tempaan harus kaubuat itu, supaya dipergunakan untuk memanggil umat Israel dan untuk menyuruh laskar-laskarnya berangkat. 10:3 Apabila kedua nafiri itu ditiup, segenap umat itu harus berkumpul kepadamu di depan pintu Kemah Pertemuan. 10:4 Jikalau hanya satu saja ditiup, maka para pemimpin, para kepala pasukan Israel harus berkumpul kepadamu. 10:5 Apabila kamu meniup tanda semboyan, maka haruslah berangkat laskar-laskar yang berkemah di sebelah timur; 10:6 apabila kamu meniup tanda semboyan kedua kalinya, maka haruslah berangkat laskar-laskar yang berkemah di sebelah selatan. Jadi tanda semboyan harus ditiup untuk menyuruh mereka berangkat; 10:7 tetapi untuk menyuruh jemaah itu berkumpul kamu harus meniup saja tanpa memberi tanda semboyan. 10:8 Nafiri-nafiri itu harus ditiup oleh anak-anak imam Harun; itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. 10:9 Dan apabila kamu maju berperang di negerimu melawan musuh yang menyesakkan kamu, kamu harus memberi tanda semboyan dengan nafiri, supaya kamu diingat di hadapan TUHAN, Allahmu, dan diselamatkan dari pada musuhmu. 10:10 Juga pada hari-hari kamu bersukaria, pada perayaan-perayaanmu dan pada bulan-bulan barumu haruslah kamu meniup nafiri itu pada waktu mempersembahkan korban-korban bakaranmu dan korban-korban keselamatanmu; maksudnya supaya kamu diingat di hadapan Allahmu; Akulah TUHAN, Allahmu." Penjelasan: * Berangkatnya Laskar-laskar Israel yang Berkemah (10:1-10) Kita mendapati di sini sejumlah petunjuk tentang pengumuman-pengumuman yang harus diberitahukan kepada umat Israel dalam sejumlah kesempatan melalui bunyi nafiri. Dalam hal semacam ini, orang akan berpikir, Musa tidak perlu diajar oleh Allah. Akal budinya sendiri bisa mengajarkan kepadanya bahwa nafiri akan memudahkan pekerjaan itu. Tetapi undang-undang Israel haruslah bersifat ilahi dalam segala hal, dan karena itu bahkan dalam perkara ini, sekalipun itu kelihatannya sepele. Musa di sini diberi petunjuk, 1. Tentang membuat nafiri-nafiri. Nafiri-nafiri itu harus terbuat dari perak. Bukan perak tuangan, melainkan perak tempaan (seperti sebagian orang membacanya), karena bahan dan bentuknya, tidak diragukan lagi, sangat sesuai untuk tujuan itu. Ia sekarang diperintahkan untuk membuat dua nafiri saja, karena pada waktu itu hanya ada dua imam yang akan menggunakannya. Tetapi pada zaman Salomo kita membaca tentang seratus dua puluh imam peniup nafiri (2Taw. 5:12). Bentuk dari nafiri-nafiri ini diduga sangat mirip dengan nafiri-nafiri pada zaman kita sekarang. 2. Siapa yang harus menggunakannya. Bukan orang-orang awam, melainkan para imam sendiri, anak-anak Harun (ay. 8). Walaupun mereka orang-orang besar, mereka tidak boleh menganggapnya sebagai penghinaan terhadap mereka untuk menjadi peniup-peniup nafiri di rumah Allah. Pekerjaan yang paling rendah di rumah-Nya adalah pekerjaan yang terhormat. Ini menandakan bahwa hamba-hamba Tuhan harus menyaringkan suara mereka bagaikan sangkakala, untuk menunjukkan kepada umat dosa-dosa mereka (Yes. 58:1), untuk memanggil mereka kepada Kristus (Yes. 27:13). 3. Pada kesempatan-kesempatan apa nafiri-nafiri itu dibunyikan. (1) Untuk memanggil umat Israel (ay. 2). Demikian pula mereka diperintahkan meniup sangkakala di Sion untuk memanggil berkumpul semua umat untuk beribadah bersama, untuk mengadakan puasa yang kudus (Yl. 2:15). Pengumuman harus diberikan menyangkut waktu dan tempat perkumpulan-perkumpulan ibadah. Sebab undangan untuk memperoleh manfaat dari ketetapan-ketetapan ibadah berlaku bagi semua orang: siapa pun yang mau, hendaklah ia datang. Hikmat berseru-seru di tempat-tempat keramaian. Akan tetapi, supaya jangan sampai nafiri itu tidak mengeluarkan bunyi yang terang, supaya bunyinya jelas maksudnya, maka mereka diperintahkan, bahwa kalau hanya para pemimpin dan tua-tua yang harus bertemu, maka mereka harus meniup satu nafiri saja. Kurang dari dua nafiri sudah cukup untuk memanggil mereka bersama-sama, sebagai orang-orang yang harus menjadi teladan kesigapan dalam apa saja yang baik. Tetapi, jika seluruh bangsa itu dipanggil untuk berkumpul, maka kedua nafiri itu harus dibunyikan, supaya bisa didengar dari jarak yang lebih jauh. Dengan merujuk pada kejadian ini, dikatakan bahwa diberkatilah orang-orang yang mendengar sorak-sorai (Mzm. 89:16. KJV: “mendengar bunyi yang penuh sukacita”), yaitu, mereka yang diundang dan dipanggil untuk menantikan Allah dalam ketetapan-ketetapan ibadah umum (Mzm. 122:1). Dan kumpulan umat manusia pada hari penghakiman agung akan dipanggil dengan suara sangkakala sang penghulu malaikat (Mat. 24:31). (2) Untuk menyuruh laskar-laskar yang berkemah berangkat, untuk memberitahukan kapan tiap-tiap kelompok harus berangkat. Sebab tidak ada suara manusia yang bisa menjangkau sedemikian jauh untuk memberikan perintah itu: para prajurit kita yang betul-betul patuh dapat dilatih dengan pukulan genderang. Ketika nafiri-nafiri dibunyikan untuk tujuan ini, mereka harus meniup tanda semboyan (ay. 5), bunyi yang pecah, bergetar, dan berselang-seling di antara kedua nafiri, yang sesuai untuk menggugah dan menyemangati pikiran orang dalam berbaris maju melawan musuh-musuh mereka. Sementara bunyi yang panjang dan seirama lebih sesuai untuk memanggil seluruh jemaat berkumpul (ay. 7). Namun, ketika umat dipanggil berkumpul untuk menjauhkan penghakiman-penghakiman Allah, kita mendapati sebuah tanda bahaya diperdengarkan (Yl. 2:1, KJV). Pada bunyi yang pertama, kelompok Yehuda berangkat, pada bunyi yang kedua kelompok Ruben, pada bunyi yang ketiga kelompok Efraim, dan pada bunyi yang keempat kelompok Dan (ay. 5-6). Dan sebagian orang berpendapat bahwa ini dimaksudkan untuk menguduskan perjalanan mereka. Sebab dimaklumkan demikian oleh para imam, yang adalah juru bicara Allah kepada umat, bukan hanya perintah-perintah ilahi kepada mereka untuk berangkat, melainkan juga berkat ilahi atas mereka dalam semua perjalanan mereka. Siapa yang mempunyai telinga, hendaklah ia mendengar bahwa sungguh, Allah ada di tengah-tengah mereka. Raja Abia menghargai tinggi dirinya sendiri dan tentaranya dengan hal ini (2Taw. 13:12), pada pihak kami Allah yang memimpin, sedang imam-imam-Nya siap meniup tanda serangan. (3) Untuk menghidupkan dan menyemangati tentara-tentara mereka, ketika mereka pergi berperang (ay. 9): “Apabila kamu maju berperang, kamu harus memberi tanda semboyan dengan nafiri, yang dengan demikian menandakan seruanmu kepada sorga untuk memberikan keputusan atas perseteruan itu, dan doamu kepada Allah untuk memberimu kemenangan. Dan Allah akan mengakui ini sebagai ketetapan-Nya sendiri, dan kamu akan diingat di hadapan TUHAN, Allahmu.” Allah akan memperhatikan bunyi nafiri ini, dan melibatkan diri-Nya untuk berperang bagi mereka. Dan, hendaklah semua orang memperhatikan bunyi nafiri itu juga, dan tidak perlu takut untuk berperang bagi-Nya, seperti Daud, ketika ia mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau. Bukan berarti bahwa Allah perlu dibangunkan oleh bunyi nafiri, seperti halnya Kristus juga tidak perlu dibangunkan oleh murid-murid-Nya ketika ada badai (Mat. 8:25). Apabila Ia bermaksud berbelas kasih, adalah kehendak-Nya bahwa kita harus memohonkan belas kasih itu. Hamba-hamba Tuhan harus menggugah prajurit-prajurit Yesus Kristus yang baik untuk berperang dengan perkasa melawan dosa, dunia, dan Iblis, dengan meyakinkan mereka bahwa Kristuslah Sang Kapten, Pemimpin keselamatan mereka, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dan akan menginjak-injak Iblis di bawah kaki mereka. (4) Untuk membuat khidmat perayaan-perayaan suci mereka (ay. 10). Salah satu dari perayaan-perayaan mereka diperingati dengan meniup serunai (Im. 23:23, dst.). Dan tampak bahwa mereka harus menyemarakkan kekhidmatan semua perayaan mereka (Mzm. 81:4), dan semua korban mereka (2Taw. 29:27) seperti itu, untuk menunjukkan betapa dengan sukacita dan gembira mereka melaksanakan kewajiban mereka kepada Allah. Juga, untuk membangkitkan pikiran yang penuh dengan kemenangan yang kudus dalam diri orang-orang yang mengikuti ibadah-ibadah itu, supaya mereka bersorak-sorak di dalam Allah yang mereka sembah. Pada saat itulah ibadah-ibadah mereka diingat di hadapan Allah. Sebab Ia bersuka dalam ibadah-ibadah penyembahan kita, bila kita bersuka saat merayakannya. Pekerjaan yang kudus harus dilakukan dengan sukacita yang kudus. * MENDENGAR dan MEMAHAMI Allah tidak pernah melepaskan perhatiannya saat bangsa Israel dalam perjalanan ke luar dari Mesir menuju tanah Kanaan. Ada tiang awan yang merupakan tanda penyertaan dan pimpinan Allah atas mereka. Kemudian Tuhan menetapkan perlengkapan tambahan bagi perjalanan mereka, yakni dua buah nafiri perak. Nafiri adalah sebuah alat tiup berbentuk seperti trompet. Nafiri ini berfungsi untuk memberikan komando kepada umat: kapan harus berkumpul dan kapan waktu untuk berangkat dari lokasi mereka berkemah saat itu. Ketika mereka harus berperang melawan bangsa Kanaan, nafiri juga memainkan peranannya. Imam akan meniup nafiri sebagai panggilan bagi umat agar mempersenjatai diri. Juga akan mengingatkan umat untuk meminta pertolongan Allah, agar Ia melepaskan mereka dari tangan musuh (9). Begitu pula saat mempersembahkan korban untuk menandai hari raya dan hari pertama tiap bulan, nafiri harus ditiup untuk mengingatkan Tuhan akan keberadaan mereka (10). Dengan kegunaan yang beragam, ada perbedaan bunyi yang membuat umat memahami makna tiupan nafiri saat itu (3-7). Tetapi ada satu catatan penting yang Tuhan berikan, nafiri itu harus ditiup oleh anak-anak imam Harun (8). Nafiri dipakai Tuhan untuk memudahkan menyatukan gerak umat Israel, baik dalam perjalanan di padang gurun, dalam peperangan maupun dalam kehidupan beribadah. Lengking suara nafiri akan menentukan gerak kehidupan umat, dan bisa juga dianggap sebagai simbol dari perintah dan kehendak Tuhan. Untuk itu, umat perlu memberi respons dan bertindak setelah memahami maknanya. Umat Tuhan yang hidup di zaman modern ini bukan hanya menerima simbol, tetapi perintah dan kehendak Tuhan yang nyata di dalam Alkitab. Namun kesibukan gerak hidup membuat kita sering merasa sulit mendengar suara Tuhan. Kita perlu sadar bahwa tanpa mengkhususkan diri untuk peka pada suara Allah, hidup kita bisa tidak bermakna.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Senin, 14 Agustus 2023 - MENDENGAR, MEMAHAMI DAN MELAKUKAN PETUNJUK TUHAN - Bilangan 10:3-4 Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 12 Agustus 2023 - BERHALA YANG TIDAK BERGUNA - Habakuk 2:18-20 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,