gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 959 kali
Download MP3 Music
Habakuk 2:1-20
Orang yang benar akan hidup oleh karena percayanya
2:1 Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. 2:2 Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. 2:3 Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh. 2:4 Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. 2:5 Orang sombong dan khianat dia yang melagak, tetapi ia tidak akan tetap ada; ia mengangakan mulutnya seperti dunia orang mati dan tidak kenyang-kenyang seperti maut, sehingga segala suku bangsa dikumpulkannya dan segala bangsa dihimpunkannya."
Penghukuman atas para penindas
2:6 Bukankah sekalian itu akan melontarkan peribahasa mengatai dia, dan nyanyian olok-olok serta sindiran ini: Celakalah orang yang menggaruk bagi dirinya apa yang bukan miliknya -- berapa lama lagi? -- dan yang memuati dirinya dengan barang gadaian. 2:7 Bukankah akan bangkit dengan sekonyong-konyong mereka yang menggigit engkau, dan akan terjaga mereka yang mengejutkan engkau, sehingga engkau menjadi barang rampasan bagi mereka? 2:8 Karena engkau telah menjarah banyak suku bangsa, maka bangsa-bangsa yang tertinggal akan menjarah engkau, karena darah manusia yang tertumpah itu dan karena kekerasan terhadap negeri, kota dan seluruh penduduknya itu. 2:9 Celakalah orang yang mengambil laba yang tidak halal untuk keperluan rumahnya, untuk menempatkan sarangnya di tempat yang tinggi, dengan maksud melepaskan dirinya dari genggaman malapetaka! 2:10 Engkau telah merancangkan cela ke atas rumahmu, ketika engkau bermaksud untuk menghabisi banyak bangsa; dengan demikian engkau telah berdosa terhadap dirimu sendiri. 2:11 Sebab batu berseru-seru dari tembok, dan balok menjawabnya dari rangka rumah. 2:12 Celakalah orang yang mendirikan kota di atas darah dan meletakkan dasar benteng di atas ketidakadilan. 2:13 Sesungguhnya, bukankah dari TUHAN semesta alam asalnya, bahwa bangsa-bangsa bersusah-susah untuk api dan suku-suku bangsa berlelah untuk yang sia-sia? 2:14 Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut. 2:15 Celakalah orang yang memberi minum sesamanya manusia bercampur amarah, bahkan memabukkan dia untuk memandang auratnya. 2:16 Telah engkau kenyangkan dirimu dengan kehinaan ganti kehormatan. Minumlah juga engkau dan terhuyung-huyunglah. Kepadamu akan beralih piala dari tangan kanan TUHAN, dan cela besar akan meliputi kemuliaanmu. 2:17 Sebab kekerasan terhadap gunung Libanon akan menutupi engkau dan pemusnahan binatang-binatang akan mengejutkan engkau, karena darah manusia yang tertumpah itu dan karena kekerasan terhadap negeri, kota dan seluruh penduduknya itu. 2:18 Apakah gunanya patung pahatan, yang dipahat oleh pembuatnya? Apakah gunanya patung tuangan, pengajar dusta itu? Karena pembuatnya percaya akan buatannya, padahal berhala-berhala bisu belaka yang dibuatnya. 2:19 Celakalah orang yang berkata kepada sepotong kayu: "Terjagalah!" dan kepada sebuah batu bisu: "Bangunlah!" Masakan dia itu mengajar? Memang ia bersalutkan emas dan perak, tetapi roh tidak ada sama sekali di dalamnya. 2:20 Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!

Penjelasa:
* Orang benar akan hidup oleh iman

Menanti. Mungkin itulah yang menjadi pekerjaan manusia seumur hidupnya.

Habakuk berdiam diri. Surga sunyi, bumi pun sunyi. Ia hanya bisa melihat, memperhatikan, menanti datangnya pencerahan. Tuhan pun angkat bicara. Suatu kepastian tiba: orang benar akan hidup oleh iman. Kebenaran itu bukan sekadar satu pemahaman, namun tindakan, kebergantungan penuh kepada Allah. Orang-orang tertindas memang lemah, mereka tidak berdaya. Namun, kala mereka beriman kepada Allah, maka kehidupan yang benar semacam itu akan menyelamatkan mereka -" Allah siap sedia menjaga.Kesunyian dibalas oleh Allah dengan nyanyian-nyanyian, lima kutukan bagi Babel. Pertama, celaka bagi mereka yang meraup harta orang secara tak jujur (ayat 6-8). Para penjarah ini tak kenal belas kasih, kadang menyita harta milik seorang yang berhutang secara prematur begitu saja tanpa peri kemanusiaan lagi. Peringatan telah datang kepada mereka bahwa sisa-sisa korban yang tak berdaya akan bangkit dan menjadi pemenang. Kejahatan akan dibalaskan.

Kedua, celaka bagi mereka yang melakukan eksploitasi untuk kepentingan dirinya atau kepentingan dinastinya (ayat 9-11). Orang-orang semacam ini membahayakan hidup orang lain. Ketidakadilan menempel pada diri mereka, bahkan batu-batu rumah pun meminta kebenaran! Ketiga, ada pula orang-orang yang menyebarkan kekerasan (ayat 12-14). Kecelakaan juga akan menimpa mereka. Sebaliknya, pengetahuan akan kemuliaan Allah terpatri akan memenuhi bumi. Pengetahuan ini bukan teoretis sifatnya, namun aktual secara penuh dalam segala keadaan nyata. Kehidupan sepenuhnya akan memancarkan sifat-sifat kemuliaan Allah yang kudus dan adil. Kedamaian akan bertakhta. Keempat, kutuk akan datang kepada mereka yang meninggikan diri dengan mempermalukan orang lain (ayat 15-17). Terakhir, para penyembah berhala akan mendapatkan celaka. Mereka bicara kepada berhala-berhala yang bisu. Sebaliknya, seluruh bumi seharusnya diam. Allah telah berbicara!


* Hab 2:1 - Tempat pengintaian ... di menara

Tempat pengintaian ... di menara. Beberapa penafsir memahami artinya sebagai suatu tempat yang tinggi atau menara sungguhan, dengan menyebutkan contoh dari Musa (Kel. 33:21), atau Bileam (Bil. 22:41), dan dari Elia di Sinai (Gunung Horeb, I Raj. 19:8 dst.). Tidak satu pun dari contoh-contoh ini yang benar-benar dapat disamakan dengan yang disebut oleh Habakuk, yang barangkali hanya memakai bahasa kiasan. Tentu saja dia sudah mempersiapkan diri melalui meditasi dan doa untuk menerima jawaban Ilahi. Yeremia menanti selama sepuluh hari untuk mendapat jawaban atas permintaannya (Yer. 42:7). Barangkali beberapa selang waktu berlalu antara peringatan pada pasal 1 dengan jawaban yang diterima. Habakuk hanya mencatat tekadnya untuk menantikan sebuah jawaban; dia tidak mengatakan kepada kita kapan jawaban itu tiba.

* JAWABAN KEDUA TUHAN: TUJUANNYA PASTI, DAN IMAN AKAN MENDAPAT UPAH. 2:2-4.

Ketiga ayat ini berisi apa yang mungkin merupakan bagian yang paling sulit dari nubuat tersebut, baik dari sudut penerjemahan maupun dari penafsirannya.

* Hab 2:2 - Tuliskanlah penglihatan itu // Pada loh-loh // Supaya orang sambil lalu

Tuliskanlah penglihatan itu. Entah sang nabi benar-benar menulis penglihatan itu pada loh-loh batu untuk dibaca umum atau tidak telah diperdebatkan selama ini, tetapi disetujui oleh semua pihak bahwa sang nabi disuruh mencatat penglihatan itu. Tujuan pencatatan itu ada dua: supaya orang yang membacanya bergegas bertindak; penglihatan itu adalah untuk waktu yang telah ditentukan dan harus dipelihara supaya kebenarannya dapat dibuktikan. Pada loh-loh (ASV). Bahan yang berbeda-beda dipakai untuk membuat catatan, karena bangsa Yahudi telah berhubungan dengan semua kebudayaan Timur Dekat. Yesaya dan Yeremia sama-sama menggunakan gulungan-gulungan kitab, namun Yesaya juga disuruh untuk memakai loh (Yes. 30:8). Masuk akal untuk berpendapat bahwa Habakuk membuat catatan mengenai penglihatannya itu pada loh dari tanah liat, yang ia tunjukkan agar menjadi perhatian banyak orang. Supaya orang sambil lalu (AV., that he may run). Perkara ini harus dibuat sedemikian jelas supaya siapa pun yang membacanya dapat bergegas dan memberitakannya. Dalam Daniel 12:4, juga, kata-kata "banyak orang akan menyelidikinya" (AV., many shall run to and fro) tampaknya menunjuk kepada suatu publikasi informasi, karena sesudah itu ditambahkan bahwa pengetahuan akan bertambah.

* Hab 2:3 - Menanti saatnya ... menuju Kesudahannya // Ia bersegera ... dengan tidak menipu // Itu sungguh-sungguh akan datang

Menanti saatnya ... menuju Kesudahannya (AV., For an appointed time ... at the end). Penggenapan dari penglihatan tersebut akan terjadi pada waktu Allah sendiri. Karena dua kata yang sama (dalam versi bhs. Inggrisnya) dipakai dalam Daniel 8:19, beberapa orang menyimpulkan bahwa yang dimaksudkan itu adalah akhir zaman, atau hari-hari yang terakhir. Di sini kata-kata itu mengacu pada rancangan Allah mengenai orang Kasdim. Meskipun demikian, kita bisa memahami bahwa penglihatan tersebut berhubungan dengan kehancuran dari kekuatan dunia yang penuh dosa, di mana Babel merupakan perwujudan yang nyata, dan bahwa baru pada zaman Mesiaslah penggenapan final dari janji itu akan terlaksana. Ia bersegera ... dengan tidak menipu (ASV). Berbagai maksud Allah segera akan terlaksana, walaupun menurut perkiraan manusia mungkin kelihatan ada penundaan-penundaan yang tidak perlu. John Calvin mengatakan: "Inilah persembahan kurban pujian yang sejati, ketika kita mengendalikan diri kita dan tetap teguh dalam kepercayaan bahwa Allah tidak mungkin berdusta atau menipu, walaupun kelihatannya Dia untuk beberapa waktu mempermainkan kita." Itu sungguh-sungguh akan datang. Idiom Ibrani yang dipakai di sini telah diterjemahkan secara harfiah dalam versi Yunani (LXX), datanglah yang akan datang. Yang diacu adalah kepastian dari kejadian itu. Penulis Surat Kiriman kepada jemaat Ibrani, dengan menggunakan LXX, telah menyesuaikan teks tersebut dengan janji kedatangan Kristus yang kedua kali, sebuah peristiwa yang sama pastinya dalam rencana Allah, walaupun dalam pandangan manusia hal itu mungkin kelihatan terlalu lama tertunda. Demikianlah kita membaca dalam Ibrani 10:37, "Ia yang akan datang, sudah akan ada."

* Hab 2:4 - Membusungkan dada // Oleh percayanya // Akan hidup // Hidup // Masih tersisa dua pertanyaan

Memahami dengan jelas ayat ini sangat penting bagi orang Kristen. Dari ayat-ayat Perjanjian Lama yang dikutip dalam Perjanjian Baru, ayat ini muncul sebanyak tiga kali dalam konteks yang sangat vital. Hendaknya diperhatikan bahwa di mana ayat ini digunakan dalam Perjanjian Baru, ayat ini digambarkan sebagai sebuah prinsip yang tidak berubah tentang hubungan Tuhan dengan umat-Nya, bukan sebagai suatu prediksi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sistem agama Perjanjian Baru. Dalam Habakuk, jawaban Ilahi itu dimaksudkan untuk membangkitkan harapan dan keyakinan orang-orang yang secara rohani adalah anak-anak Allah, sambil memberitakan malapetaka atas kekuatan dunia orang Kasdim.

Membusungkan dada (ASV). Menyatakan bahwa yang dimaksud ini adalah orang Kasdim, yang berbeda dengan orang Yahudi, adalah terlalu sederhana. Tetapi karena penglihatan itu merupakan sebuah jawaban bagi pertanyaan dalam 1:12-17, maka pada orang Kasdimlah terutama pandangan kita tertuju.

Oleh percayanya (AV, faith). Satu masalah kecil adalah: Apakah orang yang dibenarkan oleh iman itu yang hidup, ataukah orang benar itu hidup oleh iman? Pemakaian oleh Paulus tampaknya menekankan pada arti yang pertama, walaupun maksud penulisannya memungkinkan untuk arti yang belakangan. Bagaimanapun juga, sang rasul memakai kata "hidup" dengan penekanan khusus. Kata itu tidak semata-mata berarti bertahan hidup, melainkan hidup kekal dalam kasih karunia Allah.

Sebuah pertanyaan yang lebih penting adalah apakah kata Ibrani 'emûnâ harus diterjemahkan sebagai "iman" atau "kesetiaan." Di sebagian besar tempat dalam Perjanjian Lama di mana kata ini dipakai, arti kedua yang digunakan, misalnya, dalam II Raja-Raja 12:15; Yeremia 5:1. Bagaimanapun, patut diperhatikan bahwa akar dari kata ini telah dipakai sebelumnya dalam Habakuk 1:5 dengan arti memberikan kepercayaan pada firman atau janji Allah. Lagi pula, kesetiaan, sebagai suatu aspek karakter manusia sekalipun, bukan terdapat dalam kekosongan. Kesetiaan harus dipraktikkan dalam hubungan dengan seseorang atau sesuatu. Dalam hal ini, individu itu harus setia kepada Allah, kepada firman dan perjanjian Allah. Dia harus teguh bersandar, atau memiliki kepercayaan yang mendalam kepada Allah sendiri. Penggunaannya dalam PB benar-benar sesuai dengan ini.

Dapat ditunjukkan juga bahwa sangatlah baik untuk memperkaya ide kita mengenai arti "iman" menurut Perjanjian Baru dari Perjanjian Lama. Iman bukanlah semata-mata menyetujui suatu dalil mengenai Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam Anak-Nya, Yesus Kristus. Iman adalah kebalikan dari kesombongan yang hebat, dari kepercayaan pada diri sendiri. Iman adalah merendahkan diri di hadapan Allah, suatu kesiapan untuk memenuhi kehendak-Nya. Iman adalah keyakinan bahwa Allah tidak mungkin berdusta atau pun gagal (2:3), suatu sikap percaya bagaimanapun keadaan yang tampak di luar (3:17). Seorang yang sangat religius seperti Habakuk hampir tidak mungkin untuk tidak berpikir mengenai Abraham dan untuk tidak mengingat apa yang dikatakan mengenai sang bapa leluhur itu, bahwa ia percaya kepada Tuhan dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

Akan hidup. Tak diragukan lagi bahwa dalam nubuatan ini, terdapat gagasan mengenai kelangsungan hidup. Meskipun demikian, mengingat hubungan spiritual yang terlibat, ini bukanlah satu-satunya gagasan. Artinya yang sebenarnya dikemukakan dengan baik melalui permohonan Abraham dalam Kejadian 17:18, dengan memakai kata kerja yang sama, "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" Hidup tidak hanya berarti memperoleh keamanan atau perlindungan dalam kehidupan ini, melainkan menikmati kasih setia Allah, yang lebih berarti daripada hidup. Itu berarti dikasihi oleh-Nya, menjadi obyek kasih sayang-Nya.

Masih tersisa dua pertanyaan yang berhubungan dengan pemakaian Habakuk 2:4 oleh Paulus dalam Roma 1:17 dan Galatia 3:11. Tidakkah rasul ini memakai kata "iman" dalam pengertian berbeda berupa suatu antitesis terhadap pandangan bahwa perbuatan-perbuatan menurut hukumlah yang merupakan alat untuk dapat diterima oleh Allah? Antitesis ini tidak terdapat dalam Habakuk. Lagi pula, bukankah iman yang dibicarakan Paulus adalah iman kepada Mesias, yang mengenai Dia tidak pernah disebutkan dalam Kitab Habakuk.

Harus diakui sejak awal bahwa Paulus tidak bermaksud untuk mengajarkan bahwa pembenaran oleh iman kepada Kristus dikemukakan oleh sang nabi. Meskipun demikian, - Paulus memang mengajarkan bahwa sebuah prinsip yang pasti telah ditetapkan dalam Alkitab mengenai hubungan antara manusia dengan Allah dan bahwa prinsip ini bekerja secara paling jelas dalam bidang kedudukan hukum manusia di hadapan Allah. Dengan kata lain, Habakuk telah menetapkan sebuah prinsip di mana kesetiaan, yaitu, kepercayaan yang teguh dan rendah hati pada firman Allah, dinyatakan sebagai alat untuk mendatangkan kesejahteraan dan keamanan bagi umat perjanjian. Paulus menyatakan bahwa alat yang sama itu merupakan alat untuk memperoleh pembenaran di hadapan Allah. Dengan berbuat begitu Paulus sama sekali tidak membelokkan gagasan mengenai kesetiaan, atau iman, dari artinya yang sebenarnya. Sesungguhnya, bila para pendeta injili modern mau memberikan untuk kata "iman" itu arti seperti yang dikandung dalam bahasa Ibraninya, maka akan kurang kedangkalan yang terdapat dalam pengakuan iman dan praktik kekristenan.

Di sisi lain, haruslah diakui juga bahwa Paulus, dibandingkan dengan Habakuk, memperluas secara tak terhingga ruang lingkup dari kata "hidup," sebab dia menggunakannya untuk kehidupan yang akan datang, untuk lingkup keselamatan atau kesejahteraan kekal yang berbeda dengan kesejahteraan yang hanya bersifat sementara. Bahwa sang rasul dibenarkan untuk berbuat demikian akan cepat dapat diakui oleh orang-orang Kristen, karena para penulis Perjanjian Baru memakai banyak bentuk dan tokoh dari Perjanjian Lama dengan kesempurnaan arti yang jauh melebihi arti hal-hal tersebut bagi orang-orang beriman dari sistem agama yang lebih tua. Akhirnya, berbagai antitesis antara prinsip tentang iman aktif dengan prinsip tentang perbuatan menurut hukum yang bermanfaat sebagai alat keselamatan, tentu saja, merupakan sebagian dari argumentasi sang rasul sendiri. Ini adalah perkembangan logis dari sifat iman itu sendiri.


* Hab 2:5 - Orang sombong dan khianat dia yang melagak // Mengangakan mulutnya seperti dunia orang mati

Orang sombong dan khianat dia yang melagak (AV., Yea also, because he transgresseth by wine, he is a proud man). Kata Ibrani yayin, "anggur," merupakan masalah sebab kata ini muncul dalam teks sebagai subyek dari kata kerjanya. LXX menafsirkannya secara kiasan sebagai orang sombong. Beberapa penafsir mengubah konsonannya untuk menghasilkan sebuah kata lain, "penindas." Akan tetapi, Tafsiran Qumran mendukung teks Ibrani. Barangkali artinya adalah bahwa tingkah laku orang sombong dan khianat adalah seperti tingkah laku yang dihasilkan anggur. Kita teringat akan kata-kata Kipling dalam "Recessional":

"Bila, karena mabuk melihat kekuasaan, kita melepaskan Kata-kata liar yang tidak menaruh hormat kepada-Mu."

Mengangakan mulutnya seperti dunia orang mati (sheôl). Sheol, tempat kediaman orang yang meninggal dunia, dilukiskan sebagai sosok makhluk yang tamak dan ingin sekali menelan umat manusia.

* Hab 2:6 - Sekalian itu // Peribahasa // nyanyian olok-olok. Barang gadaian

Sekalian itu. Yang diacu adalah bangsa-bangsa dan orang-orang yang disebutkan dalam ayat 5. Peribahasa. Kata Ibraninya berarti sebuah persamaan, sehingga diartikan sebagai sebuah peribahasa. Sekalipun demikian, karena tidak terdapat peribahasa dalam pasal ini, kata ini harus dipahami sebagai persamaan dari nyanyian olok-olok. Barang gadaian. Atau barang-barang jaminan (ASV; RSV). Kata yang dipakai di sini tidak terdapat di tempat lain lagi dalam Kitab Suci, namun terjemahan yang terakhir adalah yang lebih baik. Artinya terletak pada apa yang disebut dalam bahasa Ibrani kebencian terhadap lintah darat, dan dalam hukum Imamat terhadap pengambilan barang jaminan yang bernilai lebih besar daripada yang diperlukan untuk tanggungan. Orang Kasdim telah merampas dari kaum miskin, dengan menimbun segala yang dapat diperolehnya dengan cara yang tidak halal.

* Hab 2:7 - Yang menggigit engkau, // mengejutkan

Yang menggigit engkau, dapat diterjemahkan secara lebih akurat sebagai yang menagih utangmu, sehingga mengandung pemikiran mengenai hubungan antara orang yang berutang dengan kreditor. Orang Kasdim, walaupun berperan sebagai kreditor, sebenarnya adalah penagih utang; dan akan datang giliran mereka untuk menghadapi hal yang mengejutkan (bdg. Mat. 18:28).

* Hab 2:8 - Bangsa-bangsa yang tertinggal, akan menjarah engkau

Bangsa-bangsa yang tertinggal, akan menjarah engkau. Bangsa Babel akan dibalas dalam perbandingan mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Hukum pembalasan yang selalu berulang-ulang dalam Perjanjian Lama mulai dari Kejadian 9:6 dan seterusnya tidak dimaksudkan sebagai peraturan tentang pembalasan dendam tetapi sebagai suatu prinsip keadilan. Manusia akan menerima hukuman yang setimpal.

Meskipun orang Kasdim merupakan topik yang dimaksud dalam "ucapan celaka" yang pertama, ucapan-ucapan celaka yang dinyatakan dalam bagian selanjutnya dari pasal ini, ayat 9-20, berlaku secara lebih universal, dan tentu saja mencakup dosa-dosa Yehuda dan Israel. Membatasi penghukuman Ilahi hanya terhadap musuh-musuh Israel akan berarti menegaskan keamanan yang bersifat jasmani dari orang-orang berdosa yang semula dikeluhkan oleh Habakuk.

* Hab 2:9 - Mengambil laba yang tidak halal // Sarangnya di tempat yang tinggi

Mengambil laba yang tidak halal (ASV). Di sini pemeras dan koruptor dihukum. Pada dasarnya, tentu saja, bukan tindakan-tindakan spesifik saja yang dianggap jahat, melainkan juga tujuan dan kecenderungan jiwa yang merupakan sumber kejahatan itu. Sarangnya di tempat yang tinggi. Rajawali dan burung nazar membuat sarang mereka di atas tebing batu terjal yang tinggi dan tidak dapat dicapai. Berharap untuk mendapatkan kebahagiaan dan keabadian melalui penumpukan kekuasaan dan harta benda secara tidak jujur berarti berusaha "menempatkan" sarang seseorang "di tempat yang tinggi." Sebaliknya, Tuhan adalah tempat kediaman orang-orang percaya secara turun-temurun.

* Hab 2:10 - Engkau telah merancangkan

Engkau telah merancangkan (AV, merundingkan) cela. Orang Kasdim dan bangsa-bangsa lain sebetulnya tidak merencanakan kebingungan bagi diri mereka sendiri; sebaliknya Allah akan berbalik mempermalukan apa yang telah mereka buat. Karena itu, mereka telah berdosa terhadap jiwa-jiwa mereka sendiri, walaupun mungkin tampaknya mereka terutama berdosa terhadap pihak lain.

* Hab 2:12 - Mendirikan kota di atas darah

Mendirikan kota di atas darah. Ungkapan-ungkapan serupa dalam Mikha 3:10 dan Yeremia 51:8 menunjuk pada fakta bahwa dosa-dosa Yehuda dan juga dosa-dosa Babel tercakup di sini. Sebetulnya, sangat mungkin bahwa yang diacu di sini adalah pemerintahan yang salah dari Raja Yoyakim (bdg. Yer. 22:13). Kegiatan-kegiatan pembangunan yang hebat biasanya merupakan upaya-upaya raja untuk pemujaan diri. Dengan darah. Ini merupakan ungkapan yang berulang kali ada, yang berarti kesalahan berdarah atau kesalahan besar.

* Hab 2:13 - Bukankah dari TUHAN // Bersusah-susah untuk api

Bukankah dari TUHAN. Penyebab utama dari kegagalan rancangan dan program manusia adalah pemeliharaan tertinggi Allah. Penerapannya tidak terbatas pada kehancuran Babel. Istilah yang digunakan bersifat sangat umum dan mencakup semua yang menentang kehendak Allah serta kerajaan-Nya. Tuhan semesta alam itu bukan hanya Allah atas peperangan dan, oleh karenanya, merupakan Oknum yang pada-Nya terletak kemenangan bangsa Yahudi. Dia adalah Tuhan seluruh alam semesta dan mampu melakukan kehendak-Nya di antara bala tentara surgawi dan penduduk bumi. Bersusah-susah untuk api. Mereka akan mengerjakan pekerjaan yang tidak menguntungkan.

* Hab 2:14 - Bumi akan penuh // kemuliaan

Bumi akan penuh. Banyak pakar yang menganggap ayat ini sebagai sebuah prediksi baik mengenai zaman Injil maupun zaman kerajaan Milenial Kristus. Berbeda dengan prediksi Yesaya, Yesaya 11:9, yang menubuatkan suatu masa di mana manusia akan mengenal TUHAN, bersekutu erat dengan-Nya, ayat ini menyatakan bahwa akan terdapat sebuah perwujudan kemuliaan TUHAN. Yang diacu adalah kuasa dan keagungan Allah, sebagaimana ditunjukkan dalam penghukuman atas orang-orang yang tidak mengenal Allah dan musuh-musuh umat-Nya (bdg. Bil. 14:21-23; Mzm. 97). Seperti air memenuhi lautan yang meluap-luap, demikian halnya dengan kemuliaan Tuhan akan ditunjukkan kepada seluruh umat manusia dalam ukuran yang paling penuh.

* Hab 2:15 - Memberi minum sesamanya manusia // Auratnya

Memberi minum sesamanya manusia. Perbandingan dengan beberapa bagian lain dalam Perjanjian Lama, seperti Yeremia 25:15,16; Yesaya 51:17; Mazmur 75:8, menunjukkan bahwa pernyataan ini tidak boleh diartikan secara harfiah. Konsepnya adalah tentang menimbulkan suatu keadaan terhina dan tertelungkup tak berdaya seperti orang yang mabuk. Auratnya. Nafsu sensual dipakai sebagai kiasan untuk nafsu akan kekuasaan yang kejam. Pemakaian kiasan-kiasan ini tentu saja secara tidak langsung berarti sebuah kutukan keras atas tindakan-tindakan pribadi yang menimbulkan kiasan tersebut.

* Hab 2:16 - Kepadamu akan beralih piala dari tangan kanan TUHAN

Ayat ini menjanjikan bahwa orang Kasdim akan menderita penelanjangan yang memalukan di tangan Tuhan, sama seperti yang telah dilakukannya terhadap orang lain. Kepadamu akan beralih piala dari tangan kanan TUHAN. Ini bukanlah sebuah keyakinan bahwa bagaimanapun juga kebenaran pasti menang, atau bahwa ketidakadilan akan dihukum sesuai hukum alam. Ini adalah suatu filsafat sejarah di mana Allah menghakimi bangsa-bangsa dan jatuhnya kerajaan merupakan hasil kehendak-Nya.

* Hab 2:17 - Kekerasan terhadap // Libanon

Kekerasan terhadap (dilakukan atas) Libanon. Raja-raja dari beberapa bangsa berturut-turut telah menebang pohon-pohon Libanon, berburu binatang-binatang buasnya, dan membunuh ternak-ternaknya. Dalam hal ini, Libanon adalah sebuah nama yang dipakai untuk menggambarkan Yehuda, seperti halnya dalam Yeremia 22:6, 23; Zakharia 10:10; 11:1.

* Hab 2:18 - Pengajar dusta

Pengajar dusta. Dalam hal apakah berhala-berhala, yang katanya bisu itu, merupakan juga pengajar dusta? Seperti yang dikatakan Calvin, mereka memikat jiwa-jiwa yang bodoh. Mereka merupakan alat-alat untuk memperdayakan manusia. Patungnya, kata Matthew Poole, "merupakan produk seni dari dirinya (pengikutnya) dan juga harapan jiwanya".

* Hab 2:19 - Yang berkata kepada sepotong kayu, "Terjagalah!"

Yang berkata kepada sepotong kayu, "Terjagalah!" Bahasa ini jelas-jelas merupakan ejekan, seperti bahasa Elia ketika mencela para imam Baal. Sebuah prasasti Babel untuk Bel berbunyi, "Berapa lamakah allah yang tidur itu akan tetap tidur?"

* Hab 2:20 - Di dalam bait-Nya yang kudus // bait kudus // Berdiam dirilah

Di dalam bait-Nya yang kudus. Sementara para pakar dari berbagai pandangan teologi mengaitkan bait kudus dengan Bait Allah di Yerusalem, pembandingan dengan Mazmur 11:4; 18:6, 9; II Samuel 22:7, 10 menunjukkan bahwa ungkapan ini dipakai dengan acuan khusus pada surga. Mengingat fakta bahwa seluruh bumi diperintahkan untuk berdiam diri di hadapan Tuhan, kesimpulan ini tampaknya merupakan yang terbaik. Berdiam dirilah. Bahasa Ibrani memiliki bentuk perintah yang kuat, has! hampir sama dengan ungkapan Ssstt! Orang-orang percaya, khususnya, akan memiliki jiwa mereka dalam ketenangan dan keyakinan, sebab Tuhan telah berjanji bahwa walaupun penglihatan itu datang berlambat-lambat, itu pasti akan datang.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Senin, 7 Agustus 2023 – Tuliskan pada Loh-Loh Batu – Habakuk 2:2-3

Sebelum:
RHK GMIM Sabtu 5 Agustus 2023 - Memberi Dengan Sukacita Dan Sukarela - 1 Tawarikh 29:9




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,