|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Minggu, 04 Juni 2023 MTPJ GMIM 4 - 10 Juni 2023 - LESTARIKAN ALAM DAN MAKLHUK CIPTAAN DEMI MASA DEPAN - Kejadian 8:1-22 Kejadian 8:1-22 Air bah surut 8:1 Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun. 8:2 Ditutuplah mata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit, 8:3 dan makin surutlah air itu dari muka bumi. Demikianlah berkurang air itu sesudah seratus lima puluh hari. 8:4 Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat. 8:5 Sampai bulan yang kesepuluh makin berkuranglah air itu; dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal satu bulan itu, tampaklah puncak-puncak gunung. 8:6 Sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu. 8:7 Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi. 8:8 Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi. 8:9 Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan kakinya dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air; lalu Nuh mengulurkan tangannya, ditangkapnya burung itu dan dibawanya masuk ke dalam bahtera. 8:10 Ia menunggu tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya pula burung merpati itu dari bahtera; 8:11 menjelang waktu senja pulanglah burung merpati itu mendapatkan Nuh, dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi. 8:12 Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya. 8:13 Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering. 8:14 Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering. 8:15 Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh: 8:16 "Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama-sama dengan isterimu serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu; 8:17 segala binatang yang bersama-sama dengan engkau, segala yang hidup: burung-burung, hewan dan segala binatang melata yang merayap di bumi, suruhlah keluar bersama-sama dengan engkau, supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi." 8:18 Lalu keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya. 8:19 Segala binatang liar, segala binatang melata dan segala burung, semuanya yang bergerak di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluarlah juga dari bahtera itu. 8:20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. 8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. 8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam." Penjelasan: * Bumi Menjadi Kering (Kejadian 8:1-3) Inilah, I. Sebuah tindakan anugerah Allah: Allah mengingat Nuh dan segala makhluk hidup. Ini adalah ungkapan cara manusia. Sebab tak satu pun dari ciptaan-Nya (Luk. 12:6), terlebih lagi siapa pun dari umat-Nya, yang dilupakan-Nya (Yes. 49:15-16). Tetapi, 1. Seluruh bangsa manusia, kecuali Nuh dan keluarganya, sekarang sudah punah, dan dicampakkan ke negeri segala lupa, untuk tidak diingat lagi. Karena itu, diingatnya Nuh oleh Allah berarti kembalinya belas kasihan-Nya terhadap umat manusia, yang tidak akan dibinasakan-Nya sepenuhnya. Ungkapan ini aneh (Yeh. 5:13), Aku akan melampiaskan murka-Ku kepada mereka, sehingga Aku merasa puas. Tuntutan-tuntutan keadilan ilahi telah dipenuhi dengan kehancuran orang-orang berdosa itu. Ia telah melampiaskan dendam-Nya kepada para lawan-Nya (Yes. 1:24), dan sekarang roh-Nya menjadi tenteram (Za. 6:8), lalu Ia mengingat Nuh dan segala makhluk hidup. Ia mengingat kasih sayang dalam murka (Hab. 3:2), teringat kepada zaman dahulu kala (Yes. 63:11), mengingat keturunan yang kudus, dan kemudian mengingat Nuh. 2. Nuh sendiri, walaupun merupakan seorang yang mendapat kasih karunia di mata Tuhan, tampak terlupakan di dalam bahtera, dan mungkin mulai berpikiran begitu. Sebab kita tidak mendapati Allah memberi tahu dia berapa lama ia harus terkurung dan kapan ia harus dibebaskan. Orang-orang yang sangat baik terkadang akan segera menyimpulkan bahwa mereka dilupakan Allah, terutama apabila penderitaan-penderitaan mereka luar biasa pedih dan lama. Mungkin Nuh, walaupun merupakan seorang yang mempunyai iman besar, ketika mendapati air bah terus berlangsung begitu lama sementara sudah seharusnya air itu berhenti, tergoda untuk merasa takut kalau-kalau Dia yang menyuruhnya untuk masuk akan tetap mengurungnya di sana. Dan ia mulai bertanya-tanya, berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku? Tetapi pada akhirnya Allah kembali dalam belas kasihan kepadanya, dan ini diungkapkan dengan ungkapan Allah mengingatnya. Perhatikanlah, orang-orang yang mengingat Allah pasti akan diingat oleh-Nya, seberapa pun susah dan menyedihkannya keadaan mereka. Ia akan menetapkan waktu bagi mereka dan mengingat mereka (Ayb. 14:13). 3. Bersama Nuh, Allah mengingat segala makhluk hidup. Sebab, walaupun kesenangan-Nya terutama pada anak-anak manusia, Ia juga bersuka atas segala hasil karya-Nya, dan tidak membenci satu pun dari apa yang telah dijadikan-Nya. Ia secara khusus memperhatikan umat-Nya bukan saja secara orang perorangan, melainkan juga kepunyaan-kepunyaan mereka, yaitu keluarga mereka dan segala sesuatu milik mereka. Ia memperhatikan ternak Niniwe (Yun. 4:11). II. Sebuah tindakan kuasa Allah atas angin dan air, yang kedua-duanya tunduk pada perintah-Nya, meskipun tidak satu pun dari keduanya yang bisa dikendalikan manusia. Amatilah, 1. Ia memerintahkan angin, dan berkata kepadanya, pergi, lalu ia pun pergi, untuk menghalau air bah itu: Allah membuat angin menghembus melalui bumi. 2. Ia menarik kembali air-air itu, dan berkata kepada mereka, mari datanglah ke sini, dan mereka pun datang. * Surutnya Air Bah (Kejadian 8:4-5) Di sini kita mendapati dampak-dampak dan bukti-bukti dari surutnya air. 1. Bahtera itu kandas. Adalah suatu kepuasan bagi Nuh untuk merasakan rumah kediamannya mendarat di atas tanah yang kuat, tidak lagi bergerak-gerak. Bahtera itu kandas di pegunungan, yang diarahkan ke sana, bukan oleh kearifan Nuh (ia tidak mengemudikannya), melainkan oleh pemeliharaan Allah yang bijak dan penuh rahmat, agar bahtera itu bisa kandas lebih cepat. Perhatikanlah, Allah menyediakan waktu dan tempat peristirahatan bagi umat-Nya setelah mereka diombang-ambingkan. Dan kerap kali Ia menyediakan tempat kediaman bagi mereka yang nyaman dan tepat pada waktunya tanpa mereka merancangkannya sendiri, dan yang sangat melampaui dugaan mereka. Bahtera jemaat, meskipun kadang-kadang dilanggar angin badai, dan tidak dihiburkan (Yes. 54:11), mempunyai tempat peristirahatan (Kis. 9:31). 2. Puncak-puncak gunung, seperti pulau-pulau kecil, tampak di atas air. Sangat pasti bahwa puncak-puncak gunung itu terlihat oleh Nuh dan anak-anaknya, sebab selain puncak-puncak itu tidak ada lain lagi yang terlihat. Ada kemungkinan bahwa mereka melihat melalui jendela bahtera setiap hari, seperti para pelaut yang merasa rindu, setelah pelayaran yang membosankan, untuk melihat apakah mereka bisa menemukan daratan, atau seperti hamba seorang nabi (1Raj. 18:43-44), sampai pada akhirnya mereka melihat tanah, dan mencatat tanggal penemuan mereka dalam buku harian mereka. Mereka sudah merasakan tanah empat puluh hari sebelum mereka melihatnya, menurut perhitungan Dr. Lightfoot, yang dari situ beliau menyimpulkan bahwa, jika air berkurang dalam jumlah yang seimbang, bahtera itu berada di kedalaman air sekitar 5 meter. * Nuh Melepaskan Burung Gagak dan Merpati (Kejadian 8:6-12) Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya. Di sini kita mendapati cerita tentang mata-mata yang dikirim Nuh untuk memberinya informasi dari dunia luar, seekor burung gagak dan seekor burung merpati. Amatilah di sini, I. Bahwa walaupun Allah sudah memberi tahu Nuh secara khusus kapan air bah akan datang, bahkan sampai pada hari terjadinya (7:4), Ia tidak memberinya penjelasan khusus melalui pewahyuan pada pukul berapa, dan dengan cara-cara apa, air itu akan pergi, 1. Karena pengetahuan tentang datangnya air bah penting bagi dia untuk mempersiapkan bahtera, dan untuk berdiam di dalamnya. Tetapi, pengetahuan tentang perginya air bah hanya bisa memuaskan rasa ingin tahunya, dan disembunyikannya pengetahuan itu dari dia akan menjadi latihan yang diperlukan bagi iman dan kesabarannya. Dan, 2. Ia tidak bisa meramalkan kedatangan air bah itu, kecuali melalui pewahyuan. Tetapi, dengan sarana-sarana biasa, ia dapat mengetahui berkurangnya air itu, dan oleh sebab itu Allah berkenan untuk membiarkan dia menggunakan sarana-sarana itu. II. Bahwa meskipun Nuh dengan iman mengharapkan kebebasannya, dan dengan sabar menantikannya, namun ia merasa penasaran tentangnya, sebab ia berpikir akan terkurung seperti itu untuk waktu yang lama. Perhatikanlah, keinginan-keinginan untuk dilepaskan dari masalah, pengharapan-pengharapan yang sungguh-sungguh untuk itu, dan pertanyaan-pertanyaan tentang kedatangannya yang dekat pada kita, akan berpadanan dengan sangat baik dengan ketulusan iman dan kesabaran. Siapa yang percaya tidak akan gelisah sehingga bertindak mendahului Allah, sebaliknya ia gelisah untuk menemui-Nya (Yes. 28:16). Secara khusus, 1. Nuh mengirimkan seekor burung gagak melalui tingkap bahtera, yang kemudian pergi, atau dalam ungkapan bahasa Ibrani terbang pulang pergi, yakni, terbang ke sana kemari, dan memakan bangkai-bangkai yang terapung, tetapi kembali ke bahtera untuk beristirahat. Mungkin bukan di dalam bahtera, melainkan di atasnya. Hal ini hanya membuat Nuh sedikit puas. Oleh sebab itu, 2. Ia mengirimkan seekor burung merpati, yang pertama-tama kembali tanpa kabar baik, malah basah dan kotor. Tetapi untuk kali kedua, ia membawa daun zaitun pada paruhnya, yang tampaknya sudah dipatuk terlebih dahulu. Ini suatu petunjuk jelas bahwa sekarang pepohonan, pohon-pohon yang berbuah, mulai tampak di atas air. Perhatikanlah di sini, (1) Bahwa Nuh mengirimkan burung merpati itu untuk kali kedua tujuh hari setelah ia pertama kali terbang, dan untuk kali ketiga setelah tujuh hari juga. Dan mungkin kali pertama ia dikirim ke luar adalah tujuh hari setelah burung gagak dikirim ke luar. Ini menunjukkan bahwa pengiriman itu dilakukan pada hari Sabat, yang, tampaknya, dijalani Nuh dengan ibadah di dalam bahtera. Setelah menjalankan hari Sabat dalam sebuah perkumpulan jemaat yang khidmat dan kecil, ia lalu mengharapkan berkat-berkat khusus dari sorga, dan mencari tahu tentangnya. Setelah memanjatkan doanya, ia menengadah ke atas (Mzm. 5:4). (2) Burung merpati adalah lambang dari jiwa yang penuh rahmat, yang karena tidak mendapat tumpuan bagi kakinya, tidak mendapat kedamaian atau kepuasan yang teguh di dunia ini, dunia yang menajiskan dan yang tenggelam dalam air bah ini, lalu kembali kepada Kristus seperti kepada bahteranya, seperti kepada Nuhnya. Hati yang bersifat kedagingan, seperti burung gagak, hanyut dalam dunia, dan memakan bangkai-bangkai yang ditemukannya di sana. Tetapi kembalilah tenang hai jiwa-Ku, kembalilah kepada Nuh- mu, itulah kata yang digunakan (Mzm. 116:7). Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan berlari kepada-Nya! (Mzm. 55:7). Dan sama seperti Nuh mengulurkan tangannya, mengambil burung merpati, dan menarik burung itu ke dalam bahtera, demikian pula Kristus dengan penuh rahmat akan menjaga, menolong, dan menyambut orang-orang yang berlari kepada-Nya untuk mendapat tempat peristirahatan. (3) Ranting pohon zaitun, yang merupakan lambang kedamaian, tidak dibawa oleh burung gagak, burung pemangsa, tidak pula oleh burung merak yang ceria dan congkak, melainkan oleh burung merpati yang lembut, sabar, dan rendah hati. Kecenderungan hati yang seperti merpatilah yang akan membawa pertanda-pertanda ketenangan dan sukacita ke dalam jiwa. (4) Sebagian orang memandang kesemuanya ini secara kiasan. Hukum pertama kali dikirimkan seperti burung gagak, tetapi tidak membawa kabar tentang surutnya air murka Allah, yang di dalamnya dunia umat manusia tenggelam. Oleh sebab itu, dalam kegenapan waktu, Allah mengirimkan Injil-Nya, seperti burung merpati, yang dalam rupa ini Roh Kudus turun, dan ia memberi kita ranting pohon zaitun serta membawa pengharapan yang lebih baik. * Kalimat awal dari perikop ini memberi kesan bahwa Allah "sempat" melupakan keberadaan seluruh isi bahtera. Benarkah demikian? Tidak! Ungkapan bahwa Allah mengingat Nuh ini (ayat 1) justru menegaskan pengalaman Allah yang terus menerus setia menyertai Nuh, menuntaskan rencana penyelamatan-Nya bagi dunia melalui Nuh. Kemarahan Allah ada akhirnya. Allah mengembalikan air ke dalam batasannya. Kisah air bah membukakan dua hal kepada kita. Pertama, kisah itu menyisakan kenangan pahit dan tak terlupakan. Dosa tidak pernah memberikan kebahagiaan dalam hidup dan bagi kondisi dunia ini. Kedua, kisah itu mendatangkan sukacita karena di balik penghukuman Allah, Allah berbelas kasihan kepada umat-Nya. Penyelamatan Nuh dan keluarganya, beserta wakil dari semua makhluk yang bernyawa, menggambarkan pemulihan ciptaan dan penciptaan suatu umat perjanjian. Nuh yang telah memperoleh anugerah keselamatan dari Allah mendirikan mezbah sebagai respons syukur dan terima kasihnya kepada Allah. Mezbah tersebut bukan upaya Nuh untuk membujuk Allah agar menyingkirkan murka- Nya seperti yang banyak dipahami di dalam agama-agama manusia tentang kurban-kurban. Mezbah itu justru adalah ungkapan syukur Nuh atas inisiatif Allah baik dalam menghukum maupun terlebih dalam menyelamatkan. Kini, Nuh mengemban tugas berat, memulai dari awal, yaitu mengisi dan membentuk bumi ciptaan baru. Kita memiliki Allah yang dahsyat, dan berdaulat penuh atas dunia. Itu sebabnya, kejahatan manusia tidak dapat menggagalkan rencana Allah untuk mempertahankan kelangsungan hidup dunia ciptaan-Nya, apalagi menggagalkan rencana penyelamatan-Nya! Renungkan: Keseriusan Allah terhadap rencana-Nya tersebut terwujud dalam Putra-Nya sendiri, yang rela mati, demi menyelamatkan orang- orang pilihan-Nya dari murka kekal.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Senin, 5 Juni 2023 – Lestarikan Alam Dan Mahluk Ciptaan-Nya – Kejadian 8:6-9 Sebelum: RHK GMIM Sabtu, 3 Juni 2023 – Roh Kudus Menuntun Kita – Kisah Para Rasul 2:12-13 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,