gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 951 kali
Download MP3 Music
Kisah Para Rasul 1:12-26
Rasul-rasul menanti-nanti
1:12 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. 1:13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. 1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Matias dipilih menggantikan Yudas
1:15 Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: 1:16 "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. 1:17 Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini." 1:18 -- Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya, lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar. 1:19 Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya Tanah Darah --. 1:20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. 1:21 Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, 1:22 yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya." 1:23 Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. 1:24 Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, 1:25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." 1:26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

Penjelasan:
* Kis 1:12 - Bukit Zaitun,

Kenaikan Yesus terjadi di Bukit Zaitun, yang terletak sejauh sekitar tiga ribu kaki di sebelah timur Yerusalem. Jarak ini merupakan jarak yang diperbolehkan bagi orang Yahudi untuk berjalan pada hari Sabat tanpa melanggar ketetapan tentang perhentian Sabat.

* Kis 1:13 - Simon orang Zelot

Ruang atas ini mungkin adalah ruangan yang dipakai untuk Perjamuan Terakhir (Luk. 22:12) dan bisa jadi terletak di rumah Maria. ibu Markus (Kis. 12:12). Untuk daftar lain dari Dua Belas Murid lihat Matius 10:2 dst.; Markus 3:16 dst.; Lukas 6:14 dst. Simon orang Zelot. Simon orang Kanaan. Zelot mungkin mengacu kepada sifat Simon yang bersemangat, tetapi lebih besar kemungkinan kata itu menunjukkan bahwa Simon adalah anggota dari suatu partai nasional orang Yahudi yang mendukung pemberontakan terbuka terhadap Roma.

* Kis 1:14 - Saudara-saudara Yesus // Beberapa perempuan

Saudara-saudara Yesus. Saudara-saudara tiri Yesus (Mat. 13:55). yang tidak percaya kepada-Nya sebelum Dia mati (Yoh. 7:5), tetapi yang menjadi beriman karena kebangkitan-Nya. Suatu penampakan sesudah kebangkitan kepada Yakobus tercatat dalam I Korintus 15:7. Beberapa perempuan bisa menunjuk kepada istri para murid atau para perempuan yang disebutkan dalam Lukas 8:2; 24:10.

* Pemilihan Matias (1:15-26).

Kelompok rasuli telah berubah oleh pengkhianatan Yudas, dan para rasul merasa perlu memilih seorang untuk menggantikan Yudas.



* Para Rasul di Yerusalem ( Kis 1:12-14)

I. Dari mana Kristus naik,
yaitu dari Bukit Zaitun (ay. Kis 1:12), dari bagian di mana terletak kota Betania (Luk. 24:50). Di sanalah Ia memulai penderitaan-penderitaan-Nya (Luk. 22:39), dan oleh sebab itu di sanalah Ia menyingkirkan cela dari penderitaan-penderitaan itu dengan kenaikan-Nya yang mulia, dan dengan demikian menunjukkan bahwa penderitaan dan kenaikan-Nya mengarah pada kuasa yang sama. Demikianlah Ia masuk ke dalam kerajaan-Nya di hadapan Yerusalem, dan di hadapan para penduduknya yang tidak taat dan tidak tahu bersyukur itu, yang tidak mau Dia menjadi raja atas mereka. Dinubuatkan tentang Dia (Za. 14:4), bahwa kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem, akan berjejak di sana pada akhirnya. Dan selanjutnya kita membaca, Bukit Zaitun itu akan terbelah dua. Dari Bukit Zaitun Ia, sebagai pohon zaitun sejati, naik, dan dari situ kita menerima pengurapan (Za. 4:12; Rm. 9:24).

Bukit ini di sini dikatakan dekat dengan Yerusalem, seperjalanan Sabat jauhnya, maksudnya, dekat saja. Tidak lebih jauh daripada jarak yang biasa ditempuh oleh orang saleh yang biasa berjalan di Sabat sore, setelah pulang dari ibadah umum, untuk bermenung. Sebagian orang mengira-ngira bahwa tempat itu berjarak seribu langkah, sebagian yang lain dua ribu hasta. Ada juga yang menduga kira-kira 1400 meter, dan ada lagi 1600 meter. Betania memang terletak dua mil jauhnya dari Yerusalem (Yoh. 11:18), tetapi bagian dari Bukit Zaitun yang terletak di sebelah Yerusalem, yang dari situ Kristus menaiki keledai dalam sahutan sorak-sorai, hanyalah berjarak kira-kira 1400 atau 1600 meter. Alkitab bahasa Ibrani membahasakan ulang Rut 1 seperti ini, kita diperintah untuk memelihara hari Sabat dan hari-hari raya, dengan tidak berjalan melebihi dua ribu hasta, yang didasarkan atas Yosua 3:4). Di dalam Yosua, kita lihat, ketika umat Israel maju melewati Sungai Yordan, jarak antara mereka dan tabut perjanjian haruslah dua ribu hasta. Allah pada waktu itu belum membatasi mereka seperti itu, tetapi mereka membatasi diri mereka sendiri. Dan sejauh itulah yang menjadi pedoman bagi kita, bahwa kita tidak bepergian pada hari Sabat selain untuk keperluan beribadah. Dan sejauh untuk keperluan ini, kita tidak hanya diizinkan tetapi juga diperintahkan (2Raj. 4:23).

II. Ke mana murid-murid kembali:
Mereka datang ke Yerusalem, seperti yang ditetapkan oleh Guru mereka, meskipun mereka masuk ke tengah-tengah musuh. Tetapi tampak bahwa walaupun segera setelah kebangkitan Kristus mereka diawasi, dan takut kepada orang-orang Yahudi, namun setelah diketahui bahwa mereka pergi ke Galilea, tidak ada perhatian yang diberikan tentang kembalinya mereka ke Yerusalem, dan juga mereka tidak dicari-cari lagi. Allah bisa menemukan tempat-tempat persembunyian bagi umat-Nya di tengah-tengah musuh mereka, dan demikianlah Ia memengaruhi Saul untuk tidak mencari-cari Daud lagi. Di Yerusalem mereka naik ke ruang atas, dan menumpang di sana. Bukan berarti bahwa mereka semua tinggal dan makan bersama-sama di satu ruang, melainkan bahwa di sana mereka berkumpul setiap hari, dan menghabiskan waktu bersama-sama dalam ibadah, sambil menanti-nantikan turunnya Roh. Para cendekiawan mempunyai berbagai macam dugaan tentang ruang atas ini. Sebagian dari mereka berpikir bahwa itu adalah salah satu ruang atas di bait Allah. Tetapi tidak terpikirkan bahwa imam-imam kepala, yang menyewakan ruang-ruang ini, akan membolehkan murid-murid Kristus untuk terus tinggal di ruang mana pun. Memang dikatakan, oleh sang sejarawan penulis kitab ini yang juga menulis Injil Lukas, bahwa mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah (Luk. 24:53), tetapi itu adalah pelataran Bait Allah, pada jam-jam doa, di mana mereka tidak bisa dihalang-halangi untuk datang ke sana. Jadi, tampaknya, ruang atas ini berada di sebuah rumah pribadi. Tuan Gregory dari Oxford berpendapat demikian, dan mengutip seorang sarjana berkebangsaan Siria tentang tempat ini, yang mengatakan bahwa ruang itu adalah ruang atas yang sama yang di dalamnya mereka makan perjamuan Paskah sebelumnya. Dan walaupun ruang itu disebut anogeon, sedangkan ruang ini hyperoon, kedua-duanya bisa berarti tempat yang sama. “Apakah,” ujarnya, “ruang itu ada di dalam rumah Yohanes si penulis Injil, seperti yang dinyatakan oleh Euodius, atau rumah Maria ibu Yohanes yang disebut juga Markus, seperti yang disimpulkan oleh yang lain, tidaklah pasti.” Perhatikan pasal 13.

III. Siapa murid-murid ini, yang tetap bersama-sama.
Kesebelas rasul di sini disebutkan (ay. Kis 1:13), demikian pula Maria ibu Tuhan kita (ay. Kis 1:14), dan ini kali terakhir dia disebutkan di dalam Kitab Suci. Ada orang lain yang di sini dikatakan sebagai saudara-saudara Tuhan kita, kaum sebangsanya secara daging. Dan, untuk menggenapkan jumlah seratus dua puluh orang yang sudah dibicarakan sebelumnya (ay. Kis 1:15), kita dapat menduga bahwa semua atau sebagian besar dari ketujuh puluh murid ada bersama mereka, yang merupakan rekan-rekan para rasul dan bekerja sebagai penginjil.

IV. Bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka:
Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama.

1. Mereka berdoa, dan menaikkan permohonan. Semua umat Allah adalah umat yang berdoa, dan memberi diri untuk berdoa. Saat ini adalah saat kesusahan dan bahaya bagi murid-murid Kristus. Mereka seperti domba di tengah-tengah serigala. Kalau ada seorang di antara kita yang menderita, baiklah ia berdoa. Ini akan mendiamkan kekhawatiran dan ketakutan. Ada pekerjaan baru di hadapan mereka, pekerjaan besar, dan, sebelum mereka memulainya, mereka bertekun dalam doa kepada Allah untuk meminta kehadiran-Nya bersama mereka di dalam pekerjaan itu. Sebelum mereka pertama-tama diutus, Kristus menghabiskan waktu dengan berdoa untuk mereka, dan sekarang mereka menghabiskan waktu dengan berdoa untuk diri mereka sendiri. Mereka menunggu turunnya Roh ke atas mereka, dan oleh sebab itu mereka banyak-banyak berdoa seperti itu. Roh turun ke atas Juru Selamat kita ketika Ia sedang berdoa (Luk. 3:21). Orang-orang yang berada dalam keadaan terbaik untuk menerima berkat-berkat rohani adalah mereka yang sedang berdoa. Kristus sudah berjanji bahwa sebentar lagi Ia akan mengutus Roh Kudus. Nah, janji ini bukan untuk menggantikan doa, melainkan untuk menggugah dan mendorongnya. Allah ingin supaya kita menagih rahmat-rahmat yang sudah dijanjikan-Nya, dan semakin dekat tampaknya penggenapan dari janji itu, semakin kita harus bersungguh-sungguh dalam mendoakannya.

2. Mereka bertekun dalam doa, menghabiskan banyak waktu untuk berdoa, lebih daripada biasanya, sering berdoa, dan berdoa dalam waktu yang lama. Mereka tidak pernah kehilangan satu jam pun untuk berdoa. Mereka bertekad untuk bertekun di dalam doa sampai Roh Kudus datang, sesuai dengan janji untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu. Dikatakan (Luk. 24:53) bahwa mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah. Di sini, mereka bertekun dalam doa. Sebab sama seperti menaikkan puji-pujian atas janji yang diberikan merupakan cara yang baik untuk memohonkan pelaksanaannya, dan menaikkan puji-pujian atas rahmat yang telah diterima merupakan cara yang baik untuk memohonkan rahmat yang baru, demikian pula, dalam mencari Allah, kita memberi Dia kemuliaan atas rahmat dan anugerah yang sudah kita dapatkan di dalam Dia.

3. Mereka berdoa dengan sehati. Ini menunjukkan bahwa mereka berkumpul bersama-sama dalam kasih yang kudus, dan bahwa tidak ada pertengkaran atau perselisihan di antara mereka. Dan orang-orang yang memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera adalah orang yang paling siap untuk menerima penghiburan-penghiburan Roh Kudus. Itu juga menunjukkan betapa berharganya kesatuan hati mereka dalam menaikkan permohonan-permohonan. Meskipun hanya satu orang yang berbicara, mereka semua berdoa, dan, apabila dua orang sepakat meminta apa pun juga, maka permintaan mereka itu akan dikabulkan, jauh terlebih lagi apabila banyak orang menyepakati permohonan yang sama. Lihat Matius 18:19.


* Kematian Yudas; Matias Dipilih sebagai Rasul ( Kis 1:15-26)

Dosa Yudas tidak hanya membawa aib dan kehancuran baginya, tetapi juga meninggalkan kekosongan jabatan dalam kumpulan para rasul. Mereka ditahbiskan sebagai dua belas rasul, dengan pandangan yang tertuju pada dua belas suku Israel, yang diturunkan dari dua belas bapa leluhur. Mereka adalah dua belas bintang yang membentuk mahkota jemaat (Why. 12:1), dan bagi merekalah dua belas takhta ditentukan (Mat. 19:28). Nah, karena mereka ada dua belas pada waktu menjadi murid, maka jika mereka sekarang hanya ada sebelas pada waktu menjadi guru, setiap orang akan bertanya-tanya apa yang terjadi dengan yang kedua belas, dan dengan demikian hal itu mengingatkan mereka kembali akan aib perkumpulan mereka. Oleh sebab itu mereka merasa perlu, sebelum Roh turun, untuk mengisi lowongan itu, yang cerita tentangnya kita dapati sekarang, karena Yesus Tuhan kita, ada kemungkinan, sudah memberikan petunjuk-petunjuk tentang itu, selain perkara-perkara lain yang dibicarakan-Nya tentang Kerajaan Allah. Amatilah,

I. Orang-orang yang berkepentingan dalam perkara ini.

            1. Di dalam rumah itu ada kira-kira seratus dua puluh orang. Jumlah ini adalah jumlah nama, maksudnya, jumlah orang. Ada sebagian orang yang menduga itu hanya laki-laki, tidak termasuk perempuan. Dr. Lightfoot menghitung bahwa kesebelas rasul, ketujuh puluh murid, dan kira-kira tiga puluh sembilan lagi, yang kesemuanya berasal dari kerabat, negeri, dan kenalan Kristus sendiri, membentuk seratus dua puluh orang ini, dan bahwa mereka ini sejenis majelis atau kumpulan hamba-hamba Tuhan, para penatua (4:23). Kepada mereka tidak ada yang berani menggabungkan diri (5:13), dan mereka terus bersama-sama sampai penganiayaan yang terjadi setelah kematian Stefanus membuat mereka semua tersebar kecuali rasul-rasul (8:1). Tetapi ia berpikir bahwa selain mereka ini masih ada lagi ratusan, jika bukan ribuan, orang di Yerusalem, pada waktu ini yang percaya. Dan kita memang membaca tentang banyak orang di situ yang percaya kepada-Nya, tetapi tidak berani mengakui Dia, dan oleh sebab itu saya tidak bisa berpikir, seperti Dr. Lightfoot, bahwa mereka sekarang membentuk perkumpulan-perkumpulan yang berbeda, untuk memberitakan firman Tuhan dan melakukan kegiatan-kegiatan ibadah lain. Dan juga tidak terjadi hal seperti ini sampai setelah pencurahan Roh, dan setelah pertobatan-pertobatan yang dicatat dalam pasal selanjutnya. Inilah permulaan jemaat Kristen: keseratus dua puluh orang ini adalah biji sesawi yang tumbuh menjadi pohon, ragi yang membuat seluruh adonan khamir.
            2. Yang berbicara adalah Petrus, yang dulunya, dan masih, menjadi orang yang paling pertama maju ke depan. Dan oleh sebab itu ada perhatian yang diberikan tentang keberaniannya dan semangatnya, untuk menunjukkan bahwa ia sudah mendapatkan kembali secara utuh pijakannya yang hilang karena menyangkal Gurunya. Juga, karena Petrus ditetapkan sebagai rasul untuk orang-orang bersunat, maka selama cerita suci ini diberitakan di antara orang-orang Yahudi, ia terus diikutsertakan di dalam cerita, seperti sesudahnya, ketika cerita itu mulai berbicara tentang orang-orang bukan-Yahudi. Ini berlanjut terus hingga cerita mengenai Paulus.


II. Usulan yang dibuat Petrus agar memilih seorang rasul lain.

Ia berdiri di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu (ay. Kis 1:15). Ia tidak duduk, seperti orang yang memberi hukum, atau yang mempunyai keunggulan di atas rasul-rasul lain, tetapi berdiri, seperti orang yang hanya ingin mengajukan sebuah permohonan. Dengan cara ini ia menaruh hormat pada saudara-saudaranya, dengan berdiri ketika berbicara kepada mereka. Sekarang, dalam perkataannya ini, kita dapat mengamati,
            1. Laporan yang diberikannya tentang kekosongan jabatan oleh karena kematian Yudas, yang diceritakannya dengan sangat terperinci, dan, seperti layaknya seorang yang sudah diembusi Roh oleh Kristus, mengamati penggenapan Kitab Suci di dalamnya.

            2. Usulan yang diajukan Petrus untuk memilih seorang rasul lain(ay. Kis 1:21-22).

III. Pencalonan orang yang akan menggantikan Yudas dalam jabatannya sebagai rasul.
            1. Dua orang, yang diketahui sebagai pengikut Kristus yang setia dan yang sangat lurus hati dan setia dengan kewajiban mereka, diajukan sebagai calon untuk mengisi tempat itu (ay. Kis 1:23): Mereka mengusulkan dua orang. Mereka di sini bukan kesebelas rasul, mereka tidak mengambil tugas untuk menentukan siapa yang harus diajukan, melainkan keseratus dua puluh orang itu, sebab kepada merekalah Petrus berbicara, dan bukan kepada kesebelas rasul. Kedua orang yang mereka calonkan adalah Yusuf dan Matias, yang kedua-duanya tidak pernah kita baca di bagian Kitab Suci mana pun, kecuali kalau Yusuf ini adalah orang yang sama dengan Yesus yang dipanggil Yustus itu, yang dibicarakan Paulus (Kol. 4:11), dan yang dikatakan berasal dari antara mereka yang bersunat, seorang Yahudi asli, seperti Yustus ini, dan yang menjadi teman sekerja Paulus untuk Kerajaan Allah dan membawa penghiburan bagi dia. Maka dapat diamati bahwa, meskipun tidak menjadi rasul, ia tidak berhenti melayani oleh karena itu, tetapi sangat berguna menjalankan pelayanan di tempat yang lebih rendah. Sebab adakah mereka semua rasul, atau nabi? Sebagian orang berpikir bahwa Yusuf ini adalah dia yang dipanggil Yoses (Mrk. 6:3), saudara Yakobus Muda (Mrk. 15:40), dan disebut Yoses yang adil, sama seperit Yakobus disebut Yakobus yang adil. Sebagian yang lain salah mengira orang ini sebagai Yusuf yang disebutkan dalam Kisah Para Rasul 4:36. Akan tetapi, Yusuf yang itu berasal dari Siprus, sedangkan Yusuf yang ini berasal dari Galilea. Dan, tampaknya, untuk membedakan mereka, Yusuf yang itu disebut Barnabas -" anak penghiburan, sedangkan Yusuf yang ini disebut Barsabas -" anak sumpah.Kedua-duanya adalah orang-orang yang layak, dan sangat memenuhi syarat untuk menduduki jabatan itu, sehingga mereka tidak bisa mengatakan mana yang lebih pantas, tetapi semua sepakat bahwa yang harus dipilih adalah salah satu dari keduanya. Mereka tidak mengusulkan diri mereka sendiri atau saling memperebutkan tempat itu, tetapi dengan rendah hati duduk diam, dan ditunjuk untuk memangku jabatan itu.
            2. Mereka datang kepada Allah dengan doa meminta bimbingan untuk mengetahui, bukan siapa dari ketujuh puluh murid itu, sebab tak seorang pun dari yang lain yang bisa menyaingi dua orang ini menurut pendapat semua orang yang hadir, melainkan siapa yang dipilih dari kedua orang ini? (ay. Kis 1:24-25).
           





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Senin, 22 Mei 2023 – Bertekun Sehati Berdoa Bersama – Kisah Para Rasul 1:14

Sebelum:
RHK GMIM Sabtu, 20 Mei 2023 – Otoritas Tuhan Dikumandangkan – Keluaran 14:31




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,