|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Kamis, 18 Mei 2023 MTPJ GMIM 18 Mei 2023 – Yesus Yang Terangkat Ke Sorga Akan Datang Kembali – Kisah Para Rasul 1:6-11 (Khotbah Hari Kenaikan Tuhan Yesus Ke Sorga/ HAPSA WKI GMIM)Kisah Para Rasul 1:6-11 Yesus terangkat ke sorga 1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 1:7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. 1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." 1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. 1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, 1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." Penjelasan: * Pesan Kristus kepada Para Rasul-Nya; Kenaikan Kristus ke Sorga ( Kis 1:6-11) Di Yerusalem, Kristus, melalui malaikat-Nya, sudah menyuruh murid-murid-Nya untuk menemui Dia di Galilea. Di sana Ia menyuruh mereka untuk menemui-Nya di Yerusalem lagi, pada hari tertentu. Demikianlah Ia ingin menguji ketaatan mereka, dan ternyata ketaatan mereka itu dijalankan dengan siap sedia dan senang hati. Mereka berkumpul, seperti yang sudah ditetapkan-Nya bagi mereka, untuk menjadi saksi-saksi kenaikan-Nya ke sorga, yang ceritanya kita dapati di sini. Amatilah, I. Pertanyaan yang mereka ajukan kepada-Nya dalam pertemuan ini. Mereka datang berkumpul kepada-Nya, seperti orang-orang yang sudah berunding satu sama lain tentang suatu perkara, lalu mencapai kesepakatan nemine contradicente dengan suara bulat. Mereka datang sebagai satu kelompok, dan mengajukan kepada-Nya pertanyaan yang sudah mereka sepakati bersama, Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel? Dua cara untuk memandang hal ini: 1. “Pasti Engkau tidak akan memulihkannya sama sekali bagi pemimpin-pemimpin Israel pada masa sekarang, imam-imam kepala dan penatua-penatua, yang menghukum mati Engkau dan, yang untuk mencapai maksud itu, dengan begitu saja menyerahkan kerajaan kepada Kaisar dan mengakui diri mereka sebagai bawahan-bawahannya. Astaga! Masakan orang-orang yang membenci dan menganiaya Engkau dan kami akan diberi kekuasaan? Jauhlah kiranya dari pada-Mu.” Atau lebih tepatnya, 2. “Pasti Engkau akan memulihkannya lagi bagi bangsa Yahudi, sejauh bangsa itu mau tunduk kepada-Mu sebagai Raja mereka.” Nah, ada dua hal yang salah dalam pertanyaan ini: (1) Pengharapan mereka akan perkara itu sendiri. Mereka menyangka bahwa Kristus akan memulihkan kerajaan bagi Israel, yakni, bahwa Ia akan menjadikan bangsa Yahudi sebagai bangsa besar dan penting di antara bangsa-bangsa lain seperti pada masa Daud dan Salomo, Asa dan Yosafat. Bahwa, sebagai Silo, Ia akan memulihkan tongkat kerajaan, dan lambang pemerintahan, kepada Yehuda. Padahal Kristus datang untuk mendirikan kerajaan-Nya sendiri, dan itu adalah Kerajaan Sorga, bukan untuk memulihkan kerajaan bagi Israel, kerajaan dunia. (2) Pertanyaan mereka berkenaan dengan masa kerajaan itu: “Tuhan, maukah Engkau melakukannya pada masa ini? Karena sekarang Engkau sudah memanggil kami untuk berkumpul bersama-sama, apakah ini untuk membicarakan rancangan-rancangan yang perlu untuk memulihkan kerajaan bagi Israel? Pastilah tidak ada kesimpulan lain lagi selain ini.” II. Teguran yang diberikan Kristus terhadap pertanyaan ini, seperti teguran yang sudah diberikan-Nya belum lama ini atas pertanyaan Petrus tentang Yohanes, itu bukan urusanmu (ay. Kis 1:7), engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu. Ia tidak menentang pengharapan mereka bahwa kerajaan akan dipulihkan bagi Israel, karena kesalahan itu akan segera diluruskan dengan dicurahkannya Roh Kudus, yang setelah itu mereka tidak pernah lagi memikirkan kerajaan duniawi. Juga karena dalam arti tertentu pengharapan itu memang benar, yaitu ditegakkannya kerajaan Injil di dunia. Dan kesalahan mereka tentang janji tidak akan membuat janji itu hilang kekuatannya. Ia hanya menegur mereka atas pertanyaan mereka tentang masanya. 1. Hal ini tidak boleh diberitahukan kepada mereka: Engkau tidak perlu mengetahui, dan oleh sebab itu tidak boleh bertanya. 2. Pengetahuan tentang hal itu tersimpan bagi Allah sebagai hak istimewa-Nya. Pengetahuan itu telah ditetapkan Bapa sendiri untuk dikuasai-Nya. Hal itu tersembunyi bersama-Nya. Tak ada yang lain yang bisa mengungkapkan masa dan waktu yang akan datang. Semua pekerjaan Allah diketahui-Nya, tetapi kita tidak (15:18). Hanya Dia yang empunya kuasa, dan hanya Dia saja, untuk memberitahukan yang awal sampai yang akhir. Dan dengan semuanya ini, Ia membuktikan diri-Nya sebagai Allah (Yes. 46:10). “Dan walaupun Ia kadang-kadang memang menganggap layak memberitahukan kepada nabi-nabi Perjanjian Lama tentang masa dan waktu (seperti tentang perbudakan umat Israel di Mesir selama empat ratus tahun, dan di Babel selama tujuh puluh tahun), namun Ia tidak menganggapnya layak bagimu untuk mengetahui masa dan waktu, sekalipun itu tentang berapa lama lagi Yerusalem dihancurkan, meskipun kamu sendiri sudah begitu yakin akan peristiwa itu. Ia tidak berkata bahwa Ia tidak akan membiarkan kamu mengetahui sesuatu tentang masa dan waktu lebih daripada yang kamu ketahui.” Ia mengungkapkannya di kemudian hari kepada hamba-Nya Yohanes. “Walaupun begitu, Ia berkuasa untuk menentukan apakah Ia akan mengungkapkannya bagi manusia atau tidak.” Dan apa yang diungkapkan dalam nubuatan Perjanjian Baru tentang masa dan waktu begitu gelap, dan sulit dimengerti, sehingga, apabila kita harus menerapkannya, penting bagi kita untuk mengingat kata-kata ini, bahwa janganlah kita yakin bahwa kita bisa menentukan secara pasti masa dan waktu dari segala sesuatu. Buxtorf menyebutkan perkataan seorang rabi Yahudi tentang kedatangan Mesias: Rumpatur spiritus eorum qui supputant tempora Binasalah orang-orang yang menghitung-hitung waktunya. III. Ia menentukan pekerjaan mereka, dan dengan penuh kuasa meyakinkan mereka bahwa mereka akan mampu meneruskannya, dan akan berhasil melakukannya. “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu. Hal ini tidak akan membawa manfaat apa-apa bagimu. Tetapi ketahuilah ini (ay. Kis 1:8), bahwa kamu akan menerima kuasa rohani, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu tidak akan menerimanya dengan sia-sia, sebab kamu akan menjadi saksi bagi-Ku dan bagi kemuliaan-Ku. Dan kesaksianmu tidak akan sia-sia, sebab kesaksianmu itu akan diterima di sini di Yerusalem, di negeri sekelilingnya, dan di seluruh dunia” (ay. Kis 1:8). Jika Kristus membuat kita berguna bagi kehormatan-Nya pada masa dan angkatan kita, biarlah ini cukup bagi kita, dan janganlah kita membingungkan diri sendiri dengan masa dan waktu yang akan datang. IV. Setelah meninggalkan perintah-perintah ini bagi mereka, Ia meninggalkan mereka (ay. Kis 1:9): Sesudah Ia mengatakan semua hal ini, dan mengatakan semua yang harus dikatakan-Nya, Ia memberkati mereka (demikianlah kita diberi tahu, Luk. 24:50). Dan, sementara mereka menyaksikan Dia, dan menujukan pandangan mereka kepada Dia, sambil menerima berkat-Nya, terangkatlah Ia, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Di sini kita mendapati Kristus naik ke tempat tinggi. Ia tidak dijemput, seperti Elia, dengan kereta berapi dan kuda berapi, tetapi naik ke sorga, seperti Ia bangkit dari antara orang mati, murni dengan kuasa-Nya sendiri, dan tubuh-Nya sekarang, seperti tubuh orang-orang kudus pada saat kebangkitan nanti, telah menjadi tubuh rohani, yang dibangkitkan dalam kekuatan dan ketidakbinasaan. V. Murid-murid, ketika Ia sudah lenyap dari pandangan mereka, masih terus menatap ke langit (ay. Kis 1:10), dan ini lebih lama dari yang sepantasnya mereka lakukan. Dan mengapa demikian? 1. Mungkin mereka berharap agar Kristus segera kembali kepada mereka lagi, untuk memulihkan kerajaan bagi Israel. Juga, mereka enggan percaya bahwa mereka sekarang harus berpisah dengan Dia untuk selama-lamanya. Betapa mereka masih menginginkan kehadiran-Nya secara jasmani, sekalipun Ia sudah memberi tahu mereka bahwa lebih berguna bagi mereka jika Dia pergi. Atau, mereka memperhatikan Dia, karena ragu apakah Dia akan jatuh, seperti yang dipikirkan rombongan nabi tentang Elia (2Raj. 2:16), dan dengan demikian mereka bisa mendapatkan-Nya lagi. 2. Mungkin mereka berharap akan melihat adanya suatu perubahan di langit yang bisa terlihat, ketika Kristus naik, bahwa entah bulan purnama akan tersipu-sipu, atau matahari terik akan mendapat malu (Yes. 24:23), karena sinar mereka redup oleh kemilau-Nya. Atau, lebih tepatnya, supaya dengan begitu mereka akan berseru-seru penuh sukacita dan kemenangan. Atau mungkin juga mereka menjanjikan diri sendiri akan melihat suatu kemuliaan dari bagian langit yang tak tampak oleh mata, ketika langit itu terbuka untuk menerima-Nya. Sebelumnya Kristus sudah berkata kepada mereka bahwa nanti mereka akan melihat langit terbuka (Yoh. 1:51), jadi mengapa mereka tidak bisa mengharapkannya sekarang? VI. Dua malaikat menampakkan diri kepada mereka, dan menyampaikan kepada mereka pesan dari Allah yang sesuai untuk disampaikan pada waktu itu. Ada dunia para malaikat yang siap menerima Penebus kita, ketika sekarang di hadapan umum Ia masuk ke dalam Yerusalem yang di atas. Kita bisa menduga bahwa kedua malaikat ini tidak mau ketinggalan menyaksikan peristiwa itu. Namun, untuk menunjukkan betapa hati Kristus sangat peduli dengan jemaat-Nya di bumi, Ia mengutus kembali kepada murid-murid-Nya dua dari malaikat-malaikat yang datang menyambut-Nya. Kedua malaikat ini tampak sebagai dua orang yang berpakaian putih, terang dan berkilau. Mereka tahu, sesuai dengan tugas dan kewajiban mereka, bahwa mereka benar-benar melayani Kristus apabila melayani hamba-hamba-Nya di bumi. Sekarang kita diberi tahu apa yang dikatakan malaikat-malaikat ini kepada mereka, 1. Untuk menegur mereka atas keingintahuan mereka: Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Ia menyebut mereka orang-orang Galilea, untuk mengingatkan mereka akan gunung batu yang dari padanya mereka terpahat. Kristus sudah memberikan kehormatan besar kepada mereka, dengan menjadikan mereka sebagai duta-duta-Nya. Tetapi mereka harus ingat bahwa mereka adalah manusia, bejana tanah liat, orang-orang Galilea, orang-orang tak berpendidikan, yang dipandang hina. Sekarang, kata kedua malaikat itu, “Mengapakah kamu berdiri di sini, seperti orang-orang Galilea, yang kasar dan tidak berbudi halus, melihat ke langit? Apa yang ingin kamu lihat? Kamu sudah melihat semua yang harus kamu lihat, yang untuk itu kamu semua dipanggil berkumpul. Jadi mengapa kamu masih melihat-lihat lagi? Mengapakah kamu masih melihat ke langit, seperti orang yang takut dan kebingungan, seperti orang yang terkejut dan kehabisan akal?” Murid-murid Kristus tidak boleh berdiri dan kebingungan saja, karena mereka mempunyai pedoman hidup yang pasti untuk berjalan, dan fondasi yang kokoh untuk membangun di atasnya. 2. Untuk meneguhkan iman mereka akan kedatangan Kristus yang kedua kali. Guru mereka sudah sering kali memberi tahu mereka tentang hal ini, dan para malaikat diutus pada saat yang tepat sekarang untuk mengingatkan mereka akan hal itu: “Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, dan yang kamu pandang-pandang begitu lama sesudah Ia terangkat, sambil berharap supaya Dia bersamamu lagi, tidak akan pergi untuk selama-lamanya. Sebab ada hari yang ditentukan ketika Ia akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga, dan kamu tidak boleh mengharapkan Dia kembali lagi sampai hari yang ditentukan itu.” * Peristiwa terangkat-Nya (ayat 9) atau kenaikan Yesus Kristus ke sorga adalah mujizat-Nya yang terakhir sesudah 40 hari kebangkitan-Nya. Mujizat adalah kejadian (peristiwa) ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia. Dan tidak mungkin dilakukan manusia sendiri. Atau peristiwa adikodrati (supranatural/ilahi). (Markus 16:19; Lukas 24:50-51) Sebagai peristiwa adikodrati yang disaksikan oleh murid-murid, Yesus Kristus membuktikan bahwa Ia adalah Anak Allah dan kediaman-Nya di sorga yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa. “… terangicatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.” (Markus 16:19). Sebelum Yesus Kristus terangkat atau naik ke sorga, murid-murid bertanya, “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Pertanyaan ini dipengaruhi pemahaman orang Yahudi tentang kedatangan mesias yang dinantikan akan membebaskan bangsa Israel dan penjajahan dan memulihkan kerajaan Israel seperti pada masa keemasan ketika dipimpin oleh raja Daud. Temyata sampai akhir kehadiran Yesus Kristus bersama murid-murid-Nya di dunia, orientasi, pemahaman dan prioritas murid-murid-Nya masih tentang hal kerajaan duniawi. Jawaban Yesus Kristus menepis pandangan itu, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” Jawaban ini menegaskan bahwa prioritas kehadiran-Nya di dunia bukan memulihkan kerajaan Israel seperti pemahaman bangsa Israel tentang kedatangan mesias untuk memulihkan kerajaan duniawi. Tetapi prioritas kehadiran-Nya adalah menghadirkan Kerajaan Sorga di dunia. Yesus Kristus memerintahkan murid-murid-Nya dan juga kepada kita sekalian untuk, “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.” (Matius 10: 7) Yesus Kristus mengajarkan Doa Bapa Kami kepada murid-murid-Nya dan kepada kita sekalian sebagai murid-murid-Nya masa kini, “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” (Matius 6:10) Karena itu, murid-murid-Nya diberi kuasa menjadi saksi tentang Kerajaan Sorga. “…kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Injil Lukas memberitakan bahwa, “Di situ la mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika la sedang memberkati mereka, la berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. (Lukas 24:5051) “Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu la naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” Dua orang berpakaian putih (diyakini sebagai malaikat Tuhan). Para malaikat Tuhan mengingatkan jangan hanya berdiam diri dan berdiri menatap ke langit tetapi pergilah “menjadi saksi Yesus Kristus di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Sebagaimana amanat agung-Nya, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,dan ajarlah mereka rnelakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”(Mat.28:19-20 ) Merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus ke sorga kita diingatkan jangan berdiam diri, rnenunggu dan hanya menatap ke langit menanti kedatangan-Nya kembali. Tetapi pergi menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah. “Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” “Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. (Lukas 17: 21dan 24 ) “Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan la mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang.” (Lukas 9:12) Menjelang akhir zaman tantangan sangat berat, seperti kata finnan; Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan men yombongkan dirt mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. (2 Timotius 3:14) Hari ini kita merayakan Hari Persatuan WK/I Sinode GMIM. Yesus Kristus berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Lukas 2:17). Menjadi saksi tentang Yesus Kristus yang menderita sengsara, mati, bangkit dan naik ke sorga adalah melakukan usaha agar keluarga Kristen hidup sehat secara jasmani dan rohani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter anak yang sehat adalah takut akan Tuhan, inisiatif, gigih, adaptif dan kepemimpinan. Peran keluarga untuk membangun karakter ditentukan oleh hadimya sosok ayah dan ibu dalam pengasuhan, meluangkan waktu yang berkualitas bersama anak dan mendidik anak hidup dalam firman Tuhan. Peranan WK/I dan P/KB sangat penting dan menentukan sehat tidaknya hidup keluarga Kristen. Kalau kita sehat secara jasmani dan rohani maka tugas misioner kita adalah memelopori usaha bersama masyarakat dan pemerint-"ah menghadirkan keadaan damai sejahtera. Amin
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: RHK GMIM Sabtu, 20 Mei 2023 – Otoritas Tuhan Dikumandangkan – Keluaran 14:31 Sebelum: RHK GMIM Rabu, 17 Mei 2023 – Tuhan Allah Pahlawan Perang Membawa Kemenangan – Keluaran 14:23-25 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,