gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 552 kali
Download MP3 Music
1 Korintus 3:18-19
3:18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. 3:19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."

Penjelasan:
* Gambaran Kerendahan Hati (1 Korintus 3:18-20)

    Di sini Rasul Paulus menggambarkan kerendahan hati dan pikiran yang tidak mengagung-agungkan diri sendiri di antara mereka, sebagai penawar bagi ketidaktertiban dalam jemaat Korintus, perpecahan dan persaingan di antara mereka: Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri (ay. 18). Janganlah disesatkan oleh para penipu sehingga menyimpang dari kebenaran dan kesederhanaan Injil dan beralih ke ilmu pengetahuan dan kecakapan berbicara. Janganlah disesatkan dengan sikap yang memamerkan pengetahuan yang hebat-hebat atau kata-kata yang indah dari para guru agama, ahli pidato, atau filsuf.

Perhatikanlah, kita terancam bahaya menipu diri sendiri ketika kita mengagung-agungkan hikmat dan keterampilan manusiawi. Kekristenan yang murni dan sederhana sepertinya ada kemungkinan akan dihina oleh orang-orang yang dapat menyesuaikan ajaran mereka dengan selera yang rusak dari para pendengarnya, dan menyesatkan mereka dengan bahasa yang indah, atau ditambah dengan pameran akan kehebatan bernalar yang kuat dan dalam. Akan tetapi dia yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. Orang demikian harus menyadari kebodohannya dan menyesalinya. Dia harus mempertanyakan pengertiannya dan tidak mengandalkannya. Mengagung-agungkan hikmat kita sendiri hanyalah menyombongkan diri saja, dan menyombongkan diri hampir tidak ada bedanya dengan menipu diri sendiri. Jalan menuju hikmat sejati adalah dengan menenggelamkan pendapat kita mengenai diri sendiri ke tempat yang sewajarnya, dan rela untuk diajari oleh Allah.

Orang yang ingin menjadi sungguh-sungguh bijaksana haruslah menjadi bodoh. Orang yang meninggalkan pengertiannya sendiri supaya dia dapat mengikuti bimbingan Allah, berarti sudah ada di jalan menuju hikmat yang kekal dan sejati. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati (Mzm. 25:9). Orang yang tidak mengandalkan pengetahuan dan kuasanya sendiri akan rela menerima pengetahuan yang lebih baik. Orang seperti itu bisa menjadi berpengetahuan dan menjadi lebih baik melalui pewahyuan. Akan tetapi orang yang sombong dan mengandalkan hikmat dan pengertiannya sendiri bahkan akan cenderung ingin memperbaiki hikmat ilahi sekalipun, dan lebih memilih pemikirannya yang dangkal daripada segala pewahyuan kebenaran dan hikmat yang tidak bisa salah. Perhatikanlah, kita harus merendahkan diri di hadapan Allah, jika kita ingin benar-benar menjadi bijaksana atau baik: Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah (ay. 19).

Hikmat yang begitu diagung-agungkan manusia duniawi (kebijakan, filsafat, pidato) adalah kebodohan bagi Allah. Ini sungguh demikian adanya bila dibandingkan dengan hikmat-Nya. Malaikat-malaikat-Nya pun didapati-Nya tersesat (Ayb. 4:18), apalagi orang-orang terbijak dari antara anak-anak manusia. Kebijaksanaan-Nya tak terhingga (Mzm. 147:5). Tidak terbandingkan hikmat-Nya dengan hikmat kita, seperti halnya juga antara kuasa dan keberadaan diri-Nya dengan kuasa dan keberadaan kita. Tidak ada alat ukur untuk membandingkan yang terhingga dengan yang tidak terhingga. Jadi, betapa hikmat manusia itu adalah kebodohan bagi Allah ketika dibandingkan dengan hikmat-Nya sendiri. Wajarlah jika Ia merendahkannya, dan betapa mudahnya Dia dapat mengalahkan dan mengacaukannya!







Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
RHK GMIM Jumat, 5 Mei 2023 – Jangan Memegahkan Diri – 1 Korintus 3:20-21

Sebelum:
RHK GMIM Rabu, 3 Mei 2023 – Kamu Adalah Bait Allah – 1 Korintus 3:16-17




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2023..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,