|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2023 Minggu, 12 Februari 2023 Khotbah MTPJ GMIM Minggu, 12 Februari 2023 - JANGAN MENGHAKIMI SUPAYA ENGKAU TIDAK DIHAKIMI - Lukas 6:37-42Lukas 6:37-42 6:37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. 6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." 6:39 Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang? 6:40 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya. 6:41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? 6:42 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." Penjelasan: * SIAPA YANG PANTAS MENGHAKIMI? Salah satu pandangan pasca modern berpendapat bahwa kebenaran bersifat relatif, lokal, dan diikat oleh kebudayaan tertentu. Jadi, kalau ada orang yang mengabarkan akan kebenaran yang diyakininya, sanggahan yang akan diberikan kepada orang Kristen tersebut adalah bukan apa buktinya Injil Kristen itu menyelamatkan, melainkan apa hak orang Kristen mengklaim bahwa Injil itu adalah kebenaran satu-satunya. Menurut pandangan ini tidak seorangpun berhak mengklaim bahwa pandangannyalah yang paling benar karena dengan demikian ia telah menghakimi orang lain. Ada satu Kebenaran yang mutlak, dan berlaku universal yaitu Kebenaran yang diwahyukan Tuhan sendiri. Jadi, Tuhan sumber Kebenaran berhak menghakimi orang-orang yang menolak kebenaran-Nya atau yang merelatifkan Kebenaran itu. Teks kita juga membicarakan mengenai siapa yang berhak menghakimi seseorang benar atau tidak (ayat 37-38). Akan tetapi, pembahasannya sangat berbeda dari pandangan pasca modern. Jelas yang berhak menghakimi adalah Tuhan, sumber Kebenaran. Sedangkan kita, anak-anak-Nya, walaupun sudah hidup dibenarkan, tetap bukan sumber Kebenaran. Kita juga belum sempurna dalam menaati dan melakukan kebenaran. Oleh sebab itu kita tidak berhak menilai dan menghakimi orang lain akan sikap mereka terhadap Kebenaran. Ada dua bahaya mengancam orang yang suka menghakimi orang lain. Pertama, mereka menjadikan diri mereka Allah atas orang lain. Kedua, mereka buta terhadap kelemahan diri karena terlalu berfokus kepada kesalahan orang lain. Pada akhirnya, karena mereka adalah orang buta yang mencoba menuntun orang buta lainnya, mereka terjatuh ke dalam lubang (ayat 39). Renungkan: Dia yang menciptakan semua manusia dan yang adalah sumber Kebenaran adalah yang berhak menghakimi semua manusia. Siapakah kita yang berani-beraninya menghakimi sesama kita? * NASEHAT JANGAN MENGHAKIMI (6:37-49) Semua perkataan Kristus dalam ayat-ayat di atas sudah kita baca dalam Injil Matius. Sebagian dalam Matius 7, dan sisanya dalam pasal-pasal lain. Ini adalah perkataan-perkataan yang sering digunakan Kristus. Perkataan-perkataan ini cukup disebutkan saja karena mudah dijelaskan. Grotius berpendapat bahwa di sini cukup mudah untuk mencari hubungan antara perkataan yang satu dengan yang lain. Ini adalah kata-kata mutiara, seperti amsal atau perumpamaan Salomo. Perhatikanlah di sini: I. Kita harus sangat berhati-hati dalam mencela orang lain, sebab kita sendiri pun perlu mengingat diri kita sendiri: "Oleh sebab itu janganlah kamu menghakimi, sebab dengan demikian kamu pun tidak akan dihakimi. Oleh karena itu janganlah kamu menghukum orang lain, sebab dengan demikian kamu pun tidak akan dihukum (ay. 37). Bermurahhatilah terhadap orang lain dengan tidak menyimpan kesalahan orang lain, menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, dan mengharapkan segala sesuatu. Maka orang lain pun akan bermurah hati juga terhadap kamu. Jika Allah tidak mau menghakimi dan menghukummu, orang juga tidak akan melakukannya." Mereka yang berbelas kasih kepada orang lain akan mendapati orang lain berbelas kasih juga kepada mereka. II. Jika kita memiliki roh yang suka memberi dan mengampuni, kita akan memetik keuntungannya. Ampunilah dan kamu akan diampuni. Jika kita mengampuni kerugian yang ditimbulkan orang lain atas diri kita, maka orang lain pun akan mengampuni kecerobohan kita juga. Jika kita mengampuni kesalahan orang lain terhadap kita, maka Allah akan mengampuni kesalahan kita terhadap-Nya Dia pasti akan memperhatikan orang berbudi luhur yang merancang hal-hal yang luhur (ay. 38), Berilah, dan kamu akan diberi. Allah, dalam pemeliharaan-Nya, akan mengganti kerugianmu. Hal itu dipinjamkan kepada-Nya, dan Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu (Ibr. 6:10), melainkan akan membayarnya kembali. Orang lain akan mencurahkannya ke dalam ribaanmu, sebab Allah sering memakai orang lain sebagai alat-Nya, bukan saja untuk membalaskan dendam-Nya, tetapi juga untuk menyampaikan imbalan-Nya oleh sebab kebenaran. Jika kita memberi dengan cara yang benar kepada orang lain di saat mereka membutuhkan, Allah akan menggerakkan hati orang lain untuk memberi kepada kita di saat kita memerlukan, dan memberi dengan berlimpah, suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang. Mereka yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Allah akan memberikan imbalan dengan berkelimpahan. III. Kita harus berharap diperlakukan sama seperti kita memperlakukan orang lain. Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Orang yang memperlakukan orang lain dengan keras harus mengakui, seperti yang dilakukan Adoni-Bezek (Hak. 1:7), bahwa Allah adil ketika orang lain juga memperlakukan mereka dengan keras. Mereka harus sadar bahwa mereka juga akan beroleh balasan atas perbuatan mereka. Tetapi mereka yang memperlakukan orang lain dengan baik hati, boleh berharap bahwa bila tiba saatnya, Allah akan memberi mereka teman-teman yang akan memperlakukan mereka dengan baik hati pula. Walaupun pemeliharaan Allah tidak selalu mengikuti aturan ini karena imbalan jasa itu yang sejati dan sepenuh-penuhnya disimpan untuk dunia lain, namun, biasanya kita diberi bagian yang cukup untuk mencegah kita dari tindak kekerasan serta untuk mendorong kita melakukan tindakan yang baik. IV. Mereka yang membiarkan diri dituntun orang-orang yang bodoh dan salah, besar kemungkinan akan binasa bersama orang-orang tersebut (ay. 39): Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Dapatkah orang Farisi yang dibutakan oleh kesombongan, prasangka, dan sikap fanatik, menuntun orang buta ke jalan yang benar? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang? Bagaimana mungkin mereka dapat mengharapkan hasil lain? Orang-orang yang membiarkan diri dituntun oleh pendapat umum dan adat istiadat dunia ini adalah orang-orang yang juga buta. Mereka ini dituntun oleh orang buta, dan akan binasa bersama dunia yang duduk di dalam kegelapan. Mereka yang dengan acuh tak acuh memberanikan diri mengikuti kebanyakan orang melakukan kejahatan, mengikuti orang buta di jalan lebar yang menuju kepada kebinasaan. V. Para pengikut Kristus tidak dapat mengharapkan perlakuan lebih baik di dunia ini daripada yang diterima Guru mereka (ay. 40). Janganlah sekali-kali mereka menjanjikan kehormatan atau kesenangan dunia kepada diri sendiri, lebih daripada yang diterima Kristus, atau menginginkan kemewahan dan kebesaran dunia yang tidak pernah diinginkan dan bahkan senantiasa dihindari-Nya, atau mempergunakan kuasa-Nya untuk hal-hal duniawi, yang tidak dimaksudkan-Nya. Sebaliknya, barangsiapa mau menjadi murid yang sempurna, yang telah matang, biarlah ia menjadi seperti gurunya -- mati terhadap dunia dan segala sesuatu di dalamnya, sama seperti Gurunya. Biarlah ia menjalani hidup penuh kerja keras dan penyangkalan diri seperti Gurunya, dan menjadikan dirinya pelayan bagi yang lain. Biarlah ia merendah, bekerja keras, dan melakukan kebaikan sebisa mungkin, maka lengkaplah ia sebagai seorang murid. VI. Orang-orang yang bertugas menegur dan memperbaiki orang lain harus memastikan bahwa mereka sendiri tanpa cacat, salah, dan cela (ay. 41-42). . Orang yang tidak menyadari kesalahannya sendiri biasanya suka mencela kesalahan orang lain. Sungguh menggelikan bila ada yang begitu cepat melihat kesalahan kecil dalam diri orang lain, seperti selumbar di mata, sementara mereka sendiri sama sekali tidak menyadari balok di dalam mata mereka. . Orang yang tidak bisa menolong dirinya sendiri, sama sekali tidak layak membantu mengubah hidup orang lain. Bagaimana mungkin engkau dapat menawarkan bantuan kepada saudaramu untuk mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matanya, yang membutuhkan mata yang jeli serta tangan yang mantap, sedangkan engkau sendiri mempunyai balok di dalam matamu sendiri dan tidak mengeluhkannya? . Oleh karena itu, mereka yang ingin melayani orang lain harus terlebih dulu menunjukkan bahwa mereka mencemaskan jiwa sendiri. Membantu mengeluarkan selumbar di mata saudara kita memang pekerjaan yang baik, tetapi untuk itu, kita harus melayakkan diri dengan memulai dari diri sendiri. Melalui contoh yang kita berikan, melalui hidup kita yang telah diubahkan, kita bisa membantu orang lain mengubah hidup mereka. VII. Kita dapat berharap bahwa perkataan dan tindakan orang akan sesuai dengan diri mereka yang sebenarnya, sesuai dengan keadaan hati mereka yang sebenarnya, dan sesuai dengan asas-asas yang mereka anut. . Hati manusia seperti pohon, sedangkan perkataan dan perbuatannya adalah buah yang sesuai dengan sifat pohon itu (ay. 43-44). Jika seseorang benar-benar baik, jika terdapat suatu asas anugerah di dalam hatinya, dan jiwa yang mengarah pada Allah dan sorga, walaupun buah yang dihasilkannya tidak berlimpah dan beberapa di antaranya hancur, walaupun adakalanya dirinya bagaikan pohon di musim dingin, ia tidak akan menghasilkan buah yang tidak baik. Bisa saja ia tidak melakukan semua kebaikan terhadap engkau sebagaimana seharusnya, namun dia tidak akan menyakitimu. Sekalipun tidak mampu mengubah kebiasaan buruk, ia tidak akan merusakkan kebiasaan yang baik. Jika buah yang dihasilkan seseorang ternyata tidak baik, jika pikiran dan kelakukannya rusak, jika tingkah lakunya kasar, jika dia seorang pemabuk atau penipu, jika ia suka mengumpat atau berdusta, jika dalam segala hal ia bersikap tidak adil atau tidak wajar, jika buah yang dihasilkannya tidak baik, maka engkau dapat memastikan bahwa dia bukanlah pohon yang baik. Di lain pihak, tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik, meskipun pohon itu menghasilkan daun hijau. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Kalau suka, engkau bisa saja menancapkan buah ara pada duri dan menggantungkan buah anggur di semak duri, tetapi keduanya tidak mungkin merupakan hasil alami pohon-pohon itu. Jadi engkau juga tidak mungkin mengharapkan perilaku baik dari orang-orang yang mempunyai watak buruk. Jika buahnya baik, engkau boleh menyimpulkan bahwa pohonnya juga baik. Jika tingkah lakunya kudus, saleh, dan apa adanya, walaupun engkau tidak dapat mengenal hatinya dengan sempurna, engkau boleh berharap bahwa orang itu tulus di hadapan Allah. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Namun, orang bebal mengatakan kebebalan (Yes. 32:6) dan pengalaman orang zaman sekarang pun sesuai dengan peribahasa zaman dulu, bahwa dari orang fasik timbul kefasikan (1Sam. 24:14). . Hati adalah perbendaharaan, sedangkan perkataan dan tindakan adalah barang yang dikeluarkan dari perbendaharaan itu (ay. 45). Kita sudah membacanya dalam Matius 12:34-35. Kasih Allah dan Kristus yang bertakhta dalam hati memerintah atas orang itu sehingga ia menjadi orang yang baik, dan baiklah apa yang dikeluarkannya dari perbendaharaannya yang baik itu. Namun, bila cinta akan dunia dan keinginan daging memerintah atas dirinya, maka hatinya akan menyimpan perbendaharaan yang jahat, dari mana orang yang jahat senantiasa mengeluarkan barang yang jahat. Dari apa yang dikeluarkan itu, engkau bisa tahu apa yang ada di dalam hati itu, seperti orang mengetahui apakah isi tempayan itu air atau anggur melalui apa yang dicedok darinya (Yoh. 2:8). Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya. Apa yang biasa diucapkan mulut, yang diucapkan dengan nikmat dan senang hati, biasanya sesuai dengan apa yang ada di dalam hati: Siapa yang berasal dari bumi akan berkata-kata dalam bahasa bumi (Yoh. 3:31). Bukanlah berarti bahwa orang baik tidak mungkin mengeluarkan perkataan yang buruk, atau orang jahat tidak bisa menggunakan perkataan yang baik untuk sesuatu yang jahat. Namun, pada umumnya hati manusia sama seperti kata-kata yang dikeluarkannya, entah sia-sia atau bersungguh-sungguh. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengisi hati kita, bukan sekadar dengan hal yang baik, melainkan dengan berlimpah-limpah. VIII. Tidaklah cukup untuk sekadar mendengarkan perkataan Kristus. Kita harus melakukannya juga. Tidaklah cukup untuk mengaku-ngaku bahwa kita ini memiliki hubungan dengan-Nya, sebagai hamba-hamba-Nya. Kita harus dengan sadar menaati-Nya juga. * MENGASIHI MUSUH (27-42) Sekali lagi mereka yang "mendengarkan" Yesus (27; bdk. 6:18, 45-49) dikejutkan dan ditantang untuk menganut pola hidup dan peri laku yang mencerminkan nilai-nilai kerajaan Allah yang ditandai oleh sikap radikal, "mengasihi musuh" (27a; 32; 35a). Sikap ini diwujudkan dalam dua tindakan konkret. Yang pertama ialah "berbuat baik" -- bukan secara pasif melainkan secara proaktif di tengah serangan dan permusuhan terhadap kita: berbuat baik, memberkati, mendoakan, memberikan pipi yang lain, bahkan jubah dengan bajunya juga (27b-29; 33; 35b). Yang kedua ialah "memberi" atau "meminjamkan" dengan ikhlas "tanpa mengharapkan balasan" (30; 34; 35c; 38). Inilah implikasi dari ucapan bahagia: pengikut Yesus dipanggil untuk membentuk suatu umat, warga Kerajaan Allah, yang ciri utamanya ialah tidak memperlakukan orang lain (khususnya mereka yang "membenci, mengucilkan, mencela dan menjelekkan" kita) sebagai musuh. Yang Yesus minta dari murid-murid-Nya ialah menerima nilai-nilai yang memutarbalikkan tata cara dunia sosial mereka. Pola hidup dan perilaku ini haruslah berakar pada karakter Allah sebagai Bapa yang murah hati (36), termasuk kepada mereka "yang tidak tahu berterima kasih dan jahat" (35). Orang-orang semacam ini lazim kita pandang sebagai "musuh." Kemurahan hati Allah itu harus kita terjemahkan pula dalam tindakan tidak menghakimi tetapi mengampuni, tidak menonjolkan kesalehan sendiri dengan menekankan kekurangan orang lain (37; 41-42). Kemurahan hati Allah yang berlimpah diibaratkan seperti pedagang di pasar yang tidak pelit, melainkan mengisi takaran atau timbangannya penuh-penuh, bahkan meluap ke luar (38). Demikianlah cara Allah Bapa memperlakukan anak-anak-Nya, yang dalam peri laku mereka terhadap sesama meneladani karakter-Nya. Renungkan: Sama seperti Allah dengan murah hati meng-anugerahkan pengampunan dan penebusan dari dosa di dalam Kristus, demikianlah hendaknya anak-anak-Nya.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2023 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah MTPJ GMIM Minggu, 19 Februari 2023 - KEMURAHAN HATI MENDATANGKAN KESEJAHTERAAN BERSAMA - Pengkhotbah 11:1-8 Sebelum: Khotbah GMIM Minggu, 5 Februari 2023 - GEREJA SEHAT BERBUAH BAGI KEMULIAAN TUHAN - Yohanes 15:1-8 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,