|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2022 Minggu, 7 AGustus 2022 Khotbah GMIM - Minggu, 7 Agustus 2022 - Berjalan Menurut Titah Tuhan - Bilangan 9:15-23Bilangan 9:15-23 Tiang awan memimpin perjalanan Israel 9:15 Pada hari didirikan Kemah Suci, maka awan itu menutupi Kemah Suci, kemah hukum Allah; dan pada waktu malam sampai pagi awan itu ada di atas Kemah Suci, kelihatan seperti api. 9:16 Demikianlah selalu terjadi: awan itu menutupi Kemah, dan pada waktu malam kelihatan seperti api. 9:17 Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israelpun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah. 9:18 Atas titah TUHAN orang Israel berangkat dan atas titah TUHAN juga mereka berkemah; selama awan itu diam di atas Kemah Suci, mereka tetap berkemah. 9:19 Apabila awan itu lama tinggal di atas Kemah Suci, maka orang Israel memelihara kewajibannya kepada TUHAN, dan tidaklah mereka berangkat. 9:20 Ada kalanya awan itu hanya tinggal beberapa hari di atas Kemah Suci; maka atas titah TUHAN mereka berkemah dan atas titah TUHAN juga mereka berangkat. 9:21 Ada kalanya awan itu tinggal dari petang sampai pagi; ketika awan itu naik pada waktu pagi, merekapun berangkatlah; baik pada waktu siang baik pada waktu malam, apabila awan itu naik, merekapun berangkatlah. 9:22 Berapa lamapun juga awan itu diam di atas Kemah Suci, baik dua hari, baik sebulan atau lebih lama, maka orang Israel tetap berkemah dan tidak berangkat; tetapi apabila awan itu naik, barulah mereka berangkat. 9:23 Atas titah TUHAN mereka berkemah dan atas titah TUHAN juga mereka berangkat; mereka memelihara kewajibannya kepada TUHAN, menurut titah TUHAN dengan perantaraan Musa. Penjelasan: * Awan Menutupi Kemah Suci (9:15-23). Kehadiran awan bukan hal yang baru bagi orang Israel (Kel. 13:21, 22). Kini setelah Kemah Suci selesai didirikan, awan mengambil tempat atasnya. Melalui gerakan awan umat itu diingatkan bahwa beberapa saat kemudian mereka harus berangkat lagi (10:11, 12). (Para penerjemah LXX kesandung oleh gaya berlebihan di sini sehingga menghilangkan beberapa frasa. Gaya pengulangan tersebut bukan sekadar gaya sastra, namun sebuah cara untuk menekankan pentingnya pimpinan ilahi). Bagi orang Israel bergeraknya awan merupakan perintah Tuhan. Dengan tuntunan awan tersebut mereka akan berangkat melanjutkan perjalanan atau menghentikan perjalanan dan berkemah. Entah awan tersebut berhenti untuk hanya semalam saja,, ataukah selama dua hari, sebulan atau jangka yang lebih lama lagi, orang Israel hanya perlu berhenti atau berjalan bersama awan tersebut sebagai ungkapan ketaatan mutlak kepada Allah. Hal ini dalam waktu yang sangat singkat secara menyedihkan gagal mereka laksanakan. * Bil 9:16 - Demikianlah selalu terjadi: awan itu menutupi Kemah // Baik sebulan atau lebih lama 16. Demikianlah selalu terjadi: awan itu menutupi Kemah. Apakah ayat ini mengawali sebuah narasi tentang rangkaian peristiwa pada masa lalu ataukah tentang perintah (ay. 17) mengenai bagaimana orang Israel harus bertindak pada masa depan? Karena dalam bahasa Ibrani keterangan waktu kata kerja sering kali tidak jelas, cukuplah kiranya jika dikatakan bahwa kata kerja di dalam bagian ini melukiskan sebuah keadaan yang berkesinambungan. 22. Baik sebulan atau lebih lama. Ada yang menerjemahkan istilah Ibrani untuk "beberapa hari" sebagai "sebulan." Kejadian 24:55 menunjukkan bahwa istilah ini berarti beberapa hari, mungkin sampai sepuluh; tetapi pada umumnya yang dimaksudkan adalah lebih lama daripada sebulan. * Tiang Awan dan Api (9:15-23) Kita mendapati di sini sejarah tentang awan. Bukan sejarah alami: siapa yang tahu tentang melayangnya awan-awan?, melainkan sejarah ilahi tentang awan yang ditetapkan untuk menjadi tanda dan lambang yang terlihat dari kehadiran Allah bersama Israel. I. Ketika Kemah Suci selesai dibangun, awan ini, yang sebelumnya menggantung di tempat tinggi di atas kemah orang Israel, bergerak untuk diam di atas Kemah Suci, dan menutupinya, untuk menunjukkan bahwa Allah menyatakan kehadiran-Nya bersama umat-Nya di dalam dan melalui ketetapan-ketetapan-Nya. Dalam ketetapan-ketetapan itulah Ia menyatakan diri-Nya, dan pada ketetapan-ketetapan itulah kita harus mengarahkan pandangan kita jika kita mau menyaksikan kemurahan Tuhan (Mzm. 27:4; Yeh. 37:26-27). Demikianlah Allah memuliakan ketetapan-ketetapan-Nya sendiri, dan menunjukkan perkenanan-Nya atas kasih dan ketaatan umat-Nya. II. Apa yang nampak sebagai awan pada siang hari, nampak sebagai api sepanjang malam. Seandainya itu hanya awan saja, maka itu tidak akan terlihat pada malam hari. Dan, seandainya itu hanya api saja, maka itu akan sulit terlihat pada siang hari. Tetapi Allah mau memperlihatkan kepada mereka, dengan cara yang bisa disaksikan oleh indra jasmani, kehadiran-Nya yang terus-menerus bersama mereka, dan perhatian-Nya terhadap mereka, dan bahwa Ia menjaga mereka siang malam (Yes. 27:3; Mzm. 121:6). Dengan demikian kita diajar untuk senantiasa memandang kepada TUHAN, dan untuk melihat-Nya dekat dengan kita baik siang maupun malam. Suatu sifat dari pewahyuan ilahi yang olehnya jemaat Perjanjian Lama diatur, bisa juga ditunjukkan melalui tanda-tanda yang terlihat dari kehadiran Allah ini. Awan menandakan kegelapan, dan api menandakan kengerian dari masa dispensasi itu, jika dibandingkan dengan penyingkapan-penyingkapan kemuliaan Allah yang lebih jelas dan menghibur, yang sudah dibuat-Nya dalam wajah Yesus Kristus. III. Tiang awan dan api ini mengarahkan dan menentukan semua gerak-gerik, perjalanan, dan perkemahan orang Israel di padang gurun. 1. Selama awan itu diam di atas Kemah Suci, selama itu pula mereka terus tinggal di tempat yang sama, dan tidak bangkit bergerak. Walaupun tidak diragukan lagi mereka sangat ingin meneruskan perjalanan mereka menuju tanah Kanaan, di mana mereka rindu untuk berada dan berharap untuk berada di sana secepatnya, namun selama awan itu diam, sekalipun itu sebulan atau setahun, selama itu pula mereka berdiam (ay. 22). Perhatikanlah, siapa yang percaya tidak akan tergesa-gesa. Tidak ada waktu yang terbuang ketika kita sedang menantikan waktu Allah. Duduk diam dengan puas hati ketika nasib kita menuntutnya adalah contoh penyerahan diri pada kehendak Allah yang sama berkenannya seperti bekerja untuk-Nya ketika kita dipanggil untuk itu. 2. Apabila awan itu naik, mereka berangkat, tidak peduli senyaman apa mereka berkemah (ay. 17). Apakah awan itu bergerak siang atau malam, mereka tidak menunda untuk mengikuti gerakan-gerakannya (ay. 21). Dan mungkin ada sebagian orang yang ditunjuk untuk berjaga mengawasi tiang itu siang dan malam, untuk memberitahukan secara tepat waktu kepada seluruh perkemahan tentang permulaan pergerakan tiang itu. Dan ini disebut memelihara kewajiban kepada TUHAN. Orang Israel, karena terus-menerus berada dalam keadaan yang tidak pasti, dan tidak ada waktu yang ditetapkan untuk berhenti atau berangkat, diwajibkan untuk selalu siap sedia untuk meneruskan perjalanan setelah diberi peringatan yang sangat mendadak. Dan untuk alasan yang sama, kita dibiarkan dalam ketidakpastian mengenai kapan kita harus membongkar kemah tempat kediaman kita di bumi ini, agar kita selalu siap untuk berangkat atas titah TUHAN. 3. Selama dan sejauh awan itu bergerak, selama dan sejauh itu pula mereka berjalan. Dan tepat di mana awan itu diam, mereka memasang kemah-kemah mereka di sekitarnya, dan Kemah Allah di bawahnya (ay. 17). Perhatikanlah, sungguh tidak nyaman untuk tetap tinggal ketika Allah sudah berangkat, tetapi sangat aman dan menyenangkan untuk pergi ketika kita melihat Allah pergi mendahului kita, dan untuk beristirahat di tempat yang ditetapkan-Nya bagi kita. Hal ini diulangi berkali-kali dalam ayat-ayat ini, karena merupakan mujizat yang terjadi terus-menerus. Dan hal ini sering kali diulangi, sebagai apa yang tidak pernah gagal dalam semua perjalanan mereka, dan karena ini merupakan perkara yang harus kita perhatikan secara khusus sebagai perkara yang sangat penting dan memberi pelajaran. Hal ini disebutkan lama sesudahnya oleh Daud (Mzm. 105:39), dan oleh umat Allah setelah pembuangan mereka (Neh. 9:19). Pimpinan awan ini dikatakan sebagai penanda dari pimpinan Roh yang penuh berkat. Roh TUHAN membawa mereka ke tempat perhentian. Demikianlah Engkau memimpin umat-Mu (Yes. 63:14).
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Minggu, 14 Agustus 2022 - GEREJA SEBAGAI PEMBERITA KEBEBASAN - Yesaya 61:1-11 Sebelum: MTPJ 5 Agustus 2022 - HARI KESEHATAN GMIM MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,