gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 2810 kali
Download MP3 Music
1 Timotius 1:3-11
Bahasa Manado:
Tu ajaran yang baku laeng deng Kitab Suci
3Waktu kita so mo pigi ka Makedonia, kita minta deng sangat pa ngana supaya tinggal di Efesus. Di Efesus itu ada tu orang-orang yang ja se ajar tu ajaran yang baku laeng deng torang pe ajaran, ngana suru jo dorang brenti se ajar tu ajaran itu. 4Ngana bilang lei pa dorang supaya jang bacirita tentang dongeng-dongeng deng daftar nene moyang yang talalu panjang. Tu hal-hal itu cuma beking orang baku ambe pendapat kong nyanda bantu orang iko tu rencana Tuhan Allah for se slamat pa manusia, yang torang so tau lantaran torang percaya pa Tuhan. 5Kita suru samua ini pa ngana, deng maksut supaya orang-orang baku-baku sayang. Tu sayang itu musti muncul dari hati yang bersi, dari pikiran yang tau tu butul, deng lei dari hati orang yang butul-butul percaya pa Tuhan. 6Mar ada orang yang so nyanda ja beking samua itu, malatare dorang so tasala jalang, dorang suka babacirita yang nyanda ada guna. 7Dorang itu yang suka mo jadi guru for se ajar tu atoran-atoran di kitab Taurat, mar dorang sandiri nyanda mangarti apa tu dorang da se ajar deng dorang nintau arti.
8Torang tau kalu tu atoran-atoran yang ada di kitab Taurat itu bae, asal orang pake itu iko tu maksut yang butul. 9Tu atoran-atoran yang ada di kitab Taurat itu bukang for orang yang ja beking tu butul, mar for tu orang-orang yang bagini: yang nyanda ja iko tu atoran, yang pangmalawang Tuhan pe prenta, yang hidop jao dari pa Tuhan Allah, yang ja beking dosa, yang cuma ja iko tu dorang pe mau sandiri, yang nyanda percaya pa Tuhan, yang babunung papa ato mama sandiri ato orang laeng, 10yang ja beking hal-hal caparuni, laki-laki yang main seks deng laki-laki, yang culik orang kong jual for beking budak, pangbadusta, yang ja basaksi dusta, deng lei orang-orang yang ja beking tu hal-hal yang baku laeng deng tu ajaran yang butul. 11Tu ajaran yang butul itu ada di Kabar Bae dari Tuhan Allah. Dia itu luar biasa kong pantas orang puji. Tu Kabar Bae ini Dia so se percaya pa kita.

Bahasa Indonesia:
Mengenai ajaran sesat
1:3 Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain 1:4 ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman. 1:5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. 1:6 Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia. 1:7 Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan. 1:8 Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan, 1:9 yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya, 1:10 bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat 1:11 yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku.

Penjelasan:
* Rasul Paulus memberitahukan Timotius tujuan penunjukan dirinya untuk memegang jabatan ini, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus. Pada mulanya, Timotius bermaksud pergi bersama Rasul Paulus, dan merasa enggan untuk beranjak dari lindungan sayapnya, tetapi Rasul Paulus berkehendak lain seperti itu. Penunjukan itu diperlukan supaya Timotius dapat memberikan pelayanan umum kepada orang banyak, aku telah mendesak engkau, katanya. Walaupun Rasul Paulus dapat menggunakan kewenangannya untuk memerintah dia, namun demi kasih ia lebih suka memilih untuk memohon kepadanya dengan sungguh-sungguh. Tugasnya sekarang adalah dengan berhati-hati memperbaiki, baik para pelayan maupun anggota-anggota jemaat di sana, nasihatkan mereka, agar jangan mengajarkan ajaran lain, selain ajaran yang telah mereka terima. Supaya mereka jangan menambahkan apa-apa kepada ajaran Kristen itu dengan berpura-pura hendak menyempurnakan atau memperbaiki kekurangannya. Supaya mereka jangan mengubahnya, tetapi memegangnya erat-erat seperti keadaan semula ketika ajaran itu disampaikan kepada mereka.

* Timotius Diingatkan akan Tanggung Jawabnya (5-11)
Di sini Rasul Paulus memberi petunjuk kepada Timotius cara melindungi diri dari guru-guru yang ingin memasukkan ajaran Yudaisme atau agama Yahudi, atau orang-orang lain yang ingin mencampurkan dongeng-dongeng serta silsilah yang tiada putus-putusnya dengan Injil. Ia menunjukkan kegunaan Taurat dan kemuliaan Injil.

I. Rasul Paulus menunjukkan tujuan dan kegunaan Taurat, yaitu dimaksudkan untuk memajukan kasih, karena kasih adalah kegenapan hukum Taurat (Rm. 13:10).

1. Tujuan dari nasihat ini ialah kemurahan hati atau kasih (Rm. 13:8). Tujuan dan maksud utama dari hukum ilahi itu adalah untuk mengajak kita supaya memiliki kasih kepada Allah dan kasih satu sama lain. Apa pun yang cenderung melemahkan baik kasih kita kepada Allah atau kasih kita terhadap sesama saudara cenderung menggagalkan tujuan perintah itu.
Di sini kita membaca mengenai hal-hal yang sejalan dengan kasih karunia yang mulia itu. Jumlahnya ada tiga, yaitu,
1) Hati yang suci. Di sanalah kasih itu harus berdiam, dan dari sanalah ia harus muncul.
2) Hati nurani yang murni, yang di dalamnya kita harus melatih diri kita setiap hari, supaya kita tidak saja dapat memperoleh kasih itu, tetapi juga supaya kita dapat menjaganya dengan baik (Kis. 24;16).
3) Iman yang tulus ikhlas juga harus menyertai kasih itu, sebab itu adalah kasih tanpa kepura-puraan. Iman yang bekerja dengan tulus ikhlas haruslah bersifat asli dan tulus. Nah, sebagian orang yang berpura-pura menjadi pengajar hukum Taurat telah menyimpang dari tujuan perintah yang sebenarnya. Mereka menjadi orang-orang yang suka berbantah-bantah, namun hal yang mereka perbantahkan terbukti mendatangkan pertengkaran yang sia-sia. Mereka berlagak seperti pengajar, tetapi mereka mengajarkan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerti. Jika jemaat dirusakkan oleh pengajar-pengajar seperti itu, maka kita tidak perlu menganggapnya aneh, sebab sejak semula kita sudah melihat hal-hal seperti itu memang terjadi. Amatilah,

2. Kegunaan hukum Taurat (ay. 8), Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan. Orang-orang Yahudi menggunakannya secara tidak benar, sebagai alat untuk memecah belah jemaat, sebagai topeng untuk menutupi perlawanan mereka yang jahat terhadap Injil Kristus. Mereka memakainya sebagai alat pembenaran, dan dengan demikian menggunakannya secara tidak benar. Itulah sebabnya kita tidak boleh mengabaikan hukum Taurat, tetapi menggunakannya secara benar dan tepat untuk mencegah dosa. Penyalahgunaan hukum Taurat yang dilakukan oleh sejumlah orang tidak menghilangkan kegunaannya. Tetapi ketika suatu ketetapan ilahi telah disalahgunakan, maka kembalikanlah ketetapan itu kepada penggunaannya yang benar dan buanglah apa yang telah disalahgunakan, sebab hukum Taurat itu masih sangat berguna sebagai peraturan hidup.

Meskipun kita tidak berada di bawah hukum Taurat sebagai perjanjian yang menghendaki usaha manusia, namun hukum itu baik untuk mengajar kita apakah dosa itu dan apakah kewajiban itu. Hukum Taurat tidak dibuat untuk orang benar, artinya, hukum itu tidak dibuat untuk orang-orang yang mematuhinya, sebab jika kita dapat mematuhi hukum Taurat, maka kebenaran akan datang karena meakukan hukum Taurat (Gal. 3:21). Tetapi hukum Taurat itu dibuat untuk orang-orang jahat, untuk mencegah mereka, untuk menegur mereka, dan untuk menghentikan kejahatan dan kecemaran. Kasih karunia Allah itulah yang mengubah hati manusia, tetapi kengerian hukum Taurat dapat digunakan untuk mengikat tangan mereka dan mengekang lidah mereka. Seorang yang benar tidak mengingini pembatasan yang diperlukan oleh orang-orang jahat. Atau setidaknya hukum Taurat itu tidak dibuat terutama atau pada dasarnya untuk orang benar, tetapi untuk orang-orang berdosa dari segala jenis, baik dalam ukuran besar atau kecil (ay. 9-10). Di dalam daftar hitam orang-orang berdosa ini, secara khusus Rasul Paulus menunjukkan kepada loh batu yang kedua, yaitu kewajiban-kewajiban yang harus kita lakukan kepada sesama kita. Terhadap hukum yang kelima dan keenam, pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya. Terhadap hukum yang ketujuh, bagi orang cabul dan pemburit. Terhadap hukum yang kedelapan, bagi penculik. Terhadap hukum yang kesembilan, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah. Kemudian ia menutupnya dengan kalimat ini, dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat. Beberapa orang memahaminya sebagai pelembagaan kekuasaan di dalam pengadilan sipil untuk membuat peraturan dan hukum bagi para pendosa yang jahat seperti yang telah diperincikan itu, dan untuk menjaga agar peraturan dan hukum tersebut benar-benar ditegakkan.

II. Rasul Paulus menunjukkan kemuliaan dan kasih karunia dari Injil. Ungkapan-ungkapan Rasul Paulus dalam menggambarkan suatu hal sangatlah menarik hati dan penting. Sering kali setiap ungkapan terdiri dari sebuah kalimat, seperti dalam ay. 11, yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan mahabahagia. Karena itu marilah kita belajar,
1. Untuk memanggil Allah sebagai Allah yang mahabahagia, berbahagia tanpa batas di dalam menikmati Diri-Nya dan kesempurnaan Diri-Nya Sendiri.
2. Untuk menyebut Injil sebagai Injil yang mulia, sebab memang begitulah Injil itu adanya. Banyak kemuliaan Allah tampak dalam karya penciptaan dan pemeliharaan-Nya, tetapi lebih banyak lagi di dalam Injil, di mana kemuliaan itu bercahaya pada wajah Yesus Kristus. Rasul Paulus menganggap sebagai suatu kehormatan besar yang dianugerahkan kepadanya, dan sebagai sebuah anugerah besar yang dikaruniakan kepadanya, bahwa Injil yang mulia itu dipercayakan kepadanya. Yaitu, pemberitaannya, sebab tugas untuk menyampaikannya tidak dipercayakan kepada sembarangan manusia atau sekelompok manusia begitu saja di dunia ini. Penetapan syarat-syarat keselamatan di dalam Injil Kristus adalah pekerjaan Allah sendiri, namun pemberitaan tentang keselamatan itu kepada dunia dipercayakan kepada para rasul dan pelayan-pelayan Tuhan.


* Ajaran Benar versus Ajaran Sesat (1:3, 4).

Ajaran sesat dan perhatian terhadap berbagai dongeng serta silsilah yang tanpa akhir menghasilkan spekulasi dan kontroversi yang tidak berguna dan bukan kesalehan Injil. Ayat 3, 4. merupakan anak kalimat dari sebuah kalimat yang induk kalimatnya adalah ayat 5-7. Lihat tafsiran atas II Timotius 1:3, 4, dongeng dan silsilah yang dimaksud mungkin adalah beraneka ragam ajaran Gnostik dan pra-Gnostik. Aliran Gnostik memiliki dua ekstrem: askese, seperti dalam 4:3 dan izin untuk menganut antinomisme, sebagaimana disiratkan di sini oleh konteksnya. Berbagai ajaran yang salah mengenai Hukum Taurat dan sejumlah spekulasi Gnostik membuat beberapa masalah moral yang jelas dibiarkan begitu saja. Tertib hidup ... yang diberikan Allah (godly edifying) merupakan pokok utama dalam ajaran yang benar sehingga sama dengan "kasih" dalam ayat 5 dan "perjuangan yang baik" dalam ayat 18. Kasih adalah rangkuman Paulus bagi kewajiban religius dan moral (Rm. 13:10; Gal. 5:6). Ajaran yang benar menghasilkan pengawasan atau penataan hidup oleh Allah.

* Maksud dari Ajaran Benar (1:5-7).

Ayat-ayat ini merupakan induk kalimat dari kalimat yang telah kita sebutkan di atas. 5. Nasihat (commandment) merupakan kata benda yang berasal dari kata kerja menasihatkan (charge) dalam ayat 3. Iman. Nasihat berkaitan dengan sumber-sumber kasih; hati yang suci; hati nurani yang baik dan ajaran yang benar. 6. Tujuan. Istilah jamak yang mengacu kepada hati, hati nurani dan iman yang baru saja dikemukakan. Pada saat ketiga hal ini dirusak oleh ajaran atau ketidaktaatan, maka pada saat itu orang mulai berbalik kepada omongan yang sia-sia. 7. Pengajar Hukum Taurat. Dipakai untuk menunjuk kepada Gamaliel (Kis. 5:34) dan kepada para guru yang terkemuka (Luk. 5:17). Paulus tampaknya menunjuk kepada keangkuhan dari para guru palsu dan mengungkapkan ketidakmampuan mutlak mereka.

* Doktrin yang benar tentang Hukum Taurat (1:8-11).

Sang rasul membahas hubungan hukum Taurat dengan orang yang terhilang. Ayat-ayat ini juga merupakan satu kalimat. Hubungannya ialah, "Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik jika dipergunakan dengan benar ... sesuai dengan Injil." Paulus membahas fungsi Hukum Taurat ini secara terinci dalam Rm. 7:7-25, "Hukum Taurat menghasilkan pengenalan akan dosa dan menjadikan dosa terasa sangat benar, semuanya dengan tujuan menuntun seseorang kepada Kristus."

* 1Tim 1:9-10 - Hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar

Hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar. "Hukum Taurat tidak mengutuk orang yang benar. Ungkapan ini merupakan ungkapan negatif yang relatif, harus dipahami menurut konteks. Ini tidak berarti bahwa hukum Taurat tidak ada hubungannya dengan orang benar; bagi dia Hukum Taurat merupakan peraturan yang benar yang dengan senang hati ditaatinya. Daftar dosa yang dikemukakan berbeda dengan daftar di bagian yang lain. Mungkin daftar ini secara khusus berkenaan dengan keadaan di Efesus.

* 1Tim 1:11

Dengan menyebut Injil, Paulus melakukan peralihan yang menyenangkan kepada kesaksiannya tentang apa yang telah dilakukan Injil terhadap dirinya, dengan menekankan hal-hal yang diperlukan untuk menguatkan Timotius.







Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ GMIM 10 - 16 Juli 2022

Sebelum:
MTPJ 3 - 9 Juli 2022




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2022..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,