gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1634 kali
Download MP3 Music
Keluaran 31:1-11
Bezaleel dan Aholiab ditunjuk
31:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 31:2 "Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, 31:3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, 31:4 untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; 31:5 untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan. 31:6 Juga Aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam hati setiap orang ahli telah Kuberikan keahlian. Haruslah mereka membuat segala apa yang telah Kuperintahkan kepadamu: 31:7 Kemah Pertemuan, tabut untuk hukum, tutup pendamaian yang terletak di atasnya, dan segala perabotan kemah itu, 31:8 yakni meja dengan perkakasnya, kandil dari emas murni dengan segala perkakasnya, mezbah pembakaran ukupan, 31:9 mezbah korban bakaran dengan segala perkakasnya, bejana pembasuhan dengan alasnya, 31:10 pakaian jabatan, baik pakaian kudus kepunyaan imam Harun, maupun pakaian anak-anaknya, untuk memegang jabatan imam, 31:11 minyak urapan dan ukupan dari wangi-wangian untuk tempat kudus; tepat seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu haruslah mereka membuat semuanya."

Penjelasan:
* Para Pembangun Kemah Suci (31:1-11).
Dua orang disebut oleh Tuhan sebagai orang yang bertanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan pembangunan Kemah Suci sesuai dengan yang telah ditetapkan. Mereka adalah orang-orang yang dilimpahi Allah dengan hikmat dan talenta yang diperlukan untuk tugas tersebut - Bezaleel dari suku Yehuda dan Aholiab dari suku Dan.

* Penunjukan Bezaleel dan Aholiab

Allah memerintahkan banyak pekerjaan halus untuk dilakukan menyangkut Kemah Suci. Bahan-bahannya harus disediakan oleh umat, tetapi siapa yang harus mengerjakannya? Musa sendiri terdidik dalam segala pengetahuan orang Mesir, bahkan, ia mengenal baik firman Allah dan penglihatan-penglihatan dari Yang Mahakuasa. Tetapi ia tidak tahu bagaimana mengukir atau menyulam. Kita dapat menduga bahwa ada sedikit orang yang sangat terampil di antara orang-orang Israel. Akan tetapi, karena sepanjang hidup di Mesir mereka tinggal setiap hari dalam perbudakan, kita tidak bisa berpikir ada dari antara mereka yang diajarkan dalam keahlian-keahlian yang rumit ini. Mereka tahu bagaimana membuat batu bata dan bekerja dengan tanah liat, tetapi bekerja dengan emas dan mengasah berlian merupakan pekerjaan yang tidak pernah mereka pelajari. Jadi bagaimana pekerjaan pembangunan Kemah Suci itu bisa mereka lakukan dengan kerapian dan ketepatan yang tinggi, padahal tidak ada pandai emas atau ahli perhiasan di antara mereka, selain tukang batu dan tukang bangunan? Pastilah ada cukup banyak orang yang dengan senang hati mau dipekerjakan, dan mau bekerja dengan sebaik-baiknya. Namun, pastilah sulit juga untuk menemukan orang yang tepat untuk mengerjakan pekerjaan ini. Siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian? Akan tetapi, Allah mengurus perkara ini juga.

I. Ia mengangkat orang-orang yang pantas untuk dipekerjakan. Supaya jangan orang berlomba-lomba memperebutkan pekerjaan itu, atau iri hati terhadap mereka yang diangkat, maka Allah sendiri yang menentukan pilihan.

1. Bezaleel akan menjadi ahli bangunan, atau pemimpin atas semua pekerja (ay. 2). Ia berasal dari suku Yehuda, suku yang kepadanya Allah bersuka memberikan kehormatan. Dia adalah cucu Hur, mungkin Hur yang membantu menopang tangan Musa itu (ps. 17), dan pada saat ini diberi tugas bersama Harun untuk memerintah bangsa itu selama Musa tidak ada (24:14). Dari kaum yang terpandang di Israel itulah sang arsitek dipilih. Hal itu menambah kehormatan yang tidak sedikit terhadap kaum itu bahwa tunas darinya dipekerjakan, meskipun hanya sebagai seorang tukang, atau pengrajin tangan, untuk ibadah di Kemah Suci. Menurut kepercayaan turun-temurun orang Yahudi, Hur adalah suami Miryam. Dan, jika benar demikian, maka memang sudah seharusnyalah bahwa Allah yang menunjuk dia untuk pekerjaan ini, sebab kalau tidak, seandainya Musa sendiri yang menunjuknya, maka ia akan dianggap pilih kasih terhadap kerabatnya sendiri, apalagi Harun saudaranya juga sudah diangkat menjadi imam. Allah hendak mengaruniakan kehormatan kepada saudara-saudara Musa, tetapi Ia melakukannya sedemikian rupa supaya jelas bahwa Musa tidak mencari kehormatan itu untuk dirinya sendiri atau keluarganya, melainkan bahwa itu adalah perbuatan Tuhan semata-mata.

2. Aholiab, dari suku Dan, ditunjuk di samping Bezaleel, dan menjadi rekannya (ay. 6). Berdua lebih baik daripada seorang diri. Kristus mengutus murid-murid-Nya yang akan membangun Kemah Injil secara berdua-dua, dan kita membaca tentang dua saksi-Nya. Aholiab berasal dari suku Dan, yang merupakan salah satu suku yang kurang begitu terhormat, supaya suku Yehuda dan Lewi tidak menjadi besar kepala, seolah-olah merekalah yang harus mendapatkan semua kedudukan. Untuk mencegah perpecahan dalam tubuh jemaat, Allah memberikan kehormatan kepada anggota-anggota yang tidak mulia (1Kor. 12:24). Kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Hiram, yang merupakan kepala pekerja dalam membangun Bait Suci Salomo, juga berasal dari suku Dan (2Taw. 2:14).

3. Ada sejumlah pekerja lain juga yang dipekerjakan oleh, dan di bawah, Bezaleel dan Aholiab dalam sejumlah pekerjaan menyangkut Kemah Suci (ay. 6). Perhatikanlah, apabila Allah mempunyai pekerjaan untuk dilakukan, Ia tidak akan pernah kekurangan alat-alat untuk mengerjakannya, sebab semua hati dan kepala ada di bawah pandangan mata-Nya dan di dalam tangan-Nya. Dan siapa saja pasti akan bersedia menjalankan pekerjaan bagi Allah, dan terus melakukannya, bila ia sadar betul bahwa Allahlah yang memanggil dia untuk melakukan pekerjaan itu. Sebab, siapa yang dipanggil-Nya, orang itu akan diakui dan ditopang-Nya.

II. Allah membekali kedua orang ini supaya memenuhi syarat untuk pekerjaan itu (ay. 3): Telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah. Dan (ay. 6) dalam hati setiap orang ahli telah Kuberikan keahlian.

Perhatikanlah,
1. Keterampilan dalam berbagai seni dan pekerjaan adalah karunia Allah. Dari Dialah berasal baik kemampuan maupun pengembangan dari kemampuan itu. Dialah yang menaruh hikmat dalam batin (Ayb. 38:36, KJV). Dia mengajarkan kebijaksanaan kepada petani (Yes. 28:26), dan kepada pedagang juga. Dan Dia harus mendapatkan pujian untuk semuanya itu.

2. Allah membagikan karunia-karunia-Nya secara beragam, satu karunia kepada satu orang, dan karunia lain kepada orang lain, dan semuanya demi kebaikan seluruh tubuh, baik demi umat manusia maupun jemaat. Musa paling pantas dari semuanya untuk memerintah Israel, tetapi Bezaleel lebih pantas daripada dia untuk membangun Kemah Suci. Keuntungan bersama sangat banyak didukung oleh berbagai kemampuan dan kecenderungan dari semua orang. Kecerdasan sebagian orang menuntun mereka untuk berguna dengan satu cara, dan kecerdasan orang lain dengan cara lain, dan semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama (1Kor. 12:11). Hal ini melarang kesombongan, iri hati, penghinaan, dan persaingan yang bersifat kedagingan, dan memperkuat ikatan kasih satu sama lain.

3. Orang-orang yang dipanggil Allah untuk melakukan suatu pekerjaan, mereka akan dicari dan dipanggil oleh Dia, dan dibuat-Nya layak untuk pekerjaan itu. Jika Allah memberi tugas kepada seseorang, maka Ia akan mengaruniakan orang itu kemampuan sampai tingkat tertentu sesuai dengan pekerjaannya. Pekerjaan yang harus dilakukan di sini adalah membuat Kemah Suci dan perkakas-perkakasnya, yang di sini dijelaskan secara khusus (ay. 7, dst.). Dan untuk itu orang-orang yang dipekerjakan dimampukan untuk bekerja dengan emas, perak dan tembaga. Ketika Kristus mengutus para rasul-Nya untuk membangun Kemah Injil, Ia mencurahkan Roh-Nya ke atas mereka, untuk memampukan mereka berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain tentang karya-karya Allah yang ajaib. Mereka harus bekerja bukan pada logam, melainkan pada manusia. Jauh lebih unggul karunia-karunia itu, sebab kemah yang akan dipasang adalah kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, sebagaimana sang rasul menyebutnya (Ibr. 9:11).





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 3 - 9 Juli 2022

Sebelum:
MTPJ GMIM 26 Juni - 2 Juli 2022




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2022..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,