gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 3239 kali
Download MP3 Music
Oleh Pdt. Dr. Djoli Sondakh

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan,
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus yang senantiasa memelihara dan memberkati kita semua. Pelayanan GMIM terus bergerak maju dan bertumbuh karena pemilik gereja adalah Tuhan. Kita diberi peran untuk pelayanan yang berfokus kepada Tuhan. Dengan kata lain bila sudah berfokus pada Tuhan maka dengan sendiri hal-hal lainpun pasti terlaksana sekalipun gereja sering diombang-ambing oleh rupa-rupa pengajaran yang menyesatkan namun gereja tetap berdiri kokoh karena yang empunya gereja adalah Tuhan.

Walaupun disadari bahwa sering kita mengalami pergumulan, tantangan dan ancaman yang datang namun bila berfokus pada apa yang TUHAN mau kerjakan atas hidup kita maka pergumulan tersebut dapat diatasi. Jangan kita terlalu sibuk mengerjakan tugas kita sendiri ketimbang memilih duduk dekat kaki TUHAN, mencari apa yang menjadi isi hati-Nya.

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan,
Bacaan kita minggu ini terdapat 1 Raja-Raja 19:9-18 dilatarbelakangi dengan menceritakan keberadaan dan peran nabi-nabi Tuhan, sebagai juru bicara Allah yang berani. Mereka memperingatkan raja dan bangsa Israel supaya tidak menyembah berhala dan tidak meremehkan perintah-perintah Allah. Yang menonjol ialah Nabi Elia (Arti namanya: Tuhanlah Allahku) dan kisahnya sebagai nabi yang gagah berani di kerajaan Israel Utara yang berpuncak pada pertarungannya dengan 450 nabi Baal. Khusus kitab 1 Rajaraja 19:9-18, yang tidak bisa dipisahkan dari ayat 1-8, menceritakan tentang pertemuan Elia dengan Allah di gunung Horeb. Horeb adalah nama lain dari Sinai, gunung Allah, tempat Allah berbicara dengan Musa.

Sejak awal Nabi Elia sudah tampil sebagai nabi yang tanpa takut, dengan tindak tanduknya yang cemerlang disertai banyak mujizat. Tetapi tantangan dan ancaman yang sulit dari Raja Ahab dan isterinya Izebel, membuat ia gagal fokus, merasa takut, kecil hati dan hampir putus asa dan berharap lebih baik mati. Ay.9-14 menceritakan tentang pertemuan dan percakapan Elia dan TUHAN di gunung Horeb, dimana Tuhan Allah ingin mengetahui kwalitas pelayanan Elia dan Elia membela diri dengan mengungkapkan suara hatinya bahwa segala yang terbaik telah dilakukannya dalam kesempurnaan. Disamping itu, Elia merasa bahwa hanya dirinya saja yang menyembah Tuhan, padahal masih ada yang lain yang menyembah Tuhan.

Pertanyaan Tuhan kepada Elia adalah sebuah koreksi bagi Elia untuk tidak membanggakan diri dan sadar bahwa keberhasilannya adalah anugerah Tuhan. Tuhan tetap memperhatikan dia, dengan memeliharanya dan memberi makan serta berbagai keperluan penting dalam hidupnya. Mungkin saja Elia mulai gagal fokus, oleh karena mulai membanggakan diri dengan pelayanannya. Tetapi Tuhan bertanya kembali, supaya Elia sadar bahwa kerja pelayanannya adalah milik Tuhan dan Tuhan tidak pernah meninggalkan dia. Kesadaran pada panggilan Tuhan harusnya membuat Elia fokus kepada Tuhan, bukan menjadikan dirinya populis dan merasa kuat dalam kerja pelayanannya.

TUHAN hadir dengan berfirman dan memberikan semangat serta memperkuat iman Elia yang sedang merasa sendiri dan sepi membuatnya depresi. Di Gunung Horeb Allah memanggil Elia untuk menyaksikan peristiwa alam, yaitu angin besar, gempa bumi, dan api, tetapi Tuhan tidak ada di dalam semua peristiwa itu. Dengan peristiwa alam itu, Elia diingatkan untuk kembali pada pelayanan yang dimaksudkan Tuhan dan mengikuti perintah-Nya serta fokus pada pelayanan yang disiapkan Tuhan baginya, yaitu: mengurapi Hazael sebagai Raja Siria (Aram), mengurapi Raja Israel yang baru, yaitu Yehu putra Nimsi dan mengangkat penggantinya, Elisa putra Safat.

Pelayanan yang Tuhan kehendaki dari Elia, tetapi juga tiga orang tokoh ini, sekalipun berbeda tugas dan wataknya, akan menyatu dalam merendahkan dan mempermalukan keturunan Ahab serta memberitakan firman Allah kepada kaum sisa yang benar (7000 orang). Pengurapan Elia bagi ketiga tokoh di atas adalah sebuah proses regenerasi yang diberkati oleh Tuhan dan Tuhan yang memilih dan menetapkan, Tuhan juga yang memproteksi orang piihanNya. Bagian ini juga merupakan penghiburan bagi Elia dan menunjukkan bahwa Allah tidak akan membiarkan terus menerus dosa Ahab dan Izebel. Kata ‘Aku’ dalam ay 18 menunjukkan bahwa adanya sisa yang setia (7000 orang) kepada Tuhan merupakan pekerjaan Allah sendiri dan untuk menunjukkan bahwa pelayanan Elia tidak sia-sia. Angka “tujuh” melambangkan kesempurnaan. Meskipun tujuh ribu bukan jumlah yang besar, Elia diyakinkan bahwa ia tidaklah sendirian dalam mengimani Allah.

Saudara-saudara yang diberkati Tuhan,
Sebagai gereja dan kita semua yang percaya terpanggil untuk melayani Tuhan dan pekerjaan pelayanan yang kita lakukan adalah milik Tuhan. Jika kesadaran ini selalu ada, maka kita tidak akan menjadikan diri sebagai kebanggan dalam pelayanan, yang dapat membuat kita mencuri kemuliaan Tuhan. Sebagai seorang pelayan Tuhan, hendaklah kita melakukan kerja pelayanan seperti yang Tuhan mau, jangan mudah putus asa, menyerah pada keadaan atau hanya memikirkan diri sendiri.

Fokuskan pelayanan kita kepada Tuhan, dengan melayani Tuhan secara baik dan benar, rendah hati, tulus hati, bersukacita dan tetap menjadi berkat. Ketika Tuhan memilih kita, Tuhan pasti menyertai, menguatkan dan menopang di setiap aras hidup, karya dan pelayanan kita. Fokus kepada Tuhan membuat orang tidak memikirkan diri sendiri dan tidak menjadikan dirinya menjadi alamat kekaguman, sehingga orang lain hanya memandang dia dan tidak lagi memandang kepada Tuhan. Marilah kita fokus dalam pelayanan kepada Tuhan maka berkat akan ditambahkan terus kepada kita. Amin.

Bahan Bacaan:
1. Alkitab Edisi Studi.
2. MTPJ dan RHK disadur dalam bahasa Khotbah.
3. Tafsiran Kitab 1 dan 2 Raja-raja.

Selamat melayani.
Salam dari saya Pdt DR Djoli Sondakh.


1 Raja-Raja 19:9-18
Allah menyatakan diri di gunung Horeb
19:9 Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" 19:10 Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku." 19:11 Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu. 19:12 Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. 19:13 Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?" 19:14 Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku." 19:15 Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. 19:16 Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau. 19:17 Maka siapa yang terluput dari pedang Hazael akan dibunuh oleh Yehu; dan siapa yang terluput dari pedang Yehu akan dibunuh oleh Elisa. 19:18 Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia."






Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 8 Mei - 14 Mei 2022 - 1 Korintus 9:1-18

Sebelum:
Khotbah GMIM Minggu 24 April 2022 - Berita Injil Adalah Kepastian Yang Kokoh - 1 Tesalonika 1:1-10




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2022..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,