|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2022 Minggu, 27 Maret 2022 Khotbah GMIM Minggu, 27 Maret 2022 - (Minggu Sengsara IV) - Hindarilah Dendam - Markus 6:14-29oleh Pdt. Henny Meilan Amik, STh (Ny. Ponamon) Penulis adalah Pendeta Jemaat di GMIM Bukit Zaitun Sea Mitra Wilayah Sea ----------------------------------------------------------------------------- Syalom, salam sejahtera bagi kita semua Saudara-saudara, Puji Tuhan kita telah memasuki Minggu ke 4 Penghayatan Sengsara Kristus, sekalipun masih dalam suasana gumul di masa Pandemi, tapi bersyukur kita karena masih diberi kesempatan untuk menikmati sukacita dalam persekutuan umat Tuhan. Saudara-saudara, ditegur atau menegur orang lain, dinasehati atau memberi nasihat bagi orang lain adalah sebuah warna yang dominan dalam sebuah relasi/hubungan. Mis: orang tua menegur anak-anak, anak-anak memberi pendapat tentang sesuatu kepada orang tua; teman dan sahabat, pelayan dan jemaat, kita saling menegur dan saling mengingatkan, tentu dengan harapan bahwa sebuah hubungan akan tetap awet, langgeng serta tetap terpelihara. Teguran dan nasihat berisi ajakan untuk berubah atau menghasilkan sebuah keadaan yang lebih baik. Sekalipun pada kenyataannya ada yang menerima sebuah teguran dengan terbuka dan lapang dada, sebalikny ada yang menolak, menjadi sakit hati, bahkan membenci orang yang menegurnya. Firman Tuhan dalam kitab Amsal 27:5 “ Lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi.” Saudaraku, Bagian Alkitab yang jadi referensi perenungan di Minggu ini berdasarkan Tema: Hindarilah Dendam, terambil dari Kitab Markus 6:14-29. Kitab Markus sendiri merupakan Kitab Injil tersingkat yang memberi penekanan pada upaya untuk membangun dan mengokohkan iman orang percaya di Roma sekalipun mereka sering diperhadapkan dengan penderitaan. Mereka harus tetap kuat, sabar dan setia mengerjakan pekerjaan bagi Kristus. Kisah tentang penderitaan, kematian dan kebangkitan Kristus yang menjadi pokok sentral dalam tulisan ini. Dengannya semua orang percaya diingatkan untuk tetap setia sekalipun dalam penderitaan sebab jaminannya adalah keselamatan dalam Kristus. Secara Khusus untuk teks Pasal 6:14-29 ini, bicara tentang sebuah penugasan dalam pelayanan oleh Yesus kepada murid-muridNya yang melakukan pelayanan yang penuh Kuasa. Ya, Kuasa Yesuslaj yang mengiringi langkah setiap murid dalam mengerjakan pelayanan sehingga tidak heran bahwa kehadiran mereka mampu menyita perhatian banyak orang, bahkan membuat benyak orang terkagum-kagum melihat kuasa Yesus dan menjadi percaya. Hal inilah yang mengakibatkan munculnya kebencian dihati para penguasa Romawi yang merasa sangat tersaingi dan sangat ‘terganggu’ dengan kenyataan bahwa Yesus dan murid-muridnya semakin populer. Karenanya berbagai hal direncanakan untuk membinasakan murid-murid Yesus Yohanes menjadi salah satu dari hamba Tuhan yang harus mengalami penderitaan karena Kristus. Teguran dan nasehatnya disatu sisi dapat diterima baik dan mengakibatkan pertumbuhan jemaat, namun disisi lain dijadikan alasan kebencian bagi dirinya. Yohanes sesungguhnya adalah seorang “hamba” yang taat menjalankan amanat. Ia berani mempertaruhkan nyawanya demi sebuah kebenaran. Ia tidak takut menegur (sekalipun seorang pemimpin), ia tidak takut kehilangan posisi dan jabatan. Dalam bagian ini dijelaskan bahwa ia berani menegur Herodes yang waktu itu mengambil Herodias (mantan isteri Filipus saudaranya) untuk menjadi isterinya (ay 18) dengan berkata: “ tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu” Herodias sakit hati dan bermaksud mencari segala cara untuk membalas sakit hatinya dengan membunuh Yohanes (19). Sehingga dapatlah kita katakan bahwa kebencian melahirkan sakit hati dan dendam, pasti akan berujung pada sebuah tindakan yang sangat keji. Hanya karena tidak menerima sebuah teguran, seorang yang ‘terhormat’ akhirnya berprilaku sangat tidak terhormat dan tidak manusiawi. Ya, Yohanes adalah salah seorang yang jadi korban karena kebencian dan dendam Herodias. Herodias memakai kedudukannya untuk menekan suaminya agak mau meluluskan rencana dibalik dendamnya pada Yohanes. Ketika hati Herodias dipenuhi dengan amarah dan kebencian, maka selalu ada keinginan untuk membalas dan membinasakan. Kebencian menjadi pintu masuk terhadap dosa. Orang akan menggunakan apa saja dan bertindak sesukanya asalkan tujuannya terpenuhi. Asalkan hasrat kebenciannya terpuaskan. Herodes sesungguhnya segan akan Yohanes yang dilihatnya sebagai seorang yang suci dan benar. Sampai akhirnya Herodias menggunakan saat dimana dalam pesta Ulang Tahun Herodes mengundang pejabat, dan pemuka-pemuka terkenal, orang-orang terhormat, dan kenalan Herodes untuk berpesta pora dalam perayaan yang ditandai dengan mabuk dan tarian erotis. Herodias membuat sesuatu yang tidak biasa demi tujuannya. Jika seorang budak yang harusnya menari di pesta sang Raja, saat itu Herodias memanfaatkan kecantikan dan kemolekan anaknya, yang sengaja memberi pertunjukan bukan untuk menghibur melainkan untuk meluluskan keinginan hati yang tidak dapat diwujudkannya sendiri. Dengan memanfaatkan perkataan dan janji Herodes yang tidak dapat ditariknya ketika diucapkan di depan banyak orang bahwa ia akan memenuhi apapun yang diminta oleh anak Herodias yakni Salome (anaknya dengan Filipus), yakni meminta supaya kepala Yohanes di penggal. Inilah kisah tragis dan menyesakkan, bahwasannya sebuah pesta Ulang tahun bukanlah diwarnai dengan kegembiraan tapi menjadi pesta berdarah, ya karena kebencian dan dendam. Kejadian 4:6-7a: “ Firman Tuhan kepada Kain: mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu”. Jadi jelaslah bahwa kebencian mendalam menjadi Pintu masuk bagi dosa. Berawal dari pikiran (Merencanakan yang jahat dan kemudian melahirkan tindakan). Berawal dari perkataan (kata-kata umpatan dan makian dan kemudian bisa menyakiti dan melukai orang . Saudara-saudara belajar dari kesaksian Alkitab ini dan merenungkannya terkait Tema perenungan minggu ini, maka beberapa hal menjadi pesan firman untuk kita: 1. Sebagai Umat Allah, kita sekalian terpanggil untuk melaksanakan tugas pelayanan pada bagian tugas dan fungsi kita masing-masing. Bagian Alkitab ini mengingatkan kita bahwa, tidak mudah memang untuk mengerjakan pelayanan kita, banyak tantangan, pergumulan bahkanpun penderitaan, namun kita tetap diminta untuk tetap setia dan taat kepada Allah. Jangan lengah dan putus asa, yakinkanlah bahwa Tuhan akan menyertai kita kemanapun kita pergi. 2. Tuhan memakai hamba-hambaNya atau siapapun disekitar kita untuk menegur, menasehati dan mengingatkan kita untuk segala hal yang kita lakukan. Karena itu, bukalah hati untuk secara lapang menerima setiap teguran dan nasihat, jika itu untuk kebaikan kita. Kadang kita di tegur dengan keras, bersyukurlah sebab Allah memberi kita kesempatan untuk bertobat ( Why 3:19 “ barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah). 3. Berusahalah terbuka untuk menerima sebuah ‘nasihat’, komunikasikan secara baik jika yang disampaikan memang harus di klarifikasikan supaya bisa menemui jawaban yang tepat. Jangan memendam kebencian terhadap sebuah teguran yang tidak kita terima, itu akan menjadi “duri” dan menimbulkan rasa sakit yang akan berpengaruh buruk. Jika ditegor terimalah, sebab sakit hati menimbulkan kebencian, kebencian melahirkan dendam, dan dendam melahirkan tindakan Dosa. 4. Sebagai warga gereja di Minggu sengsara ke 4 ini kita diingatkan untuk belajar dari Yesus. Bahwa sekalipun dicerca dan dianiaya. Sekalipun dicela dan diolok. Sekalipun difitnah dan disakiti. Ia tetap Mengasihi. Ia tidak membenci dan menyakiti, melainkan IA rela mengorbankan diriNya untuk menebus dan menyelamatkan kita. Balasan dari kebencian umat yang menyalibkan Yesus adalah KASIHnya yang tanpa batas. 5. Tetaplah saling mendukung dan mendoakan. Tetaplah saling mengasihi dan mengampuni. 6. Sebagai seorang pemimpin diharapkan Santun dalam Bertutur dan Bijak dalam bertindak. Perkataan dan tindakan seorang pemimpin menunjukkan kualitas dan kredibilitasnya. Seorang pemimpin yang hebat adalah dia yang menjadi sangat bijaksana dalam pengambilan langkah dan keputusan. Herodes terjebak pada kondisi dimana oleh karena ucapannya yang tidak berhikmat Ia turut andil dalam sebuah tindakan kekejian dengan melenyapkan nyawa seorang yang tidak bersalah. Herodias sebagai perempuan terhormat yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi hasrat balas dendamnya. Sementara Yohanes menjadi contoh dari seorang pemimpin yang konsisten pada komitmennya. Sekalipun nyawa taruhannya, Yohanes menjadi seorang yang tidak takut untuk bicara tentang kebenaran ( ya diatas ya, tidak diatas tidak ). * Kita besyukur atas terlaksananya beberapa proses pemilihan di Aras Sinode, dan akan menghadapi sebuah babak baru dalam pelayanan GMIM melalui proses peralihan BPMS. Mari sepakat membangun kekuatan bersama, kita mungkin berbeda pilihan tapi janganlah kita saling membenci dan menyakiti. Kita mungkin tidak saling membunuh, tapi saling menuduh dan menjatuhkan sesama karena perbedaan pilihan pun itu sangat melukai perasaan. Gereja milik Tuhan ini adalah milik kita bersama. Mari erat bergandeng tangan membangun hidup berlandaskan kasih Tuhan. Mari kita Doakan dan mari Kita bersama mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Tuhan bagi kemajuan gerejaNya. Tuhan dimuliakan, Amin Yohanes Pembaptis mati (Mat. 14:1-12; Luk. 9:7-9) 14Raja Herodes lei dapa dengar tentang Yesus lantaran Yesus pe nama so top, kong ada orang bilang tentang Yesus, “Tu Orang ini Yohanes Pembaptis yang so mati mar skarang so hidop ulang, so itu Dia ada kuasa for beking tu mujisat-mujisat.” 15 Tu laeng bilang, “Dia tu nabi Elia!” Kong ada lei tu laeng da bilang, “Dia tu nabi laeng, sama deng tu nabi-nabi tempo dulu.” 16Waktu Herodes dapa dengar tu orang-orang da cirita, dia bilang, “Dia itu tu Yohanes Pembaptis yang kita so potong de pe kapala, Dia so hidop ulang.” 17 Herodes bilang bagitu, lantaran tempo hari dia yang da suru tangka pa Yohanes kong suru ika deng rante trus kase maso ka bui. Dia da suru beking bagitu pa Yohanes lantaran tu masala Herodias. Dia da ambe pa Herodias jadi de pe bini, padahal waktu itu Herodias so kaweng deng Filipus tu dia pe sudara sandiri. 18Trus Yohanes tu da togor ulang-ulang pa Herodes, dia bilang, “Bapak, bapak so langgar tu atoran agama, lantaran bapak so ambe bapak pe sudara pe bini kong beking jadi bapak pe bini.” 19So itu Herodias dendam pa Yohanes deng barencana mo bunung pa Yohanes, mar dia blum dapa beking itu. 20Soalnya Herodes da suru jaga bae-bae tu Yohanes di bui, lantaran dia segan pa Yohanes. Dia tau Yohanes itu ja beking tu butul di muka pa Tuhan deng Yohanes itu Tuhan pe orang. Memang tiap kali dia dengar Yohanes ja babicara, dia pe hati rasa nyanda sadap, mar dia lei rasa snang badengar pa Yohanes. 21Satu kali, Herodias dapa kesempatan yang pas for balas dendam pa Yohanes. Waktu itu Herodes pe hari jadi, kong Herodes da beking pesta basar. Dia undang samua tu orang-orang basar, kapala-kapala perwira Romawi deng orang-orang yang punya pengaru di Galilea. 22Samantara pesta, Herodias pe anak parampuang maso kong manari. Dia pe manari gaga skali, sampe beking Herodes deng de pe tamu-tamu snang skali. Pe klar manari, Herodes pangge pa dia kong bilang, “Bilang kamari apa jo tu ngana mo minta, nanti kita kase!” 23Trus Herodes basumpa pa dia, “Apa jo tu ngana mo minta kita kase, biar lei ngana mo minta kita pe stenga krajaan, itu kita mo kase!” 24Pe dengar itu, tu anak parampuang itu pi batanya pa de pe mama, “Ma, apa kang tu kita mo minta?” Dia pe mama manyao, “Kita minta tu Yohanes Pembaptis pe kapala!” 25Trus capat-capat dia babale pa Herodes kong baminta bagini, “Kita minta supaya skarang ini jo kase pa kita tu Yohanes Pembaptis pe kapala yang da taru di baki!” 26Pe dengar itu, Herodes jadi sedi skali. Mar lantaran dia so basumpa di muka pa de pe tamu-tamu, dia nimbole mo tolak tu anak parampuang da minta. 27So itu dia iko prenta de pe anak bua for pi potong tu Yohanes pe kapala. Tu orang pigi kong potong Yohanes pe kapala di dalam bui. 28Tu orang itu bawa Yohanes pe kapala di baki kong kase pa tu anak parampuang. Trus tu anak parampuang kase itu lei pa de pe mama. 29Kong waktu Yohanes pe murit-murit dapa dengar Herodes so potong Yohanes pe kapala, dorang datang ambe tu de pe mayat kong pi kubur. --------------------------------- 6:14 Now King Herod heard [of Him], for His name had become well known. And he said, "John the Baptist is risen from the dead, and therefore these powers are at work in him." 6:15 Others said, "It is Elijah." And others said, "It is the Prophet, or like one of the prophets." 6:16 But when Herod heard, he said, "This is John, whom I beheaded; he has been raised from the dead!" 6:17 For Herod himself had sent and laid hold of John, and bound him in prison for the sake of Herodias, his brother Philip's wife; for he had married her. 6:18 For John had said to Herod, "It is not lawful for you to have your brother's wife." 6:19 Therefore Herodias held it against him and wanted to kill him, but she could not; 6:20 for Herod feared John, knowing that he [was] a just and holy man, and he protected him. And when he heard him, he did many things, and heard him gladly. 6:21 Then an opportune day came when Herod on his birthday gave a feast for his nobles, the high officers, and the chief [men] of Galilee. 6:22 And when Herodias' daughter herself came in and danced, and pleased Herod and those who sat with him, the king said to the girl, "Ask me whatever you want, and I will give [it] to you." 6:23 He also swore to her, "Whatever you ask me, I will give you, up to half of my kingdom." 6:24 So she went out and said to her mother, "What shall I ask?" And she said, "The head of John the Baptist!" 6:25 Immediately she came in with haste to the king and asked, saying, "I want you to give me at once the head of John the Baptist on a platter." 6:26 And the king was exceedingly sorry; [yet], because of the oaths and because of those who sat with him, he did not want to refuse her. 6:27 Immediately the king sent an executioner and commanded his head to be brought. And he went and beheaded him in prison, 6:28 brought his head on a platter, and gave it to the girl; and the girl gave it to her mother. 6:29 When his disciples heard [of it], they came and took away his corpse and laid it in a tomb.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ 3 - 9 April 2022 (Minggu Sengsara V) Sebelum: MTPJ 27 Maret - 2 April 2022 (Minggu Sengsara IV) MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,