|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2022 Minggu, 13 Maret 2022 Khotbah GMIM Minggu, 13 Maret 2022 - Meratap Tanda Pertobatan - Zakharia 12:1-14oleh Pdt. Meyta Engeline Alce Egam, STh Penulis adalah Ketua BPMJ GMIM Yerusalem Tumani Selatan, Wilayah Tompaso Baru 2. ----------------------------------- Saudara-saudara yang dikasihi dan diberkati Tuhan, Kita manusia adalah ciptaan Allah yang termulia, yang selalu mendapat perhatian dari pandangan Allah, meski banyak kali pelanggaran dilakukan oleh manusia di hadapan Allah. Dengan kemahakuasaan-Nya, Allah selalu hadir sebagai Pribadi yang tidak pernah berubah karya-Nya untuk memulihkan umat manusia dari hukuman karena dosa yang dilakukan manusia. Janji pemulihan yang diberikan Allah selalu ditepati dan digenapi-Nya. Karena itu, manusia tidak boleh putus asa melainkan tetap sabar menanti janji Tuhan dan tetap hidup dalam ketaatan dan kesetiaan kepada-Nya. Manusia harus selalu menyadari keberadaan dirinya yang berdosa, sehingga sangat perlu untuk hidup dalam pertobatan dan pembaharuan diri, meninggalkan kehidupan lama dengan cara-cara lama yang penuh dosa untuk datang kembali kepada Allah dalam sebuah hubungan dengan Allah yang telah diperbarui. Dalam kesadaran diri sebagai pribadi yang penuh cela dan dosa, maka selayaknyalah manusia meratap, memohon belas kasihan Tuhan Allah. Kemahakuasaan Allah semakin nyata bagi manusia bahwa Allah hadir bukan hanya sebagai Pencipta yang menjadikan manusia dan seisi bumi ini, tetapi Allah juga hadir sebagai Pemelihara hidup manusia yang kuasa-Nya tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Allah hadir sebagai Penyelamat yang mengerjakan pemulihan dan yang memberikan janji hidup kekal. Jenis tulisan kitab Zakharia ini umumnya berisi penglihatan dan gambaran-gambaran simbolis. Kitab Zakharia dimulai dengan Allah, yang dilambangkan dengan seseorang yang menunggang kuda merah (pasal 1:8), yang siap untuk memasuki Kembali bait-Nya yang kudus setelah didirikan kembali. Kemudian, Allah mengumumkan bahwa IA akan menjadi tembok berapi di sekeliling Yerusalem dan menjadi kemuliaan di dalamnya (pasal 2:5). Akhirnya, Allah berjanji IA akan kembali ke Yerusalem dan mengerjakan pemulihan dan pembaharuan Yerusalem. Zakharia artinya “Tuhan mengingat”. Zakharia disebut sebagai anak dari Berekhya, cucu dari Ido yang merupakan kepala sebuah keluarga imam. Nabi Zakharia memiliki pandangan jauh ke depan mengenai umat Israel yang baru pulang dari pembuangan di Babel agar mereka menata kehidupan kerohanian mereka. Pasca kepulangan dari pembuangan, Nampak kesuraman dalam kehidupan keagamaan umat Israel. Tembok kota masih berupa reruntuhan, Bait Allah menjadi onggokan puing, kekeringan melanda tanah Yehuda sehingga semangat untuk bangkit lagi dari keterpurukan seolah sirna oleh situasi dan keadaan. Nabi Zakharia hadir dengan menyerukan perlunya suatu kebangunan rohani di antara bangsa itu. Bait Allah sebagai lambang kehadiran Allah dalam kehidupan umat, perlu dibangun kembali dengan tetap memperhatikan juga pembangunan kerohanian umat. Pesan Zakharia merupakan teguran, nasihat dan pemberian dorongan serta arahan yang sangat tepat di masa sulit. Ia mencela cara hidup umat yang masih tetap melanjutkan perbuatan nenek moyang mereka yang melakukan berbagai pelanggaran. Umat Tuhan harus sungguh-sungguh hidup dalam pertobatan dan berbalik kepada Allah. Hanya kepada Allah saja arah penyembahan umat Tuhan. Tinggalkan cara hidup lama yang tidak berkenan di hadapan Allah. Hanya pembaruan rohani yang dapat menghasilkan ibadah yang benar dan pelayanan yang berarti di Bait Suci. Ketaatan kepada suara Tuhan serta kesungguhan mencari Tuhan dan memohon belas kasihNyalah yang mendatangkan berkat. Bacaan Firman Tuhan ini merujuk kepada pemulihan yang dikerjakan Tuhan bagi umat-Nya yang ditandai dengan kemenangan Israel atas bangsa-bangsa lain. Umat Tuhan akan menjadi pasu (piala yang berisi anggur yang sering dipakai sebagai symbol penghakiman Allah) bagi bangsa-bangsa yang mengangkat perlawanan bagi Yerusalem. Dalam penglihatannya, Zakharia menunjukkan kekuatan dan kemahakuasaan Tuhan Allah. Kuda menjadi bingung, penunggangnya menjadi gila. Allah membuka mata, tetapi segala kuda bangsa akan menjadi buta. Kalimat menunjukkan tentang kekuatan kuasa Allah yang Ia berlakukan untuk membela dan menyelamatkan umatNya. Tuhan akan mengangkat kaum Yehuda, melindungi penduduk Yerusalem dan memunahkan segala bangsa yang menyerang Yerusalem. Dalam karya penyelamatan yang Tuhan kerjakan, umat ada di dalam kesadaran untuk benar-benar datang kepada Tuhan, tunduk dalam ratap memohon belas kasih Allah. Allah mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan penduduk Yerusalem sehingga mereka ada dalam ratapan yang begitu dalam, memandang kepada “dia yang tertikam”, menangis dan meratap, ada dalam penyesalan yang dalam dan komitmen yang sungguh untuk memperbaiki diri dan cara hidup. Ratapan, penyesalan diri, persekutuan yang terbangun dengan Allah serta komitmen memperbaiki diri bukan hanya pribadi saja, tetapi terbangun dalam hubungan keluarga yang dibawa kepada Allah. Saudara sekalian, dalam keterbatasan sebagai manusia buatan tangan Allah, kita patut bersyukur karena dalam segala keadaan kita, kita selalu diperhitungkan oleh Tuhan. Tak pernah sekalipun Allah membiarkan kita terjatuh dan binasa. Allah selalu memperhatikan kita apapun keadaan kita. Hanya memang, terkadang sebagai manusia, banyak kali kita menilai keadaan diri kita sendiri dan keadaan orang lain di sekitar kita dari pandangan kita saja sehingga tidak jarang ketika persoalan hidup dan pergumulan berat dihadapi, manusia cenderung menyalahkan situasi, menyalahkan orang lain, membenarkan diri sendiri dan bahkan tiba pada titik klimaks, menyalahkan Allah… Bacaan kita saat ini mengingatkan kita, manusia hanyalah bagian dari karya Allah dan manusia bukan Allah. Mari tunduk dalam kepasrahan diri kepada Allah untuk mengintrospeksi diri kita masing-masing, telah sungguh-sungguhkah kita mengandalkan Tuhan selama ini sebagai satu-satunya YANG BERKUASA dalam kehidupan kita? Ataukah nama Tuhan dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan kita sendiri? Bagaimana bentuk pemberian diri kita terhadap Tuhan, apakah dengan terus aktif dalam kegiatan-kegiatan kerohanian yang bertajuk “pelayanan kepada Tuhan” tetapi perkataan, perbuatan, tindakan dan perlakuan kita terhadap sesama justru menyakiti hati Tuhan? Di minggu sengsara yang kedua ini kita diajak untuk terus mengevaluasi diri kita, telah benarkah apa yang selama ini kita lakukan di hadapan Tuhan dan terhadap sesama? Sesungguhnya, Allah adalah Pribadi yang sangat tahu persis keadaan kita. Karena itu, sangatlah penting untuk ada didalam kepasrahan diri, meratap dalam penyesalan yang mendalam serta kesadaran akan dosa dan pelanggaran kita di hadapan Tuhan. Meratap bukan hanya sekedar menangis sebagai bentuk ekspresi jiwa tetapi dalam penghayatan untuk benar-benar meninggalkan ke-aku-an kita dan tunduk dalam penyerahan diri seutuhnya di hadapan Tuhan. Memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih peduli dan peka terhadap situasi yang dialami orang lain. Meratap berarti tunduk dalam kerendahan, menyadari keterbatasan diri dan membangun kembali semangat untuk beraktivitas dalam kehendak Allah. Meratap pun menjadi tanda pertobatan untuk hidup baru di dalam Tuhan sehingga setiap persoalan dan pergumulan hidup dipandang sebagai bagian dari proses permunian iman dari Tuhan, sehingga kita terhindar dari perasaan yang menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain bahkan menyalahkan Tuhan. Meratap dalam kesungguhan menjadi tanda pertobatan untuk hidup baru dan bersikap seperti apa yang dikehendaki Kristus yang bukan hanya menuntut dihargai tetapi bersikap menghargai orang lain, bukan menebar kebencian tapi menabur cinta kasih dan perdamaian, bukan terus menghina tetapi melepaskan pengampunan, bukan terus berusaha dengan kekuatan dan kemampuan sendiri, tetapi berserah pada kekuatan Allah dan tunduk pada kehendak Allah. Meratap sebagai tanda pertobatan adalah sikap yang memandang kepada “Dia yang tertikam” karena dosa dan kekejian kita, Yesus Kristus yang telah menderita sengsara dan mati di kayu salib untuk menebus dosa dan kesalahan kita. Memandang kepada “Dia yang tertikam” membuat kita melihat betapa pedihnya luka itu, dan Dia telah menanggungnya agar kita beroleh keselamatan. Maka hiduplah untuk menjadi alat Tuhan yang memberitakan karya selamat yang dikerjakan Kristus bagi kita. Karena pembaharuan diri bukan hanya tentang keterlibatan aktif kita dalam “ruang pelayanan”, tetapi tentang hidup dalam pertobatan dan menyangkal diri untuk menemukan hidup baru di dalam Kristus yang terwujud dalam sikap yang semakin hari semakin berkenan kepada-Nya. Tuhan menguatkan kita, Roh Kudus meneguhkan komitmen kita. Amin. Zakharia 12:1-14 Pembebasan dan pembaharuan Yerusalem 12:1 Ucapan ilahi. Firman TUHAN tentang Israel: Demikianlah firman TUHAN yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia: 12:2 "Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung. 12:3 Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapat luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya. 12:4 Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan membuat segala kuda menjadi bingung, penunggangnya menjadi gila. Atas kaum Yehuda, Aku akan membuka mata-Ku, tetapi segala kuda bangsa akan Kubuat menjadi buta. 12:5 Sesudah itu kaum-kaum di Yehuda akan berkata dalam hatinya: Penduduk Yerusalem mempunyai kekuatan oleh karena TUHAN semesta alam, Allah mereka. 12:6 Pada waktu itu Aku akan membuat kaum-kaum di Yehuda seperti anglo berapi di tengah-tengah timbunan kayu dan seperti suluh berapi di tengah-tengah timbunan bulir gandum; api keduanya akan menjilat ke kanan dan ke kiri segala bangsa di sekeliling, tetapi Yerusalem selanjutnya akan tetap tinggal di tempatnya yang dahulu. 12:7 TUHAN akan pertama-tama memberi kemenangan kepada kemah-kemah Yehuda, supaya keluarga Daud dan penduduk Yerusalem jangan terlalu bermegah-megah terhadap Yehuda. 12:8 Pada waktu itu TUHAN akan melindungi penduduk Yerusalem, dan orang yang tersandung di antara mereka pada waktu itu akan menjadi seperti Daud, dan keluarga Daud akan menjadi seperti Allah, seperti Malaikat TUHAN, yang mengepalai mereka. 12:9 Maka pada waktu itu Aku berikhtiar untuk memunahkan segala bangsa yang menyerang Yerusalem." Ratapan atas dia yang tertikam 12:10 "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung. 12:11 Pada waktu itu ratapan di Yerusalem akan sama besarnya dengan ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido. 12:12 Negeri itu akan meratap, setiap kaum keluarga tersendiri; kaum keluarga keturunan Daud tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga keturunan Natan tersendiri dan isteri mereka tersendiri; 12:13 kaum keluarga keturunan Lewi tersendiri dan isteri mereka tersendiri; kaum keluarga Simei tersendiri dan isteri mereka tersendiri; 12:14 juga segala kaum keluarga yang masih tinggal, setiap kaum keluarga tersendiri dan isteri mereka tersendiri."
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Minggu, 20 Maret 2022 - Membangun Kebersamaan Pelayanan Berdasarkan Kasih Kristus - Filemon 1:4-22 Sebelum: MTPJ 13-19 Maret 2022 + (Minggu Sengsara II) MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,