|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2022 Minggu, 30 Januari 2022 MTPJ 30 Januari - 5 Februari 2022 - Keteraturan Menghadirkan Damai Sejahtera - 1 Korintus 14:26-40TEMA BULANAN : "Aku Ini Adalah Hamba Tuhan" TEMA MINGGUAN : "Keteraturan Menghadirkan Damai Sejahtera" BACAAN ALKITAB: 1 Korintus 14:26-40 26Jadi sudara-sudara, apa tu torang musti beking? Kalu ngoni da bakumpul sama-sama for baibada, lebe bae kalu masing-masing dari pa ngoni ambe bagean rupa ini: ada orang yang manyanyi lagu for puji pa Tuhan, yang laeng bamangajar, yang laeng ja se jelaskan sesuatu dari Tuhan, yang laeng babicara pake bahasa yang Roh Kudus da kase, deng lei yang laeng se arti tu bahasa itu for jemaat. Ngoni beking jo samua itu for se kuat tu jemaat pe percaya. 27Kalu ada orang yang babicara pake bahasa yang Roh Kudus da kase, lebe bae kalu cuma dua orang ato paling banya tiga orang. Kong dorang itu jang skaligus babicara, dorang musti baku-baku ganti babicara, trus musti ada lei orang yang se tau tu arti dari apa yang dorang da bilang itu. 28Mar kalu nyanda ada orang yang bole se tau tu arti pa jemaat, tu orang yang babicara pake bahasa yang Roh Kudus da kase, lebe bae dia babadiam jo waktu jemaat da bakumpul. Lebe bae dia itu cuma babicara pa dia pe dalam hati, deng lei dia cuma babicara pa Tuhan Allah. 29Bagitu lei deng tu orang-orang yang bole kase tau tu Tuhan pe pesan. Lebe bae dari pa dorang itu, cuma dua ato tiga orang jo yang babicara for se tau tu Tuhan pe pesan pa jemaat, kong tu orang laeng pikir bae-bae apa tu dorang da bilang itu. 30Kalu misalnya waktu da baibada itu, ada satu orang yang da dudu di situ kage-kage dapa pesan dari pa Tuhan Allah, tu orang yang samantara da babicara, dia itu musti brenti babicara supaya tu de pe tamang yang dapa tu Tuhan pe pesan itu bole mo se tau itu. 31Kalu ngoni kase tau tu Tuhan pe pesan deng cara baku-baku ganti rupa itu, samua orang di jemaat bole blajar deng lei ngoni samua bole jadi smangat. 32Tu orang-orang yang ja kase tau tu Tuhan pe pesan, dorang itu mampu kontrol tu dong pe diri sandiri, dorang tau kapan mo babicara deng kapan mo brenti. 33Soalnya Tuhan Allah itu Tuhan yang nyanda suka tu ibada yang kacau, Dia suka tu ibada yang taator. 34Kong sama deng tu Tuhan pe orang-orang ja beking di samua jemaat, tu parampuang-parampuang, dorang itu musti babadiam waktu jemaat da bakumpul for baibada, lantaran dorang nyanda dapa kase for babicara. Dorang musti badengar pa tu pemimpin di situ, itu sama deng tu da tulis di atoran-atoran yang ada di kitab Taurat. 35Kalu ada dari tu parampuang-parampuang yang mo cari tau satu hal, lebe bae dia tanya itu pa dia pe laki di ruma. Soalnya nyanda sopan for parampuang babicara waktu samantara baibada. 36Apa ngoni pikir tu Tuhan Allah pe firman itu de pe asal dari pa ngoni? Ato apa ngoni pikir tu Tuhan Allah pe firman itu cuma for ngoni sandiri? Nyanda to? 37Kalu ada orang yang anggap de pe diri itu nabi tu ja kase tau tu Tuhan pe pesan, ato anggap de pe diri ada karunia dari Roh Kudus, dia itu pasti mo mangaku kalu samua tu kita da tulis ini memang butul-butul Tuhan pe prenta. 38Mar kalu dia nyanda trima tu kita da bilang, ngoni lei jang trima pa dia. 39So itu kita pe sudara-sudara, ngoni brusaha jo supaya ngoni bole kase tau tu pesan yang Tuhan da se tau, kong ngoni lei jang larang orang for babicara pake bahasa yang Roh Kudus da kase. 40Mar waktu ngoni baibada, ngoni beking jo itu deng bae-bae deng lei taator. ALASAN PEMILIHAN TEMA Hampir satu bulan kita telah menikmati kehidupan di tahun baru, tahun anugerah Tuhan, dan GMIM telah berada di periode pelayanan yang baru, setelah pelaksanaan pemilihan Pelayan Khusus aras jemaat di bulan Oktober 2021. Kita bersyukur kepada Tuhan sebab lewat pemilihan ada orang-orang yang dipilih dan dipakai Tuhan untuk menjadi mitra kerja-Nya dalam melaksanakan tugas tanggung jawab pelayanan sebagai Diaken, Penatua, Komisi Pelayanan Kategorial, Komisi Kerja, BPMJ serta anggota dan anggota pengganti Majelis Sinode. Pemilihan yang dilakukan telah berjalan dengan baik dan lancar karena mau menaati aturan-aturan dalam pemilihan. Pada waktu Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya (Kejadian 1), Ia membuat keteraturan supaya teratur pula kehidupan ciptaan-Nya. Ia mendisiplinkan semua yang diciptakan-Nya lewat aturan-aturan. Ini mencerminkan bahwa Tuhan Allah kita adalah Allah yang disiplin dan teratur. Ia tidak menyukai kekacauan, termasuk kekacauan di dalam gereja. Untuk itu diperlukan aturan-aturan dalam gereja yang berfungsi untuk mengatur, memperlancar, menertibkan dan mengembangkan pelayanan setiap anggota tubuh Kristus. Sebagaimana yang diatur dalam Tata Gereja GMIM Tahun 2021. Memang tidak dapat dipungkiri ada gesekan-gesekan yang terjadi pasca pemilihan karena ada yang melawan atau menabrak aturan, tidak mau mengikuti aturan dalam gereja dan ada yang memaksakan kehendaknya padahal tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan Allah menghendaki supaya setiap orang taat pada aturan, karena kalau tidak taat maka akan terjadi kekacauan. Sekalipun di hari-hari ke depan ada banyak tantangan dan persoalan yang akan dihadapi namun kita yakin Tuhan Allah di dalam Yesus Kristus lewat tuntunan Roh Kudus akan melindungi, memelihara dan menguatkan kita untuk terus menjalani hidup dan pelayanan ke depan. Tuhan Allah akan memperlengkapi para pelayan (setiap orang percaya) dan pelayan khusus dengan memberikan karunia-karunia yang dibutuhkan dalam pelayanan. Pada dasarnya setiap orang percaya mem-punyai karunia-karunia Roh dan karunia yang diberikan kepada tiap orang berbeda-beda, tetapi semua karunia itu datangnya dari Roh Kudus. Idealnya, setiap karunia yang diberikan Tuhan harus digunakan secara tertib dan teratur demi kepentingan bersama, untuk membangun, menguat-kan dan menghadirkan damai sejahtera, Karunia-karunia itu harus digunakan dengan sopan dan teratur. Tetapi kenyataannya ada orang yang mendapat karunia sering merasa superior (lebih unggul, lebih hebat dari yang lain), ada yang ingin selalu tampil dalam persekutuan ibadah dan merendahkan yang lainnya, bahkan ada yang salah mempergunakan karunia yang diberikan. Jika hal itu dibiarkan akan menjadi tantangan dan persoalan yang akan mengacaukan persekutuan jemaat sehingga tidak ada damai sejahtera. Berdasarkan fakta ini, maka dipilihlah tema “Keteraturan Menghadirkan Damai Sejahtera” yang nantinya akan memotivasi kita baik sebagai Warga Jemaat maupun Pelayan Khusus agar terus hidup teratur dalam mempergunakan karunia rohani yang telah diberikan Tuhan sehingga kita semua dapat menikmati damai sejahtera. PEMBAHASAN TEMATIS * Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Pembacaan Alkitab ini merupakan nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus tentang bagaimana menghadirkan persekutuan ibadah yang sopan, damai dan teratur. Nasihat Paulus ini dilatarbelakangi oleh kehadiran orang-orang yang mendapat karunia bahasa roh dan bernubuat yang banyak kali suka menonjolkan diri dalam persekutuan jemaat, dan juga kaum perempuan di Korintus yang ingin tampil berbicara di depan jemaat. Setelah Paulus memberikan konsep-konsep teologis tentang berbagai karunia Roh dalam 1 Korintus 12:1-14:25, terutama karunia bahasa roh dan bernubuat, maka Paulus mengakhiri penjelasannya dengan berbagai peraturan praktis tentang penggunaan karunia-karunia Roh dalam persekutuan jemaat. Ada banyak orang Kristen di Korintus yang sangat menyukai secara berlebihan karunia berkata-kata dengan bahasa roh sehingga terjadilah kesombongan dan ketidakteraturan dalam persekutuan jemaat. Rasul Paulus menekankan kepada jemaat untuk memperhatikan ketertiban dan keteraturan dalam pertemuan jemaat supaya tidak terjadi kekacauan. Dengan tegas Paulus mengatur hal-hal yang berhubungan dengan penggunaan karunia bahasa Roh yang tidak boleh dipergunakan secara sembarangan, dimana jumlah orang yang berbahasa roh biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, dan ketika berkata-kata harus seorang demi seorang serta harus ada orang yang menafsirkannya. Jika tidak ada orang yang menafsirkannya maka orang yang berkata-kata dalam bahasa roh hendaklah berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah. Tentang karunia bernubuat. Ada aturan jumlahnya yaitu baiklah dua atau tiga orang diantaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi atau menguji apa yang mereka katakan. Paulus meminta nabi untuk berbicara secara bergiliran, tidak boleh berbicara serentak, kalau ada yang berbicara maka yang lain harus berdiam diri agar apa yang disampaikan dapat dipelajari dan dimengerti sehingga jemaat beroleh kekuatan dan tidak menimbulkan kekacauan. Selanjutnya tentang perempuan-perempuan di jemaat Korintus, Paulus melarang mereka untuk berbicara di depan jemaat. Kalau ingin mengetahui sesuatu maka harus menanyakan kepada suaminya di rumah. Mengapa? Paulus katakan, itu yang dikatakan dalam hukum Taurat. Budaya yang ada di waktu itu adalah budaya Patriarkhal Israel yang menempatkan kedudukan perempuan berada di bawah laki-laki. Karena budayanya demikian maka kaum perempuan dianggap tidak sopan apabila berbicara dalam pertemuan jemaat dan itu akan menimbulkan kekacauan. Paulus menyampaikan hal-hal ini berdasarkan teologinya tentang tubuh Kristus, bahwa jemaat adalah tubuh Kristus, maka seharusnya hidup dalam damai sejahtera. Paulus berpesan agar jemaat berusaha memperoleh karunia untuk bernubuat dan jangan melarang orang berkata-kata dengan bahasa roh tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur. * Makna dan Implikasi Firman - Pada dasarnya setiap orang memiliki karunia Roh dan hendaklah masing-masing mempersembahkan karunia yang berbeda-beda itu supaya dipergunakan untuk membangun persekutuan jemaat. Jangan seorang pun merasa bahwa ia tidak memiliki sesuatu untuk dipersembahkan, sehingga tidak perlu berkontribusi atau merasa tidak dibutuhkan dalam jemaat. - Tuhan Allah menginginkan adanya keteraturan dalam kehidupan berjemaat. Karena itu apapun karunia rohani yang ada di jemaat, gunakanlah semuanya itu secara sopan dan teratur, ada pengendalian diri, ada kerendahan hati supaya jemaat dapat belajar dan beroleh kekuatan. - Keteraturan butuh ketaatan. Marilah kita berjalan bersama-sama dalam kebenaran sehingga kita menjadi orang yang taat aturan. Jangan menjadi orang yang suka melanggar atau menabrak aturan, jangan mengabaikan aturan dan nasihat, karena semua itu akan menimbul-kan kekacauan. - Tuhan Allah tidak menghendaki kekacauan tetapi menginginkan ada damai sejahtera dalam persekutuan Gereja sebagai tubuh Kristus. - Jangan hanya berusaha mendapatkan karunia-karunia Roh, tetapi yang lebih utama kejarlah kasih dan hiduplah dalam kasih, berilah diri kita dibimbing oleh Roh Kudus maka kehidupan kita akan menghasilkan buah Roh. PERTANYAAN UNTUK DISKUSI: 1. Apa yang kita pahami tentang karunia yang dihubungkan dengan keteraturan sesuai bacaan 1 Korintus 14:26-31? 2. Berikanlah contoh hal-hal yang dapat mengacau-kan persekutuan jemaat! 3. Bagaimana cara mewujudkan persekutuan jemaat yang sopan dan teratur sehingga ada damai sejahtera? NAS PEMBIMBING: Yesaya 32:17 POKOK-POKOK DOA: - Orang percaya yang dianugerahkan karunia Roh mempergunakannya demi kepentingan bersama - Saling menghargai setiap karunia - Ketaatan terhadap aturan-aturan - Upaya untuk menghadirkan damai sejahtera dan menghindari kekacauan atau konflik TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK V NYANYIAN YANG DIUSULKAN: Mari Menghadap Hadirat-Nya: Bagaikan Bejana Siap Dibentuk. Bersekutu Dalam Nama-Nya: KJ.No. 249 Serikat Persaudaraan. Persekutuan Yang Mengaku Dosa: DSL. 62. Di Tengah Kesukaran. Jaminan-Nya Menguatkan: NKB. No.195 Kendati Hidupku Tent’ram. Doa/Nyanyian Mohon Tuntunan Roh: NKB. 116. Siapa Yang Berpegang. Berilah Yang Baik: NKB. 197 Besarlah Untungku Tembang Tekad: NKB No.28 Ya Tuhan, Tolong Aku ATRIBUT: Warna dasar putih dengan lambang lilin di atas palungan.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2022 Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: Khotbah GMIM Minggu, 30 Januari 2022 - Keteraturan Menghadirkan Damai Sejahtera - 1 Korintus 14:26-40 (oleh Ibu PDT TIRSA TAIRAS, MTH) Sebelum: MTPJ 23 - 29 Januari 2022 - Komitmen Dan Konsistensi Melayani - Lukas 14:25-35 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,