gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1370 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN: "Ketaatan Melaksanakan Kehendak Allah adalah Wujud Kedewasaan Iman"
TEMA MINGGUAN : "Roh Kudus yang Mengubahkan

BACAAN ALKITAB: Kisah Para Rasul 2:1-13
Pentakosta
2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 2:5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: 2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." 2:12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" 2:13 Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."


ALASAN PEMILIHAN TEMA
Dunia dewasa ini sedang mengalami perubahan yang spektakuler di berbagai bidang. Revolusi industri four point zero (4.0). Keadaan yang sebelumnya menggunakan tenaga manusia, kini digantikan mesin canggih. Era five point zero (5.0), berpadu dengan era disrupsi, yakni kegiatan manusia yang sebelumnya dilakukan di dunia nyata, beralih ke dunia maya dengan teknologi digitalisasi yang super canggih; virtual oriented life (hidup berorientasi pada virtual). Adanya fenomena bonus demografi (laju pertumbahan penduduk). Tahun 2030-2040 diprediksi penduduk Indonesia berjumlah 297 juta jiwa. Usia produktif (15-65 tahun) lebih banyak dari usia non produktif (15 tahun ke bawah dan 65 tahun ke atas).

Era maju dan kompetitif ini selain berdampak positif tetapi juga berdampak negatif bagi hidup manusia. Sebut saja kecenderungan manusia bergaya hidup hedonism (memburu esenangan/kenikmatan), Materialisme (memberhalakan materi), konsumerisme (boros dan loba), egoism (mementingkan diri sendiri), diskriminatif (pembedaan perlakuan), cyber crime (kejahatan di dunia maya), trafficking (penjualan manusia), penyeludupan obat-obat terlarang, hoax (menyebar cerita bohong); dan berbagai hal destruktif (yang merusak) lainnya. Di hari Pentakosta ini, ada hal yang penting dan mendesak untuk kita renungkan, yakni: Apakah dengan dinamika perkembangan zaman ini, warga Gereja masih memiliki keyakinan kuat dalam pengakuan iman "aku percaya kepada Roh kudus?".

Berkaitan dengan hal tersebut, diangkatlah tema "Roh Kudus yang Mengubahkan" untuk mengingatkan Gereja agar tetap konsisten melaksanakan kehendak Allah sebagai wujud kedewasaan iman, termasuk warga GMIM yang adalah bagian Persekutuan Gereja di Indonesia secara oikumenis tetap dalam komitmen iman menata pelayanan, membangun peradaban umat dengan keyakinan bahwa Roh Kudus berkuasa mengubahkan hidup orang percaya.


PEMBAHASAN TEMATIS:
* Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Kata Pentakosta dari istilah Yunani pentekoste yang berarti hari ke lima puluh, dirayakan tujuh minggu sesudah paskah, karena itu Pentakosta juga dikenal dengan "Hari Raya Tujuh Minggu" (Imamat. 23:15-22;
Ulangan.16:9,10) yakni suatu perayaan pesta panen. Perayaan ini juga disebut "Hari Raya Pengumpulan Hasil (Keluaran. 23:16). Roti-roti yang diolah dari gandum yang dipanen pertama dipersembahkan kepada Tuhan.
Dalam perayaan itu semua orang percaya berkumpul di Yerusalem (ayat 1), mereka bertekun dalam doa menanti nantikan janji Tuhan Yesus disaat akan terangkat ke Sorga bahwa mereka akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas mereka dan mereka akan menjadi saksidi berbagai tempat sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul. 1:8, 13 dan 14). Di perayaan Pentakosta itu, terjadilah hal yang tidak seperti biasanya, artinya tidak disangkakan sebelumnya, "turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin yang sangat keras" (ayat. 2).

Angin dalam bahasa Yunani pneuma yang juga berarti Roh. Angin adalah lambang dari Kuasa Roh yang tidak kelihatan (band. Yohanes. 3:8; 20:22; Yehezkiel. 37:9,10,14) namun dirasakan dan mempengaruhi. "dan tampaklah kepada mereka lidah lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing masing" (ayat 3). Api yang berfungsi untuk pemurnian, penyucian/ pengudusan. (band. Maleakhi. 3:2-3; 1Petrus. 1:7; Wahyu 7:18)... "Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus" Kepenuhan Roh (Yunani: dari kata pleto = dipenuhi atau menjadi penuh). Roh Kudus yang memenuhi mereka masingmasing itu sungguh nyata berkuasa mengubahkan eksistensi hidup mereka. Beberapa peristiwa luar biasa (tidak lazim) terjadi ketika Roh Kudus yang mengubahkan itu memenuhi mereka: Pertama: Roh Kudus yang mengubahkan, telah memberi kesanggupan kepada para rasul untuk tidak hanya mampu berkata-kata dengan bahasa mereka sendiri, tetapi juga Roh Kudus memberi kesanggupan kepada mereka untuk bersaksi dengan menggunakan bahasa-bahasa lain yang dimengerti oleh semua orang yang mendengar. (ayat 4a). Kedua: Roh Kudus mengubahkan orang-orang percaya untuk berkata kata menurut bahasa yang diberikan oleh Roh itu.

Artinya orang-orang percaya diberi kesanggupan untuk berkata-kata menurut keinginan atau kehendak dari Roh Kudus itu dan bukan menurut keinginan atau kehendak manusia. (ayat 4b). Ketiga: Roh Kudus mengubahkan orang-orang saleh dari segala bangsa yang ada di kolong langit yang sebelumnya saling terpisah satu dengan yang lain dapat berkerumun atau menyatu. Mereka bersama (secara oikumenis), melihat, mendengar dan memahami, para rasul diubahkan oleh Roh Kudus sehingga dapat berkata kata dalam bahasa mereka sendiri. (ayat 5,6). Keempat: Roh Kudus mengubahkan mereka untuk saling memahami satu dengan yang lain. Sungguhpun mereka terdiri dari berbagai suku bangsa dengan berbagai bahasa, namun dengan kuasa Roh Kudus, mereka diberi kemampuan untuk bersaksi tentang apa yang mereka lihat dan dengar dari para rasul. Roh kudus pun mengubahkan para rasul tidak hanya dapat berkata kata secara jelas kedengaran oleh orang-orang lain tetapi juga para pendengar dapat mendengar dengan baik, dan dapat mengerti apa yang dikatakan oleh para rasul itu. (ayat 7-8). Kelima: Roh Kudus mengubahkan para rasul untuk sanggup berkata-kata tentang perbuatan perbuatan besar (Yunani: Megalios) yang dilakukan Allah, dan Roh Kudus yang mengubahkan itu, memberi kesanggupan kepada orang-orang percaya, sekalipun berbeda-beda daerah, suku ataupun bahasa, untuk mengenal dan memahami bersama perbuatanperbuatan besar yang dilakukan oleh Allah (ayat 9-11).

Keenam: Roh Kudus mengubahkan orang-orang percaya untuk menyadari bahwa orang-orang yang percaya terpanggil untuk terus bersaksi tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah, mengingat tantangan muncul di saat peristiwa Roh Kudus diberikan, yakni ada orang yang tidak memahami bahkan ada di antaranya yang menghujat. Hal ini menandakan bahwa orang-orang percaya jangan pernah berhenti menyaksikan perbuatan-perbuatan besar dari Allah untuk dunia dan manusia. (ayat 12-13).

Makna dan Implikasi Firman

* Perayaan Pentakosta yang ditandai dengan turunnya Roh Kudus telah memberikan kepastian kepada orang-orang percaya bahwa Roh Kudus berkuasa mengubahkan hidup manusia untuk tetap eksis mewujudkan kehendak Allah.
Orang-orang percaya dimampukan untuk dapat mencermati, mengkritisi dan menyikapi dampak baik ataupun buruk era super modern ini.
* Roh Kudus yang mengubahkan hidup manusia sehingga dapat berpikir, berkata dan berbuat menurut keinginan Roh Kudus, yakni menurut kehendak Allah. Mengubahkan manusia untuk tidak hidup menuruti keinginan diri sendiri yang cenderung destruktif (merusak) tatanan hidup anugerah Allah.
* Roh kudus yang mengubahkan kita untuk hidup dalam kebersamaan dengan orang orang lain. Hidup saling memahami, saling menerima satu dengan yang lain, mampu menerima dan memperlakukan siapa saja sebagai sesama dalam keberadaan mereka, Kita diubahkan untuk tetap menjadi berkat bagi siapapun, kapan pun, di manapun dan dalam situasi dan kondisi apapun.
* Roh Kudus yang mengubahkan kita untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai-nilai oikoumenis sebagai Gereja Tuhan di Indonesia. Kita hendak memperingati HUT PGI/Oikoumene yang ke-60. Dalam ikatan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia maka GMIM terus berkomitmen menata pelayanan, membangun peradaban untuk menyaksikan perbuatan perbuatan besar yang dilakukan Allah bagi dunia dan manusia.
* Roh Kudus yang mengubahkan dan berkuasa berkuasa mendinamiskan atau menggerakkan/menyemangati orang orang percaya untuk menggemban tugas panggilan Gereja, yakni Bersekutu, Bersaksi dan Melayani, dalam rangka mewujudkan kehendak Allah bagi dunia dan manusia, walau harus berhadapan dengan berbagai tantangan zaman.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

1. Apa yang saudara pahami tentang "Roh Kudus yang Mengubahkan" berdasarkan Kisah Para Rasul 2:1-13?.
2. Berikanlah contoh konkrit bahwa Roh Kudus berkuasa mengubahkan keadaan hidup manusia.
3. Bagaimana sikap warga gereja yang diubahkan oleh Roh Kudus dalam menghadapi perkembangan era super modern ini, termasuk dalam hidup beroikoumene?.

NAS PEMBIMBING: Kisah Para Rasul 1:8

POKOK POKOK DOA
* Warga Gereja menyadari dan meyakini, di era yang super modern ini dengan berbagai dampaknya, Roh Kudus tetap berkuasa mengubahkan hidup manusia menjadi berkenan pada Tuhan.
* Warga Gereja memahami bahwa Roh Kudus berkuasa mengubahkan manusia untuk menjadi saksi mewujudkan kehendak Allah.
* Warga Gereja tetap dipersatukan dalam semangat oikumenis.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
HARI PENTAKOSTA I
NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: Roh Kudus Kau Hadir Di Sini.
Ses Nas Pembimbing : KJ. No.233. Roh Kudus Turunlah
Ses Pengakuan Dosa: NKB No. 34 Setia-Mu Tuhanku Tiada Bertara
Ses Berita Anugerah Allah: Peganglah Tanganku Roh Kudus Ajakan Untuk
Hidup Menurut Roh: KJ. No.237 Roh Kudus Tetap Teguh.
Ses Pengakuan Iman: KJ No. 242 Muliakan Allah Bapa
Persembahan: KJ No. 235 Kudengar Berkat-Mu Turun
Nyanyian Penutup : NKB. No. 100. Rindukah Engkau Mendapat Berkat Tuhan.

ATRIBUT:
Warna dasar merah dengan simbol Salib dan Lidah api.





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2021
1 Petrus 1:3-12(1)
1 RAJA RAJA 10(1)
1 Raja-Raja 10:1-13(1)
1 Tesalonika 5:12-22(1)
1 Yohanes 1:1-10(1)
25:14-30(1)
Amsal 22:1-6(1)
Ezra 7:1-28a(1)
IBRANI 1:5-14(1)
Keluaran 2:11-22(1)
Kisah Para Rasul 16:13-18(1)
Kisah Para Rasul 7:54-8:3(1)
Lukas 17:11-19(2)
Lukas 23:26-32(1)
Lukas 24:1-12(1)
Markus 7:24-30(1)
Matius 16:13-20(1)
Matius 25:14-30(1)
Matius 26:69-75(2)
Matius 28:16-20(2)
Mazmur 138:1-8(1)
Mazmur 37:22-26(1)
Nehemia 7:61-73(1)
Wahyu 21:1-8(1)
Yohanes 21:1-14(2)
Yunus 1:1-17(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 24 Mei 2021 (Hari Petakosta ke II - Hari Persatuan Pria/Kaum Bapa GMIM)

Sebelum:
Khotbah Minggu, 16 Mei 2021 - TONGKAT KERAJAAN TUHAN ADALAH TONGKAT KEBENARAN - IBRANI 1:5-14




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2021..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,