|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2020 Sabtu, 28 Nopember 2020 MTPJ 29 NOVEMBER - 5 DESEMBER 2020 (Minggu Adven 1) - Yesaya 8:23-9:6TEMA BULANAN : Memelihara Keutuhan Ciptaan TEMA MINGGUAN : Kedatangan Raja Damai Mematahkan Penindasan Bacaan Alkitab : Yesaya 8:23-9:6 ALASAN PEMILIHAN TEMA Mematahkan dari kata dasar patah berarti membuat patah. Penindasan adalah menindih (mengimpit, menekan) kuat-kuat. Juga berarti memperlakukan sewenang-wenang, penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaan untuk menya-lahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Prilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial dan fisik. Penindasan dapat saja terus berlangsung sepanjang tidak ada kesadaran dalam kehidupan manusia. Adven (latin: adventus) berarti kedatangan. Masa Adven disebut pula masa penantian. Orang yang menanti adalah orang yang mengarahkan hati ke depan, kepada apa yang diharapkan bakal terjadi, sehubungan dengan menantikan kedatangan Sang Mesias, Raja Damai. Biasanya orang hanya memahami dan menghayati makna Adven, jika ia menyadari nasib buruk yang membelitnya, dan kesuraman masa depan yang dihadapinya. Saat ini tindakan pemerasan, penindasan, ketidakadilan dan ketidakbenaran bagi kaum yang lemah, miskin dan melarat terus terjadi. Realita masa kini manusia hidup di bumi ciptaan Tuhan selalu mendambakan keutuhan dan kedamaian, namun yang terjadi umat terhimpit (tertindih, tertekan) dengan beban berat. Dengan terhimpitnya, umat ingin keluar dari kuk penderitaan, sambil membutuhkan sang Raja Damai yang dapat mematahkan penindasan terhadap umat yang pertama melihat dan merasakan kemuliaan di tengah kesuraman dikaitkan dengan berita tanda Imanuel (Allah menyertai kita). Oleh karena itu tema minggu ini adalah "Kedatangan Raja Damai Mematahkan Penindasan". PEMBAHASAN TEMATIS Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Yesaya (Ibr. yesya'yahu) berarti "Allah adalah kese-lamatan. Nabi Yesaya tampil pertama kalinya pada tahun 740 sM kerajaan Israel di bagian Utara dengan ibukota Samaria masih berdiri tegak dengan mengalami masa kejayaan, kemakmuran dan kesejahteraan. Tetapi kesejahteraan disertai kemerosotan akhlak; ketidakadilan dan pemerasan dari pihak kalangan atas terhadap rakyat kecil merajalela. Betapa hebat, mengerikan dan besarnya malapetaka daerah itu yang telah mengalami kerusakan dari panglima Asyur, Tiglath-Pileser, pada perang Syro Efraim (734-733 sM). Yehuda mengalami kekalahan militer dengan pembumi-hangusan kota dan desa di tanah Yudea. Sehingga Daerah itu dijadikan bagian wilayah kerajaan Asyur dan penghuninya diangkut ke negeri asing (2 Raj.15:29; Yes. 7:23-25; 8:21-22). Walau pun umat Tuhan menjalani hukuman, namun tetap ada "sisa Israel" yang selamat dan bertobat. Ini menjadi pangkal dan titik tolak suatu umat Allah yang baru, umat yang kudus dan setia. Wilayah Asyur termasuk "jalan ke laut" ialah jalan dari Damsyik ke Yordan, dari Damsyik ke barat, ke pantai laut Tengah. Berita tentang nubuatan ancaman dan penghukuman yang akan didatangkan Allah yang kudus, diubah dengan sukacita, karena itu seluruh umat merasakan sorak-sorai, kesukaan, digambarkan dengan pesta panen yang besar dan pesta kemenangan perang yang gemilang (9:1,2). Yesaya dengan tegas dan keras menegur para pejabat Israel dan Yehuda, yakni Ahas raja Yehuda, agar tidak mengharapkan bantuan dari Asyur namun ia menolak pesan Tuhan. Allah dalam kasih-Nya tidak membiarkan umat-Nya menderita, bahkan Ia menyatakan kepada Ahas suatu tanda jaminan bagi umat Tuhan, yaitu tanda kemenangan; bahwa akan datang Raja Damai di kota Daud; seorang anak dara akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama "Imanuel" ("Allah menyertai umat"). Allah membebaskan bangsa itu dari kuk penindasan bangsa Asyur. Kuk yang berat dan menekan di atas pundak mereka akan dipatahkan dengan cara yang ajaib, "seperti pada hari kekalahan Midian" pada jaman Gideon (Hak. 6:9). Orang-orang Midian dengan tentaranya yang besar menindas dan merampok Israel yang tidak berdaya. Sekalipun tentaranya yang kecil jumlahnya, dengan pertolongan Tuhan bangsa Israel dapat menghadapi dan melawan mereka. Hal tersebut menegaskan bahwa Sang Raja damai akan meniadakan penjajahan yang digambarkan melalui 3 kata: kuk, gandar dan tongkat (ayat 3). Umat tidak direndahkan lagi, tapi akan dilepaskan dari gandar (beban pikulan) dan belenggu penindasan. Tuhan menetapkan bahwa tidak akan ada lagi musuh, segala alat perang akan dibakar habis, sepatu tentara yang berderap-derap untuk maju berperang, serta jubah perang yang berlumuran darah tidak akan ada lagi soal perang sebab Tuhan yang tampil sebagai pemenang. (ayat 4). Kini Tuhan menunjukkan keajaiban kuasa-Nya melalui nubuatan nabi Yesaya untuk mempersiapkan umat bertemu dengan penyelamat yaitu Imanuel (band. 7:14), Puncaknya diberitakan tentang kelahiran seorang anak laki-laki "yang diberikan oleh Tuhan kepada kita", sebagai Pelepas yang akan mengerjakan keselamatan bagi manusia. Ada empat nama (gelar) yang diberikan, yaitu :Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Kehadiran Allah menjadi jawaban bagi Israel, besar kekuasaannya dan damai sejahtera tidak pernah berkesudahan di atas tahta Daud: Allah berjanji bahwa raja Israel akan selalu berasal dari keturunan Daud (ay.5-6). Makna dan Implikasi Firman • Pembebasan atau kemerdekaan merupakan hak setiap orang dan bangsa. Ketika bangsa Israel dalam penjajahan, penindasan dan peperangan Yesaya menubuatkan adanya pembebasan dengan kelahiran dan kedatangan seorang Raja Damai. • Sebagai orang percaya janganlah berlindung di bawah kekuatan tangan manusia ataupun para penguasa dunia. Jika demikian, kita telah melupakan Allah karena menga-ndalkan manusia, dampaknya ketidakdamaian mewarnai kehidupan. Padahal kedamaian merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia yang harus diwujudkan dan aktualisasikan dalam hidup dan kerja kita. • Masa raya Adven adalah masa di mana kita menatap ke depan, mengantisipasi masa depan, tetapi juga mengajak kita menengok ke belakang. Adven mengingatkan bahwa sekarang ini kita hidup di antara 'yang sudah' dan 'yang belum. Mempersiapkan diri menyambut dan menyongsong, apa yang 'belum' itu, karena yang 'belum' itu bukan saja 'akan' datang, tetapi juga 'sedang' datang. Sebagaimana bangsa Israel dalam penindasan menantikan Raja Damai untuk membebaskan mereka, kitapun sementara menan-tikan kedatangan-Nya kembali untuk menyelamatkan orang percaya. • Mari kita sambut dan songsong Dia "Imanuel" Raja Damai yang telah mematahkan penindasan dan menganug'rahkan keselamatan. Dengan menyambut-Nya kita akan hidup damai dan bahagia serta menikmati sukacita dan sorak-sorai di dalamYesus Kristus Tuhan dan Juruselamat. • Orang percaya adalah agen pembawa damai sejahtera, dituntut untuk mematahkan berbagai bentuk penindasan dengan menghilangkan segala kedengkian, amarah dan dendam. Mulai dari rumah tangga sampai dipersekutuan Gereja dan masyarakat untuk menyatakan persekutuan kasih, sukacita dan damai (Ef.4:3-6). Kita dituntut untuk menghindari perselisihan, pertengkaran atau pun perten-tangan, dengan membangun hidup selaras dan harmonis sebagai sesama anggota tubuh Kristus (Rm 14:19, 1Kor 14:33). PERTANYAAN UNTUK DISKUSI: 1. Apa pendapat saudara tentang kedatangan "Raja Damai mematahkan penindasan" menurut Yesaya 8:23-9:6 ? 2. Bagaimana seharusnya kita memaknai perayaan menyam-but "kedatangan Raja Damai" di tengah-tengah tekanan dan penindasan ? 3. Jelaskan upaya-upaya gereja dan pemerintah dalam memerangi penindasan yang terjadi dalam keluarga, jemaat dan masyarakat? NAS PEMBIMBING: Wahyu 11:15b POKOK-POKOK DOA: Persiapan umat menantikan kedatangan "Raja Damai dengan sorak-sorai bukan dengan pesta pora. Warga Gereja tetap bersemangat menantikan kedatangan Raja Damai sambil berkomitmen untuk tidak pernah mengandalkan kekuatan tangan manusia tetapi kepada Sang Raja Penguasa alam semesta dan segala isinya. Kerjasama Pemerintah dan Gereja kiranya mengantar semua umat melihat kuasa Allah yang besar pada manusia dan keutuhan alam ciptaan Tuhan. Warga Gereja mampu mengalahkan dan mematahkan penidasan dalam bentuk apapun. TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU ADVEN I NYANYIAN YANG DIUSULKAN: Persiapan: KSK No 58 Sambut Panggilan Tuhan Ses Nas Pembimbing: KJ No. 91. Putri Sion Nyanyilah Hukum Tuhan: KJ. No. 46 Besarkan Nama Tuhan Pengakuan Dosa: NNBT No. 8. Banyak Orang Suka Diampuni Pemberitaan Anugerah Allah: NNBT No. 36. Barangsiapa Yang Percaya Kepada Tuhan Persembahan : KJ No. 81 O, Datanglah Imanuel Nyanyian Penutup : KJ No. 388 S'lamat Di Tangan Yesus. ATRIBUT: Warna dasar biru muda dengan simbol empat buah lilin berwarna ungu. Label: Yesaya 8:23-9:6
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2020 1 Korintus 7:1-16(1) 1 Petrus 4:7-19(1) 1 SAMUEL 8:1-22(1) 2 Timotius 4:1-8(1) Amsal 8:14-21(2) Galatia 2:1-10(1) Ibrani 4:14-5:10(1) Kejadian 2:8-25(2) Kejadian 9:1-17(1) Keluaran 20:1-17(1) Lukas 13:22-30(1) Matius 25:31-46(1) MATIUS 27:45-56(1) Matius 28:1-10(1) Mazmur 46:1-12(1) Nehemia 2:11-20(1) Roma 12:9-21(1) Roma 15:1-13(1) Rut 4:1-17(2) Ulangan 1:9-18(3) Yesaya 8:23-9:6(1) Yohanes 8:30-36(1) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ 6 - 12 Desember 2020 - Minggu Adven II Sebelum: MTPJ 23 November 2020 (HUT Ke-85 W/KI GMIM) - Amsal 31:10-31 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,