|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music Khotbah MTPJ GMIM 2020 TEMA BULANAN : Demokrasi Dalam Perspektif Iman Kristen Minggu, 13 September 2020 MTPJ 13 - 19 September 2020 - Kolusi, Korupsi dan Nepotisme Merusak Tatanan Kehidupan - 1 Samuel 8:1-22TEMA MINGGUAN : Kolusi, Korupsi dan Nepotisme Merusak Tatanan Kehidupan BACAAN ALKITAB: *1 Samuel 8:1-22* ALASAN PEMILIHAN TEMA Mencuatnya persoalan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN), telah menjadi beban tersendiri bagi kehidupan sosial, dimana kita sebagai warga gereja berada. Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan menyalah-gunakan kepercayaan yang dikuasakan kepada seseorang. Kolusi merupakan sikap dan perbuatan tidak jujur karena membuat kesepakatan ter-sembunyi dan selalu disertai dengan pemberian uang atau fasilitas tertentu (gratifikasi) sebagai pelicin agar segala urusannya menjadi lancar. Nepotisme berasal dari kata Latin nepos, yang berarti "keponakan" atau "cucu". Jadi nepotisme berarti dalam suatu kegiatan seseorang lebih memilih saudara, teman akrab atau berdasarkan hubungan kekerabatan, bukan berdasarkan kemampuannya (kompetensi). Kolusi, korupsi dan nepotisme adalah "wabah" menakutkan bagi semua orang, termasuk warga gereja. Begitu berakarnya perilaku ini, sehingga sering menimbulkan efek negatif dalam kehidupan masyarakat, termasuk jemaat. Kolusi, korupsi dan nepotisme juga dapat menjadi ancaman yang serius dan dapat membunuh masa depan generasi berikutnya, apalagi indikasi yang sangat kuat bahwa hal ini sudah dilakoni oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari masyarakat biasa sampai pada para pejabat; dari yang berpendidikan rendah sampai yang memiliki gelar akademik yang tinggi, bahkan dikenal sangat baik, beragama dan dianggap sebagai tokoh panutan religius, semua nyaris tersandung dengan hal ini. Dengan kata lain masalah ini telah berakar jauh ke dalam kehidupan sosial kita bahkan dapat dikatakan sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), sehingga gereja pun tertantang untuk menggumulinya dalam peran-peran kerasulan dan suara kenabiannya. PEMBAHASAN TEMATIS: Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Kitab Samuel pada permulaannya mengisahkan peris-tiwa kelahirannya yang dramatis karena perjuangan dalam tangis dan doa dari Hana ibunya (1 Sam. 1:10). Pemang-gilannya di bait Allah pada masa Imam Eli, diceritakan bahwa ia di panggil sampai empat kali oleh TUHAN (1 Sam. 3:1-11). Ia memimpin bangsa Israel mengalahkan orang Filistin di Mizpa (7:9-14). Serta yang mengurapi Saul sebagai raja pertama bangsa Israel (9:15-19), dan selanjutnya Daud (19:12,13). Kitab 1, 2 Samuel (termasuk Kitab 1, 2 Raja-Raja) menguraikan titik awal masa peralihan yang sangat penting dalam sejarah bangsa Israel; masa transisi ketika bangsa Israel menganut sistem Kerajaan (Monarkhi). Kemerosotan moral dan iman pada zaman Hakim-hakim menjadi salah satu alasan terjadinya perubahan besar ini dalam kehidupan sosial, politik dan agama di Israel, yaitu dari masa kepe-mimpinan para hakim ke pemeritahan seorang raja. Tradisi Yahudi menyebutkan bahwa Samuel adalah pengarang Kitab ini. Ia adalah tokoh terakhir dalam catatan Alkitab yang menjadi hakim (Kisah Para Rasul 13:20), ia juga disebut sebagai Imam, Nabi dan pelihat (1 Samuel 2:18; 3:20,7:15; 9:9,19; 1 Taw 29:29). Dia digambarkan sebagai tokoh kharismatik, melaksanakan tugas hakim bukan dengan kekuatan fisik atau tangannya saja, namun dengan kuasa Allah melalui ucapan dan doanya. bangsa Israel yang menginginkan seorang raja sebagai pemimpin mereka. Masa ini kemudian dikenal dengan masa peralihan dari teokrasi (pemerintahan Allah) kepada sistem monarki (Kerajaan/sekuler). Pemicu keinginan Israel untuk diperintah oleh seorang raja, pertama ingin mengikuti bangsa-bangsa lain di sekitar mereka dan kedua perilaku buruk anak-anak Samuel, Yoel dan Abia yang sudah diangkat sebagai hakim di Bersyeba dijadikan alasan bagi bangsa Israel tidak mau dipimpin lagi oleh keturunan Samuel, yang tidak sesuai dengan harapan dan cenderung mementingkan keuntungan pribadi, terlibat suap dan berlaku tidak adil. Kewibawaan dan kehebatan Samuel sebagai pemimpin bangsa Israel tidak menjadi cermin bagi anak-anaknya. Penolakan ini justru memicu kekecewaan Samuel di usia lanjut (ayat 1-6). diwakili oleh para tua-tua Israel itu, maka TUHAN menegaskan kepada Samuel bahwa: pertama harus mendengarkan segala perkataan mereka. Kedua untuk meneduhkan kekecewaan Samuel, maka TUHAN mengata-kan bahwa mereka menolak TUHAN, bukan Samuel. Hal ini seperti yang dilakukan mereka pada saat TUHAN menuntun bangsa itu keluar dari Mesir (ayat 7-10). Ketiga, Samuel harus memperingatkan dan memberitahukan apa yang menjadi hak raja ketika ia memerintah, dengan kata lain bahwa raja memiliki otoritas yang besar dengan kekuasaannya yang absolut (mutlak), sehingga dengan mudah raja meminta, mengambil dengan paksa segala sesuatu dari rakyatnya, antara lain semua anak laki-laki harus bekerja diladang (sebagai pembajak), pembuat senjata dan menjadi kepala pasukan dan pengawal raja. Dan khusus anak-anak perempuan akan bekerja di dapur istana sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan (Ayat 11-13). Keempat, apapun yang menjadi milik (harta, hasil ladang) mereka akan diambil untuk kepentingan istana, mereka harus rela raja mengambil hasil terbaik dari buah anggur, hasil pohon zaitun dan gandum untuk pegawai-pegawai raja, termasuk juga budak laki-laki dan perempuan serta ternak dan keledai, kambing, domba bahkan orang-orang Israel akan dijadikan budak. (ayat 14-18). Keinginan dan kekerasan hati untuk diperintah oleh seorang raja, mengalahkan resiko-resiko yang akan mereka hadapi kemudian, mereka tidak mendengar dan menerima peringatan yang disampaikan oleh Samuel, dan Tuhan mengabulkan keinginan mereka untuk dipimpin oleh seorang raja. (ayat 19-22). Makna dan Implikasi Firman Perilaku dan keteladanan hidup orang tua, pasti akan menjadi model dan ukuran yang akan diikuti oleh anak-anaknya. Namun sangat disayangkan, Samuel yang berkepribadian luar biasa secara spiritual, integritasnya terhadap TUHAN dan bangsa Israel tidak diragukan, tidak dapat diteladani oleh anak-anaknya yaitu Yoel dan Abia. Hal ini tentu harus menjadi peringatan bagi kita sebagai umat Tuhan dan keluarga Kristen, supaya kita dapat membina anak-anak kita untuk hidup meneladani kebaikan yang kita lakukan. ketidak-dewasaan kita dalam mencer-mati dan menelaah perilaku organisasi. Cara ini menun-jukkan bahwa dengan sengaja kita membenturkan keinginan pribadi dengan semangat kebersamaan. Karena itu, demokrasi mengajarkan kita cara terbaik untuk me-nampilkan keterlibatan semua orang dalam pengambilan keputusan, baik dalam keluarga, organisasi, termasuk politik. Sebab kita semua berhak menentukan arah kehidupan yang sejahtera, terlibat dalam berbagai aspek untuk menggerakkan pembangunan, dan menghormati kedaulatan hukum dalam arti bertindak adil dan benar. Allah selalu terbuka mendengarkan segala keluhan, beban bahkan keinginan kita, sekalipun semuanya itu lebih menonjolkan kekerasan hati kita sebagai manusia. Allah tidak pernah membatasi kehendak kita, namun Allah selalu memperingatkan kita tentang resiko-resiko yang akan dihadapi ketika keinginan atas pilihan kita keliru. Karena itu, Tuhan Allah harus dilibatkan secara kontinue dalam seluruh aspek hidup kita, jangan sekali-kali mengabaikan Allah dalam pengambilan keputusan, baik dalam keluarga maupun gerejawi, termasuk keputusan politik. Gereja harus berani menyuarakan penegakkan hukum, pembe-rantasan korupsi, serta menyadarkan warga gereja bahwa perilaku yang demikian sangat merusak tatanan kehidupan kita sebagai umat Tuhan. Sebagai warga gereja, kita harus bertanggungjawab untuk membentuk, dan memperlengkapi para pemimpin supaya takut akan Tuhan, tidak mempermainkan hukum dan keadilan (kolusi), tidak mengejar suap (korupsi), dan tidak mengutamakan kepentingan pribadi, keluarga dan kelom-pok sendiri (nepotisme). PERTANYAAN UNTUK DISKUSI: 1. Bagaimana kita memahami perilaku anak-anak Samuel dalam hubungan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme menurut 1 Samuel 8:1-22? 2. Mengapa demokrasi itu diperlukan baik dalam keluarga maupun organisasi pelayanan jemaat/gereja? 3. Apa yang akan kita lakukan sebagai langkah pencegahan terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme di lingkungan kehidupan kita? POKOK-POKOK DOA: Kesadaran yang penuh untuk menolak dan menjauhkan diri dari perilaku dan perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme. Persekutuan keluarga, jemaat dan masyarakat supaya menjadi sarana dan basis utama membentuk pribadi-pribadi yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan takut akan Tuhan. Membangun kedewasaan dan kemandirian dalam memilih dan menentukan pemimpin politik bebas dari tekanan, intervensi dan pengaruh politik transaksional (money politik). TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: NYANYIAN YANG DIUSULKAN: Kemuliaan Bagi Allah: PKJ No.2 Agunglah Ses Doa Penyembahan: NNBT No. 25 Ketika 'Ku Bangun. Ses Pengakuan Dosa: NKB No. 17 Agunglah Kasih Allahku. Janji Anugerah Allah : KJ No. 387 'Ku Heran, Allah Mau Memberi. Puji-pujian: NKB No. 72 Nama Yesus Berkumandang. Ses Pembacaan Alkitab: KJ No. 49 Firman Allah Jayalah Ses Pengakuan Iman: NNBT No. 26 Tuhan Yesusku Mutiara Hatiku. Persembahan: KJ No. 393. Tuhan, Betapa Banyaknya. Nyanyian Penutup: KJ No. 436. Lawanlah Godaan. ATRIBUT: Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.
Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2020 1 Korintus 7:1-16(1) 1 Petrus 4:7-19(1) 1 SAMUEL 8:1-22(1) 2 Timotius 4:1-8(1) Amsal 8:14-21(2) Galatia 2:1-10(1) Ibrani 4:14-5:10(1) Kejadian 2:8-25(2) Kejadian 9:1-17(1) Keluaran 20:1-17(1) Lukas 13:22-30(1) Matius 25:31-46(1) MATIUS 27:45-56(1) Matius 28:1-10(1) Mazmur 46:1-12(1) Nehemia 2:11-20(1) Roma 12:9-21(1) Roma 15:1-13(1) Rut 4:1-17(2) Ulangan 1:9-18(3) Yesaya 8:23-9:6(1) Yohanes 8:30-36(1) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ 20 - 26 September 2020 - Hikmat Tuhan Membentuk Profesionalisme Kerja - Amsal 8:14-21 Sebelum: Khotbah GMIM Minggu, 13 September 2020 - Demokrasi Dalam Perspektif Iman Kristen - Kolusi, Korupsi dan Nepotisme Merusak Tatanan Kehidupan - 1 SAMUEL 8:1-22 MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,