gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1259 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : "Gereja Mengatasi Pandemi Covid-19"
TEMA MINGGUAN : "Melayani Sesama berarti Melayani Tuhan"
BACAAN ALKITAB: Matius 25:31-46*

ALASAN PEMILIHAN TEMA
Sering dipisahkan pelayanan kepada Tuhan dan kepada sesama. Pelayanan
kepada Tuhan dipandang sebagai sesuatu yang sangat sakral, dan pelayanan
kepada sesama bersifat sekuler. Tidak sedikit orang Kristen yang
mengabaikan pelayanan kepada sesama karena alasan hendak
meng-konsentrasikan diri pelayanan kepada Tuhan. Ada yang rela
mengabaikan keluarga dan tetangga atau kepada sesama yang ada di depan
mata yang sangat membutuhkan per-tolongan karena alasan untuk pergi
melayani Tuhan. Bukan Cuma dipisahkan, tetapi ada yang mempertentangkan
itu. Pelayanan kepada sesama dipahami menghambat pelayanan kepada Tuhan.
Pandemi Covid-19 bukan cuma pandangan dunia yang sementara diubahkan,
tetapi juga pandangan gereja semakin dimurnikan, khususnya sikap gereja
terhadap orang-orang yang sangat terpukul dengan wabah ini. Masih ada
yang masa bodoh, bahkan menjauhi untuk menolong sesama saudara yang
menjadi korban. Bahkan ada gereja yang menutup mata untuk menolong
sesama saudara yang butuh pertolongan, karena alasan kas gereja akan
berkurang dan akan mengganggu pelayanan untuk memuliakan Tuhan. Dapatkah
dipisah pelayanan kepada sesama dan kepada Tuhan? Minggu ini warga
gereja diajak untuk menghayati Tema: "Melayani Sesama, berarti Melayani
Tuhan".
PEMBAHASAN TEMATIS
n Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Perikop ini adalah satu bagian dari pengajaran Tuhan Yesus di Bukit
Zaitun tentang Akhir Zaman, dan isinya sebagai jawaban atas pertanyaan
murid-murid "bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu
dan tanda kesudahan dunia" (Matius 24: 3). Ini bersifat nubuat dan
hendak membuka selubung (Yunani: "apokaliptik"). Karena itu pengajaran
ini adalah gambaran tentang keadaan di zaman gereja dan ketika Tuhan
Yesus datang kembali melaksanakan karya sebagai Hakim yang Adil. Perikop
ini bukan sebagai perumpamaan, tetapi sebagai penggambaran penghakiman
yang terakhir. Peristiwa ini digambarkan sebagai penyataan dari Anak
Manusia yang datang dengan kemuliaan mengumpulkan semua bangsa dan
memisahkan mereka seperti gembala memisahkan domba dan kambing.
Pemisahan ini mengacu pada sikap dan cara pelayanan yang telah mereka
lakukan kepada Tuhan. Bahkan domba ditempatkan di sebelah kanan,
menunjuk pada orang kepercayaan dan yang setia melaksanakan
kehendak-Nya. Sedangkan kambing di sebelah kiri, menunjuk pada yang
tidak setia melaksanakan perintah-Nya.
Bagaimanakah dan kepada siapakah pekerjaan pelayanan disebut sebagai
yang setia dan berkenan kepada-Nya? Matius 25:40 "Dan Raja itu akan
menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang
kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini,
kamu telah melakukannya untuk Aku". Siapakah mereka yang melayani orang
"paling hina" (Yunani; "elachitos" = paling hina, paling rendah, paling
kecil, paling diremehkan) mereka melakukannya untuk Tuhan. Siapakah
dalam masyarakat Palestina waktu itu yang dilihat sebagai orang paling
hina dan diremehkan? Matius menyampaikan mereka adalah: kaum yang lapar
dan kekurangan minuman, orang asing yang tidak memiliki tumpangan, yang
tidak memiliki pakaian, yang sakit, dan mereka yang terpenjara. Tuhan
Yesus memberi penekanan agar pengikut-pengikut-Nya melaksanakan tugas
pelayanan dalam wujud yang kelihatan kepada orang yang paling hina,
sebagai bentuk melayani Tuhan yang tidak kelihatan. Padahal di zaman
Yesus dan gereja purba, pengaruh elit di dalam beragama begitu kuat
sehingga perhatian kepada kaum marginal selalu terabaikan. Dalam khotbah
ini Tuhan Yesus menegaskan bahwa Ia seringkali menempatkan diri-Nya
sebagai kaum marginal yang terlupakan.
Apa yang akan terjadi pada mereka yang setia? Pertama: Menerima undangan
dari Sang Raja Adil dengan perkataan "Mari, hai hambaku yang diberkati
bapa-Ku" (ayat 31a). Mereka diundang masuk ke dalam ruangan yang
memiliki tahta penuh kemuliaan sebagai tamu kehormatan untuk berada dan
tinggal tetap di sebelah kanan Sang Raja. Di dunia mereka seringkali
ditolak karena melaksanakan tugas memperhatikan orang paling hina.
Bahkan mengalami penganiayaan yang mendatangkan penderitaan yang berat.
Tapi di akhir zaman mereka diterima dan mendapatkan penghormatan yang
khusus. Semua pengorbanan yang mereka alami bukan saja terbayar, tapi
lebih daripada itu mereka diangkat dan dipulihkan seutuhnya. Kedua:
Menerima upah dalam Kerajaan (ayat 34b). Kerajaan adalah sebagai harta
milik yang paling mahal di bumi. Semua kekayaan dunia tidak dapat
menyamainya. Jika dalam pelayanan mereka di dunia penuh kehinaan, mereka
tidak mendapat apa-apa dari pelayanan itu, uang dan harta tidak. Namun
dalam kerajaan mereka menerima lebih banyak daripada itu. Ini gambaran
menerima suasana dan kesukaan istana sorgawi. Ukurannya sangat agung,
mulia dan besar karena yang membuat dan menatanya bukan manusia tetapi
dibuat dan dirancang oleh Allah sendiri.
Bagaimana dengan mereka yang tidak setia? Mereka yang mengabaikan
pelayanan kepada yang paling hina. Melayani Tuhan di tempat-tempat megah
dan penuh kemuliaan dengan mengabaikan kaum marginal. Mereka akan
menerima upah dari Anak manusia yang duduk di atas takhta kemulian-Nya,
sebagai Raja. Mereka akan diusir dari hadapan Raja dengan mendengar
perkataan-Nya "Enyahlah dari hadapan-Ku, hai orang terkutuk" (ayat 41a).
Mereka diusir karena tidak layak, orang-orang terkutuk dihadapan Allah
masuk ke dalam Kerajaan-Nya. Mereka sudah menerima kesenangan lebih dulu
di dunia dengan tidak terhina karena melayani orang paling hina. Mereka
selalu menjadi orang terhormat di dunia, namun saat penghakiman
terakhir, bukan kemuliaan dan kehormatan yang diterima tetapi kehinaan
paling hina. Mereka tidak disebut orang yang "tidak setia, namun mereka
disebut dengan "orang-orang terkutuk", penuh aib, najis, dan sangat
hina. Orang yang sangat tidak berlayak menghadap Tuhan Yang Maha Kudus
adalah masuk dalam api kekal yang disediakan untuk iblis dan
pengikut-pengikutnya (ayat 41b). Tempat siksaan yang penuh dengan kertak
gigi, yang adalah penyesalan, tangisan dan air mata.

n Makna dan Implikasi Firman
"Melayani sesama berarti melayani Tuhan", ungkapan ini bukan cuma
menjadi slogan gereja atau pengikut Kristus, namun pelayanan ini akan
dipertanggungjawabkan bilamana Tuhan datang kembali sebagai Hakim yang
Adil. Pelayanan yang diterima-Nya adalah dalam bentuk pelayanan yang
menyentuh secara holistik kaum yang terpinggirkan. Karena itu Tuhan
Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai orang yang sedang di penjara yang
membutuhkan kunjungan, sebagai orang sakit yang butuh perawatan dan
lawatan, sebagai orang yang lapar dan haus yang butuh makanan dan
minuman, sebagai orang asing yang butuh tumpangan. Saat Yesus ditanya
"siapakah sesamaku manusia?" (Lukas, 10:25-37). Dia memberikan contoh
tentang sikap 'Orang Samaria" yang padahal waktu itu dianggap hina orang
Yahudi tetapi telah menunjukkan belas kasihannya.
Gereja sejati adalah gereja yang setia pada Tuhan Yesus sebagai Kepala
untuk melayani Tuhan dengan memper-hatikan pelayanan kepada mereka yang
terpinggirkan. Dunia seringkali memengaruhi gereja dengan pemikiran
bahwa untuk memengaruhi banyak orang, maka gereja dan
pelayan-pelayanannya mesti mendekati para elit masyarakat, bahkan
merekalah yang mesti mendapatkan pelayanan khusus. Akibatnya pelayanan
sejati terabaikan. Namun dengan pandemi Covid-19 pelayanan gereja
semakin dimurnikan untuk setia melayani sesama sebagai wujud konkrit
dari melayani TUHAN.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

1. Apakah yang dimaksud dengan melayani sesama berarti melayani Tuhan
dalam perikop ini?
2. Bagaimanakah bentuk-bentuk pelayanan gereja masa kini kepada kaum
marginal?
3. Apakah janji Tuhan bilamana orang Kristen/Gereja melakasanakan
pelayanan ini?

POKOK - POKOK DOA:
 Memohon agar Tuhan terus menuntun agar Gereja semakin dimurnikan dalam
melaksanakan tugas pelayanan-Nya
 Memohon agar gereja dapat melaksanakan tugas pelayanan seperti yang
Tuhan kehendaki kepada semua orang yang terdampak dengan Virus Corona
 Memohon agar pelayan-pelayan gereja semakin teguh dalam komitmennya
untuk melayani orang-orang yang terpinggirkan

ADVERTISEMENT

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
HARI MINGGU BENTUK II

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Kemuliaan Bagi Tuhan: NNBT No. 3 Mari Kita Puji Allah
Doa Penyembahan: KJ No.424 Yesus Menginginkan daku
Pengakuan Dosa: Oh Tuhan Bila Aku Merenungkan
Janji Anugerah Allah: NKB No.194 Kau Tetap Tuhanku Yesus Puji-Pujian: KJ
No. 293 Puji Yesus
Ses Pembacaan Alkitab:Firman-Mu P'lita Bagi Kakiku
Ses Pengakuan Iman:KJ No. 280 Aku Percaya
Persembahan: KJ No. 363 Bagi Yesus Kuserahkan
Nyanyian Penutup:NKB No. 129 Indah Mulia, Bahagia Penuh

ATRIBUT:
Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

Label:   Matius 25:31-46 





Daftar Label dari Kategori Khotbah MTPJ GMIM 2020
1 Korintus 7:1-16(1)
1 Petrus 4:7-19(1)
1 SAMUEL 8:1-22(1)
2 Timotius 4:1-8(1)
Amsal 8:14-21(2)
Galatia 2:1-10(1)
Ibrani 4:14-5:10(1)
Kejadian 2:8-25(2)
Kejadian 9:1-17(1)
Keluaran 20:1-17(1)
Lukas 13:22-30(1)
Matius 25:31-46(1)
MATIUS 27:45-56(1)
Matius 28:1-10(1)
Mazmur 46:1-12(1)
Nehemia 2:11-20(1)
Roma 12:9-21(1)
Roma 15:1-13(1)
Rut 4:1-17(2)
Ulangan 1:9-18(3)
Yesaya 8:23-9:6(1)
Yohanes 8:30-36(1)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 19 - 25 JULI 2020 - Kuatkan Iman Dalam Pergumulan - Mazmur 46:1-12

Sebelum:
MTPJ 5 - 11JULI 2020 - Hargai dan Topanglah Mereka yang Bekerja Keras untuk Kebaikan - 1 Petrus 4:7-19




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip Khotbah MTPJ GMIM 2020..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,