gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1073 kali
Download MP3 Music
MTPJ 2019
Minggu, 23 Juni 2019

MTPJ 23-29 Juni 2019

TEMA BULANAN : "Keluarga Sebagai Pangkalan Misi"
TEMA MINGGUAN : "Maju Bersama Tuhan"

BACAAN ALKITAB : Hakim-Hakim 4:1-24

Debora dan Barak
4:1 Setelah Ehud mati, orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN. 4:2 Lalu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan, yang memerintah di Hazor. Panglima tentaranya ialah Sisera yang diam di Haroset-Hagoyim. 4:3 Lalu orang Israel berseru kepada TUHAN, sebab Sisera mempunyai sembilan ratus kereta besi dan dua puluh tahun lamanya ia menindas orang Israel dengan keras. 4:4 Pada waktu itu Debora, seorang nabiah, isteri Lapidot, memerintah sebagai hakim atas orang Israel. 4:5 Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora antara Rama dan Betel di pegunungan Efraim, dan orang Israel menghadap dia untuk berhakim kepadanya. 4:6 Ia menyuruh memanggil Barak bin Abinoam dari Kedesh di daerah Naftali, lalu berkata kepadanya: "Bukankah TUHAN, Allah Israel, memerintahkan demikian: Majulah, bergeraklah menuju gunung Tabor dengan membawa sepuluh ribu orang bani Naftali dan bani Zebulon bersama-sama dengan engkau, 4:7 dan Aku akan menggerakkan Sisera, panglima tentara Yabin, dengan kereta-keretanya dan pasukan-pasukannya menuju engkau ke sungai Kison dan Aku akan menyerahkan dia ke dalam tanganmu." 4:8 Jawab Barak kepada Debora: "Jika engkau turut maju akupun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju akupun tidak maju." 4:9 Kata Debora: "Baik, aku turut! Hanya, engkau tidak akan mendapat kehormatan dalam perjalanan yang engkau lakukan ini, sebab TUHAN akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan." Lalu Debora bangun berdiri dan pergi bersama-sama dengan Barak ke Kedesh. 4:10 Barak mengerahkan suku Zebulon dan suku Naftali ke Kedesh, maka sepuluh ribu orang maju mengikuti dia; juga Debora maju bersama-sama dengan dia. 4:11 Adapun Heber, orang Keni itu, telah memisahkan diri dari suku Keni, dari anak-anak Hobab ipar Musa, dan telah berpindah-pindah memasang kemahnya sampai ke pohon tarbantin di Zaanaim yang dekat Kedesh. 4:12 Setelah dikabarkan kepada Sisera, bahwa Barak bin Abinoam telah maju ke gunung Tabor, 4:13 dikerahkannyalah segala keretanya, sembilan ratus kereta besi, dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia, dari Haroset-Hagoyim ke sungai Kison. 4:14 Lalu berkatalah Debora kepada Barak: "Bersiaplah, sebab inilah harinya TUHAN menyerahkan Sisera ke dalam tanganmu. Bukankah TUHAN telah maju di depan engkau?" Lalu turunlah Barak dari gunung Tabor dan sepuluh ribu orang mengikuti dia, 4:15 dan TUHAN mengacaukan Sisera serta segala keretanya dan seluruh tentaranya oleh mata pedang di depan Barak, sehingga Sisera turun dari keretanya dan melarikan diri dengan berjalan kaki. 4:16 Lalu Barak mengejar kereta-kereta dan tentara itu sampai ke Haroset-Hagoyim, dan seluruh tentara Sisera tewas oleh mata pedang; tidak ada seorangpun yang tinggal hidup. 4:17 Tetapi Sisera dengan berjalan kaki melarikan diri ke kemah Yael, isteri Heber, orang Keni itu, sebab ada perhubungan baik antara Yabin, raja Hazor, dengan keluarga Heber, orang Keni itu. 4:18 Yael itupun keluar mendapatkan Sisera, dan berkata kepadanya: "Singgahlah, tuanku, silakan masuk. Jangan takut." Lalu singgahlah ia ke dalam kemah perempuan itu dan perempuan itu menutupi dia dengan selimut. 4:19 Kemudian berkatalah ia kepada perempuan itu: "Berilah kiranya aku minum air sedikit, aku haus." Lalu perempuan itu membuka kirbat susu, diberinyalah dia minum dan diselimutinya pula. 4:20 Lagi katanya kepada perempuan itu: "Berdirilah di depan pintu kemah dan apabila ada orang datang dan bertanya kepadamu: Ada orang di sini?, maka jawablah: Tidak ada." 4:21 Tetapi Yael, isteri Heber, mengambil patok kemah, diambilnya pula palu, mendekatinya diam-diam, lalu dilantaknyalah patok itu masuk ke dalam pelipisnya sampai tembus ke tanah -- sebab ia telah tidur nyenyak karena lelahnya -- maka matilah orang itu. 4:22 Pada waktu itu muncullah Barak yang mengejar Sisera. Keluarlah Yael mendapatkan dia dan berkata kepadanya: "Mari, aku akan menunjukkan kepadamu orang yang kaucari itu." Lalu masuklah Barak ke dalam dan tampaklah Sisera mati tergeletak dengan patok dalam pelipisnya. 4:23 Demikianlah Allah pada hari itu menundukkan Yabin, raja Kanaan, di depan orang Israel. 4:24 Dan kekuasaan orang Israel kian keras menekan Yabin, raja Kanaan, sampai mereka melenyapkan Yabin, raja Kanaan itu.


ALASAN PEMILIHAN TEMA

Aksi kekerasan dewasa ini sering terjadi di beberapa daerah baik dalam rumah tangga, sekolah, penjara, atau tempat tertentu di masyarakat luas. Ada kekerasan atas nama kelompok, agama, suku, ras, tetapi juga secara pribadi. Kekerasan bukan hanya didengar, tetapi disaksikan langsung secara cepat di televisi, internet dan media lainnya. Seseorang yang mengalami kekerasan, otomatis akan trauma, brutal, bengis, sinis, depresi, dendam, malu, ganguan jiwa, dan lain-lain. Karena itu fenomena krusial yang meresahkan dan memiriskan ini perlu di tangani secara serius oleh pihak pemerintah, organisasi yang berkom-peten tetapi juga oleh semua agama apalagi gereja. Gereja tidak boleh diam melainkan harus menyikapi secara, proaktif, komunikatif dan memberi perlindungan setiap bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan atau penelantaran anggota rumah tangga telah menjadi perhatian dari lembaga sosial masyarakat, pemerintah dan gereja. Dan dalam rangka Hari Bidan Nasional, Hari Anti Narkoba, Hari Peduli Korban Penyiksaan International dan Hari Keluarga, maka tema minggu adalah "Maju Bersama Tuhan" untuk memerangi kekerasan dengan melibatkan semua komponen masyarakat dan bangsa.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Hakim ditetapkan oleh Tuhan untuk memimpin umat-Nya supaya umat tahu bagaimana seharusnya hidup sesuai perintah-Nya.  Kitab Hakim-hakim menyebutkan ada 17 hakim dan hanya satu orang perempuan yakni Debora (artinya: Lebah), istri Lapidot ("nyala dari kilat"), ia juga seorang nabiah. Israel biasa menjumpainya untuk meminta saran, pertimbangan hukum dan jalan keluar dari suatu persoalan. Kapasitas hakim Debora penting bagi Israel dalam menghadapi penindasan oleh Yabin raja Kanaan karena sudah berlangsung selama duapuluh tahun. Lamanya kekerasan ini memang disadari sebagai bentuk hukuman Tuhan akibat ketidaksetiaan umat. Andalan Yabin ialah panglimanya yang tangguh, kuat, hebat dan loyalis  yakni Sisera, yang memiliki sembilan ratus kereta besi. Israel berseru kepada Tuhan (ayat 3) atas penindasan yang sangat kejam dialami mereka. Israel tidak lagi aman karena dimana-mana terjadi perampokan, mereka tinggal di gua-gua dan di gunung akibat penindasan yang membuat keterpurukan baik secara ekonomi, sosial budaya dan keagamaan maupun hak-hak asasi terpasung dan kebebasanpun terbelenggu.

Lalu Debora menyuruh memanggil Barak (artinya: Suluh, kilat) bin Abinoam dari Kedesh sebagai Panglima Perang. Kata "menyuruh" memiliki makna bahwa wibawa Debora tidak diragukan oleh siapapun termasuk Barak. Kata Debora kepada-nya: Bukankah Tuhan menyuruh engkau maju dengan sepuluh ribu orang dari suku Naftali dan Zebulon ke sungai Kison dan Tuhan akan menggerakkan Sisera dengan keretanya dan Aku akan menyerahkan dia ke dalam tanganmu?(ayat 6,7). Tetapi Barak menjawabnya: jika engkau turut maju, maka akupun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju, maka akupun tidak maju,  (ayat  8). Kata Debora: baik, aku turut! Hanya engkau tidak mendapat kehormatan, sebab Tuhan akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan. Debora berkata lagi kepada Barak: Bersiaplah, inilah harinya Tuhan akan menye-rahkan Sisera ke dalam tanganmu. Bukankah Tuhan telah maju di depanmu?(ayat  14). Hal ini dimaksudkan bahwa Tuhan  telah maju  terlebih dahulu untuk memerangi kejahatan walaupun peran Debora turut mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan.  Kata "bukankah" dua kali diucapkan Debora sebagai seorang Nabiah, bahwa Tuhan sudah berfirman untuk maju berperang dan kemenangan akan mereka raih, tetapi terkesan Barak segan diberi wewenang dan tangungjawab. Ia terlihat takut dan kurang percaya diri atau skeptis. Keteguhan hati Debora akhirnya menyulut semangat Barak untuk berperang dengan jaminan Tuhan akan menolong Israel dan kemenangan akan mereka raih sehingga penindasan dan kekerasan berakhir. Debora sebagai nabiah turut serta berperang melawan agresi Yabin bersama dengan sepuluh ribu personil pasukan dari dua suku yakni Naftali dan Zebulon yang  memiliki keahlian dan strategi perang yang handal, digambarkan bahwa Naftali seperti rusa betina yang terlepas (Kej. 49:13,21), sedangkan Zebulon seperti pangkalan kapal (Hakim. 5:18).

Sungai Kison menjadi saksi kemenangan Israel terhadap Kanaan, Tuhan mengacaukan Sisera dan tentaranya sehingga membuat tidak  satupun pasukan Sisera yang hidup (bnd. Hakim 5:20,21).  Sisera lari dengan berjalan kaki dan tiba di kemah Yael (artinya: kambing betina), isteri Heber orang Keni itu. Yael menawarkan untuk mampir dan dilayani dengan minuman susu. Karena kelelahan Sisera tertidur, Yael mengambil patok (pasak) kemah dan palu (martil) lalu dilantakkannya di pelipis Sisera sampai ke tanah dan mati. Barak mengejar dan mendapati Sisera  sudah mati di kemah Yael. Apa yang dilakukan Yael dengan membunuh Sisera  sebagai bentuk perlindungan dalam rangka membela sukunya. Nubuatan  Debora terbukti bahwa Sisera mati di tangan seorang perempuan, dan Barak tidak mendapat kehormatan, walaupun ia seorang panglima. Tuhan Allah dimuliakan dalam pertempuran ini karena kuasa-Nya yang hebat dan dahsyat sehingga Yabin raja Kanaan di lenyapkan. Peperangan dalam Perjanjian Lama  bersifat revelatory artinya bukan perang itu sendiri yang menjadi berita utama melainkan kebesaran dan kemuliaan Allah dibanding dengan kuasa-kuasa lainnya. Selanjutnya peperangan adalah pembuktian iman bagi Israel bahwa Allah yang mereka sembah bertindak dalam sejarah untuk menyatakan kebesaran-Nya.
Makna dan Implikasi Firman

    Sikap kuatir dan ragu-ragu harus dihilangkan dengan percaya dan meyakini bahwa Tuhan dan kuasa-Nya mengalahkan berbagai bentuk persoalan. Dia selalu ada di depan dan maju bersama kita menghadapi berbagai bentuk kejahatan. Tuhan telah maju didepan umat-Nya. Inilah perkataan yang dikatakan Debora pada Barakh, juga yang dikatakan Musa pada bangsa Israel, bahwa: "Tuhan, Allahmu yang berjalan didepanmu..." (lih. Ul.1:30-31).  Dengan iman kepada Tuhan maka musuh-musuh dapat dikalahkan
    Sehubungan dengan peran Debora, ia setia mendengar firman Allah dan melakukannya. Iapun anti terhadap kejahatan dan Tuhan pun tidak menyukai orang yang melakukan perbuatan dosa. Begitu pula kita sebagai orang percaya, harus menunjukan sikap dengan maju bersama Tuhan dan berjalan bersama dalam menghadapi berbagai bentuk persoalan dan kejahatan yang selalu mengancam kehidupan.
    Gereja harus maju bersama Tuhan untuk menunjukkan komitmen sebagai organisasi anti kekerasan dengan cara: tegas menolak kekerasan dalam bentuk apapun baik langsung (eksekusi) maupun tidak langsung melalui media (persekusi: pemburuan sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga dan di sakiti) dengan hoax (berita palsu) berupa ujaran kebencian dan sebagainya. Mengedukasi jemaat dengan firman dalam bentuk penggembalaan dan pembinaan secara kontinyu, di semua aras dan semua kategori, untuk tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap siapapun. Gereja sebagai wadah spiritual dalam pemben-tukan karakter, harus konsisten dengan tugasnya yaitu ber-sekutu, bersaksi dan melayani untuk maju dalam pelayanan bersama Tuhan Yesus sebagai Kepada gereja.

 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

    Apa pendapat saudara tentang tema Maju Bersama Tuhan sesuai  Hakim-hakim 4:1-24?
    Bagaimana peran keluarga, jemaat dan masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan?

NAS PEMBIMBING: 2 Tesalonika 3:1-2

POKOK-POKOK DOA:

    Gereja harus Maju dan berjalan bersama Tuhan.
    Mereka yang telah menjadi korban kekerasan dan pelaku kekerasan agar bertobat.
    Agar gereja mampu mengajarkan tentang damai dan harmonisasi hidup bermasyarakat.
    Pemerintah diberi hikmat untuk mengatasi setiap penindasan.

 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU BENTUK IV

 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: KJ No. 5  Tuhan Allah Nama-Mu

Pembukaan: NNBT No. 24  Kuasa-Mu Tuhan Selalu Kurasakan

Pengakuan Dosa: NNBT No. 27  Ya Tuhan Engkaulah

Janji Anugerah Allah: NKB. No. 195  Kendati Hidupku Tentram Dan Tenang

Ses Pemb Alkitab: KJ No. 447  Dalam Rumah Yang Gembira

Persembahan :  NKB. No. 111  Gereja Bagai Bahtera

Penutup :  NNBT No. 28  Ya Tuhan Tolong Aku

 

ATRIBUT:

Warna Dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.





Daftar Label dari Kategori MTPJ 2019
1 Tawarikh 17:16-27(1)
1 Tawarikh 6:31(1)
Bilangan 27:1-11(1)
Bilangan 27:1-2(1)
Efesus 2:11-22(1)
Lukas 15:11-32(1)
Maleakhi 3:1-12(1)
Markus 1:1-8(1)
Mazmur 128:1-6(1)
Mazmur 146:1-10(1)
Mazmur 37:34-40(1)
Mazmur 96:1-13(1)
Roma 13:1-7(1)
Ulangan 15:12-18(1)
Wahyu 21:9-27(1)
Yeremia 29:1-14(1)
Yeremia 29:1-3(1)
Yohanes 3:16-18(1)
Zakharia 8:1-19(2)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 21 - 27 Juli 2019 - Beribadah dan Menghormati Tuhan Mendatangkan Berkat - Imamat 26:1-13

Sebelum:
MTPJ 16 - 22 Juni 2019




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip MTPJ 2019..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,