gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa

View : 1529 kali
Download MP3 Music
TEMA BULANAN : "Karya Keselamatan Allah di Bumi Milik Tuhan"
TEMA MINGGUAN : "Pilih yang Benar dengan Iman"

Bacaan Alkitab : Yohanes 18:38b-19:16a
Yesus dihukum mati
(#18-#38b) Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya. 18:39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?" 18:40 Mereka berteriak pula: "Jangan Dia, melainkan Barabas!" Barabas adalah seorang penyamun. 19:1 Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia. 19:2 Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, 19:3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya. 19:4 Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: "Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya." 19:5 Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: "Lihatlah manusia itu!" 19:6 Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: "Salibkan Dia, salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya." 19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: "Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah." 19:8 Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia, 19:9 lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan dan berkata kepada Yesus: "Dari manakah asal-Mu?" Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya. 19:10 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?" 19:11 Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya." 19:12 Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Dia, tetapi orang-orang Yahudi berteriak: "Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar." 19:13 Ketika Pilatus mendengar perkataan itu, ia menyuruh membawa Yesus ke luar, dan ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani Gabata. 19:14 Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu: "Inilah rajamu!" 19:15 Maka berteriaklah mereka: "Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Haruskah aku menyalibkan rajamu?" Jawab imam-imam kepala: "Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!"
Yesus disalibkan
19:16 Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan.  



ALASAN PEMILIHAN TEMA

Harga diri sering dipertaruhkan manusia demi mengangkat derajat diri sendiri, sekalipun harta benda, kedudukan, jabatan, pendidikan dan kehidupan keluarga dikorbankan bahkan diper-taruhkan. Nilai dari sebuah "harga diri" seseorang tidak lagi diukur dari norma-norma etis baik dalam struktur sosial maupun dalam tingkat kesadaran jiwa yang mau "merendahkan diri". Sebab harga diri lebih mementingkan pada sifat dan sikap "ego" atau sebuah emosi manusia yang selalu menganggap diri benar dan harus dihargai, didengar bahkan harus mengikuti kehen-daknya.

Dewasa ini nilai dari sebuah harga diri semakin mempri-hatinkan dan tendens dipolitisasi demi sebuah kepuasan kelom-pok, golongan, apalagi diperhadapkan pada sebuah "pilihan".

Harga diri juga memiliki kekuatan positif bila pikiran dan hati serta tindakan kita pada sesuatu yang objektif, ketika me-nempatkan pilihan pada kedudukan yang benar, maka pasti akan menghasilkan hal yang positif dalam hidup. Pilihan subjektifitas dari sebuah nilai lebih mendominasi bahkan menjinakkan manusia pada pilihan-pilihan tertentu. Apalagi ketika kita sedang berada pada pilihan politik maka subjektifitas kita mengalami nilai tinggi, dan jangan heran harga diri "terbeli" oleh sebuah permainan yang secara sistimatis dan pragmatis mempengaruhi ruang hidup kita termasuk "kebenaran" dalam keyakinan iman kita tercoreng oleh sebuah "money-politik" atau "sembako sesaat" yang dapat menyesatkan harga diri kita sehingga kebenaran dalam iman terabaikan. Akhirnya pilihan dalam nilai hidup mengalami dilematis apalagi menyentuh pada kebutuhan-kebutuhan spiritual dimana kebenaran "terdomestikasi" (terjinakkan) oleh kekuatan sekuler yang memasung kebenaran iman. Pilihan yang subjektif di sisi lain menghadirkan sikap apatis bahkan masa bodoh dengan tanggung jawab iman terhadap pilihan yang harus kita ambil.

Pilihan terhadap Barabas yang dikenal sebagai "penyamun" jauh lebih populer dengan kebenaran dalam Yesus yang sedang diperhadapkan pada sebuah "pilihan" rakyat dan penguasa (Pilatus) dimana akhirnya Kebenaran terjual oleh sebuah harga diri. Hal ini yang  disaksikan dalam kitab Yohanes 18:38b-19:16a. Sehingga alasan pemilihan tema pembahasan kita adalah: "Pilih yang Benar dengan Iman" agar gereja dapat berpartisipasi dalam berbagai pilihan untuk menghadirkan Kerajaan Allah di bumi.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Injil Yohanes, adalah injil yang lebih menekankan tentang keilahian Yesus Kristus sebagai Anak Allah. Bahkan secara manusiawi disaksikan dalam kitab ini yang menurut tradisi Kitab Yohanes ditulis sekitar tahun 90-95 Masehi oleh Yohanes anak Zebedeus, salah satu murid Yesus.

Dalam teks perikop pasal 18:38b-19:16a, Yohanes memper-lihatkan sebuah fakta perdebatan dari pilihan antara membe-baskan Yesus atau disalibkan. Dan keputusan ada di tangan Pontius Pilatus. Ayat 38 Pilatus mulai dengan pertanyaan tentang "kebenaran" itu, karena Pilatus tidak menemui kesalahan dalam diri Yesus, tapi jawaban Yesus  tentang kebenaran adalah bukan diukur secara hukum formal dan hukum agama (Taurat dan adat istiadat Yahudi). Tetapi kebenaran berbicara tentang kerajaan Allah (lih ayat 11) yaitu kuasa Allah. Kebenaran (Yun aletheia) tidak tersembunyi "tidak terbatas" dia bersifat kekal. Ibrani "Emeth" keteguhan yang memiliki substansi "kekal" atau lestari.

Memang Pilatus yang diberi kekuasaan untuk mengadili Yesus karena sebagai Gubernur pada waktu itu, yang semula Herodes dan Pilatus tidak bersahabat band. Lukas 23:8-12, namun dengan peristiwa mengadili Yesus mereka berdua akur kembali.

Teriakan demonstrasi masa salibkan Dia, salibkan Dia, bahkan meminta membebaskan Barabas seorang penjahat sepertinya jauh lebih berharga daripada tuntutan orang-orang Yahudi pada Yesus yang tidak terbukti melanggar hukum formal. Berulang kali Pilatus dalam pemeriksaan tidak menemukan kesalahan hukum pada diri Yesus (ayat 38b; 19:4). Sesuai tradisi peristiwa pengadilan Yesus terjadi pada tanggal 14 Nisan (Tahun Gregorian antara Maret-April) yaitu hari Raya Roti tidak beragi dalam Paskah Yahudi, maka kebiasaan pemerintahan Romawi melalui Gubernur Yudea selalu membebaskan orang tahanan. Dan Barabas yang diminta orang banyak untuk dibebaskan (18:40).

Kekuatan masa di bawah pimpinan para imam-imam kepala memainkan peranan penting menunjukan politik identitas di hadapan Pilatus. Dalil-dalil agama di dalam melegitimasi gagasan kehendak kelompok menggunakan issu agama dan instrumennya untuk mengalahkan hukum positif Romawi, hal itu terbukti ketika Barabas yang melanggar hukum formal dibebaskan oleh ke-kuatan hukum agama yang menuduh Yesus melakukan "penistaan agama" (ayat 7) karena terbukti menyebut diri sebagai "Anak Allah". Sekalipun ada upaya Pilatus untuk membebaskan Yesus dari sudut pandang Hukum positif Romawi (ayat 12) tetapi Pilatus ingin memainkan politik "dua kaki" Yaitu : Pertama, membakar emosi massa dengan "menyesah" dan "menampar" Yesus saat dimahkotai duri dengan baju Ungu bagaikan Raja orang Yahudi (ayat 2,3) agar Kaisar mendapat dukungan (lihat ayat 15) dan kedua, Pilatus dengan kekuasaanya akan didukung oleh orang banyak.

Itu sebabnya dalam dialog Pilatus dan Yesus tidak menyentuh substansi dari persoalan yang dituduhkannya. Justru tentang asal usul yang tidak ada kaitannya, apalagi Pilatus ingin menunjukan kewibawaan dihadapan Yesus dengan istilah "kuasa" atau jabatan, kedudukan yang menurut Pilatus dapat menyelesaikan persoalan (ayat 10) tetapi jawaban Yesus pada Pilatus tentang "kuasa" justru sangat berbeda. Yesus ingin menunjukan bahwa kuasa Pilatus tidak diperhitungkan dalam penggenapan Mesias, "tetapi siapa yang menyerahkan Aku kepadamu lebih besar dosanya" (ayat 11) mereka adalah imam besar, imam-imam kepala dan orang-orang Yahudi, disanalah penggenapan mesianis itu, bahwa Kerajaan Allah akan dimulai dengan penolakan oleh bangsa Yahudi itu sendiri. Jawaban terakhir dari pertanyaan Pilatus yang menghina itu (ayat 15) "haruskah aku menyalibkan rajamu?", dijawab oleh orang-orang Yahudi raja mereka adalah Kaisar : yang menurut tradisi Yahudi pengakuan terhadap orang asing adalah hal yang najis atau bentuk murtad. Yohanes ingin memperlihatkan kematian Yesus memiliki hubungan penting dengan perayaan Paskah Yahudi, artinya Yesus dihukum oleh hukum Taurat, tetapi dengan hukum Taurat Yesus menggenapi-Nya dengan Paskah yang sesungguh-Nya.

Maka di atas kursi "Gabata" (Litostrotos, atau kursi batu) Yesus diserahkan kepada orang untuk disalibkan (ayat 16).
Makna dan Implikasi Firman

    Kebenaran diri dan kebenaran iman adalah dua aspek yang sangat berbeda dalam diri seseorang apalagi bila hal itu diperhadapkan pada suatu pilihan, dimana kebenaran diri lebih pada sikap ego manusia yang ingin menonjolkan kekuatan bahkan kekuasaan seseorang. Sementara kebe-naran iman menunjukan sikap seseorang yang lebih mem-prioritaskan keyakinannya kepada Tuhan yang mengatur segala sesuatu menjadi baik.
    Harga diri atau sikap membenarkan diri cenderung dalam sebuah pilihan selalu memaksakan kehendaknya dari pada kebenaran Tuhan. Akibatnya subjektifitas dalam menghadir-kan kebenaran tercemar dalam ruang-ruang sosial ekonomi bahkan politik. Pada tahap ini manusia tidak lagi memper-hitungkan apakah pemimpin seorang penjahat (seperti yang ditampilkan dalam pembebasan antara Yesus dan Barabas) atau memiliki masa kelam dalam masyarakat, bahkan yang tidak memiliki skill kepemimpinan tapi karena ada kepentingan yang lebih menonjolkan sebuah pilihan pada kebenaran diri, maka sering kita temui dalam sistim politik dimana menentukan pemimpin pada akhirnya pilihan yang kita tentukan mengalami distorsi (kerusakan).
    Dilain pihak ketika kita diperhadapkan pada struktur masyarakat yang membutuhkan pilihan kita terjebak dengan sikap apatis dengan pilihan, sikap cuci tangan dan meng-abaikan potensi talenta dan karunia yang diberikan Tuhan akhirnya sering gagal kita manfaatkan. Kecenderungan sikap diam dalam mengambil pilihan dalam berbagai aspek hidup adalah bentuk kejahatan terselubung yang ditentang oleh iman Kristiani. Gereja dipanggil Tuhan untuk menjadi garam dan terang (band Matius 5:13-16). Bahkan mengambil bagian dalam penentuan pilihan yang didasari oleh kebenaran iman. Inilah tanggung jawab gereja dalam menyelamatkan karya Allah dalam bumi ciptaan-
    Memperjuangkan kebenaran itu berarti setiap pilihan kita didasari oleh iman. Dengan demikian siapapun yang telah kita pilih, kita telah melewati persiapan dalam pergumulan iman, bahwa "kita jangan membuang kebenaran demi harga diri kita" bahwa kebenaran di dalam Yesus adalah hidup dan bukan terletak pada kekuatan atau kuasa sekuler, kelompok dan golongan atau sesuku, sekampung, keluarga bahkan se-partai. Ayat 11 Yesus memberi perbedaan kuasa Pilatus dan kuasa dari Tuhan. Itu sebabnya gereja memiliki kuasa Yesus yang dapat berpartisipasi dalam pilihan tetapi juga menentukan arah tatanan hidup kita melalui aspek ekonomi sosial bahkan politik. Kekuatan politik tidak terletak pada kekuasaan pimpinan struktur partai, tetapi kekuatan sebuah partai terletak pada kekuasaan menghadirkan orang orang benar, baik dan bertanggung jawab mengelola bumi ciptaan-Nya menjadi lebih baik.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

    Jelaskan kekuasaan Pontius Pilatus dalam memutuskan pilihan, apakah dia benar menurut perikop bacaan ini?
    Apa yang melatarbelakangi pilihan kita, jika akhirnya mengecewakan?
    Hal-hal apakah yang dapat membuat pilihan kita benar?

NAS PEMBIMBING: Efesus 4:14-15

POKOK-POKOK DOA:

    Untuk bumi ciptaan-Nya agar dapat dikelola oleh orang-orang yang bertanggung jawab
    Mereka yang memiliki hak dalam pemilihan dapat memilih dengan benar berdasarkan iman
    Gereja Tuhan dapat berperan dalam aspek ekonomi sosial dan politik

 TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

MINGGU SENGSARA VI

NYANYIAN YANG DIUSULKAN

Persiapan: KJ No.353 Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil

Ses. Nas Pembimbing: NKB No. 34 Setia-Mu Tuhanku Tiada Bertara

Ses Pengakuan Dosa: NKB No. 17 Agunglah Kasih Allahku

Ses Pemberitaan Anugerah Allah: NNBT No. 7 Mari Puji Tuhan Yesus

Ajakan Untuk Mengikut Yesus di Jalan Sengsara: DSL 99 Pikul Salib

Ses Pembacaan Alkitab: NKB. No.116 Siapa Yang Berpegang

Persembahan: KJ No. 169 Memandang Salib Rajaku

Penutup: NNBT. No. 28 Ya Tuhan Tolong Aku

ATRIBUT

Warna dasar ungu dengan simbol XP (Khi-Rho), cawan pengucapan, salib dan mahkota duri.





Daftar Label dari Kategori MTPJ 2019
1 Tawarikh 17:16-27(1)
1 Tawarikh 6:31(1)
Bilangan 27:1-11(1)
Bilangan 27:1-2(1)
Efesus 2:11-22(1)
Lukas 15:11-32(1)
Maleakhi 3:1-12(1)
Markus 1:1-8(1)
Mazmur 128:1-6(1)
Mazmur 146:1-10(1)
Mazmur 37:34-40(1)
Mazmur 96:1-13(1)
Roma 13:1-7(1)
Ulangan 15:12-18(1)
Wahyu 21:9-27(1)
Yeremia 29:1-14(1)
Yeremia 29:1-3(1)
Yohanes 3:16-18(1)
Zakharia 8:1-19(2)





Lagu-lagu Remaja GMIM, Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat

Selanjutnya:
MTPJ 22 April 2019 Hari Raya Paskah II & Hari Persekutuan Pemuda GMIM

Sebelum:
MTPJ, 24-30 Maret 2019 Minggu Sengsara III




MENU UTAMA:
Album Remaja GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM(6)
Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46)
Berita GMIM 2022(2)
Contoh Doa GMIM(7)
Contoh Tata Ibadah GMIM(30)
Doa Doa GMIM(3)
Dua Sahabat Lama (DSL)(115)
Khotbah MTPJ GMIM 2020(47)
Khotbah MTPJ GMIM 2021(95)
Khotbah MTPJ GMIM 2022(88)
Khotbah MTPJ GMIM 2023(269)
Khotbah MTPJ GMIM 2024(233)
Khotbah MTPJ GMIM 2025(59)
Khotbah MTPJ GMIM 2026(35)
Kidung(5)
Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467)
Lagu Pilihan(11)
Lagu-lagu Remaja GMIM(9)
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20)
MARS GMIM(9)
MTPJ 2019(42)
NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51)
Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124)
Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53)
Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11)
Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6)
Tata Ibadah GMIM(26)
Tentang GMIM(8)
xx(15)
xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1)
xxx(9)

Arsip MTPJ 2019..

Register   Login  

https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036,   renungan gmim untuk ibadah remaja,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852,   khotbah gmim Filemon 1 : 4-22,   buku lagu pemuda gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851,   teks mars pria kaum apa gmim,   tata ibadah pemuda gmim,   Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021,   tata ibadah menyambut natal remaja gmim,   MTPJ GMIM minggu adven 2,   khotbah gmim markus 4 : 35-41,   Renungan pemuda Remaja GMIM 2021,   mtpj 8 november 2021,   Dodoku GMIM MTPJ,   Khotbah GMIM Minggu ini,   MTPJ GMIM 2021,   mtpj,   mtpj gmim bulan nopember 2021,