|
gmim.lagu-gereja.com
Gereja Masehi Injili di Minahasa |
|
|
Download MP3 Music TEMA BULANAN : "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir"TEMA MINGGUAN : "Ketaatan Paripurna" BACAAN ALKITAB : Kejadian 22:1-19 Kepercayaan Abraham diuji 22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." 22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." 22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. 22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh. 22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." 22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?" 22:8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. 22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api. 22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. 22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." 22:12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." 22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. 22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan." 22:15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, 22:16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri -- demikianlah firman TUHAN --: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, 22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. 22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." 22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba. ALASAN PEMILIHAN TEMA Taat menurut kamus umum Bahasa Indonesia "Patuh" artinya menjalankan apa yang diperintahkan dan saleh beribadah kepada Tuhan. Paripurna artinya lengkap. Jadi ketaatan paripurna artinya ketaatan yang lengkap. Di era modern ini gereja diperhadapkan dengan gaya hidup orang percaya yang lebih takut kepada manusia daripada Tuhan. Masalah ketidaktaatan sering dijumpai dalam hal memberi persem-bahan yang tidak tulus, kurang menjaga kesetiaan dalam hidup berkeluarga dan tidak tahan dalam pencobaan serta ketidaktaatan dalam kerja. Gereja menunjuk pada orang percaya kepada Yesus Kristus untuk memiliki ketaatan paripurna, melakukan firman Tuhan dengan setia, supaya ketika menghadapi kesulitan, tekanan dan beban hidup, tidak kehilangan pijakan sehingga terseret di bawah arus keinginan dunia. Firman Tuhan menjadi dasar kehidupan orang percaya supaya tidak mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran yang menyesatkan. Oleh karena itu tema minggu ini ialah: "Ketaatan Paripurna". PEMBAHASAN TEMATIS Pembahasan Teks Alkitab (Exegese) Kisah ketaatan Abraham mempersembahkan anaknya Ishak sebenarnya hendak mendobrak kebiasaan masa itu yang memberi persembahan anak kepada Dewa Molok. Di tanah Kanaan kebiasaan Orang-orang kafir (Bangsa Fenisia, bangsa Amon) sekarang Lebanon, Syria dan Israel mempersembahkan anak-anak kepada Molok (dewa). Firman Tuhan kepada Musa: Orang Israel maupun orang asing yang menyerahkan anak-anaknya dipersembahkan kepada Molok pasti dihukum mati dilontari dengan batu. Karena ini merupakan kekejian bagi Tuhan, (Imamat 20:1-3). Tetapi bagian ini juga hendak menjelaskan iman Abraham yang lebih memilih taat penuh pada perintah Allah untuk mempersembahkan anaknya sebagai persembahan korban bakaran (ay. 2) Dalam Kejadian 22:1-19 menceritakan bagaimana Allah menguji iman Abraham dengan mempersembahkan anaknya Ishak. Allah mencoba Abraham (mencoba Ibrani "Naw-Saw" mencoba bukan untuk menjatuhkan melainkan ujian untuk menghasilkan ketekunan (bnd Yakobus 1:3). Jadi pada dasarnya tidak kontras antara Kejadian 22:1 dan Yakobus 1:13. Tanah Moria tempat yang tinggi di Yerusalem dimana Raja Salomo membangun Bait Allah (2 Taw 3:11) pada tahun 691 M tempat ini sekarang didirikan yang disebut "Kuba Batu"yang oleh ahli perjanjian lama menyatakan di tempat inilah Abraham mempersembahkan Ishak anaknya. "Ketika pada hari ke tiga" menjelaskan bahwa Tuhan ijinkan melalui perjalanan panjang dan melelahkan diusia lanjut, untuk diberi kesempatan supaya menentukan apakah masih mau meneruskan atau membatalkan. Semangat Abraham justru makin kokoh. Tentu Abraham berpikir sekalipun Ishak dikorbankan. Allah akan membangkitkannya dari kematian (bnd Ibr 11:19) hal itu nyata dari ungkapan Abraham. Kami akan sembayang sesudah itu kami akan kembali kepadamu (ayat 5). Menurut kisah turun temurun orang Yahudi yang dicatat oleh seorang ahli perjanjian lama bernama Yosefus, Ishak berusia antara 25-33 tahun saat hendak di korbankan. Jadi bisa saja ia melawan ayahnya yang sudah usia lanjut saat akan diikat. Malahan sebaliknya Ishak membiarkan dirinya diikat untuk disembelih dan mau dikorbankan selaras yang dimintakan oleh Allah. Tentu peristiwa ini menjadi nubuat dimana Yesus di usia 33 tahun menyerahkan nyawa-Nya untuk disalibkan. Abraham meng-ulurkan tangannya, mengambil pisau untuk menyembelih. Saat yang sangat kritis untuk bisa merubah keputusan tidak melakukan. Namun ketaatan paripurna yang tidak pernah ragu akan janji Tuhan maka Abraham ikhlas untuk lakukan perintah Tuhan. Tuhan Allah melalui perantaraan Malaikat tentu mengawasi pergerakan Abraham dalam ujian Iman dan datang tepat waktu untuk menolong sekaligus memberi pengakuan bahwa "Engkau takut akan Tuhan". Seekor domba jantan untuk korban bakaran pengganti Ishak, Allah telah sediakan. Karena itu Abraham menamai tempat ini "Tuhan menyediakan", bahasa Ibrani "Yehova Yi-reh"."Aku bersumpah demi diriku sendiri". Penulis mempertegas bahwa Tuhan taat dan setia pada janji-Nya yaitu akan memberkati berlimpah keturunan seperti bintang di langit dan akan menduduki kota-kota musuh. Oleh keturunannya semua bangsa di bumi mendapat berkat. Janji ini menjawab janji Tuhan sebelumnya di Kejadian 12:1-2 dan mengulanginya lagi di pasal 26:4 ; 28:14 dan pasal 32:12. Ketaatan paripurna Abraham dalam perikop ini didapati berkaitan tiga ujian berat yaitu: Pertama, Abraham pergi meninggalkan negeri yang aman dan tentram. Berani meninggalkan sanak saudara, bapa pergi ke negeri yang belum dikenal keadaannya (band Kej 12:1). Kedua, menunggu dengan sabar janji keturunan selama kurang lebih 30 tahun baru kemudian Ishak lahir. Secara logika Sarah sudah lanjut usia mustahil dapat melahirkan Ishak (Ishak Ibrani Yitshaq artinya orang tertawa). Ketiga, mempersembahkan Ishak anak perjanjian. Abraham menghadapi peperangan rohani. Mengapa Tuhan meminta Ishak padahal hanya milik satu-satunya untuk meneruskan keturunan sesuai janji Tuhan. Walaupun Abraham diperhadapkan pada pilihan yang sulit namun karena ketaatan dan kesetiaannya maka ia melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Makna dan Implikasi Firman Menghadapi berbagai tekanan, godaan dan ancaman, maka ketaatan Abraham dan ketulusan Ishak menjadi motivasi yang kuat bagi kita agar tidak mundur dan tetap setia kepada Tuhan. Sekalipun harus mengorbankan yang paling berharga tapi karena percaya, Allah mengendalikan semua yang tetap setia dalam ketaatan. Karena itu pesan Firman bagi kita yakni: Ujian iman dari Tuhan adalah untuk melatih dan menguatkan. Ketaatan serta kesetiaan melakukan perintah Tuhan karena kita meyakini bahwa Tuhan tidak pernah salah dalam melaksanakan janji-Nya. Cerita Abraham dan Ishak adalah gambaran tentang kesetiaan Tuhan yang menyerahkan anak-Nya Yesus Kristus untuk dikorbankan demi keselamatan manusia dan dunia. Marilah kita mencontohi iman Abraham dan Ishak. Bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan kita Yesus Kristus bahwa kita "berhutang nyawa" karena telah mengganti nyawa kita dengan nyawa-Nya. Sesuai Tahun Gereja kita telah memasuki minggu sengsara Kristus, yang menggambarkan "Ketaatan Paripurna" Yesus kepada Bapa yang telah mengutus-Nya ke dunia. Memberi motivasi bagi kita agar apapun tekanan dan ujian iman yang dihadapi, kita tetap taat melakukan perintah-perintah Tuhan sesuai Firman-Nya. Pada tanggal 20 Maret 2019 sebagai hari kebahagiaan Internasional dan hari air sedunia. Kebahagiaan bukan diukur dari materi, harta kedudukan dan kekuasaan tetapi ketika melakukan firman itulah ukuran kebenaran. Firman Tuhan ibarat air yang mengalir dan tak pernah kering akan terus memberi kesejukan di tengah kegersangan hidup. Karena itu rawatlah juga lingkungan agar ketersediaan air tetap ada. Masa kampanye untuk pemilihan umum DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, DPD, Presiden dan wakil Presiden sedang berlangsung. Ini merupakan agenda nasional yang harus dilak-sanakan dengan tulus, tidak terkotak-kotak, saling menghargai pilihan politik masing-masing, tidak melakukan kampanye hitam, politik uang, tidak golongan putih (golput). Ikut mendoakan warga GMIM yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif dan DPD. Bertanggungjawab untuk mensukseskan terpilihnya calon-calon pemimpin yang takut Tuhan dan mau memberi diri untuk menjadi pelayan masyarakat sebagai bentuk persembahan yang hidup. PERTANYAAN DISKUSI: Apa maksud Tuhan mencoba iman Abraham menurut naskah Kejadian 22:1-19? Mengapa Abraham rela mempersembahkan Ishak padahal hanya dia satu-satunya yang dapat meneruskan keturunan? Bagaimana Gereja mempersiapkan warganya untuk menjadi "Abraham" masa kini yang memiliki iman yang paripurna (utuh) dan kualitas sumberdaya yang handal? NAS PEMBIMBING: Yakobus 1:3-4 POKOK-POKOK DOA: Menghadapi masalah politik, ekonomi, sosial, budaya dan kerusakan lingkungan hidup. Pengaruh-pengaruh negatif terhadap penggunaan media sosial. Hari Kebahagiaan Internasional tanggal 20-3-2019 dan hari air sedunia. Masa kampanye pemilihan anggota DPRD, DPR RI, DPD dan Presiden/Wakil Presiden berlangsung aman dan damai. TATA CARA IBADAH YANG DIUSULKAN: TATA IBADAH MINGGU SENGSARA II NYANYIAN YANG DIUSULKAN: Persiapan : KJ. No. 144b Suara Yesus Kudengar Ses Nas Pembimbing: NKB No. 34 Setiamu Tuhanku Tiada Bertara Pengakuan Dosa:"Bukan Dengan Barang Fana" Pemberitaan Anugerah Allah: NNBT No. 9 Ku Akan Selalu Bersyukur Ajakan Untuk Mengikut Yesus di Jalan Sengsara: KJ. No.167 Yesus Tuhanku Apakah Dosa-Mu Persembahan: KJ. No. 441 Ku Ingin Menyerahkan Penutup: "Tabah Dan Setiawan" ATRIBUT: Warna dasar ungu dengan simbol XP (Khi-Rho), cawan pengu-capan, salib dan mahkota duri.
Daftar Label dari Kategori MTPJ 2019 1 Tawarikh 17:16-27(1) 1 Tawarikh 6:31(1) Bilangan 27:1-11(1) Bilangan 27:1-2(1) Efesus 2:11-22(1) Lukas 15:11-32(1) Maleakhi 3:1-12(1) Markus 1:1-8(1) Mazmur 128:1-6(1) Mazmur 146:1-10(1) Mazmur 37:34-40(1) Mazmur 96:1-13(1) Roma 13:1-7(1) Ulangan 15:12-18(1) Wahyu 21:9-27(1) Yeremia 29:1-14(1) Yeremia 29:1-3(1) Yohanes 3:16-18(1) Zakharia 8:1-19(2) Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Lagu-lagu Remaja GMIM,
Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat Selanjutnya: MTPJ, 24-30 Maret 2019 Minggu Sengsara III Sebelum: MTPJ, 10 - 16 Maret 2019 (Minggu Sengsara I) MENU UTAMA: Album Remaja GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM(6) Bentuk Tata Ibadah GMIM Lainnya(46) Berita GMIM 2022(2) Contoh Doa GMIM(7) Contoh Tata Ibadah GMIM(30) Doa Doa GMIM(3) Dua Sahabat Lama (DSL)(115) Khotbah MTPJ GMIM 2020(47) Khotbah MTPJ GMIM 2021(95) Khotbah MTPJ GMIM 2022(88) Khotbah MTPJ GMIM 2023(269) Khotbah MTPJ GMIM 2024(233) Khotbah MTPJ GMIM 2025(59) Khotbah MTPJ GMIM 2026(35) Kidung(5) Kumpulan Lagu Ibadah Kreatif dan KKR (KLIK)(467) Lagu Pilihan(11) Lagu-lagu Remaja GMIM(9) Lagu-lagu Sebelum Doa Syafaat(20) MARS GMIM(9) MTPJ 2019(42) NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU BAGI TUHAN (NNBT)(51) Pembacaan Alkitab GMIM 2017(124) Pembacaan Alkitab GMIM 2018(53) Pembacaan Alkitab GMIM 2019(11) Pembacaan Alkitab GMIM Setahun(6) Tata Ibadah GMIM(26) Tentang GMIM(8) xx(15) xxKhotbah MTPJ GMIM 2025(1) xxx(9) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
GKII,
gkj,
HKBP,
MISA, GMIM, GPM, toraja, gmit, gkp, gkps, gbkp, Hillsong, PlanetShakers, JPCC Worship, Symphony Worship, Bethany Nginden, Christian Song, Lagu Rohani, ORIENTAL WORSHIP, Lagu Persekutuan, NJNE, Nyanyian Jemaat GPM, Khotbah MTPJ GMIM 2026 Rabu 24 Juni 202 Khotbah RHK GMIM Rabu 24 Juni 2026, Membangun Keluarga Yang Diberkati - Kejadian 9:7 Minggu, 21 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 21 Juni 2026 - INILAH TANDA PERJANJIAN YANG KUADAKAN ANTARA AKU DAN SEGALA MAKHLUK YANG ADA DI BUMI - Kejadian 9:1-17 Rabu, 17 Juni 2026 Khotbah RHK GMIM Rabu, 17 Juni 2026 - Pelayanan Yang Berkesinambungan - Yohanes 4:37-38 Minggu, 14 Juni 2026 Khotbah GMIM Minggu, 14 Juni 2026 - PERCAYA KARENA MENDENGAR DAN TAHU YESUS JURUSELAMAT DUNIA - Yohanes 4:27-42 Rabu, 10 Juni 2026 Khotbah Ibadah Keluarga GMIM Rabu, 10 Juni 2026 - Jangan Iri kepada Orang Fasik - Mazmur 92:8–9 Jumat, 3 April 2026 TATA IBADAH JUMAT AGUNG KEMATIAN TUHAN YESUS KRISTUS DAN PERAYAAN PERJAMUAN KUDUS - Jumat, 3 April 2026 25 Desember 2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Jemaat, Desember 2023 25 Desember2023 Tata Ibadah GMIM, Menyambut Natal Yesus Kristus Wilayah, Desember 2023 24 Desember 2023 Tata Ibadah Malam Natal GMIM 26 Maret 2023 Tata Ibadah Remaja GMIM 26 Maret – 1 April 2023 |
| popular pages | login | e-mail: admin@lagugereja.com Lagu-Gereja - Twitter | FB © 2012 . All Rights Reserved. |
https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1036, renungan gmim untuk ibadah remaja, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1375#.Ylqy7_f7MWM, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?tag=Khotbah%20MTPJ%20GMIM%202022, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1852, khotbah gmim Filemon 1 : 4-22, buku lagu pemuda gmim, tata ibadah pemuda gmim, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, https://gmim.lagu-gereja.com/index.php?ipage=1851, teks mars pria kaum apa gmim, tata ibadah pemuda gmim, Tata ibadah menyambut NATAL gmim 2021, tata ibadah menyambut natal remaja gmim, MTPJ GMIM minggu adven 2, khotbah gmim markus 4 : 35-41, Renungan pemuda Remaja GMIM 2021, mtpj 8 november 2021, Dodoku GMIM MTPJ, Khotbah GMIM Minggu ini, MTPJ GMIM 2021, mtpj, mtpj gmim bulan nopember 2021,